Akibat Hamil Di luar Nikah, Aku Putus Sekolah.. Oh Sedihnya!

hamil diluar nikah putus sekolah

Karena tidak mendengar kata orang tua, akhirnya aku putus sekolah akibat hamil di luar nikah. Meski pacarku mau bertanggung jawab dan menikahiku, kehidupan rumah tanggaku seperti neraka. Suamiku selingkuh berulang kali.

hamil di luar nikah putus sekolahDua kali aku dikhianati suami, setidaknya itu yang aku ketahui. Tapi aku yakin suamiku sudah melakukannya berulang kali di belakangku.

Sebut saja namaku Intan, sekarang umurku 21 tahun dan suamiku 25 tahun. Aku mengenal mas Derry (sebut saja begitu) dulu sekali saat aku masih duduk di bangku SMP kelas tiga.

Aku berani pacaran dengannya dan bodohnya, aku tidak mau mendengar kata-kata orang tua. Semuanya demi cinta. Aku memang masih sangat muda dan labil saat itu.

Berulang kali orang tua dan keluarga yang lain menasehatiku agar tidak dekat-dekat dengan Derry. Tapi semakin aku dilarang, semakin kuat aku membantah mereka. Aku memang mencintai mas Derry, tapi saat itu aku belum paham yang namanya tanggung jawab dan rumah tangga.

Bodoh!

Masa depanku hancur setelah mas Derry memperkosaku hingga hamil. Aku sudah mencoreng nama baik keluarga dan mempermalukan orang tuaku. Aku sungguh menyesal. Karena terlanjur hamil di luar nikah, akhirnya aku putus sekolah dan menikah dengan mas Derry.

Baca juga cerita lainnya:

Di awal pernikahan, sepertinya semua berjalan lancar dan baik-baik saja. Mas Derry juga kelihatannya bersungguh-sungguh menyayangiku. Usianya memang masih sangat muda sehingga sulit baginya mendapatkan pekerjaan yang layak dan mapan.

Tapi itu dulu..

Sekarang dia menduakan aku. Orang tuanya tahu kelakuannya tapi dia tidak disalahkan, justru aku yang dianggap tidak becus mengurus suami. Oh Tuhan apa yang harus kulakukan untuk menyadarkan suamiku.

Kami hampir bercerai tapi tidak jadi karena suamiku berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Dan aku menerima permintaan maaf itu.

Dua tahun menikah, aku hamil. Rasanya senang hatiku karena bisa memberi suamiku seorang putra dan putri yang kami sayangi. Sayangnya, saat–saat aku mengandung, suamiku malah kembali ke sifat buruknya yang suka selingkuh dengan perempuan lain.

Oh Tuhan, kuatkan hatiku, apa yang harus aku lakukan. Ingin rasanya aku bercerai saja tapi bagaimana nasib anak-anakku nanti. Aku tidak ingin anakku bernasib sama denganku.

Ya Tuhan kembalikanlah suamiku yang dulu, yang selalu mencintai dan menyayangi aku dan anaknya. Tuhan, aku selalu bersujud kepada-Mu agar suamiku sadar dan melupakan sifat dan perilaku buruknya terhadapku.

Ingat lah… bagi kalian yang sudah berkeluarga, sayangilah keluarga kalian apa adanya… dan bagi para wanita janganlah engkau mengganggu laki-laki lain yang sudah menikah.

Selingkuh dengan Sahabat Pacar

cerita selingkuh dengan sahabat pacar

Aku sungguh menyesal menerima ajakan Awan, sahabat kekasihku yang mengajakku jalan di malam minggu. Meski aku tidak pernah bercerita ke orang lain dan kekasihku sendiri tidak tahu tentang affairku dengan Awan di malam itu, aku tetap merasa sangat berdosa.

cerita selingkuh dengan sahabat pacarTerimakasih sebelumnya kepada redaksi ceritacurhat.com, saya senang bisa bercerita disini. Cerita selingkuh yang kujalani ini benar-benar kualami dan sampai sekarang hanya aku yang tahu.

Aku betul-betul menyesal dan merasa berdosa jika mengingat kelakuan bodohku yang tega mengkhianati cinta Didik, kekasihku, yang sangat mencintaiku. Sungguh tega aku berhubungan dengan sahabat karib Didik.

Namanya Awan, sebut saja begitu. Awalnya aku dan Awan biasa saja, kadang sms-an atau telpon tapi tidak berlebihan, hubungan kami hanya sebatas teman saja.

Tetapi hal yang tidak biasa terjadi pada suatu Sabtu yang mendung. Saat itu, Didik sedang ada kegiatan yang mengharuskan dia nginap satu hari di luar kota dan tidak sempat mengencaniku di malam minggu itu.

Mungkin Awan tahu kalau aku sedang sendirian sehingga mengirimiku sms dan mengajakkku malam mingguan di sebuah tempat yang lumayan terkenal di tempatku tinggal.

Sebenarnya Awan juga sudah memiliki pacar tapi pacarnya kerja di Jakarta sehingga mereka jarang bertemu. Awalnya aku bingung, karena aku masih kerja dan waktu pulangku hari itu jam 9 malam. Awan ngajak ketemuan setengah sembilan.

Selain itu aku juga bingung karena masa aku menghabiskan malam minggu dengan sahabat pacarku? Tapi akhirnya aku mau juga karena Awan orangnya cakep dan enak dipandang.

Dulu aku memang pernah suka dengan Awan sewaktu Didik belum menjadi pacarku. Dan dari cerita teman-teman, Awan pun sebenarnya suka dengan aku. Tapi entahlah, jalan kami berbeda dan akhirnya memiliki kekasih masing-masing.

Jam 8 lewat sedikit aku sudah nyampe dirumah, tentu saja setelah mendapat ijin dari si Bos buat pulang cepat. Awan sms bilang dia ada di samping rumahku. Aku pun langsung keluar rumah dan menutup pintu gerbang rumahku.

Aku kencan dengan Awan tidak sampai satu jam, dia langsung ngajak aku pulang. Aku diantar ke rumah, kebetulan malam itu ada pertandingan sepak bola. Awan fans berat klub bola Chelsea, dan rencananya dia mau nonton bareng di rumahku malam itu.

Di rumah aku tinggal sendirian, biasanya Didik yang menemani aku karena aku takut sendirian, soalnya rumahku lumayan besar. Ya sudah aku suruh Awan masuk dan menemaniku.

Sambil nonton bola, aku buatkan Awan jus lemon tea dan kita nonton bareng di depan TV sambil tiduran. Waktu itu aku ngantuk banget tapi tiba-tiba Awan ngajak aku ML. Aku kaget tapi Awan terus merayuku sampai akhirnya pertahananku jebol dan aku dikuasai Awan.

Setelah itu, aku sungguh-sungguh menyesal. Ada perasaan berdosa telah melakukannya dengan Awan, yang sahabat baik pacarku sendiri. Jujur aku merasa bersalah.

Aku tak pernah bisa melupakan kejadian itu dan tak akan pernah sekalipun aku ulangi. Aku memilih diam dan tak pernah bercerita kepada siapapun meskipun hati ini kadang menangis jika mengingatnya.

Semoga dengan menuliskan pengalaman buruk itu, beban hati yang kutanggung selama ini sedikit berkurang.

Nasib Memiliki Suami Tukang Selingkuh

suami tukang selingkuh

Memang sudah nasibku yang buruk menikahi suami yang tukang selingkuh. Aku tahu dia mencintaiku dan juga menyayangi putri kecil kami, tapi dia juga tidak bisa meninggalkan selingkuhannya. Aku yang terlanjur dipenuhi amarah dan dendam ikut-ikutan selingkuh. Sekarang rumah tanggaku terancam bubar karena suamiku yang egois itu mengetahui perselingkuhanku.

suami tukang selingkuhCerita perselingkuhan yang mendera rumah tanggaku akhir-akhir ini semakin memuncak. Terimakasih kepada redaksi ceritacurhat.com yang mau menampung tulisanku ini. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Sebelumnya pekenalkan namaku Ana, aku sudah menikah selama 13 tahun. Saat menikah dulu usiaku masih 24 tahun dan suami 26 tahun.

Sebenarnya sejak awal aku sudah tahu suamiku adalah seorang pecinta wanita tapi karena aku memang mencintainya aku menerima lamarannya dengan harapan dia bisa berubah kalau sudah menikah dan memiliki anak. Jujur saja saat itu aku merasa beruntung bisa mendapatkannya.

Ternyata harapan tinggal harapan.. kenyataan berbicara lain. Di awal pernikahanku saja dia masih sering main perempuan. Bahkan dia memiliki pacar di kantornya saat aku mengandung putri pertamaku.. yang kemudian meninggal.

Pada tahun ketiga pernikahan aku mengandung lagi, dan disinilah aku tahu ternyata suamiku masih berhubungan dengan wanita itu. Kesal, marah, dan cemburu tapi takut kehilangan itulah yang ada di pikiranku.

Tanpa terasa putriku telah berusia 2 tahun dan suamiku tetap saja dengan dunianya. Suamiku mungkin menyayangi aku dan mencintai buah hati kami, tapi dia juga masih tetap menyukai wanita lain.

Baca juga cerita selingkuh dan rumah tangga lainnya:

Singkat cerita aku tau dia masih berhubungan dengan wanita itu. Aku bahkan pernah melabrak perempuan itu. Cuma kesalahanku adalah aku tak bisa marah pada suamiku.

Aku juga sempat mencium gelagat tidak beres antara suamiku dengan pengasuh putriku. Entah sejak kapan mereka dekat dan berhubungan, hanya Tuhan yang tahu.

Karena selalu stres karena perilaku suami yang buruk, aku memutuskan berhenti bekerja dengan harapan bisa lebih memperhatikan suami. Aku berpendapat mungkin suamiku kurang mendapat perhatian dariku.

Ternyata dugaanku keliru, bukannya sembuh, aku malah mendapati kenyataan yang semakin membuatku goyah. Suamiku ternyata sangat sering berfoya-foya dengan wanita lain atau lebih tepatnya gampang di rayu kemudian di porotin.

Aku sedih dan kecewa sekali tapi sekali lagi aku sangat mencintai suamiku. Aku tak bisa berbuat apa-apa hingga usia perkawinanku menginjak 8 tahun. Saat itu suamiku tengah berhubungan dengan wanita di tempat kerjanya.

Sabar ada batasnya, lama-lama aku kesal juga hingga aku berniat membalas suami dengan berselingkuh. Cuma aku bingung gimana caranya selingkuh? jujur saja aku kurang PD akan penampilanku karena aku tipe wanita yang biasa saja. Jauh dari cantik.

Sampai akhirnya aku punya ide membuat suamiku cemburu. Aku mulai dengan mengacak nomor telpon. Ternyata usahaku tidak sia-sia. Aku mendapat kenalan seorang pria, dia satu daerah dengan tempat tinggalku sekarang. Cuma dia tidak tahu tentang diriku karena aku selalu mendustainya.

Sejuta cerita aku suguhkan untuknya karena menurutku takkan ada perjumpaan, lagi pula niatku juga cuma sekedar membuat suamiku cemburu. Laksana punya “mainan” baru aku begitu anteng dan menikmatinya, hingga akhirnya aku jatuh hati padanya. Meski kita belum pernah bertemu muka tapi tak pernah satu jam pun berlalu tampa kabar darinya.

Semua takkan terjadi bila suamiku sedikit saja memberiku perhatian. Dia terlalu sibuk dengan wanitanya, dia tidak menyadari kalau perhatianku mulai terbagi. Setahun sudah aku bercinta lewat telepon dan saat aku tahu suamiku semakin menjadi-jadi dengan kelakuannya, aku memutuskan untuk mulai bertemu muka dengan orang yang selama ini menemani kesepianku.

Saat itu aku tengah mengandung putraku yang ke 3, usia kandunganku menginjak 8 bulan. Aku janjian bertemu dengan selingkuhanku. Mungkin karena hati telah bicara atau mungkin juga karena dorongan setan, dia tak perduli aku istri orang dan tengah mengandung pula, dia menerimaku apa adanya.

Jujur saja aku semakin sayang padanya, aku semakin hanyut dalam cintanya meski kami masih bisa membatasi diri. Tapi perhatian dan kasih sayang yang selama ini tidak pernah kudapat dari suamiku aku dapat rasakan darinya.

Sekarang aku bisa tahu bagaimana rasanya disayang, aku digandeng dan dipeluk di depan umum. Kami bergandengan mesra dan merasakan sejuta keindahan bersama meskipun aku tahu diapun berstatus suami orang.

Dan akhirnya suamiku tahu bahwa aku selingkuhi. Dia marah sekali waktu itu. Akupun minta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi. Dan kamipun akur, tapi ternyata pemirsa hal ini tak membuat suamiku berpikir kenapa aku mencari perhatian.

Dia tetap dengan dunianya dengan wanita-wanitanya, seolah gak pernah bosan hingga pada akhirnya aku tahu suamiku dikejar salah satu teman wanitanya untuk dimintai pertanggung jawaban.

Disitulah aku marah, sakit hati, kecewa dan yang pasti hatiku mulai berontak, percuma selama ini aku mempertahankan kesucian dan kesetiaanku padanya. Akhirnya aku mengesampingkan peraturan dalam pernikahan, aku tak perduli lagi dengan peraturan apalagi etika.

Yang ada di hatiku hanya dendam “kamu bisa aku juga bisa”, dan akhirnya akupun melanjutkan hubunganku yang dulu sempat berhenti dengan selingkuhanku. Tapi kini, tak lagi ada penghalang diantara kami, tak ada lagi batas. Aku membebaskan diriku berbuat dosa dan mereguk madu cinta sepuas-puasnya dari selingkuhanku.

Dan kini sudah 5 tahun aku menjalin hubungan dengannya. Tak terasa memang lamanya karena aku menyembunyikannya dengan rapi. Saat perselingkuhanku terbongkar, suamiku murka, dia sangat marah dan merasa harga dirinya aku injak-injak, sejuta makian dia limpahkan kepadaku.

Kucoba untuk menjelaskan kepadanya tapi dia tak perduli, seakan dia yang paling suci, dia yang paling benar dan dia yang paling baik.

Sementara itu, selingkuhanku pelan-pelan pergi meninggalkanku, alasannya dia menyadari tak ada gunanya mempertahankan aku sementara dia sendiri punya keluarga. Tapi suamiku tetap saja menduga kami masih berhubungan. Apa yang kulakukan selalu cacat di matanya.

Tapi yang anehnya dia tetap saja dengan dunianya. Dengan teman wanitanya. Dia mencela aku sementara dia sendiri mencoreng muka sendiri.

Akhirnya mahligai perkawinanku diambang kehancuran, entah sampai kapan kami bisa bertahan. Hari-hariku bagai di neraka kalau ada dia, aku lebih suka menghindar. Hanya buah hati kami saja yang membuatku sampai detik ini masih bertahan.

Nah itulah garis besar kehidupanku aku yang jenuh dengan kehidupan ini mengharap ada uluran yang membantuku bangkit dari nestapa.

Aku Menderita Tinggal Serumah Dengan Mertua

cerita keluarga tinggal mertua

Aku tidak tau harus bicara apa tapi aku yakin bukan aku saja yang merasakan bagaimana menderitanya tinggal serumah dengan mertua, bisa dikatakan hanya duka yang aku rasakan.

cerita keluarga tinggal mertuaSejak aku hamil 6 bulan anak pertama, suami mengajakku tinggal dirumah orang tuanya. Katanya supaya aku ada yang temani karena suamiku bekerja di luar kota. Awalnya aku menolak tapi karena terus didesak akhirnya aku ikut saja.

Sebagai orang baru dalam sebuah rumah, tentu aku butuh waktu untuk bersosialisasi, tapi sayangnya keluarga suami terutama Ibu mertuaku begitu kasar kepadaku.

Namanya wanita hamil pasti cepat emosi dan sensitif, apalagi di dalam rumah mertuaku tinggal lebih dari 10 orang yang terdiri dari adik-adik suami dan menantunya. Bisa dibayangkan bagaimana hebohnya kalau semuanya ngumpul.

Kadang aku benci sama suamiku yang sudah meninggalkanku di rumah ibunya dan hanya mengunjungiku satu kali dalam sebulan. Menurutku dari pada tinggal serumah dengan mertua, bukankah lebih bagus jika tinggal di kos-kosan saja, meskipun kecil setidaknya aku punya wewenang dan tanggung jawab sendiri.

Baca juga cerita keluarga lainnya:

Aku sudah tidak tahan dengan mertuaku apalagi setelah melahirkan dia sering menyebutku sebagai Ibu yang tidak bisa membesarkan anak. Ahh, aku benci! kalau aku lapor ke suami, pasti dia cuma bilang itu teguran supaya aku lebih baik lagi.

Yang menjengkelkan, kadang di saat anakku menangis, mertua selalu mengambil anakku dari pangkuanku, dia juga sering mengatakan kalau ASI aku sangat sedikit sehingga anakku jadi rewel dan suka menangis.

Pernah satu waktu aku marah sekali sebab belum genap usia bayiku satu bulan sudah diberi makan pisang oleh mertua. Aku sedih melihat anakku menangis saat BAB, karena BABnya keras.

Aku benci mertua yang terlalu ikut campur urusan keluargaku. Semoga suamiku cepat pulang dan membawa uang yang banyak sehingga aku bisa hengkang dari rumah ini.