Masa Lalu Suami Menghantui Hidupku

Aku adalah seorang ibu rumah tangga berusia 20 tahun, suamiku 24 tahun, aku mempunyai 1 anak perempuan yang kini sudah berumur 5 bulan.

Suamiku adalah pria yang sangat baik, pekerja keras, rajin ibadah, penyayang, lembut, dan memiliki wajah tampan, mungkin sebagian wanita akan berkata bahwa suamiku adalah pria idaman.

Hampir setiap wanita yang bertemu dengannya tertarik, bahkan meski pun wanita-wanita itu tau suamiku sudah beristri dan mempunyai anak, tapi mereka tetap saja mengaguminya dan sering melempar senyum kepada suamiku, tapi suamiku tak pernah membalas dan cuek dengan hal semacam itu.

Pernikahanku sudah 3 tahun lebih, kehidupan kami baik-baik saja, kami bahagia dengan keluarga kecil kami, namun hati dan pikiranku tak pernah bisa lepas dari masa lalu suamiku,selama 3 tahun itu aku terus hidup dengan bayang-bayang masa lalu suamiku.

Dulu sebelum kami saling kenal, suamiku memiliki banyak mantan, sebagian dari mantannya sudah pernah dia tiduri bahkan sampai perempuan itu hamil dan menggugurkannya.

Sebelum menikah suamiku sudah jujur dan mengakui semua perbuatan maksiatnya bersama perempuan-perempuan itu, dia menceritakan kemana saja mereka pergi berdua dan apa saja yang mereka lakukan selama mereka pacaran bertahun-tahun.

Mendengar semua pengakuan suamiku aku seketika muak, jijik melihat wajahnya yang begitu polos, alim, dan sopan, hatiku memilihnya menjadi pendamping hidupku selamanya sebab dia begitu sempurna di mataku.

Dia sopan, baik, ibadah tak pernah terlupakan, dan punya pekerjaan yang bagus, yang aku suka darinya adalah saat pertama kali melihatku dia langsung datang kerumah orang tuaku dan mengajakku tunangan dan berjanji akan menikahiku.

Aku seorang wanita lulusan pesantren, semenjak lulus SD orangtuaku menyekolahkanku di Madrasah Tsanawiyah, dan lanjut ke Madrasah Aliyah. Selama itu aku tak pernah merasakan yang namanya pacaran hingga aku bertemu suamiku.

Aku hanya pernah menyukai seorang lelaki namun tak pacaran karna prinsipku adalah”wanita yang baik untuk pria yang baik begitupun sebaliknya”aku hanya mengaguminya dalam diam dan tak pernah mengungkapkan apalagi menceritakan pada siapapun,

Aku merasa ini semua tidak adil bagiku, aku begitu menjaga diri dan kehormatanku dengan berharap kelak jodohku adalah pria soleh yang tak pernah pacaran apalagi menyentuh wanita lain.

Namun inikah balasan untukku? Aku sudah sebisa mungkin berusaha menjadi wanita solehah namun apa yang kudapat?? lelaki yang keperjakaannya sudah direnggut oleh wanita lain.

Sikapnya yang sopan dan alim,dan wajah yang polos telah membuatku tertipu, hatiku begitu hancur mengetahui masa lalunya yang begitu buruk seburuk-buruknya.

Sudah 4 perempuan yang telah dia tiduri, selama pacaran bertahun-tahun itu mereka juga melakukan hubungan maksiat itu selama bertahun-tahun juga. Tiada hari tanpa seks, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun yang mereka lakukan hanyalah seks, seks, dan seks.

Hatiku sangat hancur sehancur-hancurnya mengetahui calon suamiku adalah seorang pecandu seks, sudah banyak hotel, wisma, bahkan kost dan rumah perempuan-perempuan semua sudah mereka tempati berbuat perbuatan dosa, haram, dan keji itu.

Hatiku sakit, harapan hancur, hatiku seketika berubah menjadi benci dan dendam, ingin rasanya aku membatalkan rencana pernikahanku dan memutuskan pertunanganku dengan suamiku.

Namun aku sudah terlalu jauh mencintainya, melepaskannya aku tak bisa membayangkan hidupku tanpanya, hatiku sudah terpaut olehnya, aku sudah jatuh cinta terlalu dalam terhadap suamiku.

Sampai sekarang aku masih suka mengungkit masa lalunya, atau kadang bertanya,”mengapa kamu melakukan itu dulu, apa kamu tidak tau perbuatan itu dosa?

Apakah kamu tak tau bahwa kamu bisa masuk neraka karna berhubungan dengan perempuan yang bukan muhrimmu? jika dulu aku juga pernah pacaran dan sudah tak perawan lagi apakah kamu juga mau menerimaku seperti aku menerimamu?”

Dia bilang ”sayang, aku tau itu dosa, aku tau semua resikonya namun aku harus bagaimana jika takdir sudah seperti ini jalannya. Akupun tak pernah menginginkan itu terjadi, aku pun berusahan menghindari perbuatan itu namun semua terjadi begitu saja, dan semua lelaki di dunia ini pun pasti mendambakan seorang istri yang solehah dan belum pernah disentuh apalagi menjadi bekas pria lain, tentu suami pun tak ingin wanita yang keperawanannya sudah dinikmati banyak lelaki”

Aku menjawab ”tapi dirimu dan perjakamu sudah direnggut lebih dulu oleh wanita lain dan bukan istrimu, kamupun tau mereka belum tentu jodohmu, namun mengapa kamu mencari wanita solehah? apa kamu merasa itu adil?kamu tidak kasihan terhadap istrimu kelak jika dia harus memiliki suami yang memiliki masa lalu buruk dan suram sepertimu?”

Dia kembali berkata ”sayang aku minta maaf atas masa laluku, aku tau kamu merasa tidak adil, jika memang kamu membenciku karna masa laluku, mengapa dulu kamu menerimaku? mengapa kau tak menolak dan melepaskanku saat kau tau masa laluku.

Padahal banyak yang menyukaimu, keluarga dari pihak ayah dan ibumu banyak yang melamarmu, mereka punya kerja bagus, baik, tampan, bahkan mungkin lebih soleh dariku dan mungkin tak memiliki masa lalu kelam sepertiku, lalu mengapa kamu tak memilih mereka dan tetap memilihku meski kau sudah tau tentangku? kamu cantik dan solehah masih banyak yang menunggumu diluar sana yang lebih baik dariku?”

Aku betul-betul benci dengan masa lalu suamiku tapi aku hanya berkata ”mungkin karna inilah jodoh, mau bagaimana buruknya pasangan kita, jika itulah jodoh yang Allah pilih untuk kita, kita akan tetap bersatu dengannya selamanya”.

Suamiku kembali berkata”sayang mereka itu hanya masalaluku, aku sudah tak menyukai mereka, yang perlu kau tau aku hanya mencintai dan menyayangi kamu, aku hanya fokus sama masa depan keluarga kecil kita, aku sudah sangat bahagia dengan kehadiran kalian berdua (istri dan anakku)”.

Sampai sekarang jika aku melihat perempuan-perempuan itu yang sudah tidur dengan suamiku dulu, aku sangat benci dan dendam meski hanya melihat mereka semua lewat foto di akun sosmed mereka.

Sampai sekarang aku tidak bisa menerima masa lalu suamiku dan itu sangat menyiksaku, tiap detik, menit, jam bahkan hari, bulan dan tahun masalalunya itu selalu terbayang di pikiranku.

Aku ingin terbebas dari bayang-bayang masalalu suamiku dan tak pernah mengingatnya lagi, namun aku tak bisa sebab itu sudah menjadi benci dan dendam yang tertanam dalam diriku, entah mau sampai kapan adanya.

Meski sekarang aku sangat bahagia dengan keluarga kecilku namun masalalu buruk itu tidak akan pernah bisa aku maafkan.

Kini aku hidup di daerah dimana perempuan2 itu tinggal sebab suamiku ditugaskan di daerah ini. Itu semakin membuatku tak bisa melupakan semua ini.

Mohon solusi dan pendapat para pembaca yang baik.Terima kasih.

Assalamualaikum wr.wb..

Cintaku Berujung Penyesalan

Cinta berujung penyesalan

Assalamualaikum, namaku Ima umurku sekarang 19 tahun. Aku pernah menjalin hubungan dengan pria yang usianya beda 6 tahun dariku. Hubungan yang aku sesali seumur hidup.

Cinta berujung penyesalan
Cinta berujung penyesalan

Saat bulan Agustus dia mendekatiku, awalnya pdkt dan ujungnya dia mengajak untuk komitmenan, saat itu aku belum memiliki rasa cinta karna kami hubungan ldr dan belum ketemuan.

Saat komitmenan dengan dia, aku sedang jalan dengan laki-laki lain, karena aku lelah hubungan ldr, apalagi dia baru akan pulang bulan Desember. Aku dengan dia sering putus nyambung.

Namun saat bulan Desember tiba, dia pulang ke Bandung dan dia menemuiku ke kosanku. Pada malam hari dari situ di kosan kami berduaan, kami ngobrol banyak.

Lalu saat itu aku mijitin bahu dia, dia balik memelukku dari belakang lalu mencium pipi, kening. Aku pun mulai tegang dan sedikit takut, dia semakin mendekat dan matanya pun langsung melihat ke bibirku.

Dan bodohnya aku pun terbawa hawa nafsu, aku pun rela di cium dia karena aku mulai penasaran gimana rasanya ciuman apakah itu tanda kasih sayang?

Dua hari setelah itu, dia pamit dan berkunjung ke kosan saya karena dia harus kembali pulang ke Bangka Belitung untuk bekerja.

Saat itu dia pun menciumku yang kedua kalinya, aku pun gatau kenapa langsung ngerespon mencium balik dia, sampai saat itu kami berciuman sangat lama bahkan sampai saling berpelukan.

Namun karena terdorong oleh hawa nafsu dia mulai meraba kemaluanku dan meraba payudaraku.

Akhir januari aku dan dia putus. Dia sudah mempunyai pacar lagi namun dari situlah penyesalan pun datang dalam diriku. Aku merasa tidak ada harga diri sudah disentuh dan dicium, dan aku pun ngerasa dia ga bertanggung jawab.

Bodohnya aku juga yang berani memberikan bibir dan kehormatan kepada dia.

Dari situ aku pun benar-benar menyesal, tidak bisa menjaga amanah dari orang tua, padahal aku dibesarkan dari orang tua yang kental dengan pendidikan agama.

Dari situ aku minta ampun kepada Allah, melaksanakan taubat nasuha dan diiringi dengan solat tasbih. Aku sangat bersyukur kepada Allah, aku telah dijauhkan dengan dia, Allah masih melindungiku, untung sampai hubungan intim tidak sampai aku alami.

Dari situ pelajaran dari masa lalu sangat memotivasiku agar lebih berhati hati dalam pacaran, dari situ pun aku mati rasa akan pacaran dan ingin bersungguh-sungguh untuk tidak pacaran.

Saya tidak ingin kejadian pahit dimasa lalu terulang lagi, saya tidak mau terjerumus dosa, dan saya tidak ingin mengecewakan orang tua dari situ saya mencari kesibukan yang bermanfaat.

Karena aku yakin dengan taubat Allah akan gantikan yang lebih baik dalam Al Qur’an surah An nur berkata laki-laki baik untuk wanita baik, sedangkan laki laki yang keji untuk wanita yang keji pula.

Nah dari situ dengan kita bersungguh sungguh memperbaiki diri berhijrah menjadi lebih baik yakinlah Allah akan gantikan sesuatu dengan keindahannya.

Terjerat Cinta Terlarang

terjerat cinta terlarang

Mohon maaf sebelumnya, silahkan saja bila pembaca ingin menghinaku, memang saya sudah merasa diri ini sudah tak pantas lagi disebut istri yang yang baik.

terjerat cinta terlarangKisah ini berawal dari pertemuanku dengan seorang pria sebut saja namanya Yd umur 28 tahun dan aku adalah HN seorang istri dengan anak 2 dan saat ini berumur 34 tahun.

Berawal saya pergi ke Jakarta untuk acara hajatan keluarga di daerah Kapuk di bulan Juli tahun 2017. Dari Jogja menggunakan mobil pribadi dengan penumpangnya saya, suami, ke 2 anak saya dan juga ke 2 orang tua saya.

Waktu itu dari Jogja hari jumat sore dan sampai di Jakarta sabtu pagi. Karena acara hajatannya hari Minggu dengan rencana Minggu sore langsung pulang ke Jogja karena senin suami kerja dan anak pertama saya sekolah dan anak kedua baru umur 4 tahun.

Setelah hajatan selesai kami sekeluarga berpamitan pulang ke Jogja tapi saat itu budhe saya minta agar saya tinggal sehari lagi untuk membantu pasca hajatan. Setelah berembug dengan suami dan kedua orang tua say, ssaya diijinkan dan dua anak saya ikut pulang.

Singkat cerita sampai hari selasa saya berada disana maka selasa sore saya pulang ke Jogja dengan menggunkan bis malam tujuan Jogja. Saya diantar sepupu saya ke terminal Pulo Gebang.

Berawal dari sini pukul 14.30 sis saya naiki mulai berangkat dengan posisi duduk saya di deretan no 2 paling belakang waktu itu sendiri. Di daerah Bekasi, bus berhenti untuk menaikkan penumpang dan kebetulan satu bangku dengan saya seorang lelaki berumur 28 Tahun.

Awalnya sih tidak ada percakapan tapi dia mulai membuka percakapan dengan memperkenalkan dia, namanya YD asal dari Jogja bekerja di pabrik di daerah Bekasi.

Saya juga memperkenalkan diri saya sama YD. Ketika bis berhenti di RM makan daerah Tol Cipali kita berdua makan satu meja dan bercerita kesana kemari menceritakan daerahnya masing-masing dan keluarga.

Selesai makan bis kembali jalan, tidak tahu jam berapa di tengah perjalanan dia menyentuh tanganku dan dia mencoba memelukku, saya juga tidak mengerti kenapa saya diam saja karena waktu itu saya berpikiran masa iya dia mau berbuat tidak senonoh dengan seorang ibu bersuami dengan 2 anak.

Tapi YD melakukan itu tangan kanannya memegang pa**** dan tangan yang kirinya memegang tangan kiriku untuk dituntun memegang kemaluannya.

Saya kaget tapi jujur saya sedikit menikmatinya mungkin faktor AC yang dingin. Kami pun berbuat yang terlarang dalam bis malam itu.

Sampai saya mencapai kenikmatan dan YD juga mencapai kenikmatan, bahkan sepanjang malam kita hampir tidak tidur sampai Jogja dan saya juga tidak terhitung mencapai klimaksnya juga berkali kali sedangkan YD mencampai klimaknya sampai 4 kali.

Sampai terminal Giwangan pukul 03.30 kita bertukar Nomor HP. Kita berpisah di Terminal Giwangan dan Suami saya sudah setia menunggu kedatanganku.

Selama dirumah saya mengalami kebingungan antara rasa menghianati suami dan rasa menikmati kejadian itu. Setelah dua hari tidak ada kontak dengan YD ternyata YD telpon kalo hari Sabtu akan kembali ke Bekasi dan meminta untuk bertemu kembali.

Saat itulah perasaan saya mulai bingung lagi antara mau dan tidak. Dan akhirnya Sabtu pagi saya janjian dengan dia di terminal Giwangan. Saya menggunkan motor dan membawa 2 helm karena mengikuti isyaratnya YD.

Baca juga:

Jam 8 saya ke Giwangan langsung disambut YD. Jadwal YD naik Bis jam 16.00 memang sengaja mengambil jadwal bis paling sore. Kita berdua langsung pergi waktu itu saya hanya membonceng gak tau mau dibawa kemana.

Ternyata saya dibawa ke kost temannya di daerah Keparakan. Kayaknya sudah janjian dengan temannya karena begitu kami datang temannya langsung pergi, katanya sampai malam dan mempersilahkan kami istirahat di kamar kostnya.

Dan hari itu sabtu dari jam 8 sampai jam 15.00 kita berdua hanya di dalam kamar kos temannya. Dan kita telah melakukan perbuatan yang terlarang.

Dan saya sebagai wanita juga menikmati itu semua karena baru saat itu saya berhubungan badan hingga berkali kali dalam satu hari dan YD juga tidak henti hentinya untuk merangsang saya, berbeda saat dengan suami yang hanya mampu beberapa menit dan sudah tidak berlanjut lagi.

Sebagai seorang Istri saya mengakui saya salah dan dosa, tetapi sebagai mahluk hidup saya membutuhkan ini semua. Sampai saat ini saya belum bertemu lagi dengan YD, ya memang YD bekerja di Bekasi.

Maafkan aku suamiku…. harus bagaimana lagi kalau sudah seperti ini.

Suami Selingkuh dengan Adik Ipar, Hidupku Sengsara

Suami direbut adik ipar

Maksud hati membantu adik ipar, apa daya orang yang dibantu tega selingkuh dengan suamiku. Mungkin ini takdir dari Allah, Aku hanya bisa pasrah dengan keputusan-Nya.

Suami direbut adik ipar
Suami direbut adik ipar

Pernikahanku sudah menginjak 12 tahun dan belum dikaruniai momongan. Dengan kondisi kita yang sama-sama berkerja, setiap aku bertanya pada suamiku Wahyu, “Apakah ikhlas dengan keadaan kita?” Dan dia selalu menjawab, “Kalau ini memang sudah digariskan ya harus diterima”.

Mendengar jawaban itu aku sangat bahagia dan bersyukur bahwa  suamiku menerima kondisi ini. Tapi tidak kusangka ternyata tidak demikian kenyataannya. Dia berselingkuh dengan adik iparku sendiri, Tri.

Awal kisahnya dimulai saat adik kandungku meninggalkan Tri dan anaknya main gila dengan perempuan lain, dan sebagai kakak dan sesama wanita aku merasa kasihan dengan Tri.

Aku bilang ke Tri klo dia sudah aku anggap sebagai adikku sendiri, dan aku akan menyayanginya dan membantu mengurus anaknya yang masih berumur 2 tahun.

Kuhibur mereka, kami sering pergi bersama dari makan di mall, jalan-jalan dan bahkan berlibur ke luar kota. Kumanjakan keponakanku dan kuanggap dia seperti anakku sendiri.

Suamiku pun sangat sayang dengan keponakanku. Pada saat kita berlibur, aku mulai merasakan perasaan yang aneh dan Aku utarakan ke suamiku bahwa aku merasa takut kalo suamiku dan Tri ada hubungan terlarang.

Suamiku marah dan bilang, “Daripada dengan Tri aku bisa cari perempuan lain yang lebih lebih daripada Tri… ” .

Aku pun mengutarakan ketakutanku pada Tri, dia bilang, “Betapa jahatnya aku kalau sampe tega melakukan itu mbak.. ” Aku percaya kata-katanya dan aku mulai menghapus pikiran buruk itu.

Tapi kenyataan berkata lain. Aku ingat pasti saat itu hari ulang tahu keponakanku, kami berencana mengadakan acara tiup lilin di rumah.

Seharian itu aku merasa sangat tidak nyaman. Perasaanku tidak karu-karuan, seperti mau manangis. Sampe pada sore hari sekitar jam 4 aku ditelpon dan aku harus kembali ke rumah karena ada yang mau dibicarakan.

Aku sudah merasa ada akan ada hal yang buruk. Dan ternyata memang benar. Aku ditnjukkan bukti-bukti bahwa suamiku dan Tri memang ada hubungan. Bahkan mereka sudah berbuat zina. Rasanya hancur semua, aku lemas dan hanya bisa menangis.

Aku merasa seperti wanita yang amat sangat bodoh sampe bisa dibohongi oleh orang-orang yang kusayangi. Semua yang telah kuberi dan kulakukan untuk mereka dibalas dengan perselingkuhan.

Saat itu aku menelpon suamiku menanyakan dia dimana. Dia menjawab sedang membeli kado untuk keponakanku. Dan ternyata mereka berdua pergi bersama untuk membeli kado.

Gak kebayang bagaimana sakitnya perasaanku saat itu. Aku mencoba bersabar menunggu mereka datang. Dan ternyata mereka datang tidak bersama, hanya beda beberapa menit saja.

Karena tidak kuat lagi menanggung sakit aku berteriak ke suamiku dan Tri. Suamiku hanya diam, Tri berulangkali minta maaf padaku. Rasanya ingin kutampar dan kujambak tapi tidak bisa. Aku hanya bisa memandang mata suamiku.

Setelah 2 hari kami tidak bicara. Akhirnya suamiku menyampaikan minta maaf kepadaku dan alasan kenapa sampai terjadi perselingkuhan itu.

Dia menyalahkan aku karena aku tidak mematuhi keinginannya untuk tidak bekerja. Dan dia ingin mempunyai momongan. Aku tambah marah karena dia beralasan itu semua terjadi karena kesalahanku.

Baca juga: Sedihnya.. Kakak Kandung Tega Merebut Suamiku

Sungguh egois sekali. Yang tidak bisa aku terima kenapa harus dengan adik sendiri. Dan dia juga berkata bahwa perasaanya saat ini lebih banyak ke Tri daripada ke istrinya sendiri.

Sungguh itu sangat menyakitkan. Seperti peribahasa Air susu dibalas dengan air tuba.

Aku pun akhirnya menanyakan ke suamiku bagaimana nasib rumah tangga kita, dia bilang akan tetap mempertahankan rumah tangga kita. Dan berjanji tidak akan berhubungan dengan Tri.

Tapi ternyata dia tidak jujur. Karena aku memergoki sendiri mereka ngobrol di telepon. Bahkan suamiku berharap mereka bisa menikah secara sah. Astaghfirullah.

Aku tanyakan ke suamiku apa maunya. Aku tanyakan apa mau poligami? Dia jawab tidak. Aku tanyakan lagi apa maunya? Dia hanya bilang ingin tetap denganku. Aku sudah tidak tahu lagi apa bisa percaya lagi padanya.

Tapi sudah 2 bulan berjalan setelah peristiwa itu, dan saat ini kita tidak banyak bicara. Kita lebih banyak diam dan sibuk dengan kegiatan kita masing-masing. Entah sampai kapan ini akan berlangsung.

Semuanya kupasrahkan ke Allah swt.  Hanya Dia harapanku satu-satunya. Kadang kutanyakan pada suamiku apa masih berhubungan dengan Tri. Dia menjawab tidak.

Tapi aku juga tidak tahu apa itu jawaban jujur. Aku hanya bisa berdoa dan memohon pada Allah swt agar diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian ini.

Dan aku yakin Allah tidak akan menguji lebih dari kemampuan umatnya. Dan semoga pasa akhirnya ujian ini hasilnya terbaik untuk semuanya.

Untuk suamiku, semoga Allah memberikan hidayah kamu benar2 membuktikan janjimu ke istrimu. Untuk Tri, semoga Allah memberikan hidayah sehingga kamu sadar yang kamu lakukan itu adalah dosa.

Secara tidak sadar perbuatan kalian telah merusak banyak keluarga. Terutama kalian telah menyakiti ibu kalian. Yang harusnya kalian bahagiakan justru malah kalian sakiti. Semoga kalian sadar.

Dan untuk para pemirsa, aku mohon saran apakah yang aku lakukan ini sudah benar? Terimakasih

Kubiarkan Istriku Dekat Dengan Mantan Pacarnya

Istri selingkuh dengan mantan pacar

Aku mengenalnya ketika dia sudah duduk di bangku kelas 3 SMK. Aku tertarik kepada penampilannya, tertarik kepada kecantikannya, dan… aku langsung ngebet ingin selalu dekat dengannya.

Istri selingkuh dengan mantan pacar
Istri selingkuh dengan mantan pacar

Namanya Rara, saat aku mengungkapkan rasa itu, dia ternyata membalas dengan perasaan yang hampir sama. Dia siap menjadi pacarku.

Namun, beberapa hari setelah kami resmi pacaran, dia mengaku bahwa dia sudah tidak perawan lagi. Menurutnya dia sudah melakukan hubungan intim dengan pacarnya ketika dia masih duduk di kelas 3 SMP.

Tentu aku kecewa dengan kenyataan itu, terlebih lagi lelaki yang menggarap keperawanannya adalah orang yang selama ini agak kusepelekan.

Ironisnya, aku seperti tak bisa jauh dari Rara, dan lebih memilih untuk melanjutkan hubungan. Bahkan keesokan harinya, sepulang dia dari sekolah, kami bertemu di rumah kenalanku yang tinggal sebatangkara.

Wanita paro baya itu mengerti hasrat kami, dan merelakan tempat tidurnya kami tempati untuk bercumbu, sementara dia sendiri menonton tv di ruang tamu.

Rara mengaku sudah lama tidak melakukan hubungan dengan mantan pacarnya, tetapi saat penetrasi aku merasakan bahwa liang senggama Rara sudah tidak ketat.

Mungkin aku sudah mabuk kepayang kepada gadis itu, dan kenyataan itu pun tidak membuatku mundur. Bahkan ketika suatu malam Hilman, mantan pacar Rara menemuiku, dan mengatakan bahwa gadisku itu binal, justru aku membelanya.

Banyak yang dikatakan Hilman tentang kebinalan Rara ketika itu, tetapi tidak menggoyahkan pendirianku. Pada waktu yang hampir bersamaan Rara menelponku minta agar dia tetap bertahan demi keamanan dan kenyamanannya.

Menurut Rara mantan pacarnya itu masih menginginkan dia kembali kepadanya, tetapi Rara ogah kembali karena lelaki itu punya sifat temperamental.

Aku kasihan kepada Rara yang menurut pengakuannya sering disakiti oleh H, dan ingin terbebas dari gangguannya. Lagi-lagi aku mengalah demi Rara.

Alhasil, semua usaha Hilman untuk memisahkan kami gagal, bahkan aku dan Rara menikah sirri saat Rara masih sekolah, sekitar 3 bulan setelah kami pacaran.

Dengan adanya ikatan pernikahan itu aku merasa bertanggungjawab penuh atas Rara. Hilman tahu kami menikah sirri, dan seyogyanya bisa saja dia melaporkan pernikahan kami itu ke sekolah Rara.

Tetapi dia ternyata berjiwa besar. Dia tidak melakukan hal-hal yang bisa merugikan Rara, bahkan dia datang menemui kami untuk memberi ucapan selamat kepada kami.

Saya merasa memang Hilman masih belum bisa melupakan Rara. Dia kerap mengunjungi kami, dan kerap pula mengingatkan Rara bahwa dia beruntung menikah denganku.

Awalnya aku risi juga, tetapi lama-kelamaan aku bisa menerima kehadirannya. Baru setelah aku harus merantau untuk bekerja, Hilman tidak lagi datang ke rumah.

Kadang aku iba terhadap lelaki itu, tetapi kerap aku cemburu kepadanya. Suatu ketika aku menelpon Hilman. Dengan antusias dia melayani obrolanku.

Dia pun menjawab polos ketika aku menanyakan kemesraan masa lalunya dengan Rara. Menurutnya dia sudah berkali-kali selama 3 tahun itu melakukan hubungan intim dengan Rara.

Menurutnya Rara selalu ‘semangat’ di tempat tidur, dan juga gampang jatuh cinta. Itu yang membuat Hilman sering cek-cok dengan Rara, karena dia sering cemburu dengan keluwesan Rara bergaul.

Dari cerita itu aku berkesimpulan bahwa Hilman lebih jujur dalam pengakuannya, sedang Rara mengaku hanya pernah dua kali tidur dengannya, yang terakhir sekitar dua tahun lalu.

Baca juga:

Ketidakjujuran Rara dapat kubuktikan setelah 10 bulan kami berjauhan, aku merasakan liang senggamanya begitu ketat mencekam.

Dugaanku, kalau setelah ‘dianggurkan’ selama 10 bulan liang senggama itu begitu ketat, mana mungkin setelah dianggurkan selama dua tahun justru longgar.

Tiga bulan kami berkumpul, lalu 9 hingga 10 bulan kami harus berpisah demi mencari nafkah. Demikian ritme kehidupan kami.

Hampir empat tahun menikah, kami pun dikaruniai seorang anak. Inilah babak baru yang harus kami syukuri. Tetapi ada hal lain yang juga mengisi hati dan pikiran kami.

Ketika putri kami berusia delapan bulan, istriku menelponku mengatakan bahwa ada orang iseng yang menyebar issu. Orang itu menyebarkan berita bahwa istriku selingkuh dengan adik tetanggaku.

Adik tetangga itu baru beberapa bulan berada di kota kami untuk mencari pekerjaan. Kehadiran pemuda tampan itu menjadi petaka bagi lingkungan kami.

Beberapa minggu setelah tersebar berita perselingkuhannya dengan istriku, dia ketangkap basah sedang menggarap istri tetangga kami.

Dia sempat dipukuli massa, dan diusir dari lingkungan kami. Istriku tidak mengakui pernah selingkuh dengan lelaki bernama Ag itu, bahkan dia marah kalau aku sekedar menanyakannya.

Meski aku sudah mempersiapkan hati untuk tetap kalem dan diam, tetapi aku sering mencari info dari berbgai sumber. Termasuk dari adik iparku sendiri.

Iparku yang remaja lelaki itu keceplosan mengatakan bahwa sekarang Rara dan Ag sudah tidak ada hubungan lagi. Terakhir kali dia melihat kakaknya dibonceng Ag sekitar 3 bulan yang lalu, di suatu tempat.

Aku semakin penasaran, dan sering meminta agar Rara mengaku bila sudah pernah selingkuh. Tetapi dia tetap mengelak dengan sengit. Namun aku sendiri yakin sudah terjadi perselingkuhan, karena semakin banyak indikasi yang kutemukan.

Ada beberapa orang yang secara tidak langsung mengatakan Rara pernah dekat dengan Ag. Bahkan ada yang pernah melihat Rara berboncengan dengan Ag.

Tubuh Rara merapat ke punggung Ag sedang kedua tangannya melingkar erat di pinggang Ag. Mana mungkin kemesraan seperti itu hanya karena alasan yang lain?

Selama ini aku hanya meminta pengakuan Rara yang sampai kini keukeuh tidak mengaku. Namun beberapa tahun kemudian aku bertemu dengan Ag di suatu tempat jauh dari lingkungan kami.

Aku berusaha bersikap seramah mungkin dengannya. Aku traktir dia makan-minum di suatu tempat bergengsi yang nyaman untuk ngobrol. Ketika obrolan sudah berlangsung intim, mulai aku mengorek pengakuan Ag.

“Siapa saja sih mas yang tahu hubungan mas Ag dengan Rara? Aku hanya ingin tahu supaya gak salah sikap di depan mereka.”

Lama tak ada jawaban. Sulitkah menyangkal dengan mengatakan tidak pernah ada hubungan khusus dengan Rara istriku?

“Kenapa gak pergi jauh dari rumah kalau memang mas Ag dan Rara pengen?”

“Aku khilaf, Mas. Aku sering melihat istri mas menyusui di teras rumah mbakku. Lama-lama aku tergoda, Mas…”

“Berapa lama mas Ag berhubungn dengan Rara?”

“Lupa, mas.”

“Lima bulan? Enam bulan?”

“Kayaknya gak sampai, Mas. Tiga bulanan ada.”

“Ada yang bilang hampir tiap hari mas Ag ketemu Rara di rumah mbak Wat?”

“Ya nggak, Mas. Tapi aku sendiri lupa berapa kali, Mas.”

“Rara ngaku sudah sering kali ngelakuin di kamar Yan (putri mbak Wat)…”

“Ya, tapi gak tiap hari, Mas.”

Pengakuan Ag dan kesaksian sejumlah orang itu  malah membuatku bingung. Aku takut istriku ngambek kalau aku terus mendesaknya.

Untungnya perasaan yang menggelayutiku tak mengganggu urusan kebutuhan ranjang kami. Kami tetap ‘semangat’ dan mesra.

Bahkan ada kalanya aku semakin bernafsu ketika membayangkan tubuh istriku pernah dicumbu oleh lelaki lain, dan liang senggama istriku pernah dijelajah senjata lelaki lain.

Dan aku sangat senang bila istriku mau bercerita sedikit saja mengenai perlakuan romantis Hilman kepadanya dan reaksi spontan yang diberikannya.

Sayangnya aku tak terpikir untuk merekam pembicaraan antara aku dengan Ag agar bisa digunakan untuk mengorek pengakuan Rara.

Aku ingin suatu ketika mengkonfrontir Ag dengan Rara. Tetapi keinginan itu sampai kini belum terlaksana. Cukuplah aku tahu bahwa Rara masih ‘doyan’.

Menurut orang memihakku, mungkin dengan Hilman pun masih selingkuh. Dia pernah mendapat info Rara makan di suatu resto bersama Hilman, tanpa membawa putri kami.

Masalahnya, aku tidak ingin menceraikan Rara. Tetapi haruskah aku membiarkannya terus berselingkuh?

Hidupku Hancur Karena Judi Togel Online

Hidup hancur karena judi online

Hallo kawan .. Perkenalkan nama saya Yuan, Saya baru berusia 22 tahun dan bekerja sebagai pelaut.

Disini saya mau curhat tentang kehidupan saya. Semoga bisa menjadi contoh agar teman-teman disini tidak seperti saya. Baiklah akan saya ceritakan.

Hidup hancur karena judi online
Hidup hancur karena judi online

Dulu saya seseorang yang sangat ceria bahkan pintar bergaul dan banyak teman saya. Namun semua harus berakhir saat saya berusia 16 tahun.

Awalnya saya hanya kenal balap motor (roadrace) tapi seiring berjalannya waktu dan usia, saya memutuskan berhenti hidup dijalanan. Dan mamasuki Salah satu SMK yang ada di kota Tuban, Jawa Timur.

Sebelumnya saya bersekolah di salah satu SMP yang ada di Blora sebab rumah saya ada di Blora, Jawa Tengah. Ketika saya sudah pindah di Tuban saya kost, dan disanalah awal mula saya mengenal judi togel online dan poker.

Saya kenal dengan teman baru dia sangat aktif/pasif bermain Togel. Awalnya saya cuma penasaran dan bisa saya tahan. Tak lama kemudian dan seiring waktu yang berjalan saya akhirnya saya ikut-ikutan terjerumus masuk dalam dunia perjudian.

Awalnya saya menang terus. Hingga saya lupa dengan waktu yang sangat berharga. Sebab waktuku selalu ku habiskan hanya untuk meramal rumus togel.

Angka demi angka aku satukan seperti menyatukan sebuah kaca yg sudah hancur berkeping-keping.

Pertama saya dikasih menang terus. Dan hanya kalah sedikit. Mungkin itu jeratan untuk saya agar terus memasang nomor. Namun pada akhirnya jeratan itu sedikit demi sedikit mulai menjerat.

Saya mengalami kekalahan terus menerus sacara beruntun. Uang buat bayar SPP, bayar kost, uang jajan bulanan habis seketika.

Akhirnya saya menyerah, saya mengurung diri di kamar dan cenderung berdiam diri. Saya menyalahkan Tuhan dan diri saya yg bodoh! Akhirnya saya berhenti bermain judi togel. Tapi sikap saya masih cenderung diam dan hanya berbicara seperlunya.

Kemudian setelah saya lulus. Saya sempat menganggur dulu di rumah (ngalor-ngidul klontrang-klantrung ora jelas). Namun saya sudah berhenti bermain judi online.

Waktu terus berlalu. Saya pun mencoba melamar disebuah Perusahaan Pelayaran yang ada di Surabaya dengan berkas-berkas yang saya dapatkan setelah saya menuntut ilmu selama 3 tahun di salah satu SMK yg ada di Tuban.

Akhirnya saya diterima dan tanggal 1 Juli 2015 saya mulai bekerja. Namun lagi-lagi saya berkenalan dengan seseorang yang sangat gemar bermain judi togel.

Pertama saya ngobrol/berbincang biasa dan akhirnya topik yang diobrolkan adalah togel online lagi. Dalam hati saya sudah tidak mau kenal lagi dengan yang namanya togel, tapi ternyata pedoman saya goyah, hingga dalam hati selalu berkata seperti ini “Ayoo .. Udah saatnya bangkit, ini saatnya membalaskan kekalahanmu yang dulu.

Kenapa kamu masih diam.. apakah kamu tidak ingin membalaskan kekalahanmu yang dulu ???”

Saya sangat bingung waktu itu. Prinsip dan pedoman saya goyah bahkan rapuh. Akhirnya saya kembali lagi dalam dunia pertogelan dan kali ini saya deposit dengan nominal yg lebih besar tentunya. Sebab saya sudah dikuasai oleh nafsu dan amarah dendam.

Seperti biasa.. awal saya deposit sebesar 4.000.000 kemudian saya menang sebesar 33.000.000 an. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan.

Uang itu saya withdraw (penarikan dana) dan tidak saya belikan apa-apa. Kemudian saya dengan royal terus bermain tanpa memikirkan prinsip dan pedoman.

Terus dan terus.. Hingga akhirnya uang kemenangan yang tadi saya dapatkan, sedikit demi sedikit habis dan bahkan saya pun mulai menggila dalam bermain judi.

Uang gaji, premi, dll. Langsung saya depositkan dan habiskan seketika setelah saya terima di rekening! Dan Bodohnya saya itu berjalan terus hingga saat ini. Ada uang gaji, premi, dll. Total berkisar 120.000.000an raib/habis hanya untuk berjudi.

Dan hari ini Minggu, 24 November 2017 saya akan berhenti untuk seterusnya ! Saya tau saya salah. Berarti selama ini saya bekerja hanya menafkahi bandar judi. Sungguh begitu gobloknya diri saya ini.

Dan saya harap semoga teman-teman disini jangan sampai mengalami hal yang seperti saya. Hindari judi online, apalagi jika ada iming-iming bonus, semuanya itu hanya jebakan saja.

Terima kasih admin saya sekarang agak sedikit lega meskipun belum 100%. Tapi setidaknya ini sudah bisa membuat hati saya menjadi tenang !

Sakitnya Mencintai Suami Orang

Jatuh cinta dengan suami orang

Perkenalkan sebut saja aku ES dan dia IR. Tak pernah terlintas dalam pikiranku untuk jatuh cinta dengan suami orang, tapi inilah jalan hidup yang aku jalani.

Jatuh cinta dengan suami orang
Jatuh cinta dengan suami orang

Awalnya aku tak mengenal IR dan tidak tau bagaimana cerita kehidupan dia yang sebenarnya sampai pada suatu hari kami sering berselisihan jalan sewaktu berangkat kerja.

Dalam hati selalu bertanya ini cowok kerja dimana, pada saat itu aku belum mengetahui kalau ternyata kami satu lokasi kerja.

Tiba pada waktunya dia datang ke kantor aku untuk meminta surat berobat untuk istri dan anak-anaknya. Disitu aku masih biasa saja hanya dalam hati berkata, “oh ternyata cowok ini sudah beristri dan mempunyai 2 orang anak”.

Hari terus berlalu sampai pada bulan agustus 2014 saat itu aku mengcover pekerjaan teman aku yang lagi cuti melahirkan.

Pada saat itu tepatnya di hari sabtu aku membagi gaji karyawan dan ternyata dia masuk ke dalam group karyawan yang gaji nya aku bagi pada hari itu.

Disitulah awal perkenalan kami, dengan lancang dia berani memegang tangan aku dengan sengaja dan pada saat itu aku sangat marah karena dia telah lancang.

Waktu terus berlalu hingga sampai di bulan Januari tahun 2015 aku diberi tugas oleh Bos di tempat aku bekerja bahwasanya aku harus membuat SK untuk perpindahan kerjaan karyawan disitu.

Aku sangat terkejut bahwa dia bakal menjadi satu departemen dengan aku yang mana awalnya dia hanya menjadi seorang operator alat berat hingga di rubah menjadi Driver pribadi Bos tempat aku bekerja.

Waktu pun berjalan begitu cepat, tak disangka seiring berjalannya waktu, aku semakin dekat dengan dia karena dia selalu mengantarkan aku kemana aku dinas.

Hingga pada tanggal 03 oktober 2015 terjadi masalah dengan dia dan hampir saja dia di keluarkan dari perusahaan karena masalah itu.

Alhamdulillah dia masih diberi kesempatan untuk bekerja kembali dan aku pun merasakan ada yang ngeganjel hati aku.

Hati aku berkata lain, rasa cinta mulai tumbuh dan tepat di hari ulang tahun dia yg ke 34 tahun, dia memgungkapkan perasaannya kepadaku, dengan hati senang aku menerimanya karena aku juga sudah mulai mencintainya,

Waktu terus berjalan dan hubungan kami pun tetap berjalan walaupun saat itu aku sudah mengetahui bahwa dia sudah beristri dan mempunyai anak.

Hingga pada tanggal 12 februari 2016 aku di datangi oleh istrinya, karena istrinya telah mengetahui hubungan kami dan disitu aku berbohong, aku bilang tidak menjalin hubungan apa-apa dengan suaminya, aku menutupi semuanya karena aku tak ingin kehilangan dia.

Walaupun hubungan kami sudah diketahui oleh istrinya, namun kami tetap menjalni hubungan yang terlarang sampai hubungan kami jauh tepat di bulan agustus 2016 aku positif hamil 6 minggu.

Ya aku hamil dari hasil hubungan terlarang aku dengan dia ,”betapa bodohnya aku” memang pada saat itu kami sama-sama belum menginkan kehadiran anak itu sampai akhirnya aku mengambil keputusan untuk membunuh darah daging aku sendiri.

Bodohnya aku aku masih saja melanjutkan hubungan yang terlarang walaupun sudah banyak yang menasehati aku untuk menjauhi dia tetapi aku tetap tidak mendengarkan nasehat mereka, karena rasa sayang aku terhadap dia, makanya aku mengabaikan orang disekeliling aku.

Berulang kali kami ketahuan oleh istrinya namun kami masih saja tetap melangkah lebih jauh sampai pada akhirnya di bulan juli 2017 aku hamil lagi dari dia.

Pada kehamilan aku yang kedua, dia tak menginkan lagi anak itu dia memaksa aku untuk menjatuhkan janin itu namun aku tetap bertahan untuk tidak membunuh anak aku lagi.

Waktu berjalan hingga usia kandungan aku sudah mencapai 16 minggu, disitu dia pun sudah mulai berubah dia mulai menjahui aku dia tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan aku.

Karena rasa sayang dan cinta aku yang begitu besar kepadanya, yang ada di dalam fikiran aku saat itu aku hanya ingin tetap bersamanya walaupun aku harus bisa menerima kehilangan anak aku.

Betapa bodohnya aku berusaha semampu aku untuk melakukan dosa besar, tepat pada tanggal 01 oktober 2017 aku mengalami keguguran akibat dari obat-obatan yang aku konsumsi.

Sungguh sangat luar biasa sakitnya, aku konsumsi obat selama 12 jam pada saat itu aku sudah sangat berputus asa karena belum ada tanda bahwa janin itu akan jatuh.

Namun pada jam 9 malam aku sudah mulai kontraksi, sakit tak kunjung hilang hingga pada pukul 03.00 wib aku keguguran.

Disitu sudah kupasrahkan hidup aku karena aku sudah tak sanggup merasakan sakitnya. Aku mengalami pendarahan yang begitu hebat, 2 jam aku tak bisa bangkit dari kamar mandi karena darah yang aku keluarkan begitu banyak, pagi harinya aku sudah tak tahu apa yang terjadi.

Kini status aku dengan IR masih seperti itu, tak ada kejelasan sama sekali. Tapi yang pasti aku sudah dua kali menggugurkan kandungan karenanya.

Oh Tuhan maafkan aku yang telah berdosa ini. Semoga aku bisa keluar dari persoalan ini. Aminn.

Suamiku Tidak Pernah Tulus Mencintaiku

Suami tidak mencitaiku

Sudah 14 tahun lamanya aku berumahtangga dengan seorang aparatur negara. Meski gajinya kecil aku tetap bersyukur dan tidak pernah menuntut yang lebih.

Suami tidak mencitaiku
Suami tidak mencitaiku

Aku hidup dengan sederhana tapi tidak dengan suamiku, justru dia yang tidak bisa hidup apa adanya. Belum lagi dengan kebiasaannya yang suka ke diskotik dan karaoke.

Sebenarnya sudah sejak awal menikah suamiku sudah mulai berselingkuh. Waktu itu hatiku hancur tapi aku berusaha memaafkannya. Karena kupikir selingkuhannya berada jauh di Aceh sedangkan suamiku di Jawa, mungkin semua itu hanya untuk selingan saja.

Setelah anak pertama kami lahir kelakuan suamiku tambah parah. Dia mulai gila judi, BPKB motor digadaikan, hutang bank tanpa sepengetahuanku.

Bertahun tahun gajinya selalu tinggal sedikit, untuk mencukupi kebutuhan hidup harus dibantu orangtuaku. Meski keadaan ekonomi sulit, suamiku masih saja tergoda perempuan lain di diskotik.

Hatiku yang dulu belum sepenuhnya sembuh sekarang harus merasakan sakit lagi. Aku tidak dicintai suamiku, inginnya aku bercerai tapi orangtua melarang karena kasihan anak akan jadi korban dan niat itupun aku urungkan, semuanya demi anak.

Seiring berjalannya waktu kelakuan jelek suamiku tidak bisa berubah. Lagi lagi anak yang membuatku bertahan karena aku ingat untuk punya anak bagiku tidak mudah.

Tiga tahun menikah baru punya anak, kalau anak disia siakan sungguh aku berdosa sama Allah karena dulu aku begitu mengharapkannya.

Waktu terus berjalan hingga tiba saatnya suamiku mengikuti ujian seleksi masuk pendidikan guna menaikkan karirnya. Setiap hari siang dan malam aku berdoa untuk keberhasilannya. Tapi di tahun pertama suamiku gagal karena dia buat masalah.

Aku tetap memberinya semangat, menguatkan hatinya untuk tidak putus asa. Aku tidak pernah berhenti berdoa karena aku yakin dibalik kesuksesan suami ada istri. Setahun kemudian dia berhasil lulus dan aku juga hamil anak kedua.

Semua anugerah itu sepertinya tidak bisa mengubah kelakuan buruk suamiku. Semakin tinggi jabatannya semakin tinggi pula level perempuan karaoke yang dikencaninya, hingga suamiku terlilit hutang begitu banyak dan mengancam pekerjaannya.

Disitu aku benar benar sudah capek dengan tingkahnya. Aku bersikukuh ingin pisah tapi tetap saja orangtuaku melarang karena kasihan anak-anak.

Hingga keluarga sepakat untuk melunasi hutang suami. Semua tanah hak ku dijual untuk melunasi hutang-hutangnya. Keluarga berpendapat mungkin kejadian kali ini bisa membuatnya sadar.

Meski hutang tinggal sedikit kita gadaikan sertifikat rumah, nanti kalau orangtua sudah dapat lagi uang, sertifikat akan ditebus. Tapi Allah berencana lain, ibuku jatuh sakit dan butuh biaya pengobatan, sehingga sertifikat rumah tidak tertebus.

Kini malah suamiku lari pergi meninggalkan hutang padaku dan meninggalkan pekerjaannya. Akhirnya ini yang aku terima setelah semua pengorbananku.

Aku bingung bagaimana nanti aku harus menghidupi kedua anakku. Mohon doanya semua pembaca, semoga Allah memberi jalan keluar bagiku.

Pernikahanku Hampir Batal Setelah Calon Istri Menceritakan Masa Lalunya

Istri tidak perawan

Perkenalkan, nama saya Bramantio, saya berusia 25 tahun pada saat tulisan ini saya publikasikan. Saya adalah seorang Manajer dan wirausahawan kecil-kecilan. Saya seorang pria yang sudah menikah dan istri saya sedang mengandung anak pertama saya.

Istri tidak perawan
Istri tidak perawan

Nah, disini saya ingin cerita bagaimana pengalaman hidup saya yang bisa dibilang sangat pahit.

Saya telah menikahi seorang wanita yang baik, cantik, terdidik, ramah tetapi ada 1 hal yang membuat saya seperti jantungan kala mendengar kata-kata tersebut.

Ketika kami (saya dan istri saya) masih dalam tahap pacaran, istri saya tidak pernah bercerita dan saya juga tidak pernah bertanya tentang masa lalunya.

Hingga pada suatu ketika, saya hendak melamarnya dan menjadikannya pasangan hingga tua, ternyata pada saat yang bahagia kala itu terdapat momentum yang sangat mengecewakan.

Dia menyatakan bahwa dirinya sudah pernah melakukan percumbuan, video call s*ks, ataupun aktivitas s*ks lainnya tetapi belum sampai berhubungan badan.

Berat batin ini mendengarnya, cincin yang saya suguhkan kepadanya saya tutup lagi, akhirnya saya meminta waktu untuk memutuskan selama 7 hari.

Selama 7 hari saya berfikir, bukan maksud menganggap saya ini pribadi sempurna, tetapi saya dari dulu sampai sekarang tidak pernah berbuat hal seperti itu.

Memang dahulu saya punya mantan, tetapi saya tidak pernah melakukan hal berbau s*ks atau lainnya yang mana saya anggap itu sangat terlarang.

Ditambah lingkungan saya yang sangat disiplin dan Islami. Ingin rasanya saya membatalkan pernikahan ini, tapi ada cinta dan sayang di lubuk hati kecil saya, ingin rasanya melanjutkan hubungan tapi kekecewaan saya terlalu besar.

Hingga 7 hari berlalu dan tibalah saatnya saya menyampaikan keputusan.

Akhirnya saya melamarnya dan menerima masa lalunya tetapi dengan syarat dia harus menceritakan detail dengan siapa, berapa banyak, dimana, bagaimana rasanya perbuatannya di masa lalunya kepada saya.

Lalu dia mengangguk terharu tanda menyanggupi dan menerima lamaran saya. Kemudian saya berkata “Tetapi sebelum kita menikah kamu harus ikhlas dan rela saya berbuat sebanyak, seperti yang kamu lakukan kepada wanita lain, setelah itu masalah masa lalu ini selesai dan kita buka lembaran baru”.

Dia hanya terdiam, lalu matanya mulai meredup dan menangis cukup lama, tetapi akhirnya dia menyanggupinya.

Lalu mulailah saya membalas dan melakukan perbuatan tersebut, awalnya saya merasa canggung karena melakukannya dengan wanita bayaran yang mana sudah pasti lebih ahli daripada saya, tetapi akhirnya saya mulai terbiasa.

Hingga akhirnya saya menyadari saya mulai menikmatinya dan saya coba berganti wanita, mulai dari teman, rekan kerja bahkan client, tetapi tetap saya menjaga untuk tidak melakukan hubungan badan, walaupun jujur saja seringkali tidak mampu menahannya.

Lalu setiap saya melakukannya saya selalu melaporkannya kepada tunangan saya (sekarang istri), hingga selesailah perjanjian ini.

Akhirnya setahun setelah saya lamar saya menikahi dia dan Alhamdulillah istri saya memang masih perawan, mungkin ini jalan yang bejat tapi menurut kami berdua ini jalan terbaik.

Tetapi ada alasan tersendiri saya tetap menikahi istri saya walau masih banyak wanita di luar sana yang masih perawan 100%. Pertama, istri saya tidak materialistis, dia selalu mau diajak makan dimana saja atau tetap bersama saya bagaimanapun kondisinya.

Kedua, istri saya tidak menuntut saya ataupun penghasilan bahkan yang lainnya. Ketiga, saya telah merasakan sosok keibuan pada dirinya semenjak awal pacaran. Keempat, istri saya mau diajak berkomitmen.

Mungkin itu saja cerita saya dan mungkin saja dari pembaca ada yang kurang berkenan, itu wajar saja karena di dunia ini selalu berpasangan, tentu saja bila ada pro ada pula kontra.

Terimakasih atas waktu pembaca sekalian.I

Aku Tidak Bahagia Dengan Keluarga Suamiku

Aku tidak bahagia keluarga suami

Aku tinggal di Bekasi, terlahir dari keluarga sederhana. Ayah seorang kuli bangunan dan ibuku dagang warung. Aku anak satu-satunya namun walaupun aku seorang wanita aku sangat bercita-cita menjadi orang yang sukses ataupun membanggakan keluargaku. Sampai akhirnya aku lulus kuliah D3 dan bekerja di perkantoran. Sekarang usia ku genap 25 tahun dan aku sudah menikah. Begini kisahku…

Aku tidak bahagia keluarga suami
Aku tidak bahagia keluarga suami

Tahun 2011 aku pacaran dengan seorang pria di perkantoran sampai akhirnya putus di tahun 2014 karena tidak adanya kepastian untuk kedepannya dan kemapanan pun sangat cukup jauh.

Walau begitu dia adalah pria pekerja keras hasil dari gaji ditabung dan dia tidak pelit, apapun yang aku minta pasti dibelikan entah itu jam / tas yang harganya sesuai dengan kemampuan dia.

Soal makan pun dia sangat loyal, tapi memang dia masih tidak punya apa-apa namun aku sangat bahagia dengannya, pacaran seperti teman sendiri. Apa mau dikata kembali lagi ke cita-citaku adalah membanggakan kedua orangtuaku maka akhirnya aku memutuskan untuk pisah.

Tahun 2015 aku pindah bekerja di Jakarta dan aku bertemu dengan seorang pria bernama Nanda di minimarket. Saat itu aku bingung pulang ke Bekasi dan pria itu menawarkan pulang bareng karena satu arah dan inilah awal mula ku bertemu dengan suamiku.

Semenjak sering pulang bareng dan kami telpon-telponan smsan, Nanda pun akhirnya menyatakan cinta kepadaku, awalnya aku menolak karena aku ingin tahu lebih dalam bebet bobot nya, dan akhirnya dia membawaku untuk berkenalan di keluarganya .

Awalnya aku melihat rumah yang cukup besar dengan mobil-mobil dan motor-motor mewah, berkenalan dengan keluarganya pun cukup baik-baik. Setelah itu aku menerima cintanya dan lamarannya kami pun menikah di tahun ini 2017.

Kesadaranku muncul ketika aku telah menikah dengannya, aku belajar bahwa jangan pernah melihat keindahan dari luar saja karena terkadang dalamnya busuk, dan ini aku alami.

Ketika tidak ada Nanda disampingku dan aku berkumpul sendiri dengan keluarganya, mereka seakan tidak menganggap aku ini ada. Aku selalu di cuekin dan diperbudak dan apapun yang aku lakukan selalu salah, selalu dibanding-bandingkan dengan menantu-menantunya yang lain, padahal aku sudah berusaha kuat untuk 1 level dengan mereka.

Mungkin Nanda tau tapi dia diam karena aku berpikir dia jika suruh memilih aku apa keluarganya pasti keluarganya.

Pernikahanku tidak mewah seperti apa yang aku impikan di gedung-gedung, pernikahanku hanya di depan rumah saja karena kelurganya dan Nanda tidak memberikan hantaran uang yang cukup untuk resepsi di gedung padahal aku yakin mereka banyak uang namun apa mau dikata kami ikhlas menerima karena lamaran sudah diterima dan tanggal pernikahan sudah ada.

Aku banting tulang untuk menutupi itu semua walaupun hanya menikah di rumah aku mau pernikahanku tetap meriah. Aku bekerja keras sampai lembur kadang diomeli oleh Nanda jangan pernah memaksakan karena menikah itu ibadah. Walaupun begitu aku ingin membahagiakan orang tua ku dengan pesta yang meriah.

Resepsi itu pun berlangsung dengan meriah hampir 90% tamu undangan datang, aku bahagia walaupun tidak di gedung menurutku menikah di rumah dengan apa yang aku usahakan sudah cukup puas dan orangtuaku senang.

Dua Hari setelah menikah aku berkunjung ke rumah mertuaku. Di sana sedang kumpul keluarga, dan apa yang terjadi aku tidak habis fikir acara pernikahanku di hina oleh mereka sekeluarga, mereka bilang tendanya tidak bagus, makanannya keasinan dan kepanasan karena kipasnya hanya satu, Nanda pun membelaku dan mengajakku pergi dari sana.

Aku menangisi itu semua di belakang suamiku, kenapa apa yang salah denganku apakah mereka tidak sadar hanya kasih uang sedikit hingga aku berusaha sendiri untuk memenuhi acara pesta, tidak ada 1 kata pun yang mereka katakan yang baik-baik buat aku.

Dan harta mereka yang terlihat pun itu hanya menutupi kesedihanku, ya bagai mana tidak setahu orangtuaku, teman-temanku – tetangga-tetanggaku, sekarang aku sudah berubah jadi orang kaya dengan hidup yang lebih baik (padahal tidak).

Tinggal di rumah mertuaku tidak sampai 1 bulan aku rasanya ingin pindah, karena aku merasa adanya ketidak adilan, aku tidak diperhatikan aku sakit pun mereka tidak tahu, karena Nanda hanyalah karyawan di perusahaan orang tua nya kadang dia di perintahkan yang tidak wajar seperti berangkat kerja gelap pulang gelap dan siang Nanda harus mencari customer-customer yang mau join.

Soal gaji pun ternyata hanya sedikit yang di berikan oleh orang tuanya bahkan lebih besar gajiku perbulan. Aku sadar ternyata mertuaku hanya memperkaya dirinya sendiri dan anak-anaknya maupun menantu-menantunya yang bisa ambil hati mertuaku dengan cara-cara yang licik.

Aku dan Nanda tidak bisa seperti itu kami hanya pasrah dan sabar.. 2 bulan kemudian pada akhirnya tabungan kami dikumpulkan untuk DP rumah dan mobil.

Allhamdullillah sekarang kami sudah pindah rumah dan punya mobil sendiri tanpa harus pinjam-pinjam mobil mertua. Walaupun masih kredit cukup bisa bangga sama diri sendiri dan orangtuaku pun senang melihat ku dan suami terlihat sukses.

Namun apa yang terjadi dengan keluarga mertuaku, mereka hanya mengomentari yang jelek-jelek. Ukuran rumah 72 yang sangat kecil, mobil sekenan lah.

Aku pun dan suami berusaha sabar dan tetap tersenyum, mungkin mereka iri dengan kami, tanpa kami harus mengemis ke mereka kami terbukti bisa mandiri dibandingkan yang lainnya rumah besar mobil mewah tapi hasil dari meminta ke mertua dengan cara-cara yang licik.

Dan intinya aku masih bersyukur memiliki suami yang baik menyayangiku, walaupun kadang dia tetap membela keluarganya tapi Allhamdullillah ada usaha dia untuk membahagiakanku.

Jika dibandingkan dengan mantanku yang sebelumnya, mungkin aku akan hidup biasa-biasa aja tapi bahagia dengan kesederhanaan, susah maupun senang tidak ada percekcokan antar keluarga karena aku tahu keluarganya menganggapku sebagai anak sendiri.

Dan sekarang aku harus terima hidup seperti ini dengan keputusan aku yang terdahulu walaupun senyumanku ini adalah kebohongan tapi ini untuk mereka yang aku sayangi. Mungkin jika mereka tahu akan begini, aku tidak akan diijinkan menikah dengan Nanda.

Aku dan Nanda sekarang ingin memiliki anak, semoga kami di berikan kepercayaan oleh Tuhan yang cepat sehingga kami bisa bertambah bahagia, walaupun aku tau pada akhirnya nanti anak aku akan dibanding-bandingkan dengan cucu-cucunya yang lain. Dan kakak-kakak ipar, adik ipar tidak rela jika uang-uang dari usaha keluarganya, aku dan Nanda menikmatinya.

Sekarang kami hanya bisa fokus bekerja, buang-buang jauh omongan jelek mereka dan terima saja yang bagus-bagusnya.