Papa Meninggal, Hidupku Sengsara

Sebagai anak laki-laki dan satu-satunya dalam keluarga, hubunganku dengam papa sangatlah dekat, maka ketika papa meninggal dunia dan menghadap sang pencipta aku menjadi begitu sedih, depresi dan stress berhari-hari.

Aku dianggap penggangguMama seolah tidak mengerti keadaanku, ia mulai memaksakan kehendaknya dengan alasan toh segala keperluanku tetap dicukupkan, katanya wajar kalau mama juga ingin aku menuruti keinginannya.

Walau mama aktif di Gereja, bukan berarti tidak ada permasalahan dalam hidup kami, justru hancurnya perekonomian keluargaku gara-gara mama tertipu temannya yang juga terhitung masih keluarga kami.

Singkat cerita, kami harus kehilangan rumah yang puluhan tahun kami miliki, bahkan kami harus menumpang di rumah teman mama yang anak-anaknya sangat menyebalkan.

Kami disana seolah-olah menjadi pengemis. Mereka dengan lancang menggunakan barang-barang milik kami tanpa izin, membatasi ruang gerak kami dan sengaja membuat kami merasa tidak betah.

Akhirnya kami memutuskan untuk tinggal di kontrakan yang lebih mirip gubuk karena sangat sempit, kami harus tidur bersama dengan tumpukan barang di sekitar kami. Yang lebih menyakitkan, sejak papa tidak ada, keluarga seolah tidak mau peduli lagi dengan kami.

Mereka dulu hanya sungkan dan juga selalu merepotkan papa. Sekarang setelah beliau tidak ada, mereka tidak lagi mau tahu apa yang terjadi pada kami. Melihat keadaanku yang emosional, mama memintaku ikut pelajaran Alkitab di Gereja.

Jujur saja aku malas, karena materi yang diberikan terlalu sederhana, memangnya aku masih bocah? Tapi dari pada mama makin mengomel, dengan berat hati aku ikuti pelajaran itu.

Menjelang akhir pelajaran, diadakan retreat, yang menjadi mentorku adalah wakil gembala Gereja kami. Mulanya aku menanggapi beliau biasa saja, namun diluar dugaan, beliau memintaku memanggilnya papa.

Sepotong kata itu benar-benar mengubahku, aku senang sekali, seperti anak kecil mendapat permen. Wakil gembala pun tidak sungkan menunjukkan sikap mesra padaku di depan semua orang, apalagi sejak itu, intensitas kami dalam bertemu dan berkomunikasi semakin banyak.

Teman-temanku juga senang melihat perubahan yang terjadi padaku. Sayang, semua tidak berlangsung lama, entah kenapa tiba-tiba mama tidak suka melihat aku akrab dengan wakil gembala, padahal mama satu divisi dengan beliau, yang lebih menyakitkan lagi, mama mengatakan hal-hal buruk yang tidak pernah aku lakukan!

→ Cerita curhat menarik lainnya: Aku Anak Yang Tak Diharapkan

Saat aku tanya mama selalu menutupi siapa yang menyebarkan fitnah tersebut. Tapi Tuhan memang Maha adil, dalam satu kesempatan aku berhasil mengetahui bahwa banyak orang di Gereja yang tidak suka padaku. Dan ternyata penyebar fitnah itu adalah seorang wanita yang sudah aku anggap kakakku sendiri.

Karena diam-diam dia jatuh cinta pada wakil gembala, sungguh menjijikkan! Mengejar pria berisitri namun malah memfitnahku? Sejak itu hubunganku dengan wakil gembala mengalami pasang surut.

Aku sering kasar padanya, supaya dia membenciku, aku pun lebih memilih pergi ke Gereja lain dengan teman-temanku, dimana aku mendapat penerimaan, penghargaan, penghormatan layaknya seperti orang lain.

Aku Bahagia Kekasihku Menceraikan Istrinya

benci istri pacar

Namaku Dina, ceritaku bermula ketika aku dipindahtugaskan ke kantor pusat di Singapura. Di sana aku berkenalan dengan seorang lelaki warga sana yang bekerja satu kantor denganku, sebut saja namanya Wawan. Awalnya pertemananku dengan wawan biasa saja, tetapi mungkin karena keseringan bertemu membuatku jadi suka kepadanya. Diapun sepertinya memiliki perasaan yang sama terhadapku.

benci istri pacarSuatu malam Wawan mengajakku makan malam di sebuah restauran, dan di malam itu juga dia menyatakan rasa sukanya kepadaku. Aku menerima cintanya karena aku juga menyukainya. Aku masih ingat jelas malam itu, setelah makan kami melanjutkan memadu kasih ke kamar hotel dan melakukan hubungan layaknya suami istri.

Malam itu wawan bercerita tentang hidupnya, dia mengatakan statusnya adalah duda beranak tiga, dia juga bilang telah bercerai sejak tiga tahun yang lalu. Tiga anaknya tinggal bersama istrinya. Aku percaya saja dan cintaku kepadanya bertambah besar karena aku merasa dia sangat menyayangiku.

Satu tahun sejak malam itu akhirnya aku tahu kalau Wawan masih berstatus suami orang lain. Suatu siang, istrinya menelpon dan memakiku dengan kata-kata yang kasar. Jelas aku kaget dan bertanya ke Wawan, dia hanya bilang akan ke apartemenku nanti malam dan menjelaskan semuanya.

Cerita menarik lainnya: Hidupku Terombang-Ambing Di Antara Laki-Laki Beristri

Selama satu hari penuh siang itu aku mendapat sms berisi makian dari istrinya, semua sms itu ku forwad ke Wawan, aku butuh penjelasan.

Malam harinya, Wawan mengaku memang telah memiliki istri dan belum bercerai tapi dia mengaku akan bertanggung jawab kepadaku. Aku diajak ke rumahnya dan bertemu istrinya.

Akhirnya aku bersama Wawan bertemu istrinya. Kami berkenalan dan membicarakan hubungan kami bertiga. Wawan meminta persetujuan istrinya untuk menikahiku. Aku tahu istinya tidak setuju, dia begitu cemburu kepadaku, karena aku memang lebih cantik dan lebih muda darinya.

Malam itu, pertemuan kami berbuah pertengkaran. Istrinya terus mencaciku hingga aku pulang. Tidak hanya itu, keesokan harinya, dan keesokan harinya lagi, istri Wawan terus mengirimiku sms, memaki dan mencaciku, menyebut-nyebutku pelacur dan perempuan rendah. Begitu seterusnya, dari bangun pagi sampai malam, aku selalu saja diteror oleh istrinya.

Semua sms yang kuterima tidak pernah kubalas tapi kuforward ke Wawan. Hingga sekitar sebulan setelah pertemuan malam itu, aku mendengar sendiri Wawan menelpon istrinya dan mengeluarkan kata cerai. Wawan marah dan benci pada istrinya yang sering memakiku lewat sms.  Aku sangat bahagia karena jujur aku sangat benci istrinya itu.

Sekarang aku dipindah kerja lagi kembali ke jakarta dan kami berpisah untuk sementara. Aku sudah dinikahi siri oleh Wawan dan sekarang tinggal menunggu keputusan dari Pengadilan Singapura. Setelah mereka resmi bercerai aku bisa menikah resmi di sana.

Demikian cerita hidupku bersama pria beristri, aku yakin dia memang sangat mencintaiku, aku tak pernah meyuruhnya bercerai, tapi dia lebih memilihku ketimbang istrinya. Cerita cerai itu membuatku sangat bahagia karena bisa memilikinya, aku akan setia menunggunya karena aku sangat membenci istrinya.

Selingkuh Tak Terlupakan

Aku seorang Ibu rumah tangga, seperti umumnya wanita-wanita di kota, aku pun bekerja dan memiliki karir. Meskipun gaji suami tergolong tinggi tapi keinginanku berprestasi di luar rumah sangat besar. Dan aku bersukur karena suami tidak melarangku bekerja. Urusan anak-anak kami memiliki dua orang pembantu.

istri selingkuh saat kerjaOleh kantor suatu hari aku ditugaskan ke luar kota, mengikuti pendidikan khusus, aku menerimanya karena sangat baik buat karirku kelak, meskipun aku harus berpisah sementara dengan suami dan anak-anak. Aku dikirim ke Jakarta selama 6 bulan.

Di tempat pelatihan, aku bertemu dan berkenalan dengan ratusan orang lain dari seluruh Indonesia. Rata-rata mereka masih seumuran denganku. Dan kami seperti layaknya anak kuliahan lagi yang masih muda, ceria dan tertawa setiap hari. Suasana tempat kami latihan sangat nyaman, hubungan dengan teman-teman juga baik dan akrab.

Dua minggu pertama, aku melihat teman-temanku sudah mulai berpasang-pasangan. Duduk berduaan, makan siang berduaan, pokoknya kemana-mana berduaan. Padahal aku tahu rata-rata mereka sudah memiliki suami atau istri di kota masing-masing. Aku yang pendiam dan sangat mencintai suami dan anak-anak selalu berprinsip tidak mungkin dan tidak akan aku seperti mereka.

Namun ternyata, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.  Satu bulan pertama aku sudah mulai dekat dengan seorang pria muda yang juga seumuran denganku, dia sangat tampan dan sopan, cara bicaranya juga sangat halus. Aku sangat respek dan senang duduk dekatnya, kalau saja suamiku seperti ini pasti aku sangat bahagia, ujarku dalam hati.

Cerita menarik lainnya: Karena Selingkuh, Aku Kena Batunya

Awalnya dia sering menyapa dan duduk di dekatku saat kelas dimulai, saat itu tidak sedikitpun terbersit di kepalaku untuk berselingkuh dari suamiku yang baik dan sayang padaku. Tapi aku tak kuasa menolak godaan yang datang. Jauh dari rumah membuatku cepat terlena. Aku menyesal, menyesal sekali. Aku berusaha menutupinya dengan berpura-puta tidak kenal dan menjauh dari pria itu.

Tapi dia selalu saja datang dan menggodaku. Dan akhirnya aku luluh juga. Penolakanku tak terbendung lagi. Kami tidak hanya bercinta-cintaan tapi juga melakukan hubungan terlarang itu. Saban malam dia selalu ke kamarku atau aku yang ke kamarnya. Tidak ada lagi malu dan perasaan cinta ke suami saat godaan dan nafsu itu datang.

Akhirnya 6 bulan usai sudah kami harus pulang kembali ke kota asal. Menutup kasus yang amat sangat buruk. Namun kisahku ternyata belum berakhir. Aku ternyata belum bisa melupakannya. Setiap hari aku teringat dosa-dosa yang kami lakukan. Aku berdosa pada suami dan anak-anakku. Aku mohon ampun pada Tuhanku, namun aku belum bisa menghilangkan dia dari pikiranku.

Kami tak mungkin bersama. Aku tidak mencintainya, dia hanya kenangan bagiku. Tapi.. dia tak bisa hilang dari pikiranku walau sekeras apapun aku berusaha menghilangkannya dia tetap ada di pikiranku. Aku bingung dengan perasaanku, aku mohon bantuan pembaca sekalian, apa yang harus aku lakukan.

Aku Benci Suamiku!

cerita selingkuh benci suami

Namaku Niar (samaran), sekarang aku sudah menikah dan memiliki seorang anak berusia satu tahun. Cerita ini adalah kisah nyata yang kualami bersama suamiku saat berpacaran dulu. Kisah yang membuatku sakit hati dan benci terhadap suamiku. Dahulu saat berpacaran suamiku berselingkuh dengan wanita lain, berzina dan memutuskanku sepihak.

cerita selingkuh benci suamiSuamiku, sebut saja namanya Wawan, kami berpacaran tidak lama setelah aku putus dengan pacarku. Menurutku Wawan orang yang baik dan perhatian. Walaupun mantan pacarku beberapa kali menghubungiku dan mengatakan Wawan seorang playboy, tidak menghilangkan rasaku kepadanya. Aku bahkan hanya beranggapan mantanku itu cemburu dan ingin balik padaku.

Aku jatuh cinta kepada Wawan dan tidak sedikitpun aku meragukan kesetiaannya. Mungkin aku terobsesi dengan perasaanku sendiri dan menutup diri dengan banyak pendapat orang terhadap Wawan.

Hal ini pula yang membuatku menyerahkan segalanya kepada Wawan, kepercayaan dan harapan yang besar terhadapnya membuatku rela menyerahkan kegadisanku yang selama ini kujaga. Tak terhitung lagi berapa kali kami berzina, tak bisa lagi kami bedakan cinta atau nafsu, siang dan malam kami bergelut tanpa kenal waktu.

Tapi begitulah kata orang-orang, laki-laki kalau sudah mendapatkan apa yang dicarinya akan mencari hal lain yang lebih menantang. Wawan yang begitu kupercaya tega sekali meninggalkanku, alasannya pun sangat membuatku sakit hati, katanya dia telah menemukan wanita yang selama ini dia idamkan. Cerita selingkuh ini membuatku gelap mata dan sakit sekali, cintaku berubah menjadi dendam.

Aku akui selingkuhannya cukup cantik dan seksi, tidak menghiraukan perasaanku dengan mudahnya dia bilang putus. Bahkan yang paling menyakitkan adalah dia menceritakan hubungan mereka yang sudah sangat dekat selama ini.

Ternyata selain denganku, Wawan juga menjalin cinta dengan perempuan itu, hubungannya pun sudah sangat bebas, seperti denganku mereka juga aktif berhubungan intim.

Sakitnya hatiku mendengarnya, rupanya jika tidak bersamaku menghabiskan malam, Wawan bersama wanita itu.

Cerita menarik lainnya: Aku Tidak Mencintai Suamiku

Aku tidak mau menerima nasib dan pasrah begitu saja, keberanikan diri menemui orang tuanya, kuceritakan semua yang pernah kami lakukan bersama.

Aku menuntut Wawan menikahiku kepada orang tuanya. Meskipun Wawan bersikukuh menolak dengan alasan tidak cinta tapi aku tetap memaksa, dan akhirnya karena takut menanggung malu, orang tua Wawan menikahkan kami.

Sekarang usia pernikahan kami sudah memasuki tahun kedua. Wawan bekerja di sebuah perusahaan swasta sementara aku di rumah saja menjaga bayiku yang belum genap satu tahun. Kami tinggal di sebuah rumah kontrakan tidak jauh dari rumah orang tuanya.

Walaupun Wawan berusaha meyakinkanku bahwa dia telah melupakan mantannya, dan berusaha menjadi suami yang baik, entah mengapa kebencian di dalam hatiku tidak pernah hilang bila mengingat masa lalunya. Aku tidak bisa mempercayainya, dalam hatiku tersimpan luka dan dendam yang tak bisa terobati. Kadang timbul kebencian dan kemarahan yang tidak jelas alasannya.

Aku Masih Mencintai Mantan Kekasihku

Cerita cinta menincati mantan

Sekitar 15 tahun yang lalu, aku menjalin asmara dengan seorang gadis, sebut saja dia IY, dia seorang gadis manis dan punya senyuman yang sangat menawan, dia tetanggaku sendiri satu RT, waktu itu umurku 19 tahun, baru menginjak bangku kuliah semester 2, sedangkan dia berumur 14 tahun, kira-kira masih kelas 2 SMP, hmmm.., mungkin banyak yang tidak habis pikir kenapa aku memilih cewek yang masih belia.

Cerita cinta menincati mantan

Yach, awalnya aku sendiri tidak percaya terhadap keputusanku. Aku beranikan diri untuk menyampaikan maksud baikku kepada orang tuanya kelak aku akan menikahinya. Alhamdulillah, orang tuanya mau menerima maksud baikku dan beliau berpesan untuk menjalin hubungan secara baik.

Hari demi hari aku lalui bersamanya, banyak kisah suka dan duka yang kami alami, setelah lama aku mengenalnya, sedikit demi sedikit aku mulai tahu sifat dan kebiasaannya.

Cewek Libra, memang identik dengan cewek gaul, punya banyak teman, dan aktif. Seringkali aku dibuat cemburu olehnya karena teman laki-lakinya, tapi aku berusaha selalu mengalah dan sabar, karena aku berpikir dia masih muda, masih punya masa yang indah bersama teman-temannya, sering hubungan kami putus tapi sambung lagi, dengan masalah yang hampir sama, teman laki-laki.

Tapi rasa sayang dan cintaku telah menutupi rasa sakit hatiku karena cemburu.. iyaach.. aku memang sangat mencintainya, bersamanya membuatku bahagia. Hanya dia yang membuatku bisa tersenyum disaat sedih dan dia yang menghidupkan semangatku disaat putus asa.

Lima tahun kemudian kekasihku lulus SMA, dan dia memutuskan untuk bekerja daripada melanjutkan kuliah. Sebenarnya dalam hati kecilku tidak mengijinkan dia bekerja, karena jenjangnya masih panjang. Namun sekali lagi, karena aku sayang dia, keinginannya aku turuti. Dan akhirnya dia bekerja disalah satu perusahaan distributor mesin cuci tekenal.

Selama bekerja aku sering mengantarnya, suatu ketika aku mengantarnya bekerja dan disambut didepan kantor dengan managernya yang gagah dan tampan. Sesaat terbesit rasa was-was dalam hati jika suatu saat nanti managernya terpikat degan kekasihku, maklum kekasihku punya wajah yang menarik dan bertubuh seksi.

Semenjak bekerja perangainya mulai berubah, mudah tersinggung dan cepat marah, mungkin karena alasan capek ketika kerja. Tapi hatiku mulai gundah, apalagi ketika dia minta ijin untuk luar kota selama satu bulan di Pekalongan, aku tidak mengijinkan tetapi apalah arti keputusanku bila orang tuanya ternyata mengijinkan Akhirnya demi dia yang aku cintai, akupun mengijinkannya.

Selama dia di Pekalongan, komunikasi kami tidaklah lancar. waktu itu aku tidak punya ponsel yang bisa dihubungi. Dia minta untuk memakai telpon tetanggaku utuk komunikasi, katanya dia yang akan membayar beban telpon. Tapi aku merasa merepotkan tetanggaku dan akhirnya aku memilih menunggu kedatangannya sepulang dari luar kota.

Dan akhirnya setelah satu bulan dia pulang, bahagianya bukan main mendengar kedatangannya.bagai pungguk merindukan bulan..iya…aku kangen sekali padanya., akhirnya aku memutuskan untuk kerumahnya yg tidak jauh dr rumahku.Tapi harapanku untuk bisa melihat keceriaannya sirna sudah, dia marah besar padaku..

Setelah beberapa hari dia minta putus hubungan, dengan tanpa alasan yang jelas. Aku kaget, apa yang salah denganku, aku yang selama ini merindukan kedatangannya tiba-tiba harus mendengar kata putus darinya, dia sudah tidak mau lagi melanjutkan hubungan denganku.

Tapi apapun keputusannya, aku hargai karena aku sangat sayang padanya, aku hanya berpikir mungkin saat itu dia masih capek. Lain hari aku datangi rumahnya lagi tapi tetap saja dia bersikukuh ingin putus denganku. Ada Apa ini… pikirku. Dengan perasaan luka yang mendalam akhirnya aku terima keputusannya. Dengan filosofi, Jika jodoh, Allah pasti akan mempertemukan lagi denganku.

Ternyata yang aku khawatirkan dulu benar, Ketika sudah tidak lagi berhubungan denganku, dia sering dikunjungi managernya. “Inikah alasannya?” gumamku, semakin sedih melihat dia bersama orang lain, apalagi aku harus melihat dengan kepala sendiri karena rumahku sangat dekat dengannya. Yach, aku menyadari apalah yang bisa diharapkan dari laki-laki pengangguran berstatus mahasiswa ini dibandingkan dengan “laki-laki itu.

Tahun 2002 akhirnya dia menikah, dia resmi menjadi mantan kekasihku. Ya Allah, doaku untuknya bahagiakan dia dengan suaminya ya Allah. Jadikanlah keluarga yang engkau ridhoi. Berat rasanya hidup ini, rasanya seperti putus asa. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Ingin aku meninggalkan rumah tapi aku tidak tega melihat orang tuaku yang sering sakit-sakitan.

Selama 4 tahun aku berada dirumah merawat orang tuaku sebelum akhirnya mereka meninggal. Kini aku tidak ada tempat untuk bersandar. Kekasihku yang aku cintai dan kedua Orang tuaku meninggalkanku tapi aku yakin pasti ada hikmah dibalik semua ini.

Hari hari aku masih selalu mengingatnya. Ya Allah aku benar-benar tidak bisa melupakan dia, sampai kapan rasa ini akan berakhir. Aku mencoba berbagai cara untuk melupakan dia dari hal yang baik sampai hal yang terburuk sekalipun. Tapi tetap tidak bisa. Rasanya seperti tidak adil, kenapa aku masih mencintainya sedangkan dia sudah bahagia bersama orang lain.

Ada yang menyarankan agar aku segera menikah, Setelah aku bekerja akhirnya aku ketemu jodohku dan menikah ditahun 2007 dan Alhamdulillah aku dikaruniai 2 orang anak laki2-laki yang lucu. Aku menyanyangi istri dan anak-anakku, tetapi tetap saja bayang-bayang masa laluku menyelimutiku. Apa yang terjadi denganku?

Beberapa tahun kemudian, aku mendengar dia sedang ada masalah dengan suaminya, suaminya terkena masalah pidana hingga masuk tahanan, aku ikut prihatin. Aku mencoba mencari kabar mantan kekasihku itu. Akhirnya aku temukan dia melalui akun facebook, aku mencoba masuk ke akunnya dengan memakai inisial berbeda.

Dan dia tahu jika itu aku. Akhirnya akupun berkomunikasi lagi dengannya, baru aku tahu bahwa ternyata dia sudah bercerai dengan suaminya.

Diapun meminta maaf apa yang telah diperbuat kepadaku dimasa lalu dan bercerita bahwa kehidupan rumah tangganya tidaklah bahagia meskipun dikaruniai 2 orang anak. Dia katakan masih mencintaiku seperti dulu, aku hanya diam menahan rasa yang sama.

Tapi lama kelamaan aku tidak kuat menahan rasa itu, bahwa sesungguhnya aku juga masih menyayanginya, maafkan aku istriku, aku tidak bermaksud menghianatimu, tapi jauh dilubuk hatiku ada orang lain yang lebih dulu singgah di hati dan tidak mau pergi dari hatiku. Aku tidak ingin meninggalkan keluarga yang aku sayangi, tapi aku juga tidak ingin kehilangan dia lagi seperti dulu.

Akhirnya akupun berhubungan lagi dengan dia meski sering hanya melalui telpon dan sms atau via facebook. Aku bahagia sekali, sama seperti dulu, seolah aku kembali ke masa lalu. Aku hibur dia disaat kesendiriannya, aku berikan semangat batin kepadanya. Aku tidak tahu sampai kapan ini berakhir, tapi aku tidak ingin berakhir. Dan aku mensyukuri kehadirannya, karena AKU MASIH MENCINTAINYA.

Istriku Kabur Dari Rumah Karena Pria Idaman Lain

istri kabur dari rumah

Dear pembaca,, Aku adalah seorang pria yang memilih menikah muda, aku menikahi pacarku saat usia kami baru 22 tahun. Aku sendiri saat itu masih duduk di bangku kuliah semester empat. Istriku adalah cinta pertamaku, aku tidak ingin dia meninggalkanku dan berpacaran dengan pria lain. Ketika dia kuajak menikah, dia mau saja.

istri kabur dari rumahDi awal pernikahan, masalah rumah tangga kami yang paling mengganggu adalah hubunganku dengan mertua.

Memang mertuaku tidak merestui pernikahan ini, tapi dengan semangat dan kegigihanku aku bisa menunjukkan kepada mereka bahwa aku bisa bertanggung jawab terhadap anak dan cucu mereka nantinya.

Jadi aku bekerja sambil kuliah di sebuah Universitas Teknik terkenal di Indonesia.

Tujuh tahun kuliah, akhirnya aku bisa sarjana. Saat itu aku sudah memiliki seorang anak berusia 4 tahun.

Sayangnya ketika Indonesia sedang krismon tahun 1997, ekonomi rumah tanggaku ikut-ikutan krisis. Bukan hanya itu, hubunganku dengan istriku ikut juga terganggu, apalagi ada pria idaman lain (pil) yang turut memperkeruh suasana.

Sebenarnya istriku adalah tipe istri yang setia dan penyayang. Tetapi keadaan ekonomi bisa membuat orang goyah. Apalagi saat itu aku juga tengah digoda oleh seorang wanita, yang sebenar-benarnya tidak ada hubungan apa-apa denganku. Dan bahkan sudah kutolak walau secara halus.

Beberapa teman wanita di kantor, teman kerja, relasi, pokoknya siapapun yang dekat denganku selalu memicu pertengkaran. Istriku terlalu sensitif dan cemburu berlebihan terhadapku, ditambah dengan kompor dari seseorang yang dia anggap sebagai kakaknya, yang pada akhirnya istriku sendiri sadar bahwa lelaki ini hanya ingin memiliki dia dan memperpanas hubungan asmara kami agar dia bisa dekat dengan istriku.

Aku sering meyakinkan dia bahwa bagiku Istriku hanya dia semata, cintaku hanya dia seorang. Sembari aku berintrospeksi dan memperbaiki cara bergaulku yang membuat dia marah. Namun itu semua sia sia.

Pada saat asmara kami retak, sebelum istriku menyadari jebakan lelaki ini, dia sering kabur dari rumah dan meninggalkan anak kami sendirian di rumah.

Istriku tinggal bersama saudara lelaki ini, yang akhirnya terbongkar juga bahwa lelaki ini sudah memiliki istri. Keluarga dan orang tua istriku sendiri sudah sering menasehatinya bahwa lelaki itu bukan orang baik dan tindakannya pergi dari rumah bukan hal yang benar.

Tetapi entah mengapa semua nasehat ini tidak pernah dia dengar. Bahkan lelaki bangsat ini berperilaku seolah dia malaikat dan pelindung bagi istrku. Bersama adik iparku, aku sering keluar rumah malam-malam hanya untuk mencari ke mana istriku kabur.

Sejak saat itulah aku mengenal dunia malam. Dunia yang aku hindari pada saat jaman mahasiswa dulu. Bukan untuk dugem tapi untuk mencari keberadaan istriku.

Aku sangat takut terjadi apa apa dengannya. Karena aku anggap istriku sedang dibuat tidak sadar oleh lelaki ini. Bahkan aku pernah berantem fisik dengan lelaki ini, yang anehnya justru dilindungi oleh istriku dengan pasang badan pada saat aku mau pukul dia.

Pernah suatu saat aku tertidur hingga pagi di kursi di dalam club malam karena kecapekan mencari istriku dan tidak berani pulang karena kuatir mertua tahu. Paginya aku langsung ngantor sambil terkantuk kantuk.

Dalam kegundahanku aku pernah diajak manajerku dugem untuk melupakan masalahku. Saat inilah setan merasukiku, lewat ajakan manajerku aku menelan pil koplo bahkan aku diajak menemani wanita panggilannya pada saat dinas luar kota.

Sekuat tenaga aku menolaknya, sekuat tenaga pula setan itu mencekoki aku. Aku tidak pernah tenang bekerja bahkan pada saat dinas luar kota. Aku tidak bisa tidur mengingat di mana gerangan istriku di malam saat aku tidak di rumah.

Aku seperti orang gila. Saat itulah manajerku bermaksud menghiburku, selalu mengajakku dugem dan bergembira. Akhirnya aku tak kuasa menghadapi setan.

Aku terjerembab dalam pil setan, beruntungnya aku tidak begitu maniak dengan sex liar. Aku masih mengharapkan sex dari istriku. Pada saat-saat kritis ini ada beberapa wanita mendekati aku, mereka tahu masalahku, mereka simpati. Bahkan seolah pasrah menawarkan mendampingiku.

Tapi aku sadar, bahwa mertuaku sangat mendambakan ketabahanku menghadapi ulah putrinya. Aku sadar dulu pernah berujar akan membahagiakan anak dan cucunya. Aku tolak semuanya dengan halus dan meninggalkan mereka dengan kekecewaan. Tuhan, maafkan hambaMu ini.

Keadaan semakin memburuk, baik di rumah maupun di kantor. Aku tidak tahan selalu sedih melihat putriku yang berangkat sekolah SD sendiri tanpa mamanya.

Aku tidak tahan lagi menasehati istriku dan keluyuran setiap malam malam mencari dia kalau kabur. Di kantor aku juga tidak tahan dengan ajakan bos aku untuk happy-happy.

Pada saat itu aku memutuskan resign dari perusahaan, dan bekerja jauh dari rumah. Jauh dari semuanya. Alhamdulillah aku dikirim ke Jepang 1 tahun lebih dan akan ada ikatan dinas 5 tahun di grup perusahaannya di Indonesia.

Dengan berurai air mata aku meninggalkan anak semata wayangku, bapak ibuku dan mertuaku yang menyayangiku. Maafkan aku semuanya, aku harus pergi jauh, semoga bisa membawa banyak perubahan, pada ekonomi keluargaku, rumah tanggaku dan karirku.

Aku tetap mencintai istriku dan berdoa semoga sepulangku dari Jepang nanti semua akan kembali normal, atau setidaknya gelas yang sudah pecah itu bisa aku rekatkan kembali.

Itu adalah kisahku 14 tahun yang lalu. Semoga para pembaca dan saya sendiri bisa mengambil hikmah dari semua cerita nyata ini. Masih ada cerita menarik sepulangku dari Jepang hingga saat ini.

Apabila ada waktu aku akan tuliskan lagi untuk berbagi ceritadengan para pembaca. Mohon maaf bagi yang kurang berkenan atas tulisan ini dan selamat malam, sampai jumpa.

Kekasihku Menikah Dengan Pria Lain

pacar menikah

Singkat cerita, bulan Oktober kemarin aku berencana melamar cewekku. Sebelum melamarnya aku tanyakan terlebih dahulu apa dia punya keinginan yang sama. Cewekku jawab “ya”. Setelah itu aku mulai mempersiapkan acara lamaran termasuk memberi tahu orang tuaku.

pacar menikah
Kekasihku Menikah Dengan Pria Lain

Satu minggu sebelum aku melamar, tiba-tiba cewekku bilang dia belum siap menikah. Entah kenapa dia berkata seperti itu, aku sangat sedih dan merasa dipermainkan.

Akhirnya kuputuskan berpisah dan meninggalkannya. Pikiranku saat itu adalah mencari wanita lain untuk kujadikan istri. Aku merasa sangat kecewa dengannya.

Yang membuatku semakin sakit hati adalah, dua hari setelah itu, aku mendapat kabar yang menyesakkan dadaku. Dia menelepon dan mengabariku kalau minggu depan dia akan menikah dan dia minta doa restu dariku.

Alangkah sakit hatiku mendengarnya, aku betul-betul memutuskan untuk jauh-jauh darinya. Sampai akhirnya di awal Desember dia melangsungkan pernikahannya dengan lelaki lain. Alangkah hancur hatiku saat itu.

Aku mencoba tegar dan terus menjalani hidup tanpa dia, namun entah mengapa, minggu kemarin dia mencari-cari diriku, aku tahu itu dari adikku yang dia hubungi lewat sms dan bbm.

Dia sudah istri orang lain, tentu aku harus jaga jarak, apalagi semua orang tahu kita pernah berpacaran lama. Jadi ku putuskan tidak menghiraukan komunikasi yang coba dia bangun lagi denganku.

Aku kekeuh gak mau kenal dia lagi, meskipun jauh dilubuk hatiku selalu ada rasa yang menginginkan dia, yang merasa sakit jika mengingat dia telah menikah dengan pria lain. Tidak bisa kupungkiri aku masih sayang dia.

Sampai suatu hari, karena tidak tahan dengan perasaan sendiri, kuputuskan menghubunginya, aku juga penasaran mengapa dia terus mencari informasi tentangku.. dan ternyata yang terjadi tidak seperti yang kubayangkan.

Setelah berbincang-bincang dengannya, aku tahu kalau dia baru keluar dari rumah sakit karena percobaan bunuh diri. Ternyata pernikahan itu adalah kemauan orang tuanya.

Aku heran jaman seperti ini masih ada Siti Nurbaya… dia pun menceritakan semuanya. Sekarang dia ingin cerai dari suaminya. Pernikahan yang seumur jagung itu harus dia akhiri karena dia tidak mencintai suaminya dan tidak merasa bahagia dengan pernikahannya.

Sekarang… entahlah.. tapi aku berharap dia kembali padaku setelah dia cerai nanti. Apakah aku salah bila memiliki rasa itu? dan apa salah bila dia juga mengatakan kalau dia masih sayang sama aku… dan cuma aku yang bisa bikin dia bahagia?

Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku bener-benar bingung, di satu sisi aku sayang banget sama dia, di sisi lain aku belum yakin sepenuhnya dengan apa yang dia katakan, mohon pendapatnya teman-teman pembaca.

Aku Benci Masa Lalu Suamiku

masa lalu suami

Sebut saja namaku Ena, aku menikah dengan seorang warga Taiwan yang menetap di Jakarta. Aku sangat mencintainya dan begitu juga dia, aku rasakan sangat besar cinta dan perhatiannya kepadaku. Tapi aku masih selalu dibayangi oleh masa lalu suamiku, kadang aku tidak tenang jika memikirkannya.

masa lalu suamiSaat awal kami pacaran dulu, dia tidak berani bercerita tentang hidupnya yang dulu kepadaku. Setelah satu tahun pacaran dia baru terbuka dan bercerita bahwa dia berstatus duda.

Sebelum bersamaku dia telah menikah dan bercerai sebanyak dua kali, sekarang dia punya empat anak dari istri-istrinya itu.

Aku benar-benar terkejut mendengarnya tapi semua sudah terlanjur apalagi kami sudah merencanakan pernikahan.

Aku pikir aku bisa menerimanya, apalagi anak-anaknya ikut mantan istrinya, dia juga sudah menyiapkan tabungan buat aku dan anak kami kelak.

Intinya aku merasa aman secara finansial tapi aku masih ragu dan kadang cemburu, karena dia masih berhubungan dengan anak-anaknya melalui Facebook. Setiap imlek aku juga harus berkumpul dengan anak-anaknya di rumah mertuaku, itu cara wajib warga China merayakan tahun baru.

Anak tertuanya sekarang berusia 24 tahun, seumur denganku. Di acara seperti itu yang seharusnya semua orang bergembira, menjadi sangat membosankan bagiku, tapi ini adalah jalan yang kupilih. Terkadang aku harus menyimpan cemburu dan berbesar hati cinta suamiku terbagi untuk mereka.

Aku harus dewasa, mereka ada sebelum aku mengenal suamiku, kewajiban seorang ayah adalah memberi perhatian kepada anaknya, tapi meski menyadari itu terkadang aku merasa sakit kalau melihatnya.

Apa yang harus kulakukan untuk membuang rasa cemburu ini pada anak-anaknya? egois adalah sifat manusia, dalam hati aku selalu berharap cintanya hanya untukku dan anakku, tapi dibalik semuanya aku tahu dia seorang suami dan ayah yang baik.

Aku Anak Yang Tak Diharapkan

Pernahkah kalian sadari betapa beruntungnya hidup yang kalian jalani? kalian mesti mensukurinya karena tidak menjalani hidup seberat hidupku saat ini. Aku berusia 20 tahun dan dibesarkan dari sebuah keluarga yang sangat kolot, yang hanya mengidamkan anak lelaki karena menurut mereka anak perempuan tak banyak berguna untuk meneruskan usaha keluarga ku.

cerita anak tak diharapkanTahun-tahun ku jalani hidup bagai seorang pembantu, di caci maki oleh ortu dan saudara-saudara lelaki (aku anak perempuan satu-satunya).

Semua pekerjaan rumah aku kerjakan tanpa terkecuali tapi mereka selalu merasa belum puas jika belum mengada-ada masalah untuk dapat memakiku setiap hari.

Aku merasa muak, bosan, benci pada mereka. Percayalah bahwa semua orang menganggap kami keluarga terpandang dan harmonis, tapi tidak bagiku.

Yang mereka inginkan hanyalah kesempurnaan dariku tanpa mempedulikan aku seutuhnya.

Sejak duduk di bangku sekolah aku memang telah berhasil memuaskan mereka dengan menyodorkan predikat tertinggi di sekolah, hal itu lah yang menunda mereka sejenak untuk tak menyiksa batinku.

Tapi setelah itu ? sejak kecil mungkin karena merasa tak pernah dianggap dan dipedulikan, aku mencoba memenuhi kebutuhanku sendiri, berdagang barang ke teman-teman,apa yang ku pakai dari ujung kepala hingga kaki adalah hasil kerjaku sendir.

Mereka pun tak pernah sekalipun mengurus SPP sekolahku, beda dengan kakak dan adik ku yang sangat dipenuhi apapun permintaan dan kebutuhannya.

Baca cerita menarik lainnya: Aku Diperkosa Kekasihku Sendiri

Aku selalu memendam kesedihanku sendiri, aku tak pernah bisa terbuka pada mereka terhadap semua masalah yang ku hadapi, aku tertekan dan berusaha mencari penyelesaian sendiri.

Hingga suatu pagi di kamar mandi, aku berdarah, yaa, mulutku mengeluarkan banyak darah, kusadari penyakit ku semasa kecil semakin parah dan beginilah jadinya.

Tiap pagi aku terus mengeluarkan darah dan semakin banyak, aku mulai jatuh sakit, tapi mereka tetap menyiksaku dan malah menyalahkanku, sungguh remuk rasanya menangis setahun penuh pun tak akan bisa mengembalikan kekecewaanku selama ini.

Untungnya aku masih memiliki seorang malaikat yang sangat mencintaiku dan selalu berusaha membuatku bahagia. dialah yang mempedulikan kesehatanku dengan membawa ku aktif check up ke dokter.

Dan suatu pagi, tak sengaja mama memergoki ku saat kembali memuntahkan darah, kulihat dari sorot matanya begitu terkejut.

Baru kali ini aku melihatnya menangis tersedu-sedu seumur hidupku. tapi sudah terlambat, sakitku hanya tinggal menunggu waktu, kenapa baru mempedulikan aku setelah aku terbaring?

Tapi apapun yang terjadi, aku sangat menyayangimu mama, papa, dan kakak – kakak ku serta adik ku, meski kalian tak pernah menyadari betapa sakitnya hatiku kau lukai.

Penyesalan Abadi

Ini adalah kisah hidupku saat aku masih SMP dan berlanjut ke SMA. Seperti anak SMP lainnya, aku belajar, bermain, dan mempunyai cinta. Sebut saja namanya Rio (nama Samaran). Aku mengenalnya saat aku kelas 3 SMP, berawal dari fotoku bersama seorang teman, kebetulan Rio adalah sepupu temanku, sebut saja namanya Welli.

penyesalan abadiRio sering mengirim salam padaku, aku menanggapi biasa aja, karena pada saat itu aku juga sudah mempunyai cowok.

Tapi Rio tidak berhenti sampai disitu, dia sempat datang menemuiku ke sekolah. Saat itu dia udah SMA, dia berbeda 3 tahun dengan usiaku.

Rio anak yang ramah, baik dan cepat akrab dengan ke 3 temanku yang lain, Trisna, Wisnia dan Welli.

Karena keakraban itu akupun tidak merasa canggung untuk dekat dengannya. Aku pikir biasa aja, dia juga dekat kok dengan teman-teman ku yang lain, kenapa aku harus GR, pikir ku dalam hati.

Tanpa disadari karena kedekatan kami itu membuat kecemburuan pada cowokku, Imap (samaran).

Awalnya aku tidak menyadari itu, tapi Imapnya juga nggak ngomong kalau dia cemburu makanya aku diam aja. Akhirnya aku mengetahui hal itu dari temanku Romi. “Imap cemburu tu, Loe juga sie dekat-dekat sama orang asing itu,” begitu lontar Romi. Kata-kata Romi membuat ku berpikir panjang dan membuat aku menjauhi Rio.

Rio yang curiga dengan sikapku, berusaha mendekatiku dan ingin mengetahui kenapa sikapku berubah padanya, akhirnya aku jujur padanya “Rio, aku udah punya cowok, dan sekarang dia marah padaku karena kedekatan kita”. Rio dengan santai menjawab, “Ya, aku sudah tau, dan emang kenapa?”.

Aku tertegun mendengar ucapannya, dan sempat terpikir kalau aku hanya GR saja. Ternyata dia hanya menganggapku sebatas teman.. hehehehe

Kedekatanku dengannya semakin menjadi, aku menjadi terbiasa dia kunjungi dan kami berdua semakin terbiasa jalan bersama. Aku sudah menganggap dia sebagai temanku sendiri tanpa harus khawatir dengan cowokku.

“Dia hanya mengganggapku teman, dan tidak ada apa-apa diantara kita, kamu percaya aja sama aku”. Kata-kata itu yang membuat Imap percaya padaku.

Namun malam itu, perasaanku menjadi aneh. Saat dia kerumahku sendiri, biasanya dia selalu bersama sepupunya yang juga temanku Welli, namun perasaanku segera kutepis setelah dia bilang kalau “Welli ketiduran, tapi aku ada perlu mendadak jadinya aku sendiri aja ke sini, ngak papa kan?”, “Iya”, jawab ku.

Suasana kembali asik, kami pun bercanda seperti biasanya. Tidak ada yang janggal dan aneh. Tapi saat dia pamit pulang, “Aku pamit dulu ya, tapi ada hal yang harus aku sampaikan. Aku sayang sama kamu, aku ingin kamu jadi pacar aku, aku tahu kamu sudah punya pacar, tapi aku masih berharap. Tapi malam ini aku ingin tahu harapan itu apa ada?”

Serasa petir menyambar di telinga ku, apa ini? Perasaan ku jadi aneh, bercampur-campur tak menentu. Kenapa dia harus mengatakan ini? Tanpa harus berpikir aku menjawab pertanyaannya dengan singkat, “Kalau kamu menginginkan lebih dari hubungan kita, aku tidak bisa berikan apa-apa padamu, karen aku sudah punya Imap dan nggak mungkin mengkhianatinya.”

Cerita menarik lainnya: Mengapa Cinta Tak Harus Memiliki?

Dia berlalu tanpa mengatakan apa-apa, sejak malam itu aku kehilangan dia, kehilangan perhatiannya. Dia tak muncul lagi.

Dua tahun berlalu sejak kejadian itu, sekarang aku sudah berpisah dengan sahabat-sahabat SMP ku, Kami telah tamat SMP dan sekarang kami sekolah di SMA yang berbeda. Begitu juga dengan hubunganku dengan Imap, Aku dan Imap pisah begitu aja, namanya juga cinta monyet.

Aku pun melalui hari-hari dan menikmati masa-masa SMA, sampai suatu sore. “Dian, ada tamu ingin ketemu,” suara itu membangunkanku dari lamunan. Kakiku segera melangkah meninggalkan kamarku dan beranjak ke ruang tamu. Dan saat ku liat siapa yang datang, tiba-tiba jantungku berdentang begitu kencang. “Rio?????”

Sejak saat itu, Rio kembali ada buatku, bukan sebagai teman, berkat perjuangannya yang kuacungkan jempol dia bisa memenangkan hatiku. Akhirnya dia jadi pacarku. Itu berlangsung sampai 2 tahun.

Selama jadi pacarku, Rio memang cowok hebat, penuh sabar menghadapi sikap kekanakanku yang beda 3 tahun di bawahnya. Dia selalu mengalah dan memahamiku dan tak pernah marah padaku, aku beruntung memiliki dia. Walau pun dia punya kesibukan apapun, dia selalu ada buatku, dia memang pahlawanku.

Tapi sekarang dia tidak bersamaku lagi, sekarang dia udah mempunyai seorang istri dan anak, dan itu bukan aku. Aku yang salah telah meninggalkan dia demi hal yang tak pasti dan menyia-nyiakan cintanya.

Penyesalan ini yang selalu membuat aku berlinang air mata, namun aku selalu mendoakan dia bahagia bersama keluarganya. Dan andai aku mempunyai cinta lagi, aku tidak akan pernah menyia-nyiakan cinta itu. Aku nggak mau menyesal ke dua kali.