Sakitnya Dikhianati Kekasih dan Sahabat Sendiri

kekasih selingkuh dengan sahabat

Aku pacaran dengan Wulan sudah cukup lama, hampir lima tahun sejak kami masih sama-sama satu sekolah dulu, dia adik kelasku. Wulan memang bukanlah seorang cewek yang setia, selama hampir lima tahun memadu kasih dengannya, sudah sekitar enam kali dia khianati cintaku, tetapi karena rasa sayangku yang besar, aku selalu bisa memaafkannya. Aku maklum mungkin karena kami pacaran jarak jauh.

kekasih selingkuh dengan sahabatSebenarnya aku sudah berusaha semampuku mengatasi masalah tersebut, setiap tiga bulan sekali aku pulang kampung untuk menemuinya.

Jarak yang jauh bukanlah halangan bagiku, mungkin satu-satunya penghalang adalah pekerjaanku dan minimnya penghasilanku.

Tetapi karena sayangku padanya aku paksakan keadaan itu supaya hubungan kami tetap terjaga.

Setelah menyelesaikan sekolahnya, Wulan menyusulku mengadu nasib di Jakarta, tetapi kami berjauhan. Jadi meskipun kami sudah sama-sama di Jakarta, Aku dan Wulan bisa dibilang jarang bertemu, mungkin dalam sebulan kami hanya bertemu dua atau tiga kali saja.

Beberapa bulan mencari kerja akhirnya Wulan bertemu dengan Nitta, teman sekelasnya waktu sekolah dulu. Mereka kemudian bersama-sama bekerja sebagai sales perabotan rumah tangga di daerah Jakarta Timur, Wulan pun memutuskan untuk tinggal satu kost dengan Nitta. Seingatku selama dia bekerja hanya tiga kali aku menemuinya, itu semua karena kesibukan kami masing masing.

Baca Cerita Selingkuh Lainnya:

Tak lebih dari lima bulan dia bekerja menjadi sales sebelum akhirnya aku menyuruhnya untuk berhenti kerja. Karena Wulan sering sakit, mungkin karena dia terlalu capek. Setelah berhenti kerja Wulan meninggalkan Jakarta dan pindah ke Bekasi Barat ke tempat Budhenya.

Beberapa bulan di Bekasi dan belum juga mendapatkan pekerjaan, Wulan memutuskan untuk pulang kampung, Wulan bilang mau buka toko saja di kampung. Dengan berat hati aku melepasnya kembali ke kampung. Pacaran jarak jauh kembali kami jalani.

Bulan ketiga tahun 2010 dia kembali lagi ke Jakarta, katanya dia di tawari pekerjaan di sebuah perusahaan ekspedisi. Dan benar, Wulan akhirnya bekerja di perusahaan itu. Mungkin inilah awal dari kehancuran hubunganku dengan Wulan.

Selingkuh Dengan Sahabat Sendiri

“Punya pacar cantik ko di anggurin apa gak mubadzir?” Begitu sms dari Yudi, seorang sahabat. Awalnya aku gak ada rasa curiga sedikitpun dengan kata-kata itu, malah aku minta tolong pada Yudi untuk menjaga Wulan pacarku, aku ceritakan semua masalah pekerjaanku yang tak pernah ada liburnya.

Yudi dan Wulan tinggal berdekatan hanya beda gang, mungkin karena Yudi sahabat baikku waktu sekolah hingga aku tak ada rasa curiga atau prasangka apa pun.

Yudi juga aku kenal sebagai orang baik, di banding teman-teman kami yang lain waktu sekolah dulu. Yudi bisa di bilang paling alim makanya aku percaya saja nitip jagain pacarku ke dia.

Hingga pada suatu ketika malam Minggu di bulan Agustus 2010, aku berniat pengen kangen-kangenan dengan Wulan pacarku melalui telepon. Tapi beberapa kali dan berulang-ulang aku melakukan panggilan tak ada jawaban sama sekali dari Wulan.

Aku berinisiatif menelepon Yudi untuk menanyakan keadaan Wulan, tapi panggilanku ke Yudi tidak di jawab juga. Dari situ aku mulai berpikiran aneh, Aku jadi teringat sms Yudi beberapa minggu lalu.

Kira kira Jam sebelas malam aku masih mencoba melakukan panggilan ke Wulan. Ternyata di jawab. Dia bilang katanya ketiduran. Tapi dari suaranya kayak orang yang tidak baru bangun tidur.

Karena aku agak kesal aku suruh aja dia tidur. Selepas menelepon Wulan, aku ganti telepone Yudi, waktu itu Yudi juga langsung jawab panggilanku.

Ada apa ini? kenapa tadi mereka gak angkat telepon? kenapa sekarang giliran Wulan angakat teleponeku, dan Yudi Juga? Pertanyaan-pertanyaan itu berkecamuk dalam perasaanku.

Aku tanya dari mana Yud.? dia bilang dari tempat kakaknya. Kembali pertanyaan-pertanyaan muncul di dalam otakku, apa iya kalau cuma ke tempat kakaknya sampai gak angkat telepon dariku? apa mungkin Yudi dan Wulan…?

Ah,, apa mungkin? lama aku terdiam hingga kusudahi teleponku ke Yudi. Ya udah yud makasih ya.

Senin pagi aku kerja tak tenang, aku masih bertanya-tanya dalam hati tentang apa yang sudah terjadi pada Wulan kekasihku dan Yudi sahabatku. Apakah sms Yudi dulu emang ada niatan dia inginkan Wulan? bagaimana caranya agar aku bisa tau benar atau salah dengan semua dugaanku ini?

Lama aku berfikir, sampai akhirnya aku temukan cara. Aku telepon Wulan, aku biang ke Wulan kalau baru saja aku ngobrol dengan Yudi membicarakan kejadian malam Minggu lalu walaupun ini hanya kebohonganku saja.

Wulan tanya “Yudi bilang apa?”. Aku bohong lagi, “Dia bilang katanya kamu dengan dia sudah melakukan hal terlarang itu. Apa bener itu dek?” Wulan jawab dengan kata-kata yang menyakitkan hatiku, “Kalau Yudi bilang begitu berarti tak ada gunanya aku bohong lagi, iya kami lakukan semuanya, sama dengan yang kita lakukan dulu.”

Kata kata kasar dari mulutku keluar semua setelah mendengar itu tetapi tak lama karena Wulan langsung menutup telehonku. Hal yang sama aku lakukan ke Yudi, kini aku tak bohong lagi karena Wulan sudah katakan apa yang ingin aku tanyakan. “Yud, kok tega sih kamu?” kataku membuka pembicaraan. Yudi jawab, “maksudnya apa, kok kamu bicara begitu?”

“Udahlah gak usah ngelak lagi, aku tau semuanya dari Wulan apa yang kamu lakukan malam minggu lalu, kamu ini teman macam apa? kalau kamu inginkan Wulan seenggaknya kalian bilang sebelumnya, kalian jujur, jangan ketika Wulan masih milikku kau pakai begitu saja.

Kalau kalian saling suka kenapa harus sembunyi sembunyi? apa kalian cuma mau senang senang sedang nantinya aku yang dapet sisanya setelah kalian puas? Sorry Yud, kalau rokok satu batang kita isep berdua tak jadi masalah, tapi ini cewek Yud”. Kemarahanku tak dapat aku bendung saat itu.

“Maaf, aku terpaksa, Wulan yang maksa, kalau kamu mau apa-apakan aku silahkan asal jangan keluargaku” Yudi gelagapan. “Aku bukan orang yang seperti itu, sekarang terserah kalian, aku gak ikut-ikut lagi urusan kalian.” Kataku sebelum tutup telepon.

Satu Pintu Tertutup, Pintu Lain Terbuka

Bulan Romadhon tahun itu aku tak dapat jalankan ibadah dengan baik, hatiku penuh kemarahan, hatiku penuh dengan kebencian, aku coba melupakan, tapi aku tak mampu.

Apa lagi setiap malam Wulan masih menelepon aku, dia minta maaf dan minta balikan. Aku tak ingin jawab telepon dia tapi aku gak bisa, aku membencinya tapi aku masih ingin mendengar suaranya.

Beberapa Minggu kemudian ada sms masuk di Handphoneku, “Mas bagaimana kabar?” itu sms dari Nitta teman wulan waktu kerja jadi sales dulu, aku kenal dia tapi gak begitu akrab. “Alhamdulillah aku sehat dek, tapi hatiku lagi gak waras” jawabku. “Lho kenapa?” Nitta tanya lagi.

Aku ceritakan semua kejadian yang menyakitkan itu ke Nitta. “Udah lah mas, mungkin bukan jodoh, mungkin dia bukan yang terbaik buat mas, masih banyak yang lain mas.

Aku mengenal njenengan dari waktu sekolah dulu mas, aku lihat mas orangnya baik, setia, kayaknya juga punya tanggung jawab, tenang saja mas, masih banyak cewek yang mau sama mas” kata Nitta menguatkanku.

Mulai malam itu sedikit bebanku berkurang karena kedatangan Nitta, walaupun aku belum bisa melupakan Wulan tetapi paling tidak aku bisa sedikit tertawa saat ngobrol dengan Nitta.

Hingga suatu hari dia sms “mas, aku besok libur, mas mau gak ke Taman mini? tenang mas aku yang bayarin deh”. Aku berfikir, mungkin aku perlu liburan juga, karena pekerjaanku tak ada liburnya aku iyakan sms Nitta, aku bersedia.

Jam tujuh pagi aku sudah nunggu Nitta di PGC, tak lama kemudian dia datang. Kami melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan. Seharian aku ngobrol dengan Nitta dari bercanda hingga omongan yang serius tentang perasaan.

Ternyata Nitta orangnya terbuka dan apa adanya, entah waktu itu dia benar atau sekedar menghiburku tetapi dia katakan kalau dia sebenarnya sudah memperhatikan aku sejak sekolah dulu tetapi tak berani mengatakan, jangankan mengatakan ketemu saat di angkot dan di kelas ketika aku nyamper ke Wulan saja gemeteran katanya.

Waktu berjalan begitu cepat, tak sadar rasanya kalau hari sudah sore, ketika mau pulang dia menyodorkan uang dua ratus ribu. Aku bingung. “Apaan ini?” tanyaku. “Kan semalem aku bilang kalo aku yang bayarin?” kata Nitta.

Aku tersenyum sambil berkata “Ngece kamu,, emang sih aku gak punya duit banyak, tapi kalau main di bayarin cewek ya malu lah. udah simpen aja, aku masih ada kok buat makan.” Nitta masih maksa, “Tapi mas, aku kan udah janji.” Tentu saja aku tak mau menerimanya, “Udah bawa saja dulu buat ongkos pulang”

Setahun aku berhubungan dengan Nitta, aku tak pernah nyatakan cinta seperti layaknya orang yang mau pacaran, kami menjalani hubungan cinta begitu saja, kami saling memperhatikan satu sama lain, saling menyayangi.

Walaupun aku tak dapat bohongi hatiku sendiri kalau aku masih sering teringat Wulan. Tapi mungkin semua orang mengalami ini, apa lagi aku dulu begitu lama menjadi pacar Wulan.

Hingga akhirnya aku menikah dengan Nitta Bulan Maret 2012 tahun lalu. Dan Wulan pun menikah dengan Yudi dua bulan sebelumnya.

Kini, Aku dan Nitta sudah di karuniai anak satu, begitu juga Wulan dan Yudi. Saat ini aku bahagia dengan Nitta dan anakku, walaupun aku masih belum bisa melupakan masa laluku dengan Wulan, terlalu banyak kenangan yang susah di lupakan.

Semoga semua ini bukan dosa, karena aku takut kalau bayang-bayang masa lalu menjadi dosa untuk aku dan keluargaku.

Terimakasih, sudah membaca curhatku.

Aku Balas Selingkuh Setelah 3 Kali Dikhianati Suami

Suami selingkuh berkali-kali

Aku menikah sudah cukup lama dengan suamiku, aku cinta dan percaya kesetiaannya sampai akhirnya kudapati bukti suamiku selingkuh dengan wanita lain. Tidak satu kali tapi berkali-kali cintaku dikhianatinya. Aku dendam dan membalas perselingkuhan suamiku dengan ikut berselingkuh juga. 

Suami selingkuh berkali-kaliSebut saja namaku Lian (nama samaran), dan suamiku Daniel. Kami pacaran 5 tahun lebih dan akhirnya menikah. Awalnya pernikahan kami sangat bahagia, sampai kami dikaruniai seorang anak.

Suamiku adalah suami yang super baik dan aku sangat bangga memilikinya. Aku selalu mempercayainya tanpa menaruh curiga sedikitpun, walaupun tempat kerjaku dan suami berbeda.

Tapi sangat mengejutkanku saat pertama kutahu bahwa secara diam-diam suamiku sedang menjalin hubungan dengan seorang wanita yang telah bersuami pula, dia adalah (sebut saja Tiara), rekan kerja suamiku, dan ternyata suamiku telah selingkuh dan menjalin hubungan dengannya selama 2 tahun lamanya.

Betapa pedih, hancur, sedih rasanya karena saat itu aku sedang mengandung anak kedua darinya. Ingin rasanya aku mati saja saat itu, tapi akhirnya aku maafkan kesalahan suamiku demi anak-anakku dengan syarat suamiku tidak mengulanginya lagi.

Hubungan kami berjalan normal kembali, hingga suatu saat aku temukan sms mesra di ponsel suamiku dari seorang gadis, sebut saja “Indah”. Pertengkaran terjadi saat itu, tapi aku masih bersabar dan bertahan, mencoba tegar menjalani semuanya demi anak-anakku.

Dua kali sudah Daniel mengkhianati pernikahan kami.  Suamiku akhirnya memutuskan gadis tersebut dan kembali membina rumah tangga dengan baik. Beberapa bulan paska perselingkuhan kedua, tanpa sengaja aku memegang ponsel suamiku dan ada rasa menggelitik ingin melihat sms-smsnya.

Baca cerita selingkuh lainnya:

Tidak ada yang mencurigakan, tetapi aku penasaran melihat Facebook suamiku yang belum logout dari ponselnya, aku lihat profil dan inbox fb nya. Dan alangkah terkejutnya saat ku baca recent chat suamiku dengan seorang gadis yang 9 tahun lebih muda dariku, sebut saja Rita.

Percakapan mereka di fb begitu mesra, begitu akrab, begitu hangat. Berbeda dengan sikapnya terhadap isterinya sendiri akhir-akhir ini yang sangat dingin, dan ternyata suamiku sepulang kerja tiap hari mengantarkan Rita ke rumahnya. Suamiku kembali selingkuh, entah apa yang ada dalam pikirannya.

Airmataku terus menetes tak tertahankan lagi, sekarang amarahku muncul, aku benci suamiku, karena berkali-kali dia khianati pernikahan dan menodai kepercayaanku, dia tidak ingat dengan anak dan isterinya di rumah, uang gaji dia yang pas-pas an bukannya untuk keluarga tapi diberikan kepada wanita-wanita lain.

Saya berpikir, kurang apa saya, saya tak pernah menuntut banyak dalam hal ekonomi, berapapun yang Daniel berikan aku terima, karena aku sendiri Alhamdulilah punya penghasilan dan penghasilanku lebih tinggi daripada suami. Semua kebutuhan rumah tangga dan keperluan anak-anak dipenuhi dari penghasilanku.

Kami bertengkar hebat lagi, tapi aku masih tidak menginginkan perceraian karena melihat anak-anakku, Aku masih bertahan walau hatiku sekarang sudah berubah, aku benci suamiku dan aku menyimpan dendam.

Hari-hariku sepulang kantor kuhabiskan dengan berbelanja ataupun bermain internet di rumah, hingga suatu hari ada seseorang yang mendekatiku sebut saja “Zaki”, dia seorang duda cerai karena isterinya selingkuh dengan atasannya.

Merasa diri senasib, akhirnya kami menemukan kecocokan dalam komunikasi. Setiap hari kami bbm, sms dan teleponan. Setiap hari dia mengingatkanku makan, kesehatan, shalat bahkan mengaji. Semakin hari aku semakin mencintainya dan semakin sayang kepada Zaki.

Kami pernah berciuman bibir 2 kali tapi tidak sampai ke ranjang, karena masih teringat dosa. Namun setiap aku berhubungan seks dengan suamiku, yang terbayang dibenakku adalah Zaki, dan aku sering membayangkan berumahtangga dengan Zaki.

Dialah sosok idamanku, dia perhatian, penyabar dan orang yang paling mengerti aku dan perasaanku. Semua ini menjadikanku dilema berkepanjangan, aku terlanjur sayang dan cinta Zaki, tapi aku juga tidak mau kehilangan suamiku dan anak-anakku.

Saat ini suamiku sudah berubah, dia menjadi sosok suami seperti awal pernikahan. Mengapa suamiku berubah disaat hatiku telah terpaut laki-laki lain. Aku sering berdoa sehabis shalat, agar aku bisa melupakan Zaki, tapi sampai saat ini belum berhasil, walaupun zaki sudah merelakan dan mengikhlaskan aku kembali ke pangkuan suami dan anak-anak, dia juga sering menasihatiku agar aku kembali kepada keluargaku, memaafkan kesalahan suami juga mengurus anak-anak dengan baik.

Walaupun hatinya sendiri teriris sakit karena tidak bisa memilikiku, dia rela demi kebahagian keluarga kami. Aku terus berusaha untuk bisa melupakan bayang-bayang Zaki,begitupun dengan Zaki, kami sudah tidak bbman dan teleponan lagi, hanya sms sekali-sekali menanyakan kabar masing-masing.

Ya Allah ampunilah segala dosa-dosa kami, berikanlah petunjuk-Mu. Pemirsa,, saudara-saudaraku tolong bantu doa untukku agar aku bisa melupakannya dan hanya mencintai suamiku. Dan aku ingin kebahagiaan seperti dulu lagi, Aamiin.

Mamaku Selingkuh Dengan Suami Orang

mamaku selingkuh

Perkenalkan namaku Lisa, umurku baru 15 tahun dan masih berstatus pelajar SMA. Aku anak terakhir dari 5 bersaudara. Papaku sudah meninggal sejak aku masih SD kelas 3.

mamaku selingkuhAkhir-akhir ini aku sangat galau dan sedih, aku butuh teman curhat. Terimakasih kepada redaksi ceritacurhat.com yang mau menerbitkan cerita ini.

Begini, mamaku sekarang sudah tidak seperti dulu lagi, dia berubah semenjak mengenal seorang laki-laki.

Aku tahu hubungan mereka itu karena aku pernah membaca sms mesra mama dengan oom itu. Banyak sekali yang aku baca dan saat itu aku merasa sangat terpukul karena aku tidak mau mengganti papaku dengan yang lain.

Baca juga cerita curhat lainnya:

Berbulan-bulan aku memendam rasa sedih ini, apalagi saat aku tahu oom itu sudah punya istri dan anak. Aku sangat dendam kepada mereka berdua. Apa mama nggak sadar apa yang telah dia perbuat!

Sekarang aku masih tetap diam dan berpura-pura tidak tahu semuanya tapi aku menjerit di dalam hati, aku benci mama! Mama sudah tak sayang aku lagi, juga tidak sayang papaku!

Sekarang semuanya sudah terbukti terlebih saat aku melihat mama dan oom itu bercumbu berduaan di ruang tamu. Saat itu tidak bisa lagi membendung amarah yang kurasakan, tapi aku memilih menangis di kamarku saja. Aku tidak habis pikir, bisa-bisanya mama selingkuh dengan orang yang sudah punya istri.

Aku tidak tahu harus berbuat apa, mamaku sudah bukan mama yang dulu lagi. Aku pun jarang diperhatikan. Kalau ada waktu lowong, mama hanya sibuk sms dan bertelepon dengan oom itu. Mungkin mama masih menganggapku anak kecil yang tidak tahu apa-apa.

Aku sayang dan rindu papaku tapi aku benci sama yang namanya laki-laki. Di sekolah aku tidak mau dekat-dekat dengan mereka, aku benci-sebenci-bencinya.

Aku takut suatu hari nanti mamaku menikah dengan oom itu. Ah semoga tidak terjadi, apalagi oom itu sudah punya istri dan anak, masak mama mau jadi istri kedua. Aku tidak mau! Aku takut punya papa lain selain papaku.

Aku bingung harus berbuat apa, aku takut menegur mamaku tapi aku sedih jika dia harus menikah dengan oom itu. Apa yang harus aku lakukan?

Aku Menyesal Menikah dengan Suamiku

cerita sedih menikah

Aku seorang ibu rumah tangga, sekarang usiaku sudah 37 tahun. Kisah ini adalah cerita sedih tentang perjalanan rumah tanggaku. Aku menyesal menikah dengan suamiku tapi nasi sudah menjadi bubur, hidup terus berjalan dan aku menerima semuanya dengan ikhlas.

cerita sedih menikahSaat usiaku 15 tahun,  Ayah dan Ibuku menjodohkanku dengan seorang pemuda desa, anak kenalan ayahku. Karena aku merasa masih kecil, aku tidak setuju dengan perjodohan itu. Aku ingat betapa ayah dan ibuku kecewa dengan keputusanku. Yang kutahu, pemuda itu tetap menungguku sampai aku siap tapi aku tetap tidak mau menikah dengannya.

Aku merasa memiliki tanggung jawab untuk menentukan jalan hidupku sendiri, termasuk siapa laki-laki yang menjadi suamiku kelak. Saat duduk di bangku SMEA, aku jatuh cinta dengan seorang pria, kakak kelasku. Tamat SMEA aku dan dia menikah.

Saat itu aku tahu orang tuaku sangat berat mengijinkan aku menikah dengan orang lain, sebab pemuda calon mereka masih setia menungguku. Tapi mereka tak bisa menolak saat aku memaksa menikah dengan pria pilihanku. Dan akhirnya di usia 22 tahun aku resmi menikah.

Baca juga, cerita sedih lainnya:

Kehidupan pernikahanku biasa saja. Tahun berganti tahun dan tidak terasa kami sudah menikah selama 9 tahun. Kami juga sudah dikaruniai 2 orang anak yang lucu-lucu. Sayangnya di tahun kesembilan itu, sikap suamiku mulai berubah. Saat itu cerita sedih kehidupanku mulai bergulir.

Aku betul-betul merasakan yang namanya sakit di hati. Pekerjaan suamiku yang kebanyakan di luar kota menyebabkan dia mudah tergoda dengan wanita lain. Semuanya bermula dari desas-desus tetangga yang sering melihat suamiku membonceng wanita lain. Setelah kuselidiki ternyata benar, suamiku berselingkuh.

Aku masih berusaha sabar dan menganggapnya sebagai cobaan yang biasa terjadi di setiap rumah tangga. Tapi suamiku melakukannya lagi dan lagi. Setidaknya sudah ada dua wanita yang datang ke rumah mencari suamiku. Mereka mengaku sebagai pacar suamiku.

Wanita-wanita itu masih muda dan modis. Aku keki di depan mereka. Tapi aku berusaha bertahan karena aku mempunyai dua orang anak yang masih kecil. Aku tidak mau perkembangan mereka terganggu karena ulah Ayahnya yang bejat.

Untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga, terkadang aku disuruh berutang oleh suamiku ke siapa saja yang kami kenal. Tentu saja dia tidak bisa membiayai rumah tangga kami jika seluruh gajinya habis dia berikan ke selingkuhannya.

Selama lima tahun, rumah tanggaku di hiasi dengan perselingkuhan suamiku. Terkadang dia membawa pulang foto-foto dirinya di hotel bersama lontenya. Hatiku hancur tapi jika aku melawan, dia malah menamparku dan menyebutku wanita sampah.

Hari-hari yang kulalui penuh dengan cerita sedih dan airmata. Semua hal-hal gembira yang kurasakan selalu disapu oleh rasa sedih saat berada di rumah. Aku sudah tak tahan dan tidak bisa lagi mempercayai suamiku.

Akhirnya aku meminta cerai. Tapi suamiku tidak mau menceraikanku. Aku bingung dia maunya apa. Jika tidak mau bercerai kenapa dia selalu menyakitiku. Yang pasti di dalam hatiku sudah tidak ada cinta untuk suamiku, yang tersisa adalah dendam membara.

Masih aku ingat, saat itu hari Sabtu, 30 Juni 2012. Aku diundang ke acara sunatan keponakan pemuda yang pernah dijodohkan denganku dulu. Aku datang ke acara itu dan bertemu dengan seluruh keluarganya. Ayah pemuda itu dan Ayahku memang berteman akrab. Aku ditarik dan mengobrol lama dengan Ayahnya. Pemuda itu, sebut saja namanya Yas juga bergabung dan kami berbincang-bincang cukup lama.

Aku sudah menikah, Yas pun sudah beristri. Tapi aku dipesan oleh orang tua Yas supaya jangan memutus silaturahmi diantara keluarga kami. Akhirnya aku bertukar nomor handphone dengan Yas. Dan malamnya Yas menelponku dan mengungkapkan kerinduan dan cintanya yang tak pernah luntur walau pernah aku tolak dulu.

Esok harinya, aku dan Yas janjian bertemu di sebuah restauran dan tak kuduga Yas membawa seperangkat perhiasan emas lengkap dengan surat pembeliannya.  Katanya, perhiasan ini yang dulu dia persiapkan menjadi mahar perkawinan kami. Dengan sangat memohon Yas memintaku menerimanya. Total berat emas itu 60 gram.

Selepas hari itu, kami bertambah akrab. Aku menikmati hari-hari yang bahagia dan indah bersama Yas. Shoping, jalan-jalan atau sekedar menemaninya ke pasar. Aku senang dan dompetkupun selalu penuh. Aku percaya dengan cintanya karena selama tiga bulan kami dekat, kami tidak pernah melakukan hubungan badan, dia sangat sopan kepadaku, meski sesekali kami berciuman di mobil.

Sayang beribu sayang, istri Yas menemukan Hp khusus yang sering digunakan Yas menghubungiku, dan semuanya harus berakhir. Yas dan keluarganya tetap memintaku menjalin hubungan persaudaraan dengannya tapi tidak bisa lagi sebagai kekasih. Aku menangisi perpisahan itu.

Perhiasan yang diberi Yas aku jual dan belikan sapi dua ekor. Aku titip ke orang dengan sistem bagi hasil. Sekarang aku masih hidup bersama suamiku tapi tingkah lakunya semakin aneh. Dia seperti orang kesurupan, kadang meraung seperti macan dan kadang juga seperti orang sekarat.

Mungkin itu adalah akibat perbuatannya dulu yang selalu menyakiti perasaan wanita. Yang pasti meski hidup bersamanya, aku sudah tidak bisa lagi mencintai suamiku. Hatiku sudah milik Yas… dan jika masih ada kesempatan akan aku tunggu dudanya.