Akhir Sebuah Penderitaan

cerita penyesalan

Awal tahun 2010, aku bertemu dengan seorang pria, sebut saja namanya Amir. Kami bertemu dan berkenalan di sebuah SPBU. Menurutku Amir cukup dewasa , itu mungkin karena umurnya 10 tahun lebih tua dariku. Saat itu aku masih 18 tahun dan dia sudah 28 tahun. Ini adalah cerita sedih yang kualami beberapa tahun lalu sebelum aku menikah dengan Amir.

cerita penyesalanSaat berkenalan itu, aku masih berstatus mahasiswi sebuah kampus dan Amir sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta. Awalnya aku merasa biasa saja, karena waktu itu kami sudah punya pacar masing-masing, jadi komunikasi kami hanya melalui hp dan facebook.

Dua bulan kami tetap menjalin komunikasi seperti itu dan akhirnya karena saling suka kami putuskan untuk pacaran. Dan seperti orang lain, hubungan kamipun sering mengalami pasang surut, mungkin ini juga karena ego ku yang terlalu besar.

Akhirnya kami putus komunikasi, dia merasa aku selalu membuat dirinya kesal. Aku sakit hati dan sedih banget karena aku tidak tahu apa kesalahanku.

Dan setelah dua bulan berlalu, dia menelepon kembali dan mengajak untuk baikan. Pada saat itu yang ada dipikiranku hanya keinginan untuk balas dendam. Tapi anehnya, niatku itu tidak kunjung kulaksanakan, aku malah merasa mulai mencintainya.

Akhirnya kami jadi lebih sering bertemu, dia juga sering bertamu ke rumah dan untuk memadu kasih kami selalu janjian di luar karena ayahku sangat tidak suka kalau aku pergi berduaan dengan laki-laki.

Hampir satu tahun kami pacaran, dan akhir-akhir ini aku merasa dia mulai tidak perhatian lagi kepadaku. Aku sendiri tidak tahu apa penyebabnya, aku pikir mungkin dia punya pacar lain. Aku bingung. Dan dalam kebingungan itu aku berkenalan dengan pria lain yang sering lewat di depan rumahku.

Dari berkenalan itu kami jadi sering bercanda, dan tanpa sepengetahuan orang tua dan Amir, kami berpacaran sembunyi-sembunyi.

Sebut saja namanya Rivan. Tapi Rivan sudah beristri, dia bilang rumah tangganya sudah mau hancur. Aku terlanjur menyenanginya, aku selalu rindu jika Rivan sekali saja tidak menelepon atau mengunjungiku di rumah.

Baca curhat lainnya:

Aku mulai melupakan Amir meskipun hubunganku dengannya masih status pacaran. Sekarang teman jalanku adalah Rivan yang lucu dan ganteng.

Kami sering bertemu di luar dan tanpa aku sadari kami melakukan hubungan suami istri, entah sudah berapa kali kami melakukannya, sampai akhirnya aku hamil.

Aku memberitahu Rivan perihal kehamilanku, Rivan kaget dan balik bertanya apa betul anak dikandunganku itu anaknya? Ya jelas aku bingung, aku tidak pernah berhubungan intim selain dengan dirinya. “Kamu kan punya pacar,” tanya Rivan yang membuatku semakin sakit hati.

Aku sangat sedih dan dalam keadaan seperti itu pacarku Amir justru tambah sayang padaku, dia tidak tahu bahwa aku telah ternoda. Aku merasa bersalah kepadanya.

Dalam hati aku menangis, Ya Allah kenapa semua jadi begini. Kalau saja Amir perhatian kepadaku dari dulu mungkin aku tidak akan membuka diri ke Rivan dan hal seperti ini tidak akan terjadi.

Pada awalnya aku tidak berniat menggugurkan kandunganku karena Rivan hanya mau menikahiku sebagai istri keduanya. Aku juga semakin sayang ke Amir, apalagi aku takut orang tuaku marah. Jadi aku pikir aku harus menutupi aibku ini.

Perutku semakin besar dan saat itu kandunganku sudah berusia 4 bulan. Orang tuaku mulai curiga tapi aku selalu berusaha menutupi dan bersikap biasa saja. Ibuku selalu bertanya apa aku sudah datang bulan atau belum, dan selalu kujawab sudah.

Akhirnya kutelepon Rivan, aku bilang mau menggugurkan kandunganku. Awalnya dia bingung tapi akhirnya dia setuju juga, diam-diam aku pergi ke tempat aborsi bersama Rivan. Tapi belum satu minggu aku menjalani proses aborsi, orang tuaku akhirnya tahu aku hamil.

Aku mengaku bersalah dan juga mengaku sedang menjalani aborsi, orang tuaku sangat kecewa, hampir-hampir shock, aku takut bapakku jatuh sakit. Belum lagi pacarku yang begitu hancur hatinya saat tahu aku hamil.

“Tapi kita kan belum pernah melakukannya?” tanya Amir. “Bukan sama abang, adik di perkosa,” jawabku. Itulah yang aku katakan kepada Amir dan orangtuaku. Dia marah, sedih dan kecewa, dia juga menangis.

Singkat cerita aku keguguran…

Amir sudah bicara dengan kedua orang tuaku, dia mengatakan aku keguguran dan bukan dia yang memperkosa diriku. Hatiku hancur melihat orang-orang yang aku cintai kecewa. Beruntungnya diriku, Amir tidak langsung meninggalkanku, karena dia sangat mencintaiku.

Kami pun menjalani hubungan seperti biasa tapi dia kadang masih bertanya tentang pria yang menodaiku. Jika menghadapi situasi begitu, aku hanya diam dan menangis, kemudian dia memelukku tanpa bertanya lagi, seakan mencoba memahami perasaanku.

Rivan sekarang sudah menghilang entah kemana, hubunganku dengan Amir semakin serius, Dia mengaku tidak bisa melupakan musibah yang menimpaku, tapi dia juga tidak bisa jauh dariku. Aku bilang kalau abang masih ragu kita pisah aja dulu, tapi dia bilang akan melamarku. “Semua itu musibah, abang akan terima semua kekurangan adik,” katanya.

Akhirnya Amir melamarku dan tidak lama kamipun menikah dan resmi menjadi pasangan suami istri. Alangkah bahagianya diriku punya suami yang sayang kepadaku. Sampai sekarang dia masih memanjakanku, dia benar-benar mengubur musibah yang pernah menimpaku.

Tapi dia sangat pencemburu, aku tidak diberinya ijin keluar rumah tanpa dirinya, tapi tidak apa karena aku tau dia cinta dan sayang kepadaku. Terimakasih Ya Allah, Kau telah memberikan anugerah terindah dalam hidupku. Cerita sedih yang pernah kualami akhirnya berakhir dan berbuah kebahagiaan.

Aku Butuh Cinta

Cerita butuh cinta

Empat tahun kami menikah dengan 1 orang putra semata wayang. Saat ini kami masih tinggal di rumah mertua karena kami punya usaha sampingan warnet yang berdiri di halaman depan rumah mertuaku, yang kondisinya hanya cukup untuk usaha dan tidak bisa dijadikan tempat tinggal. Jujur aku merasa risih tinggal bersama mertua, aku merasa tidak bebas mengatur diriku dan suamiku, apa-apa harus dengan monitor ibunya.

Cerita butuh cintaSuatu hari aku minta ke suamiku untuk pindah dan kos di tempat lain, tapi suamiku menolak, alasannya usahanya siapa yang bakal jaga malam hari karena hanya ada 1 karyawan, itupun waktu kerjanya di siang hari saat aku dan suamiku kerja.

Dan juga siapa yang akan menjaga anak kami kalau kami berdua berangkat ke kantor. Alasan suamiku ada benarnya dan aku tidak bisa lagi mendebatnya.

Jadi enak tidak enak dengan terpaksa aku tinggal satu atap dengan mertua dan kakak sulungnya yang juga sudah menikah tapi tinggal di sana, ditambah nenek wedoknya. Aku orang yang selalu ingin simpel di rumah, semua tugasku di rumah dikerjakan tetangga sebelah karena tempat dinasku yang jauh membuatku lelah jika sudah sampai di rumah.

Sindiran, protes dari orang di rumah adalah makanan hari-hariku, ditambah lagi sikap suamiku yang tidak bertanggung jawab, acuh dan tak perhatian membuatku tambah gak nyaman.

Suamiku pulang kerja langsung ke warnet buat main game sampai sore hari, padahal waktu tugas karyawan juga sampai sore. Tidurpun dia di warnet, hanya balik ke rumah buat mandi dan ganti baju. Hingga tiba pagi kami berangkat kerja dan kami pun tak sempat untuk bincang-bincang dan bertegur sapa.

Apa yang kualami membuat hidupku terasa sepi, suamiku tidak bisa mengurusku, dia tidak paham apa yang dimaksud tanggung jawab. Aku pernah sakit dan mengeluh kepadanya, tapi jawaban yang kuterima begitu menjengkelkan, jawabnya sana pergi berobat. Aku juga pernah dioperasi dan dia sama sekali tidak menemaniku.

Pernah juga aku diklat di luar kota dan harus tinggal di asrama beberapa hari, setiap malam teman sekamarku mendapat telepon dari suaminya sementara aku bahkan sms saja tidak ada.

Otak suamiku seperti sudah dicuci oleh game-game internet, sudah berulang kali ku katakan keinginanku untuk mencari 1 karyawan lagi yang bisa kerja di malam hari, agar saat malam dia bisa bersamaku tapi dia seolah tidak mendengar dan semakin acuh kepadaku.

Walau dia menduakan aku hanya dengan game-game itu, hatiku tetap sepi dan marah. Hingga suatu hari Hp suamiku ketinggalan di kamar dan aku melihat ada 10 panggilan masuk tak terjawab atas nama Ahmad, atasan suamiku di kantornya. Akhirnya telepon itu aku angkat karena aku memang sudah kenal dan pernah bertemu beberapa kali di acara kantor.

Aku tak tahu bagaimana ceritanya, setelah ngobrol lama di Hp, Ahmad meminta nomorku, dan mulai saat itu dia semakin rajin meneleponku sekedar nanya kabarku dan anakku, tentu saja saat suamiku tidak di rumah. Dan aku mulai curhat kepadanya, aku pikir dia atasan suamiku jadi siapa tahu dia bisa menasehatinya di kantor.

Ahmad pun juga curhat tentang kehidupan rumah tangganya, rasanya aku mulai merasa punya sandaran yang selama ini seolah tidak ada tempat untuk mengadu karena orang tuaku sudah nggak ada lagi.

Hari minggu tidak sengaja ketemu dia di outlet kembang hias kebetulan hobinya sama denganku, jadi banyak kecocokan yang kurasa, perhatiannya mulai kurasakan, hingga diam-diam dia biayai kuliahku, puncaknya sewaktu ada pameran perhiasan dia ajak aku janjian untuk melihat-lihat, katanya sekedar untuk ngilangin suntuk, dan tanpa kusangka saat kami makan dia langsung minta jari aku dan dia pasangkan cincin permata dijariku.

Aku tercengang, tak mampu menolak, yang aku rasa adalah kasih sayang dan perhatian yang selama ini tak kudapat dari suamiku, seperti haus bertemu air aku dibuatnya. Sambil menangis dia bilang “maafkan aku, kalau aku mencintaimu,,, aku tau kau butuh perhatian, kasih sayang, sama seperti apa yang kurasakan.

Ya Tuhan aku harus bagaimana, aku sudah punya suami, tapi aku juga tak ingin menyia-nyiakan kasih sayang dan perhatian dari Ahmad. Seperti tau isi hatiku dia bilang gak usah bingung, kita jalani saja semua seiring waktu.

Dan kami pun resmi mengubah status dari sekedar teman menjadi sepasang kekasih, diam-diam kami sering jalan bareng, refresing berdua, dan layaknya sepasang kekasih aku pun dibelainya, dipeluk, dicium, hingga menyentuh bagian sensitifku.

Jujur aku menikmati semua perlakuannya kepadaku, hanya saja kami tidak melanjutkan hubungan intim walau dia pernah mengajakku tapi selalu kutolak karena aku masih takut dosa, walau sebenarnya batin ini sudah sangat menginginkannya, maklum selama ini hubungan intim dengan suami hanya 1 hingga 2 bulan sekali itupun dia lakukan tanpa memuaskanku.

Ya aku merasa bersalah dengan suamiku namun aku telah berusaha membuatnya mengerti keinginanku tapi yang kudapat hanya pertengkaran dari mulutnya, aku cuma ingin dicintai, diperhatikan seperti orang-orang di bumi ini aku juga butuh cinta.

Aku harus bagaimana? mungkin aku adalah istri yang tak tahu malu, berani selingkuh di belakang suami. Aku bingung apalagi sekarang Ahmad telah menceraikan istrinya dan dia menduda, dia mengharapkanku hingga orangtua dan keluarganya dia kenalkan padaku lewat hp, dia selalu bertanya tentang keputusanku, jujur aku masih mencintai suamiku, perjuangan yang tak sedikit kutempuh dari pertama menikah tak punya apa-apa sama-sama pengangguran hingga kami bisa mapan itu semua tak semudah membalikkan telapak tangan tapi ini juga yang buat aku kecewa padanya mengapa dia tak melihat ke belakang.

Ahmad tak lain hanya pelarian bagiku dan aku masih berharap suamiku bisa berubah, sedangkan Ahmad selalu dengan berusaha merebut hatiku dengan perhatian dan kasih sayang. Apa yg akan ku lakukan? tolong aku, apakah ini murni salah ku?

Cinta Lama Bersemi Kembali

Cinta lama bersemi kembali, CLBK

Sebut saja namaku Alden, aku seorang ayah dari satu anak berumur 6 tahun. Aku seorang karyawan disebuah perusahaan swasta, jabatanku lumayan bagus sebagai asisten manager. Apa yang aku alami akhir-akhir ini seperti judul sebuah sinetron, CLBK alias Cinta Lama Bersemi Kembali.

Cinta lama bersemi kembali, CLBKYa, sebetulnya pernikahanku baik-baik saja, andai aku tidak bertemu mantan kekasih yang pernah membuat luka yang dalam di hatiku. Sebut saja namanya AL. Aku pernah berpacaran dengan AL ketika kami sama-sama masih kuliah. Sayangnya setelah 3 tahun membina hubungan, AL memilih menikah dengan pria pilihan orang tuanya.

Aku memang curiga dari awal kalau AL sengaja mencariku dan pertemuanku dengannya di sebuah Mall bukanlah tanpa sengaja. Dari beberapa kali pertemuan aku jadi tahu kalau kondisi rumah tangganya sangat tragis. Suami AL seorang pengangguran dan kerap memukulnya jika sedang mabuk. Terus terang aku tidak paham mengapa AL dulu memilihnya sebagai suami.

Meskipun aku tahu masalah AL adalah masalah rumah tangga yang tidak boleh aku campuri, tapi terus terang aku merasa tidak tega melihat orang yang aku sayangi dulu dengan tulus teraniaya oleh kerasnya keegoisan suaminya.

Tanpa sadar akhirnya pertemuan dan pertemuan yang sering terjadi antara aku dengan AL membuat hatiku seperti tersiram bunga nan semerbak. Aku menjadi mabuk dan lupa dengan keluarga sendiri. Hubunganku dengan AL sudah terlampau jauh menurutku, mungkin pembaca ceritacurhat.com bisa tahu sendiri apa yang dilakukan dua orang dewasa saat berduaan kalau bukan ML. Kalau mengingat itu aku selalu merasa bersalah, apalagi jika di rumah melihat anakku yang masih polos.

Cerita curhat lainnya:

Aku merasa bersalah telah masuk kedunianya yang sebenarnya bukan urusanku lagi. Tapi hati tidak bisa dibohongi kalau AL adalah kriteria wanita yang dari dulu aku impikan. Haruskah aku membohongi istriku, sampai kapan aku jalani dua kehidupan seperti ini.

Aku mencintai istri dan anakku, tetapi cintaku kepada mantanku sungguh berbeda. Ini mungkin yang disebut CLBK alias cinta lama bersemi kembali, cinta yang dulu kukira telah mati ternyata bangkit kembali, perjumpaanku dengan AL seolah memberi energi bagi rasa itu.

Sekarang aku bingung antara kewajiban sebagai suami dan perasaan yang selalu berharap AL mendampingi sisa hidupku. Tolong aku pembaca, terimakasih.

Cerita Cinta Wanita Muslim dan Pria Ateis

pacaran dengan pria atheis

Aku seorang gadis berusia 25 tahun dan tunanganku berusia 26 tahun. Kami sudah 5 tahun berpacaran. Sekilas, cinta kami terlihat sangat sempurna. Kami saling memegang komitmen janji cinta kami berdua.

Cerita cinta dengan pria atheisBanyak yang bilang, wajah kami mirip walau kami beda ras. Tunanganku WNA asal Inggris, sedangkan aku gadis tulen Indonesia. Tapi cinta kami terhalang di keyakinan.

Awal tahun 2007, awal pertemuan kami disebuah toko buku. Waktu itu dia tanya buku-buku tentang kebudayaan Indonesia. Karena aku sering ke toko buku tersebut, aku hafal buku itu ditaruh dilorong mana.

Setelah dia memilih milih buku, lalu dia berterima kasih padaku. Dia kemudian membayar buku itu lalu pulang. Tidak ada kesan apapun dari pertemuan awal kami.

Minggu berikutnya, aku ke toko buku itu lagi. Maklum aku memang hobi baca. Tak disangka aku bertemu lagi dengannya. Kali ini dia mengajakku kenalan.

Landon, namanya. Dia datang ke Indonesia karena diajak liburan oleh orang tuanya. Sebelum kami berpisah, dia sempat meminta no hp ku. Singkat cerita, kami pun tukeran no hp.

Sejak itu, kami sering berhubungan. Dia sering telpon, SMS, bahkan datang kerumahku. Kuakui, walau dia orang Inggris, tapi sopan santunnya tidak kalah dengan orang Indonesia.

Dia selalu memakai bahasa Inggris yang sopan bila berbicara dengan orang tuaku. Tapi, orang tuaku tidak suka dengan Landon. Bukan karena Landon seorang WNA, tapi karena Landon menganut ateis. Akhirnya, kami berhubungan secara diam-diam.

Setelah masa PDKT yang manis, dia mengutarakan cinta padaku. Aku pun menerima cintanya. Sejak itu, kami saling memegang komitmen cinta kami.

Tanpa orang tua kami ketahui, kami resmi berpacaran. Kata Landon : seorang ateis seperti aku, tidak boleh berpacaran dan menikah dengan agama lain, tapi aku jatuh cinta padamu sejak pertama kita bertemu.

Karena itulah aku berani melanggar peraturan ateis. Aku kaget plus bahagia mendengarnya. Aku juga bilang padanya : aku seorang muslim. Aku tidak boleh menikah dengan lain agama. Tapi demi cinta kita, aku langgar itu.

Cerita cinta lainnya:

Setelah satu bulan kami pacaran, cobaan datang. Landon dan orang tuanya harus balik ke Inggris karna masa visanya habis. Tapi Landon berjanji padaku akan segera datang lagi.

Dia juga berpesan agar aku tidak ganti no hp ku. Aku hanya bisa menangis di bandara saat melepas kepergiannya. Kutatap pesawat jet nya saat lepas landas. Sejak itu, aku menjalani hari-hariku tanpa Landon disampingku.

Tapi aku tetap bahagia, karna kami sering ngobrol walau lewat telpon atau SMS. Diam diam orang tuaku menguping pembicaraan kami.

Maklum, Landon menelponku saat tengah malam, karena perbedaan waktu. Dan karena sering menguping itu orang tuaku mengetahui hubungan kami.

Khawatir berlebihan membuat orang tuaku berniat menjodohkanku dengan salah satu teman bisnisnya. Sebut saja Om Sony, dia duda tanpa anak.

Aku menolak keras perjodohan orang tuaku. Karna Om Sony pria nakal. Dia mengincarku sejak masih beristri dan orangnya senang mempermainkan wanita.

Tapi orang tuaku memaksaku bahkan mengancam akan mengusirku dari rumah bila menolak. Aku turuti semua kemauan orang tuaku. Aku cerita semuanya pada Landon.

Dan dengan nada marah dia bilang : aku akan memperjuangkan cinta kita. Jemput aku di bandara 24 jam kemudian.

Lagi-lagi orang tuaku menguping pembicaraanku dengan Landon. Beliau mengunciku di kamar agar aku tidak bisa menjemput Landon. HP ku disita. Aku tidak boleh kuliah. Bahkan aku diungsikan ke rumah tanteku diluar kota.

Aku stress dan panik. Landon stress dan khawatir karena aku menghilang. Akhirnya dengan modal nekat, aku kabur dari rumah tanteku dan balik ke Jakarta. Aku langsung menelpon Landon dari telpon umum. Landon bahagia sekali dan dia langsung jemput aku di stasiun kereta api.

Ternyata Landon mengalami hal sama denganku. Orang tuanya tidak setuju karena aku seorang muslim. Tapi Landon tidak peduli. Makanya dia nekat kabur dari rumah saat dapat kabar tentang aku.

Sejak itu, aku memutuskan untuk meninggalkan orang tuaku dan memilih pergi bersama Landon ke negaranya. Landon mengurus semua surat-surat kepindahanku.

Dan sejak itu aku tidak tahu lagi kabar orang tuaku. Aku dan Landon sudah sepakat akan menghilang dari masing-masing kedua orang tua untuk menenangkan diri.

Sekarang aku dan Landon sudah bahagia. Walau kami beda keyakinan, tapi kami saling menghormati. Dan kami berencana pulang ke Indonesia untuk meminta restu dan merancang pernikahan kami. Aku dan Landon sepakat, tidak mau menikah sebelum ada restu dari orang tua kedua belah pihak.

Pembaca, aku dan Landon cerita untuk meringankan beban hati. Tidak ada maksud menyinggung sara.

Kecanduan Film Porno Membuat Hidupku Hancur

kecanduan film porno

Aku adalah remaja perempuan yang selalu merasa rendah diri dalam pergaulan. Aku dilahirkan di keluarga yang sederhana namun dihormati. Yah begitulah hidupku memang biasa-biasa saja. Sampai kemudian aku dikirim ke pesantren oleh orang tuaku.

kecanduan film pornoAku bertahan di pesantren itu selama empat tahun yakni sampai kelas 1 SMA. Aku memutuskan untuk pindah ke sekolah di dekat rumahku dengan alasan tak betah lagi.

Aku merasa tanpa pesantren pun aku akan tetap baik-baik saja dan tak akan terjerumus pergaulan bebas. Delapan bulan sudah hidupku di luar pesantren.

Aku memang bisa menjaga diri dari pergaulan bebas. Dan tak pernah kencan/pacaran dengan laki-laki manapun. Penyebabnya bukan karena aku menjaga diri dengan baik tapi lebih karena aku terlalu merendahkan diri dan merasa tak ada satu laki-laki pun yang tertarik padaku. Aku benar-benar minder.

Hingga karena keminderanku itulah aku mencari pelampiasan lain yaitu dengan mulai mengenali pornografi. Tidak punya teman membuatku menghabiskan banyak waktu di depan komputer, membaca cerita-cerita dewasa atau menonton film porno.

Awalnya aku merasa normal-normal saja dengan aktifitas itu tapi lama-kelamaan aku sepertinya tidak bisa lepas dari pornografi. Aku kecanduan, meskipun tidak berani juga melakukan yang sungguhan.

Kepercayaan diriku semakin jatuh, aku semakin menarik diri dari pergaulan teman dan keluarga. Aku yang sekarang merasa menjadi perempuan yang hina dan munafik. Aku merasa sudah ketagihan seks dan tidak tahu harus berbuat apa untuk menghilangkan ketagihan tersebut. Aku benar-benar frustasi.

Aku tak tau apa yang akan dikatakan orang-orang disekililingku yang sudah terlanjur menilaiku baik, padahal aku adalah orang yang sebaliknya. Mungkin tak ada orang yang percaya bahwa perempuan seperti aku bisa jatuh ke lubang nista ini.

Tapi inilah kenyataan. Setiap aku mencoba berhenti dari pornografi, semakin aku terperosok ke dalamnya. Aku merasa Tuhan sudah bosan menegurku untuk kembali pada-Nya.

Aku tahu ini sepenuhnya salahku yang terlalu minder dan terlalu picik. Kecanduan film porno telah membuat hidupku hancur. Tapi aku percaya Tuhan Maha Baik, Dia pasti akan membantuku keluar dari masalah ini, semoga

Dia memberiku kekuatan untuk keluar dari kebiasaan buruk ini, tapi aku bingung bagaimana caranya dan apa yang harus aku lakukan untuk memperbaiki semuanya?

Aku Merasa Hidup Ini Tidak Adil

Cerita hidup tidak adil

Aku merasa hidup ini tidak adil, di hati kecil aku selalu menyalahkan yang Diatas. Kalau sudah begini pasti kalian akan bilang makanya sholat, tidak bersyukur lo. Asal kalian tahu, saya juga sholat, selalu berdoa dan bersyukur atas nikmat yang diberikan kepada saya.

Cerita hidup tidak adilTapi lama-kelamaan saya merasa Allah tidak pernah mengabulkan doa saya. Saya selalu merasa sial dalam hal apapun yang saya kerjakan. Contohnya, saya selalu gagal masuk sekolah negeri, dari SMP, SMA sampai perguruan tinggi saya selalu gagal, dan masih banyak gagal-gagal yang lainnya. Padahal orang tua saya ingin sekali saya masuk ke sekolah negeri tapi apa boleh buat emang sudah nasib saya seperti ini.

Ibuku juga pernah bilang kalau nasibku kenapa sial melulu. Tapi saya yakin di dunia ini bukan hanya saya yang merasa hidup ini tidak adil, pasti setiap orang pernah merasakan hal yang sama seperti saya (jangan munafik). Bahkan di luar sana mungkin saja ada yang lebih parah dari saya.

Masalah yang saya rasa menjadi beban hidup saya selama ini, saya merasa seperti sampah, tidak berguna dan merasa Allah sudah tidak sayang pada saya. Saya pernah mencoba menceritakan masalah saya kepada sahabat-sahabat saya agar bisa memberikan solusi kepada saya, tapi mereka cuma menyuruh saya sabar, kata yang sudah tak asing lagi bagi saya.

Percuma curhat ke sahabat kalau solusinya cuma nyuruh sabar. Bodohnya kenapa saya harus cerita kepada orang lain, padahal hanya diri sendirilah yang akan mengerti, orang lain tidak akan mengerti. Dalam hati kecil ini tak hentinya bertanya? siapa yang bisa menjawab masalah saya, tapi saya juga tak tinggal diam untuk mencari jawaban.

Artikel menarik:

Saya sering buka-buka internet dan membaca tulisan dan renungan Islam, saya juga mendengarkan ceramah pencerahan, tapi tetap saja saya merasa cobaan itu terlalu berat buat saya. Apakah karna setan telah menguasai pikiran dan tubuh saya, entahlah.

Suatu malam, saya merasa sangat lelah sekaligus bingung karena tidak menemukan apa yang saya cari, tidak ada jawaban yang memuaskan, akhirnya saya tertidur dan bermimpi “dunia kiamat”, semua orang berlari menyelamatkan diri sendiri, yang mengherankan saya dalam mimpi itu adalah seorang ibu yang lari menyelamatkan diri dan tidak memperdulikan anaknya yang masih bayi.

Terbangun dari mimpi buruk itu, saya banyak merenung, mungkin yang bisa menolong kita adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. Saya pun mulai paham dengan hidup yang saya jalani, terima kasih ya ALLAH atas hidayah yang engkau berikan. Sungguh ini adalah kebesaran-Mu Ya Allah, saya pun mulai belajar ikhlas dengan apa yang saya lakukan dan ternyata hasilnya pun sangat indah.

Kesimpulannya  adalah, kenapa Allah memberikan cobaan kepada setiap manusia jawabannya adalah karena Allah sayang sama kita dan jika kita ikhlas dan tabah untuk menjani cobaan itu maka Allah juga akan memberikan nikmat yang begitu indah untuk kita rasakan. Jangan juga kita terlalu sering megneluh dan menceritakan masalah kepada orang lain karena orang lain tidak akan mengerti dengan masalah kita, hanya diri sendirilah yang dapat mengerti.

Dan kita harus percaya bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Demikian kisah saya, jika ada kata-kata yang salah mohon dimaafkan. Semoga bermanfaat.

Ibuku Inginkan Aku Cepat Nikah Tapi Pacarku Belum Siap

ibu suruh menikah tapi pacar belum siap

Namaku Novi umur 22 tahun dan pacarku Imam 25 tahun. Kami pacaran sudah tiga tahun, Imam sudah kerja sebagai guru honorer di sebuah Sekolah Dasar. Tahun ini aku wisuda kuliah D3. Kisah ini adalah cerita cinta aku bersama pacarku yang sepertinya akan kandas di tengah jalan.

ibu suruh menikah tapi pacar belum siapAkhir-akhir ini Ibuku selalu menekan aku supaya cepat-cepat menikah. Aku tidak keberatan, masalahnya Imam, pacarku belum siap.

Aku sangat mencintai Imam, dia anak pertama dengan tiga orang adik yang masih kecil. Ayahnya sudah meninggal dunia jadi di rumahnya dialah yang jadi kepala keluarga.

Selain bekerja sebagai tenaga honorer, sekali-sekali Imam bekerja sampingan, katanya untuk mencari tambahan buat melamarku nanti. Meski dia tidak cakep banget, tapi hatinya yang baik, pengertian dan jujur membuatku ingin menjadi istrinya.

Aku sudah menyampaikan keinginan Ibuku agar aku cepat menikah kepada Imam. Aku suka tidak tahan kalau melihatnya menarik nafas berat, aku tahu keinginannya menikahiku sangat besar tapi dia punya tanggung jawab yang tidak bisa dia tinggalkan di rumahnya. Jadi aku hanya diam ketika Imam mengatakan belum siap. Aku mengerti kondisinya.

Tapi Ibuku menekan terus, katanya anak gadis seusiaku sudah pada menikah dan punya anak, dia juga pengen menimang cucu. Padalah kalau aku perhatikan tidak juga, soalnya teman-teman cewek di kampus juga masih banyak yang belum nikah, malah masih ada yang masih kuliah.

Baca cerita curhat lainnya:

Kata Ibuku dari pada kelamaan nunggu, aku lebih baik cari cowok yang lain saja. Ibuku bilang aku cantik dan banyak laki-laki yang suka padaku. Tapi aku tidak mau khianatin cowokku karena aku juga sayang sama dia.

Dan usaha Ibuku semakin aneh. Aku dibawanya ke orang pintar trus dimandiin dan pake selamatan, katanya supaya cepat dapat jodoh. Aku jadi malu sama tetangga, jadi aku di rumah saja di dalam kamar gak berani keluar. Kalaupun terpaksa keluar rumah, wajahku langsung kututup helm.

Aku gak kuat dengan semua ini, Ibuku tidak henti-hentinya menyuruhku cepat nikah, tapi Imam, pacarku sampai sekarang tidak juga siap. Harus bagaimana?