Mencintai Teman Sekantor

Mencintai teman sekantor

Kenalkan namaku Andre, aku bekerja disebuah perusahaan di Lampung. Aku menginjak kota Lampung pada tahun 2004 yang lalu, dan menikah pada tahun 2007, sekarang aku memiliki dua putra dan seorang putri.

Mencintai teman sekantorTahun 2010 perusahaan yang aku kelola tutup dikarenakan ada masalah dengan kedutaan. Singkat cerita aku pindah ke Jakarta sampai tahun 2012.

Bulan Februari aku balik lagi ke Lampung dan mengelola perusaahan yang dulu bangkrut sampai akhirnya bangkit lagi.

Segala pekerjaan di kantor kujalani biasa aja sampai ketika bulan Maret tiba, aku mengenal seorang wanita teman kerja.

Namanya Permatasari, dia juga sudah berkeluarga dan sudah punya anak satu. Perkenalan kami biasa-biasa saja seperti layaknya teman kerja, hubungan kami profesional.

Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, aku merasa ada yang berbeda dalam perasaanku. Aku merasa senang jika dekat dengannya.

Aku berusaha merayunya melalui hendphone atau sms. Aku masih ingat kata-kata pertamaku ketika merayu dia, aku bilang kamu anak siapa sih kok sempurna banget, baik dan cantik lagi.

Terus dia jawab ih biasa aja, lebay kata dia. Selang 3 hari kemudian aku sudah tidak bisa membendung semua perasaanku kepadanya dan tidak mungkin juga aku bertahan dengan semua perasaanku yang begini.

Akhirnya aku beranikan diri dikantor untuk bicara empat mata dan jujur ama dia secara langsung akan tetapi dia hanya bilang aneh.

Setelah perbincangan itu hubungan kami semakin dekat, kita saling smsan dan saling memberi perhatian, akan tetapi status kejelasan hubungan kami belum pasti, tapi perhatiannya membuatku semakin semangat bekerja.

Waktu terus berjalan, hubungan kami semakin dekat, kabahagiaan begitu tampak dalam, kita sama-sama paham dengan status kita masing-masing.

Cerita menarik lainnya: Kebohongan Suamiku Kubalas Dengan Perselingkuhan

Pas pada hari sabtu tgl 21 Maret 2012 kita jalan-jalan ke kota di bandar Lampung dan kita masuk room karaoke bareng teman-teman. Betapa bahagianya kita semua, bahagia banget, di mobilpun perasaan jadi plong, beban pekerjaan dan stres hilang semua.

Aku mengantarnya pulang ke rumahnya dan aku sendiri sampe di rumahku jam 10 malam. Karena kecapean aku tertidur pulas dan sampai lupa menjalankan kewajibanku sholat malam dan baru sholat setelah subuh.

Setelah sholat subuh, aku tidur lagi dan bermimpi hubungan kami berdua diketahui suaminya, aku kaget dan bangun dari tidur dengan perasaan kaget luar biasa.

Minggu pagi aku bbm-an sama dia nanya kabar dia, terus dia bilang kalau dia tidak bisa kerja lagi di kantor. Aku kaget dan sedih mendengarnya.

Dia menjawab alasannya karena tidak diperbolehkan lagi sama suaminya dikarenakan waktu malam minggu kita pulang malam sehingga anak dia tidak diurus katanya.

Ia apa boleh buat semua nya memang sudah takdirku, aku harus lebih sadar dengan semua yang ada pada diri kita masing-masing yang sudah berkeluarga.

Hari senin seperti biasa aku berangkat bekerja dan mengingat-ingat kenanganku bersamanya. Sedih banget, aku bertanya pada diriku sendiri apakah ini yang dinamakan cinta terlarang yang memang harus siap menerima resiko yang akan kita hadapi.

Kami masih berhubungan melalui Bbm dan sms, kesedihan kita berdua saling kami tuangkan melalui chating. Pas senin siang dia datang ke kantor dan mau pamitan ke semua teman yang lain. Kami duduk berdua seperti mengenang kenangan yang lalu.

Sempat terbesit dipikiranku mungkin lebih baik jika aku kembali lagi ke Jakarta, biar perasaan yang aku alami ini hilang dan tidak ada lagi kenangan yang akan aku ingat-ingat, akan tetapi semuanya tidak mungkin.

Sampai saat ini kami masih tetap berkomunikasi, akan tetapi waktu untuk bertemu dan saling mengisi hati kita berdua tidak ada lagi, dia sibuk sebagai pegawai negeri.

Perasaanku semakin sedih jika aku mengingat dia saat aku dikantor, semua rasanya hampa tanpa dia, apakah aku bisa melupakan semua kenangan bersamanya yang penuh arti dan begitu membuatku bahagia selama ini, meskipun itu hanya satu bulan lamanya.

Demikian ceritaku yang mencintai teman sekantor, apakah diantara pembaca ceritacurhat.com ada yang mengalami kisah yang sama denganku?

Selingkuh Dengan Sepupu Sendiri

Pembaca yang budiman, jujur sebenarnya aku malu untuk menceritakan kisahku ini, tapi ini merupakan pengalaman pahit yang tak pernah bisa aku lupakan. Aku udah coba buang tapi tetap sulit. Aku memohon bantuan pembaca ceritacurhat.com memberikan masukan yang berarti buatku.

selingkuh dengan sepupuCeritanya, aku punya saudara yang tinggal beda provinsi, namanya aku samarin aja ya, sebut saja Dino.

Dino aku kenal dari kecil, dari semenjak aku masih bayi, aku akrab dengan dia, maklum namanya juga saudara, dia anak Bibiku. Ibunya dia adalah adik Mamaku.

Kami sepupu satu kali dan hubungan kami semakin akrab setelah kita sama-sama besar dan dewasa.

Sebenarnya aku sudah punya pacar dan sudah menjalaninya selama 3 tahun lebih, nama pacarku Agus. Awalnya hubunganku dengan mas Agus baik-baik aja, namun entah kenapa setelah kehadiran Dino hubungan ini menjadi sedikit kurang baik.

Hingga saat Dino datang mengunjungi rumah Nenekku yang dekat dengan rumahku, dia bilang padaku sesuatu yang tidak pernah aku duga selama ini. Dia bilang dia cinta padaku. Aku tak percaya, tapi dia begitu meyakinkan aku hingga membuatku begitu percaya. Dan aku akui betapa bodohnya aku, aku menerima cinta dia.

Ya… posisiku berada di tempat yang salah. Aku berpacaran dengan dua laki-laki sekaligus. Pacarku tentu tidak tahu tentang ini, tapi Dino tahu, dan dia bilang dia tidak peduli dengan kondisiku yang sudah memiliki kekasih. Akhirnya dengan berjalannya waktu aku jalani semuanya. Kami sering telepon, sms, facebook… tanpa sepengetahuan pacarku.

Dan untuk kedua kalinya dia datang lagi ke rumah Nenekku. Tentu akan senang dan kami semakin dekat, hingga terjadilah sebuah hubungan terlarang yang kita jalani. Dia mengajakku melakukan hubungan itu. Dan aku mau karena aku juga mencintai dia.

Semakin lama hubunganku terjalin dengan Dino, pacarku semakin curiga dan akhirnya tahu aku berselingkuh dengan sepupuku sendiri. Tapi dia bersikukuh tidak mau memutuskan aku, padahal aku sudah bilang aku tidak pantas untuknya, tapi dia tetap mempertahankanku.

Aku merasa sangat bersalah padanya. Aku telah mengkhianatinya dan baru aku sadari bahwa Dino itu ternyata memang playboy, dia begitu gampang mengobral kata cinta kepada setiap wanita.

Pacarku bukan marah padaku, tapi dia justru marah pada Dino. Dia ingin memukul Dino tapi aku melarang karena aku tahu itu bukan sepenuhnya kesalahan dia, tapi aku juga.

Pembaca yang budiman, aku menulis cerita ini setelah membaca cerita tentang wanita yang berselingkuh dengan suami orang lain di situs ini juga, berharap ada yang bersedia memberiku masukan dan nasehat.

Sekarang aku bingung  bagaimana harus bersikap, apakah harus kutinggalkan pacarku meskipun aku masih mencintainya tapi aku merasa berdosa terhadapnya.

Menjelang Melahirkan, Stress Menghadapi Mertua

Sejak menikah aku ikut suami pindah ke luar kota walaupun sebenarnya kami berasal dari kota yang sama. Saat itu aku merasa sangat bahagia, meskipun tempat tinggal kami kecil tapi aku merasa nyaman dan senang bisa melayani suami. Apalagi sekarang aku sedang hamil dan menunggu kelahiran anak pertama kami.

stres hidup bersama mertuaCeritaku ini adalah kisah nyata kehidupan keluargaku yang terinspirasi setelah aku membaca cerita tentang seorang istri yang menjadi terdakwa di keluarga suami. Aku paham bagaimana sulitnya hidup bersama dengan mertua yang selalu ikut campur urusan keluarga.

Saat usia kehamilanku mencapai 8 bulan, suamiku berinisiatif pindah ke rumah orang tuanya. Pertimbangannya adalah aku tidak mungkin tinggal di rumah orang tuaku karena Ayah dan Ibuku bekerja dari pagi sampai sore, sementara adikku juga kuliah dan kadang pulang sampai malam. Jadi tidak ada yang menemaniku jika aku tinggal bersama orangtuaku, apalagi jika tinggal di luar kota di rumah kami yang lama.

Saya rasa semua orang tidak senang tinggal bersama mertuanya, susah atau senang pasti lebih menyenangkan jika hidup bersama suami sendiri. Begitu pula yang aku alami, aku merasa tidak nyaman tinggal dengan mertua, apalagi kondisiku sekarang menjelang melahirkan, dan tinggal bersama mereka malah memberiku beban baru yang membuatku stress.

Aku bersedia menerima ajakan suamiku karena kupikir masuk akal memang. Dari pada tinggal sendirian di rumahku yang dulu mending aku bersama mertuaku. Yang suamiku tidak tahu mungkin adalah kelakuan orang tuanya. Semua ini kulakukan demi menuruti kemauan suami.

Sekarang hari-hari di rumah mertua yang aku dapatkan hanya sindiran-sindiran yang tidak enak ditelinga. Apalagi ibu mertuaku yang mata duitan selalu minta “pajak” dan ikut mengatur-atur keuangan rumah tanggaku. Bapak mertua sama saja, selalu ingin tahu dan ikut campur dalam setiap detil urusan rumah tanggaku.

Sampai makan nasi pun aku susah, padahal suami sudah membelikan semua beras dan sembako tapi nasi yang di bikin hanya dalam jumlah sedikit dan sungguh tidak memadai bagi orang yang tinggal dirumah itu. Laukpun kadang disembunyikannya sendiri. Aku jadi seperti orang lain di rumah itu.

Pokoknya keuangan rumah tanggaku jadi membengkak karena tinggal di rumah mertua. Padahal di sisi lain kami membutuhkan biaya persalinan yang tidak sedikit. Sungguh kondisi yang memburuk, tapi semoga bayi dalam kandunganku tetap tumbuh sehat dan normal.

Sebelumnya, aku dan suami jarang sekali bertengkar atau salahpaham, tapi sejak tinggal di rumah mertua semuanya jadi berbeda. Aku yang jarang menangis, sekarang hampir tiap hari menangis jika suami sudah ke kantor. Ingin rasanya aku pergi dari rumah mertua dan kabur ke rumah orangtuaku, tapi aku takut dengan suamiku.

Apa yang bisa kulakukan? aku sungguh tak berdaya.

My Love Story

Kisah ini di mulai saat aku duduk di bangku smp kelas 3. Saat itu aku mengenal seorang anak baru disekolahku. Namanya Yani, dia cukup terkenal di sekolahku. Pertama kali aku melihatnya, dia begitu beautiful, handsome and friendly. Pada saat itu aku langsung jatuh cinta kepadanya. Namun aku sudah memiliki kekasih, kekasih ku bernama Dita.

love story cintaAku juga memiliki seorang sahabat yang bernama Kiki. Dia adalah sahabat terbaikku, karena dia selalu ada saat aku sedih maupun senang.

Suatu ketika, Kiki megajakku double dating di suatu tempat. Akupun datang dengan membawa kekasihku. Saat Kiki datang dengan kekasihnya, aku terkejut.

Ternyata kekasihnya adalah Yani (orang yang selama ini aku taksir). Dan Yani adalah sahabat kekasiku. Pada saat itu kita saling berbincang-bincang.

Hari demi hari telah berlalu. Kini aku danYani pun sudah saling kenal, bahkan kita sering curhat tentang kekasih kita masing-masing.

Saat aku sedang bertengkar dengan kekasihku dan kebetulan sekali sahabatku juga sedang bertengkar dengan Yani. Saat itu Yani curhat kepadaku, dan tiba-tiba dia mengajakku menemaninya jalan, dan aku mau menemaninya karena dia sudah kuanggap sebagai sahabatku sendiri.

Saat hendak ke tempat yang di inginkan Yani, entah mengapa kita saling berpegangan tangan. Aku tak tahu apa yang ada dipikiranku saat itu. Selesai aku menemaninya jalan dan mengantarnya pulang ke rumahnya.

Tetapi, saat hendak mengantarnya pulang , ada salah satu teman sahabatku (kiki) melihat ku dengan Yani. Pada saat itu juga aku dan sahabatku bertengkar, Yani dan kekasihku pun juga bertengkar.

Keesokan harinya, aku dan Yani saling dekat. Dan akhirnya kamipun saling mencintai. Kita berdua (aku dan Yani) sepakat untuk saling memutuskan kekasih kita masing-masing.

Dan akhirnya kita berpacaran. Saat itu kita saling menyayangi, sampai-sampai aku memutuskan Yani untuk menjadi pendamping hidupku selamanya. Dan kita juga berjanji untuk saling setia.

Tetapi KARMA memisahkan kita, baru 2 minggu kita bersama, dia pindah keluar kota atas keinginan orang tuanya. Saat itu aku hanya bisa terdiam dan mengeluarkan air mata melihatnya pergi, dia pun juga.

Pada saat di perjalanan, dia mengalami kecelakaan. Saat itu kita lost cotact. Tetapi saudaranya bilang kepadaku bahwa dia masih hidup, tetapi dia mengalami luka di bagian kakinya.

Itu menjadi kesedihan yang mendalam untukku. Sampai sekarang aku masih mencintainya dan aku masih menunggunya kembali kepadaku. Sebagai bukti kesetiaan cintaku padanya.

Demikian cerita cintaku semoga ada pembaca yang berkenan memberiku nasehat.

Bodohnya.. Kuputuskan Kekasihku Demi Pria Pembohong

Benar kata orang, buat apa pacaran terlalu lama kalau tidak menikah. Tiga tahun adalah waktu yang cukup bagiku untuk mengenal sifat kekasihku yang sangat buruk, selama ini aku mengalah karena mencintai dia. Dan Aku berani memutuskannya setelah mengenal pria lain,, yang ternyata jauh lebih brengsek dan pembohong dari kekasihku.. betapa bodohnya diriku.

cerita pacaranPerkenalanku bermula dari salah satu situs jejaring sosial, awalnya aku hanya menganggapnya teman karena aku juga waktu itu mempunyai pacar, walaupun status kami belum jelas akan kemana, apakah akan lanjut ke pernikahan atau hanya sekedar berpacaran saja.

Pacarku sebut saja namanya Rudi, kita masih sama-sama kuliah, sampai sekarang dia belum menunjukan keseriusannya sementara teman-teman kampusku kebanyakan sudah membawa pacarnya ke rumah orang tuanya, sedangkan aku membawa pacar hanya aku kenalkan sebagai teman saja.

Tiga tahun sudah perjalanan cintaku dengan Rudi tapi sepanjang waktu itu juga aku belum yakin dengan dirinya. Dalam hatiku masih sering timbul kebimbangan, walaupun 3 tahun bukan waktu yang sebentar, belum lagi keluargaku sepertinya kurang suka dengan semua penampilan dia, dia emang baik, sopan tapi kayaknya dia lebih baik jadi temen aja, gak usah jadi suami, begitu kata Ibu ku.

Aku berusaha ngeyakinin keluargaku padahal aku sendiri kurang yakin. Tapi dia begitu baik, aku juga mulai mencintainya karena dia begitu care padaku dengan berbagai perhatiannya sehingga aku bisa nerima semua kelemahan dia.

Dia ga suka sarapan pagi aku bisa terima, dia jarang mandi bahkan mandinya hampir sebulan sekali aku pun bisa terima, dia sering marah-marah di depan umum aku juga bisa terima, dia ga bisa nahan emosi kalo kepalanya kepanasan aku bisa terima.

Cuma satu yang ga bisa aku terima ketika dia berani ngehina postur tubuh bapak aku yang kurus, bukan hanya sekali bahkan berulang kali.

Entah berapa kali aku putusin dia hanya karena dia ngomong bapakku kurus, aku sering banget ngingetin dia kalo aku gak suka dia ngomongin kejelekan keluargaku, siapapun itu walaupun bener kaya gitu tapi aku gak suka.

Perjalanan cinta kami di warnai dengan berbagai situasi, kebanyakan aku ngeluh dengan keadaan dia yang super jorok setengah mati, hati ku bertanya mampuhkah aku hidup dengan orang seperti dia?

Entah karena apa sehingga aku bisa bertahan 3 tahun dengannya, sering kita debat masalah politik, hukum, pendidikan sehingga menyebabkan pertengkaran di antara kami karena beda paham, sering kita debat di dalam kelas dengan argumen beda kemudian terbawa ke luar kelas tapi itu semua bisa ku terima.

Sehingga pada akhirnya aku ga tahan dengan semua kebodohanku, aku berubah jadi pembangkang, dia bilang kalo dia gak suka cewe pembangkang tapi aku gak peduli yang ada di fikiranku cuma satu gimana cara aku putus sama dia.

Dan akhirnya aku mengenal seorang pria lain melalui jejaring sosial, dia begitu lembut, romantis dan aku lihat di fotonya wajahnya gak jelek2 amat. Sebut saja namanya Sandi, semakin lama kita semakin dekat sehingga akhirnya kita tukaran nomor Hp.

Dua bulan perkenalan kita akhirnya dia memutuskan buat ketemu, aku pun menyanggupi tapi teman-temanku melarangku sebelum aku putus sama orang sebelumnya.

Sebelumnya aku juga cerita sama Sandi kalo aku punya pacar dan sudah menjalani pacaran selama tiga tahun tapi dia fine-fine aja, katanya gak apa-apa, kita temenan aja tapi kok dia semakin mesra, semakin perhatian walaupun cuma lewat sms atau telpon. Dia bisa nunjukin perhatian dan kelembutannya memperlakukan cewek.

Tepat di hari ke tiga tahun hubungan aku dengan Rudi, aku memutuskannya dengan alasan sepele, karena dia marah-marahin aku di depan semua teman-temanku, padahal sebelum-sebelumnya emang sifat dia seperti itu tapi aku jadikan itu alasan kuat, aku ajak dia makan di luar sebagai hadiah ke tiga tahun jadian kami, dan akhirnya aku putuskan dia demi si Sandi itu. Aku melihat wajah Rudi terlihat sedih meskipun dia berusaha tenang dan menyembunyikan kesedihannya.

Pertemuan dengan si Sandi aku siapin sebisa mungkin supaya dia gak nyesel, memberi kesan pertama yang baik lah. Seperti biasa sebelum pertemuan itu aku malamnya telpon-telponan sama dia sampe setengah mati kita bisa menghabiskan waktu semaleman buat nelpon.

Aku ga tahu harus berkata apa ketika dia jujur kalo dia sudah bertunangan dengan perempuan lain dan akan menikah 6 bulan lagi, apa-apaan ini aku teriak kenapa gak jujur dari awal padahal aku sudah terbuka dengan semua kepribadianku, keadaan ku, aku marah, aku ga bisa memaafkannya tapi dia tetep ingin bertemu walaupun untuk pertama dan terakhir, aku berusaha tabah, berusaha kuat menghadapi lelaki brengsek itu.

Tiba lah saatnya pertemuan itu pertemuan pertama sekaligus terakhir yang dia katakan, dia minta maaf sampai wajahnya kelihatan mengiba tapi hati ku ga pernah bergeming, aku tetap dengan prinsipku bahwa aku tidak mau di duakan meski pun jadi cewe keduanya dia.

Aku tau semua yang dia ceritakan kepadaku tentang pekerjaannya yang staff administrasi di salah satu perusahaan itu bohong, tentang dia yang tinggal di sebuah kamar mewah fasilitas kantor itu bohong. Aku sakit aku hampir terpuruk dengan kebohongan dia, dia begitu tega padaku.

Saat-saat sedih seperti itu aku teringat Rudi, mantanku yang jorok dan keras kepala itu. Apa kabarnya dia? meski dia nyebelin setidaknya dia tidak pernah membohongiku.

Demikian sedikit curhatku, terimakasih kepada pembaca ceritacurhat.com yang telah membaca cerita ini. Salam.

Bingung Memilih Antara Kekasih Atau Mantan Suami

Aku adalah seorang single parents, aku memutuskan berpisah dengan suamiku karena dia pecandu narkoba dan selalu mengkonsumsinya dirumah. Memang sejak pacaran dulu, aku sudah tau kalau dia pecandu tapi karena sudah terlanjur cinta aku menerima lamarannya, lagian kata orang kalau sudah berumah tangga pria bisa berubah.

kebahagiaanDan memang benar, 1 tahun pertama dia sembuh total, tapi begitu anakku lahir dia kembali pada kebiasaannya dulu.

Sudah berulang kali suamiku masuk panti rehabilitasi tapi dia selalu kembali menjadi pecandu dan sampai sekarang dia masih minum obat terlarang itu dan selalu konsultasi ke dokter spesialis jiwanya.

Selalu kucoba bertahan demi anak hingga akhirnya di usia pernikahanku yang ke-4 aku menggugat cerai karena aku sudah tidak tahan lagi

Aku takut melihat pertumbuhan anakku jika dia melihat ayahnya selalu seperti itu dirumah, belum lagi beban psikologiku.

Memang dulu ketika menikah hanya papaku yang setuju yang lainnya ‘tidak’ dan ketika aku bercerai juga tidak ada yang setuju, sehingga aku sendiri yang mengurus hingga sidang selesai.

Dan ternyata menjadi single parents bukanlah hal yang mudah bagiku. Banyak sekali godaan yang kuhadapi terutama dari lelaki yang suka iseng namun aku hanya fokus bagaimana membuat anakku tidak trauma dengan perpisahan orang tuanya.

Tapi terkadang aku menyesal atas pilihanku jika aku melihat anakku sakit dan selalu memanggil ayahnya hingga kini usianya 7 tahun.

Hanya selang 3 bulan dari perceraianku, aku sudah mempunyai kekasih baru yang baik, perhatian dan sayang padaku dan anakku dengan harapan bisa melupakan kesedihanku karena dia juga baru berpisah dengan calon isterinya yang ketahuan selingkuh menjelang hari pernikahan mereka.

Aku merasa dialah yang mampu membahagiakan kami. 6 bulan usia pacaran kami (Juli 2011), aku diterima kerja di sebuah Perusahaan yang khusus mencari nasabah untuk investasi di bursa.

Hanya 2 bulan aku terima gaji sebesar 500 ribu belum lagi potongan-potongan yang harus kuterima sebagai syaratnya. Dan selebihnya hingga kini (Maret 2012) aku masih belum mempunyai nasabah dan aku tetap bertahan karena aku yakin “Rezeki anak pasti ada”.

Aku ingin membuktikan pada keluargaku bahwa “Aku Bisa” membiayai hidupku dan anakku tanpa bergantung pada keluargaku, aku tidak ingin menjadi beban mereka.

Tapi pastinya sekarang kondisi perekonomianku perlahan tapi pasti habis karena tidak ada pemasukan. Walaupun aku mempunyai pacar tapi aku tidak pernah mau menerima pemberiannya dan dia juga tidak pernah aku beri tahu masalah gajiku jika dia bertanya.

Terkadang aku sedih, menyerah, putus asa dan selalu bertanya, “apa yang salah dengan diriku ini?”. Apakah ini hukuman atas perceraianku? Aku merasa setiap langkah yang kubuat selalu gagal.

Terkadang aku menyalahkan Tuhan sebab segala usaha dan doa sudah kulakukan tapi belum juga berhasil. Aku juga merasa iri dengan teman-temanku yang sudah berhasil. Namun kembali lagi aku berpikir mungkin ini adalah cobaan dan belum rezekiku.

Aku yakin bahwa aku bisa seperti teman-temanku yang sudah mendahuluiku. Aku yakin, Tuhan tidak akan memberikan cobaan jika Hamba-Nya tidak sanggup.

Meskipun begitu aku selalu merasa bahagia karena kekasihku selalu ada disisiku saat aku membutuhkannya. Hanya dialah yg selalu menghiburku dan selalu mencurahkan perhatiannya pada kami.

Tapi keluargaku tidak ada yang setuju karena dia dari keluarga yang tidak mampu apalagi orang tuanya juga sudah meninggal. Kini 2,5 tahun sudah kami jalani dengan cara ‘BAKSTREET’ namun restu keluargaku tak kunjung datang walaupun sudah berulang kali dia berusaha melamarku.

Aku tidak kuasa melawan keluargaku seperti dulu lagi. Aku sekarang bukanlah seorang wonder woman seperti dulu yang bisa mewujudkan apa saja yang kuinginkan. Aku hanya seorang wanita lemah yang hanya bisa pasrah pada keadaan.

Kini kembali aku bagai buah simalakama. Aku harus memilih mengorbankan kebahagiaanku atau kebahagiaan anakku karena sesungguhnya anakku tidak bisa menerima pria lain selain ayahnya.

Dan kini suamiku memintaku kembali padanya, bulan April 2012 nanti aku berniat kembali pada suamiku karena ternyata dia masih mengharapkanku dan aku ingin mengembalikan kebahagiaan keluargaku yang dulu hilang demi anakku satu-satunya apalagi keluargaku setuju.

Aku bingung karena hingga kini aku belum bisa meninggalkan kekasihku yang sangat kucintai yang selalu ada saat kubutuhkan dan selalu mencintaiku sepenuh hatinya.

Namun yang pasti aku harus bisa meninggalkannya walaupun aku tidak tahu apakah aku bisa atau tidak karena aku sangat menyayanginya sepenuh hati.

Aku tidak ingin ada istilah “perselingkuhan” nantinya dalam keluargaku karena aku juga membenci kata-kata itu. Aku tidak tau apa pilihanku benar atau salah. Aku hanya berharap bisa meraih kebahagiaan dalam hidupku. AMIN

Bapak, Ibu.. Maafkan Anakmu Ini

Aku dibesarkan dari keluarga berada. Kakekku mempunyai tanah luas di Kota Balikpapan. Aku cucu pertama di keluarga kami jadi tidak heran jika aku dimanja, terutama oleh kakek nenekku. Pada tahun 1999, kondisi ekonomi keluarga kami berubah. Sejak tanteku meninggal kakek-nenekku drop. Semua asetnya dijual, Ayah ibuku terpaksa merantau ke kota Batam.

maafkanAku masih dititipkan ke kakek nenekku, namun karena aku susah diatur dan agak tomboy aku diambil alih oleh orangtuaku. Di kota Batam aku memulai kehidupan baru, hidup dari nol. Orangtuaku tidak punya apa-apa, aku kasihan kepada mereka. Aku mulai giat belajar, sifatku mulai ku ubah.

Perlahan tapi pasti aku dapat rangking dikelas. Lulus SD aku dapat beasiswa. Aku menjadi kuper saat SMP dan sama sekali tidak menarik, tidak ada laki-laki yang melirikku.

Masa ABG kulewati tanpa punya pengalaman berpacaran. Lulus SMP, aku kembali dapat beasiswa full di SMA, Aku mulai belajar berdandan untuk menarik lelaki, akhirnya aku dapat pacar.

Tidak tanggung-tanggung, dalam waktu singkat aku bisa punya empat pacar. Ciuman pertama kudapat dari pacar ke empatku yang paling cakep, namanya Agus. Lulus SMA aku melanjutkan ke Akademi kesehatan di Kota Semarang. Aku bergaul dengan siapa saja bahkan ikut organisasi mahasiswa di kampus. Akupun berkenalan dengan pacar kesepuluhku berinisial Endy.

Sejak SMA aku sering gonta ganti pacar. Si Agus mantan pacarku masih sering menggangguku. Sewaktu pacaran dia sering membawakanku apa saja. Mungkin dia kecewa dan sakit hati karena dia kuputuskan makanya dia begitu. Dia juga mengganggu hubunganku dengan Endy. Aku dan Endy satu kelas, dia sering antar jemput aku.

Hubungan kami semakin dekat dan akhirnya kami melakukan hubungan suami istri. Sejak saat itu Endy sangat protektif, aku tidak diperbolehkan bergaul dengan siapa saja, bahkan mantan pacarku si Agus pun dia lawan. Rahasia ini aku simpan, orangtuaku tidak boleh tahu.

Di kota Semarang gaya hidupku mulai berubah, tidak segan aku berbohong kepada orangtua untuk meminta uang. Akhirnya aku tejebak kepada tuntutan gaya hidup borjuis yang kujalani. Aku tidak bisa meminta terus ke orang tua sementara Endy tidak bisa memberikan aku apa-apa. Aku menyadari aku tidak akan bahagia dengannya. Aku meninggalkan Endy walaupun sebenarnya aku sangat menyayanginya.

Endy tidak bisa terima ia bahkan sering mengancamku bahkan memukuliku. Akhirnya aku mengambil jalan untuk pindah kuliah untuk menghindari Endy. Dosen, teman-temanku dan orangtuaku bahkan tidak mengerti keputusanku. Orangtuaku sangat kecewa tapi mereka menyetujuiku kembali kuliah. Aku pindah ke sebuah PTS di Jogjakarta.

Di kota ini, aku bukannya membaik, aku malah bertambah malas dan jarang masuk kuliah. Aku berkenalan dengan Anto yang merupakan keluarga dari temanku. Karena tertarik kedewasaannya, aku ikuti katanya untuk tinggal bersamanya. Aku memutuskan berhenti kuliah. Hubungan kami ditentang keluarganya karena kami kumpul kebo duluan lalu nikah siri.

Keluargaku tidak tahu menahu kalau aku sudah pindah ke kota Jogja bersama Anto. Akhirnya mereka menghubungi keluargaku, keluargaku marah besar. Bahkan mereka menjemputku pulang. Mereka melarang aku berhubungan dengan Anto lagi. Tapi aku tidak bisa lepas dengan Anto karena aku sudah hamil. Keluargaku tahu, dan janinku mulai diaborsi. Aku memberitahukan kepada Anto kalau aku hamil tapi dia tidak percaya.

Upaya aborsi itupun berhasil, aku sering diminumkan jamu peluruh oleh ibuku. Aku dengar ibuku juga pergi kedukun untuk menjauhkan aku dari Anto. Memang pada akhirnya aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Anto sejak peristiwa itu. Aku mulai menata kembali hidupku yang suram.

Sekarang aku kembali ke Batam tinggal bersama orang tuaku. Aku jatuh bangun, aku sangat kasihan kepada orangtuaku yang mulai menua. Mereka masih memaafkanku dalam kondisi seperti itu bahkan menerima semua hujatan tetangga tentang aku.

Tiga Tahun berlalu sekarang aku berhasil bekerja sebagai asisten bos di sebuah perusahaan. Orangtuaku tetap memberiku suppor . Aku sudah berdosa banyak dengan orangtuaku. Maafkan Anakmu ini.