Aku Berdosa Mengkhianati Istri dan Anak-Anakku

Cerita suami selingkuh

Pembaca yang budiman.. Aku adalah contoh seorang suami yang tidak baik. Meskipun aku bisa bertanggung jawab terhadap ekonomi keluarga, tetapi aku melakukan dosa yang sangat fatal dan membuatku selalu merasa bersalah jika melihat wajah anak-anakku. Kadang aku berpikir tidak ada gunanya kasih sayang yang kuberikan kepada mereka, tidak juga harta berlimpah, kalau aku tidak sanggup setia kepada istriku.

Cerita suami selingkuh
Cerita suami selingkuh

Oiya, namaku Doni, aku seorang ayah bagi dua orang putri dan seorang istri yang kucintai. Kedua putriku sangat respek dan menyayangiku, sebagaimana aku juga menyayangi dan memanjakan mereka. Segala yang mereka butuhkan aku berikan semua,,, kecuali kesetiaan.

Aku bekerja sebagai seorang Direktur dan juga investor bagi sebuah perusahaan yang sedang naik daun.

Wajahku yang manis berbalut kumis tipis dan sering tersenyum, ditambah postur badan bagus, 170/75 membuatku mudah bagiku bergaul dan diterima semua orang.

Akan tetapi sifatku yang penyayang dan lembut ternyata membuahkan tabiat buruk terhadap diriku. Bagai sebuah bumerang, aku termakan sifat yang dianggap baik oleh orang lain, namun sebenarnya buruk buatku.

Dengan kelembutan itu banyak wanita yang tertarik kepadaku dan berusaha mendekatiku dengan berbagai upaya. Aku sadar dan berusaha menjauhi mereka.

Namun beberapa dari mereka mampu menaklukkanku dan memasrahkan diri mereka menjadi kekasih gelapku. Bahkan rela memberikan apapun kepadaku termasuk tubuh, kesetiaan dan cintanya tanpa pamrih.

Aku tahu aku memiliki potensi yang disenangi para wanita itu. Aku gagah dan kaya. Sifat nakalku semakin menjadi dan kehilangan kendali ketika suatu waktu aku pernah mendapati istriku berselingkuh dengan pria lain.

Sejak saat itu aku seolah tidak memiliki kendali atas diriku sendiri. Aku jadi gelap mata dan perselingkuhan istriku kuanggap pembenar bagi hubungan-hubungan yang kulakukan dengan wanita lain.

Meskipun dibalik itu semua, ketika puncak hubungan telah kuraih aku menjadi sadar dan ingat dengan kedua putriku. Saat itu terkadang aku menangis diam-diam.

Dibalik rasa tersanjungku aku semakin takut. Takut kepada Tuhan dan takut suatu saat nanti aku bisa menyakiti para wanita ini dan menghancurkan perasaan istri dan anak-anakku. Walau aku tidak akan pernah mau menikah untuk kedua kalinya, tapi sifat nakalku ini sangat tidak bisa ditolerir lagi.

Seiring berjalannya waktu, aku semakin menyesal dan sadar harus menjauhi semua tindak tanduk buruk ini. Apapun alasannya. Meskipun kadang jika mengingat memori masa lalu istri yang pernah mengkhianatiku, aku kembali larut dan tergoda mencari pelampiasan lain.

Hingga saat menulis inipun aku masih terbelenggu walau aku sudah coba menghentikan tabiat buruk ini dengan bekerja dan mulai mendekati Tuhan. Semoga Tuhan masih mau menyayangiku dengan cara menguatkan hatiku terhadap silau kecantikan wanita.

Semoga pembaca website ceritacurhat.com ini bisa mengambil pelajaran dari ceritaku. Cobalah untuk ikhlas dan tidak mendendam terhadap masa lalu buruk yang pernah menimpa kita.

Jangan membalas perselingkuhan dengan selingkuh juga. Jika hati kita benar-benar ikhlas memaafkan, Tuhan pasti akan memberikan kita ketenangan hati dan kebahagian yang tidak akan bisa ditukar dengan wanita dan harta sebanyak apapun.

Aku Ingin Rasa Sayang yang Tulus dari Suamiku

Ingin disayang suami

Pernikahanku terancam ketika suamiku mengetahui aku sudah tidak perawan sebelum menikah dengannya. Seorang teman tega membocorkan masa lalu kehidupanku ke suamiku. Mungkin ini karma untukku, atau balasan dari Tuhan atas kebodohanku di masa lalu.

Ingin disayang suamiAku terlalu bodoh mempercayai mantan kekasihku yang dulu yang tega menghancurkan masa depanku, sementara bukan dia yang menjadi pendamping hidupku. Aku memang tidak jujur kepada suami perihal keperawananku yang telah direnggut ketika aku masih sekolah.

Kukatakan kepada suamiku kalau aku masih perawan karena kupikir dia tidak akan tahu. Tapi kenyataan berkata lain, suamiku tahu masalah itu dari orang lain melalui pesan di Facebook, yang isinya memberitahu kondisiku sebelum aku menikah dengan suamiku.

Sungguh aku sangat kaget, siapa dia orang yang tega merusak kebahagiaanku. Aku bingung haruskah aku jujur ke suamiku? aku pun menyesal kenapa aku tidak sedari dulu memberitahunya. Atau haruskah aku berbohong terus? sungguh ini pilihan yang berat.

Tapi, akhirnya aku memilih jujur kepada suamiku, aku tahu, bagaimana perasaan suamiku saat itu, tapi, aku bersujud, mencium tangan dia, dan memeluk dia, aku sungguh meminta maaf yang sebesar-besarnya karena tidak jujur kepadanya. Subhanallah…suamiku memaafkan aku.

Tapi, setelah kejadian itu, aku merasakan rasa yang berbeda dari suamiku.. setiap muncul pertengkaran antara aku dengan dia, dia selalu membahas tentang hal itu, dan aku merasa sakit ketika dia menghina aku, bahkan dia sempat ingin meninggalkan aku, dan mencari istri lain yang sempurna, bukan istri yang mempunyai kekurangan seperti aku.. padahal, sebelum aku dan suamiku menikah, diapun sudah melakukan hubungan suami istri kepadaku, sungguh kenyataan yang menyakitkan.

Tapi, walaupun dia menghinaku seperti itu, aku terima, karena aku menyadari kesalahanku, sampai akhirnya aku hamil, mengandung anak dari dia, aku fikir, dia akan berubah, dan mencoba melupakan masa lalu ku, tapi ternyata “TIDAK”.. berulang kali lagi dia menghinaku, marah-marah kepadaku dengan menyebutkan kekuranganku, aku sempat bertanya, apa artinya dulu saat dia memafkan aku? Apa dia belum bisa memaafkanku?

Sempat aku putus asa dan ingin pisah darinya, tapi aku tidak bisa, aku memikirkan anak yg sedang aku kandung saat itu. Sampai saatnya aku melahirkan anakku, dan aku berharap suamiku berubah, bisa mencintaiku apa adanya, dengan semua kekurangan atau kelebihanku..

Sampai saatnya aku selesai cuti melahirkan selama 3 bulan, karena aku harus melanjutkan pekerjaanku dikantor, yang sempat tertunda. Aku menyadari resiko menjadi wanita karier yang sudah berumah tangga dan mempunyai anak, yaitu tidak bisa merawat anakku selama 24 jam. Dan akhirnya suamiku memutuskan untuk ibunya yang akan mengsuh anak kami.

Sejujurnya, aku kurang respek dengan mertuaku, karena sifat dan kelakuan dia yang suka mencampuri urusan rumah tanggaku, tapi, demi patuhnya aku dengan suamiku, akupun menerima keputusan dia, dan akhirnya, pada hari Mingggu itu ibunya pun sampai ke rumah yang aku dan sumiku sewa.

Belum sehari ibunya berada dirumah, sikap suamiku sudah berubah, bahkan dia lebih memilih tidur bersama dengan ibunya, bukan dengan istri dan anaknya, dan membiarkan aku dan anakku hanya berdua, dan sebagai ibu, dia sama sekali tidak menyuruh suamiku pindah untuk bersamaku dan anakku, dia malah senang, kalau melihat aku dan suamiku pisah dan bertengkar seperti itu, sungguh mertua yang tidak aku harapkan..

Karena aku kesal, mulai dari pagi, aku hanya diam, sempat sesekali menjawab pertanyaan dari mertuaku, tapi itupun seperlunya. Mungkin, sikap diamku, membuat mertuaku tidak terima, dan marah-marah padaku, akhirnya aku menjawab pertanyaan dia yang sambil marah itu, tapi akhirnya, dia keluar rumah dan pergi begitu saja, tanpa memberitahu kemana perginya, padahal, saat itu aku sudah harus pergi ke kantor, karena hari pertama aku masuk.

Akhirnya, dengan berfikir cepat, akupun merapihkan pakaian-pakaian anakku, dan aku pergi ke rumah orang tuaku, untuk menitipkan anakku, aku tidak sempat pamit dengan suamiku, karena saat itu dia masih terlelap tidur, dan saat itu aku memang sedang kesal dengan suamiku, ditambah dengan perginya mertuaku dari rumah.

Dan saat makan siang, suamiku mengirimkan sms untukku dengan bertuliskan “Dasar istri yang gak tau terima kasih, sekarang orang-orang dah tau gimana loe dulu sebenarnya, dan tinggal orang tua loe yang belum tau. Liat aja nanti..!!!”,

Ternyata dia telah membeberkan aib istrinya sendiri, sungguh kenyataan yang menyakitkan, belum sempat aku menceritakan kejadian sebenarnya, tapi dia sudah mengirimkan sms kepada ku lagi seperti ini “Gak usah loe balik lagi kerumah, gw masih bisa nyari istri yang virgin, gak kayak loe, dan lebih baik gw ngurusin nyokap gw, dari pada loe..!!!!” sungguh bukan suamiku yang aku kenal.

Aku sungguh terpukul oleh kata-kata dia seperti itu. Ternyata, setelah ibunya pergi, dia kembali lagi ke rumah, dan mungkin mengatakan aku yang macam-macam kepada suamiku, yang membuat hati suamiku marah. Memang mertuaku seperti itu, dia melimpahkan kesalahan kepadaku, supaya aku dimarah-marahi oleh suamiku, dan suamikupun begitu, ibunya mau salah atau benar, tetap dibenarkan, dan aku selalu salah, sudah sering aku diperlakukan seperti itu, tapi aku masih mencoba untuk sabar. Aku berharap, nanti ada kebahagiaan untukku dari suamiku…

Selama 1 minggu aku pisah tempat tinggal dengan suamiku, aku dan anakku di rumah orang tuaku, sementara dia di rumah kami. Tapi, akhirnya dia menyerah dan meminta aku untuk kembali kerumah, dan menanyakan keinginanku bagaimana tentang anak kami, dan akhirnya aku meminta untuk dirawat oleh orang tuaku, walaupun ibuku bukan hanya IRT, tapi dia juga sebagai guru disekolah SD dekat rumah orang tuaku, dan akhirnya, suamiku mengijinkan aku, dan akhirnya kamipun pindah lagi bersama orangtuaku.

Aku sangat berharap, dan selalu berdoa, agar suamiku dapat berubah, bisa Mencintaiku Setulus Hatinya dan Menerima Segala kekurangan dan kelebihanku.. aku ingin merasakan rasa sayang seperti dahulu, seperti pertama kali aku bertemu dengannya.. aku sungguh rindu dengan dia yang dulu, sungguh aku sangat merindukannya.

Aku menyadari semua kesalahanku, sebab itu aku selalu ingin menjadi yang terbaik untuk suamiku, aku selalu ingin patuh dan taat kepada suamiku, karena aku Sangat Mencintainya, dan aku ingin selalu mengabdi kepada suamiku, walaupun terkadang aku mendapat perlakuan yang tidak mengenakan dari suamiku, dan sempat, dia membuang foto yang sempat aku hadiahkan untuknya dan membuang foto aku dari dompetnya, tapi aku masih bisa menerimanya, karena rasa sayangku kepada suamiku.

Semoga cerita ini menjadi pelajaran untuk kita semua.

Aku Percaya Jalan Tuhan Pasti Lebih Indah

Cewrita cinta jalan Tuhan

Cerita cintaku berawal ketika aku masih masih berstatus mahasiswi, aku berpacaran beberapa kali tapi selalu gagal.. dan disaat aku benar-benar ingin serius, aku jatuh cinta kepada pria yang salah.

Cerita cinta jalan Tuhan
Aku Percaya Jalan Tuhan Pasti Lebih Indah

Pertama kali aku mengenal cinta saat aku masih kuliah di semester akhir, saat itu aku menjalin kasih dengan seorang pria yang 4 tahun lebih tua dariku.

Yang kusayangkan dari dia adalah sampai seusia itu dia belum mempunyai pekerjaan tetap, dan dia juga berasal dari keluarga sederhana dan hanya berpendidikan SMA.

Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya ke keluargaku yang serba berkecukupan, aku sendiri Sarjana lulusan Universitas Negeri Favorit yang tentu saja akan mudah mendapat pekerjaan.

Jalinan kasih ini berlanjut cukup lama sampai 4,5 tahun, dan kemudian aku memutuskan untuk mencari peruntungan di negeri seberang.

Sehingga pada akhirnya kami hanya berhubungan jarak jauh dan ini tidak berhasil untuk kami. Kekasihku sendiri mengakui telah menamukan wanita lain. Akhirnya kami memutuskan untuk berpisah, sakit memang hatiku.

Hatiku sempat kosong beberapa lama, ku isi waktuku dengan bekerja dan bekerja. Sampai akhirnya di negeri orang ini aku menemukan seseorang yang menurutku saat itu sangat mengerti tentang diriku.

Hubungan kami pun berjalan mulus, walaupun kami mempunyai banyak perbedaan dalam budaya dan pola pikir karena dia juga lebih muda dariku 2 tahun.

Kami sempat memutuskan untuk menikah di November 2012 tetapi Tuhan berkata lain, hubungan itu pun kandas dikarenakan ego kami masing–masing. Walaupun aku banyak mengalah tapi ternyata dia juga sudah mengenal wanita lain.

Kandasnya hubunganku ini membuatku sangat terpuruk, ketidakpercayaan kepada laki-laki, tidak bisa konsentrasi kerja, menangisi kisah hidupku, aku sampai bermain-main dengan begitu banyak perasaan laki-laki, sampai aku berfikir untuk mengakhiri hidupku. Aku menyalahkan Tuhan kenapa hidup ini tidak adil, kenapa Tuhan selalu memberikan cobaan yang terasa berat bagiku.

Tetapi akhirnya aku terbangun dari semua keterpurukanku karena aku mulai dekat dengan seseorang yang sudah aku kenal sejak 3 tahun lalu tetapi tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa aku akan jatuh cinta kepadanya.

Dari awal, aku tahu laki-laki yang aku cintai saat ini sudah memiliki keluarga dan aku pun tahu kalau dia sangat menyayangi keluarganya.

Aku tidak pernah tahu mengapa aku menyayanginya sebegitu dalamnya, perasaan sederhana, perasaan nyaman saat disampingnya, suppornya kepadaku, dia merubah aku yang tadinya kotor karena sering berhubungan dengan dunia malam, menjadi aku yang selalu beribadah dan mendoakan orang tua dan dirinya.

Aku pun tahu, dia pun mempunyai perasaan yang sama kepadaku. Aku tahu aku salah mencintai seseorang yang sudah berkeluarga tetapi perasaan kami berdua tidak bisa dihindari, kami berdua saling menyayangi.

Dia tidak pernah menjanjikan apapun kepadaku, hanya kami berjanji untuk menjalani kisah kami sampai kami tahu rahasia apa dibalik semua ini.

Disetiap sholatku dan ibadahku selalu ada namanya, aku selalu meminta yang terbaik buat jalan kami. Aku tidak pernah menuntut apapun darinya karena aku menjalani hubungan kami dengan ikhlas dan sabar karena aku pun tahu dia tidak mungkin meninggalkan keluarganya.

Kalaupun aku yang pergi, aku belum cukup sanggup untuk kehilangan kehangatannya dan kehadirannya yang selama ini dia berikan.

Aku selalu bertanya kepada Tuhan dalam setiap doaku, kenapa Tuhan menghadirkan sosok pasangan yang aku perlukan tetapi aku tidak bisa menjaganya, mencintai dan memiliki sepenuhnya. Tuhan memberikan aku saat ini seseorang yang aku perlukan bukan yang aku harapkan.

Aku memerlukannya untuk menjadi imamku yang selalu membimbingku disetiap langkahku, aku memerlukannya untuk menjadi advisorku yang selalu aku lakukan untuk mengambil semua keputusanku dan aku memerlukan kehangatannya disaat aku disampingnya.

Saat ini, aku hanya bisa menjalani kisah kami dengan ikhlas dan sabar disaat aku melihat dia berhubungan dengan istrinya (lewat telepon karena keluarganya tidak ikut ke negara ini) walaupun aku sangat cemburu tapi aku tahu kondisinya dan dia tidak pernah mencoba menutupinya.

Sayang, aku akan tetap terus mencintaimu, terus menjagamu dengan doa-doaku dan terus menyayangimu dengan semua kesukaanmu tanpa ada batasan waktu walaupun umurku semakin hari semakin bertambah dan akupun juga mau mempunyai keluarga yang sempurna sama sepertimu.

Aku ikhlas menunggumu sampai akhirnya kamu mempunyai keputusan untuk bersamaku atau meninggalkanku. Untuk bersamaku, kamu tidak perlu meninggalkan keluargamu karena aku sangat tahu betapa dirimu mencintai keluargamu.

Inilah jalan hidup dan cerita cintaku, seorang wanita dengan mimpi-mimpi sederhana dengan jalan hidup yang jauh dari sempurna dan hati yang masih separuh terluka. Kali ini, aku ikhlas dan sabar dengan jalanku karena aku percaya, Jalan Tuhan pasti akan indah pada waktunya.

Tuhan tidak akan memberikan apa yang kita harapkan tetapi memberi apa yang kita perlukan walaupun kadang kita sedih, kecewa and terluka tapi jauh diatas segalanya Tuhan sedang merajut yang terbaik untuk kita.

Tulus Cintaku Berbuah Petaka

cerita cinta

Aku mencintai kekasihku bahkan sangat mencintainya.. tapi aku ditipunya mentah-mentah. Kini aku mulai belajar meninggalkannya.. pelan-pelan. Aku tak peduli diriku yang sudah direnggutnya,, ketulusan cintaku padanya berbuah petaka.

cerita cintaNamaku Ririn, aku gadis berusia 21 tahun, aku hidup di keluarga sederhana, punya 3 kakak laki-laki dan seorang ayah, Ibuku sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Hidupku mulai mengalami kehancuran sejak aku mengenal yang namanya cinta.

Cinta pertamaku kualami saat aku duduk di bangku SMA, aku berpacaran dengan seorang pria berinisial “Z”, aku sangat mencintainya, itu yang membuat aku mampu menjalani cerita cinta ini selama 5 tahun bersamanya.

Tapi itu juga yang akhirnya menjadi petaka dalam hidupku. Segala kekurangannya selalu kucoba untuk dapat menerimanya, termasuk kebiasaan berjudi.

Singkat cerita.. Setelah usia hubunganku dengannya berjalan 4 tahun, kehormatanku di renggut olehnya, hal ini juga yang memaksaku untuk tetap bertahan dengan dia dan menerima dengan lapang dada segala tingkah lakunya yang jelek.

Sekian lama aku menanti pertanggung jawabannya, tapi semuanya seakan sia-sia.. Dia seolah menganggap remeh hal itu, hingga akhirnya keluargaku menanyakan padanya tentang keseriusannya padaku (keluargaku tak tau tentang kondisiku sebenarnya).

Dia pun mengeluh padaku, bagaimana cara mendapatkan uang untuk melamar aku sementara dia belum memiliki pekerjaan tetap.

Aku hanya diam, tapi tak berhenti berfikir.. Hingga suatu ketika, dia datang padaku dan mengatakan bahwa dia ingin berbisnis dengan kerabatnya, dan memberiku pandangan akan memperoleh untung besar, sehingga aku tak perlu menunggu waktu yang lama untuk di lamar olehnya.

Aku bahagia karena kupikir mungkin ini adalah salah satu jalan yang diberikan Tuhan agar aku bisa segera di persunting olehnya.

Tapi… dia berkata padaku bahwa dia butuh modal untuk menjalankan bisnisnya, aku bingung saat itu karena yang kupikir dari mana aku mencarikannya modal sementara aku tau kesempatan bisnisnya mungkin datang 2 kali.

Akhirnya ku beranikan diri untuk menggunakan tabungan ayahku yang di titipkan padaku. Tak tanggung-tanggung, 5 juta uang ayahku kupinjamkan padanya, waktu itu aku tak merasa takut karena aku berusaha menepis pikiran negatifku terhadapnya, aku berusaha percaya padanya.

Namun.. kenyataan yang terjadi tak seindah yang kubayangkan.. Aku di tipu mentah-mentah, bisnis dengan untung besar itu pun adalah sebuah kebohongan, uang 5 juta itu tak dipergunakannya untuk berbisnis melainkan untuk berjudi yang berbuahkan kekalahan, alhasil uang 5 juta itu raib.

Sejak kejadian itu, kuberanikan diri untuk meninggalkannya, aku tak perduli lagi dengan keaadaanku, Dan sekarang aku sendiri yang harus mengganti uang ayahku itu, aku bingung bagaimana caranya, sementara aku tak bekerja, aku takut jika kelak ayahku tau, ayah pasti akan sangat kecewa jika dia tau semuanya.

Karna aku sungguh tak ingin melihat air matanya.. Tak jarang aku berfikir untuk pergi menyusul ibuku ke surga. Sungguh, aku tak sanggup ya Allah.. Berilah petunjukmu :'(

Cerita Seks di Situs Porno Bikin Suamiku Kecanduan Seks

cerita seks suami

Kebiasaan suamiku membuka situs porno dan membaca cerita-cerita seks di internet adalah bencana bagiku. Aku tidak tahu bagaimana menghentikan kebiasaan buruk itu. Aku hanya takut kalau rumah tangga kami terganggu dan akhirnya bubar.

Cerita seks di situs porno

Namaku sebut saja Putri, aku seorang wanita berusia 36 tahun. Suamiku Joko (sebut saja begitu), lima tahun lebih muda dariku. Cerita ini bukan bermaksud menjelek-jelekkan suamiku di depan umum tapi karena marah dan jengah dengan kebiasaan baru suamiku yang kupandang aneh.

Entah bagaimana awalnya tapi sejak kami memasang internet di rumah, suamiku keranjingan membaca cerita-cerita seks setiap malam.

Kami menikah 10 tahun yang lalu dan sampai sekarang kami belum dikarunia anak. Hubunganku dengan suami diranjang mungkin termasuk hambar. Kami berhubungan seks satu kali sebulan dan kadang dua bulan.

Aku tidak pernah menuntut dan suamiku sepertinya biasa saja jadi akupun tidak menganggapnya masalah. Kebiasaan suamiku yang sering membuka situs cerita seks tersebut awalnya tidak kuanggap masalah, aku pikir suamiku sedang mencari sensasi baru.

Tapi akhir-akhir ini aku jadi takut karena fantasi suamiku semakin liar karena bacaan-bacaan tersebut. Suamiku yang dulu hambar di ranjang kini jadi agresif dan selalu mengajakku berbuat hal yang aneh-aneh, sepertinya dia ingin mempraktekkan semua cerita-cerita seks yang sudah dibacanya.

Sebenarnya suamiku adalah pria yang baik dan taat agama. Dia bekerja sebagai pegawai negeri sipil di sebuah desa di salah satu kepulauan di Sulawesi. Sejak internet masuk ke desa kami, suamiku terlihat senang, banyak yang dia lakukan di internet mulai dari membaca berita atau membuka-buka web untuk mencari peluang usaha.

Pendek kata internet sudah membuka mata suamiku dan dia jadi lebih banyak tahu sekarang. Keranjingannya bermain internet mungkin juga karena waktu luangnya yang terbilang banyak dan apalagi di rumah cuma ada kami berdua, kadang sih orang tua atau saudara datang membesuk tapi selebihnya rumah kami sepi. Inilah yang menurutku membuatnya kecanduan membaca cerita seks.

Suamiku memang tergolong orang yang memiliki fantasi dan daya khayal yang tinggi. Dia pernah bercerita kalau dia ingin pindah ke kota dan menjadi pengusaha sukses tapi urung dia lakukan. Banyaknya waktu luang membuatnya menghabiskan waktu di internet. Pernah kudapati dia duduk sampai lima jam membaca situs cerita seksual sambil maaf melakukan onani.

Beberapa kali kuingatkan tapi dia sepertinya sudah bosan dan kadang malah dia mengajakku membaca cerita-cerita itu bersama-sama. Aku sendiri tidak begitu tertarik dan tidak bisa terangsang membaca cerita seks, jangankan terangsang malah mataku yang jadi perih kecapean.

Pernah kala sendiri aku mencoba membuka-buka internet dan mencoba membaca cerita yang sudah dibaca suamiku, kuakui cerita tersebut memang hot dan mengundang fantasi tapi tidak cukup untuk membuatku kecanduan.

Awalnya aku pikir tidak ada masalah dengan suamiku bahkan aktifitas seks kami menjadi semakin hot berkat suamiku yang semakin pintar setelah banyak membaca cerita bertema seks di internet. Mungkin suamiku ingin memiliki anak, demikian pikirku.

Tapi aneh, kebiasaan tersebut tidak pernah surut, bahkan kalau bisa dikatakan semakin menjadi-jadi. Dulu suamiku hanya membuka internet di sore hari sekarang dia bisa duduk di depan komputer semalamam sambil membuka situs porno dan membaca banyak judul cerita seks. Ahh aku jadi gelisah.

Satu waktu suamiku mengajakku berhubungan seks di sawah. Hahh.. Tentu aku kaget dan menolaknya, aku yakin fantasinya itu karena cerita seks yang dibacanya. Tentu saja aku menolak, aku takut nanti kepergok orang lain, bisa dibayangkan betapa malunya kami.

Di waktu lain dia pernah membelikanku baju anak sekolahan, dan setelah kupakai suamiku jadi sangat bergairah dan mulai menyetubuhiku dengan agresifnya. Terus terang aku takut dengan fantasinya. Situs cerita-cerita seks langganannya itu adalah neraka bagiku.

Aku tidak tahu harus bicara dengan siapa. Aku juga menjaga wibawa suamiku jangan sampai kebiasaan buruknya itu ketahuan orang lain, apalagi kami tinggal di kampung, penduduknya sedikit, aku takut jadi bahan obrolan mereka. Cukuplah selama ini aku digosipi sebagai wanita mandul karena tidak bisa memberi suamiku anak, aku tidak ingin ada gosip yang mengatakan kalau suamiku seorang pecandu seks di dunia maya.

Aku senang menemukan website ceritacurhat.com ini, ternyata banyak orang terutama wanita yang senasib denganku dan enggan bercerita ke orang lain dan memilih curhat di sini. Aku berdoa kepada Tuhan semoga suamiku sadar dan semoga internet di desa kami dihilangkan saja atau kalau memungkinkan situs cerita-cerita seks itu yang ditutup. Suamiku jadi begini karena kecanduan situs-situs tersebut.

Sekarang apa yang harus aku lakukan? Terus terang aku bingung. Aku berharap diantara pembaca yang sedang membaca ceritaku ini ada yang bisa membantu dan memberiku solusi. Kadang aku berpikir nekat merusak komputer ini supaya semua cerita seks yang di simpan suamiku hilang juga. Semoga Tuhan memberiku jalan keluar,, amiiin.