Selingkuh Saat Istri Hamil Tua

selingkuh istri hamil

Selingkuh itu mungkin seperti silver queen atau coklat tobleron. Kita mengunyahnya sedikit, sedikit dan sedikit lagi sampai akhirnya semuanya habis sama sekali. Begitu pula cerita perselingkuhanku dengan Harum,, dimulai dari sedikit, sedikit dan sedikit, dari hanya sekedar tegur sapa, ngobrol, curhat, makan siang dan akhirnya… seks.

selingkuh istri hamil
Aku selingkuh saat istri hamil tua

Oh Tuhan, puaskah aku ketika angan-anganku berhubungan intim dengan Harum tercapai?

Mampukah aku menghilangkan rasa yang terus datang, menagihku untuk mengulang dan mengulanginya lagi. Ah rasa itu tak bisa aku lupakan.

Angan-anganku untuk bisa dekat dengan si cantik Harum, janda muda teman kerjaku memang tercapai. Aku betul-betul terlena bersamanya, membuatku lupa kalau istriku sendiri tengah hamil tua.

Oya pembaca, perkenalkan, aku seorang pria berumur 34 tahun. Aku bekerja sebagai karyawan di sebuah bank BUMN. Aku tidak menyangka, kenakalanku, dan juga angan-anganku, bisa menjadi kenyataan. Aku berselingkuh! Sesuatu yang sebenarnya tidak aku harapkan, namun dalam benakku selalu ingin mencoba..

Kisah ini berawal ketika aku dimutasi ke daerah asalku di kota J, setelah sebelumnya aku bekerja di kota B. Ada seorang teman cewek di kantor yang menarik perhatianku, sebut saja namanya Harum. Dia cukup cantik, dan dadanya cukup besar. betul-betul menggoda imanku.

Karena kenakalanku, aku dekati dia dengan berempati. Perlu diketahui, dia sudah beranak dua (kembar pada kelahiran pertama, lewat operasi cesar). Keadaan dengan suaminya saat itu sedang goyah dan dalam proses cerai di Pengadilan Agama.

Baca juga cerita selingkuh lainnya:

Harum sering curhat ke aku, baik masalah dengan suaminya, maupun tentang materi gugatan cerainya di PA. Dari isi surat tersebut, aku tahu bahwa suaminya ringan tangan, sering memukul dan mabuk.

Pembaca sekalian, saat awal perkenalan itu, istriku baru hamil anak kedua kami. Ya, aku cinta istriku tapi aku tak kuasa menahan godaan dari si seksi Harum. Aku memang suami yang kurang ajar. Bejat.

Kedekatanku dengan Harum semakin lama semakin erat, sampai-sampai kami sering jalan berdua ketika jam kerja atau saat makan siang, bahkan kadang-kadang sepulang kerja. Aku bilang kepada istriku kalau aku masih ada kerjaan.

Suatu saat aku bersama Harum berjalan-jalan ke Pantai, dia mengaku belum pernah ke sana meski sudah sering mendengar namanya. Setelah sampai, kita menuju sebuah warung yang tutup dan duduk di bangku di depan warung tersebut.

Tak lama kemudian, Harum rebahan di pangkuanku “Aku ngantuk, aku tiduran dulu, ya?”. Dengan senang hati aku bersedia. Selama dia tidur, atau pura-pura tidur, aku mencoba memperhatikan wajah dan tubuhnya. Tak lupa aku juga mengelus-elus rambut dan wajahnya, aku beranikan diri berkata “aku ingin menciummu”. Ternyata dia bersedia, lalu kamipun berciuman di bibir dengan penuh nafsu dan lama… tetapi hanya itu, tak lama kemudian kami pulang.

Singkat cerita, usia kandungan istriku sudah memasuki bulan ke-9. Intensitas seks kami sudah sangat menurun, bahkan aku cenderung kurang puas dengannya. Semakin bulat tekatku selingkuh dengan Harum.

Di saat yang sama hubunganku dengan Harum sudah semakin intim. Suatu saat, setelah makan siang dengan bebek pedas, Harum mengatakan “Kalau aku biasanya suka berhubungan dengan suamiku, eh, mantan suamiku setelah makan siang, apalagi makan yang pedas-pedas gini. Soalnya libidoku paling gampang muncul di siang-siang gini, bukan malam hari, entah mengapa..”

Ya, Harum telah resmi bercerai dengan suaminya 3 bulan sebelumnya. Entah mengapa ia berkata seperti itu. Tetapi pikiranku sudah dikuasai iblis, sepulang dari makan aku mengajaknya mampir di kosan temenku.

Pucuk dicinta ulam tiba, temenku yang punya kamar ternyata sibuk main PS di kamar temennya, jadi aku rapatkan sedikit pintu kamarnya, lalu aku cium si Harum.  Ada nafsu, ada perasaan bersalah, ada perasaan was-was khawatir temenku balik ke kamarnya. Jadi aku dan Harum hanya sebatas bercumbu dan tidak melakukan lebih dari itu.

Dari pengalaman itu, pikiranku semakin nakal dan menginginkan yang lebih. Maka aku mengambil kamar kos 1 yang memang kosong di tempat kos temenku tadi. Cuma 200 ribu sebulan. Daripada buat booking hotel, 200 ribu hanya untuk semalam. hehehe….. begitu pikirku.

Kejadian selanjutnya, sebenarnya tidaklah pantas untuk diceritakan. Aku malu telah berkhianat. Saat istriku sudah mendekati hari-hari untuk melahirkan, tepatnya 1 minggu sebelum melahirkan, aku berhubungan intim dengan Harum layaknya aku dan istriku.

Harum sempat berkata “aku sudah lama tidak berhubungan… makasih, ya?”. Tapi dalam batin, aku terpukul begitu berat. Aku telah mengkhianati istriku! Begitu besar salahku pada istriku yang percaya kepadaku.

Maafkan aku wahai istriku tercinta. Sebenarnya kamu tidak kalah cantik, bahkan kamu lebih manis daripada Harum. Aku khilaf….. Ampuni dosaku.

Teganya Kakakku

cerita keluarga teganya kakak

Panggil saja namaku Vie, aku masih duduk kelas 3 SMP. Aku mempunyai keluarga yang bisa dibilang kurang bahagia, ayahku menikah dua kali, dari istri pertama ayahku memiliki 4 orang anak, 2 perempuan dan 2 laki-laki, dan dari ibuku hanya 2, yaitu aku dan adikku.

cerita keluarga teganya kakakIbu dan ayahku pernah bercerai 1 kali, waktu itu aku masih duduk kelas 4 SD dan aku ikut ibuku. Ibu dan ayahku menikah lagi waktu aku duduk di kelas 1 SMP, kakakku yang perempuan sangat baik, tapi kakak laki-lakiku sangat sombong.

Ketika aku kelas 3 SMP ayah dan ibuku bercerai lagi, tapi kali ini aku ikut ayahku, karna ayahku sudah tua, aku kasihan padanya jadi aku merawatnya, tetapi ayahku jarang pulang ke rumah, jadinya aku sering sendirian di rumah, kadang temanku yang menemaniku.

(singkat cerita)

Suatu malam tepatnya jam 11:00 ku terbangun oleh suara hp ku yang berbunyi terus menerus. Setelah aku menerima telpon itu, kakaku marah-marah. “Cepat kesini, kamu malah santai-santai di rumah, ini semua karna kamu,” ujar kakak perempuanku.

Aku tak mengerti maksud mereka apa lalu aku coba telpon kakaku lagi, “Halo,, maksud kaka apa??” ujarku, “Sudah jangan banyak tanya datang saja ke sini (rumah kaka laki-laki), Ayah udah gak inget siapa-siapa lagi,,!!”ujar kakaku.

Setelah mendengar itu aku bergegas pergi, aku bingung karena ini sudah malam, lalu aku lari ke rumah tamanku dan mengetuk-ngetuk rumahnya, aku ceritakan semua dan pergi bersama temanku. Setelah sampai ke rumah kaka ku, aku melihat ayahku yang berbaring lemah dan tidak ingat siapapun.

Setelah aku datang ayahku memegang erat tanganku sambil meneteskan air mata, mungkin ayahku tidak tau aku tapi batinnya bisa merasakan. Aku sangat sedih karena kakakku menyalahkan aku, tapi aku tak peduli dengan apa yang mereka katakan.

Baca juga cerita menarik lainnya:

Waktu itu aku sangat sedih karena kaka perempuanku tidak mau mengeluarkan mobilnya untuk membawa ayahku ke rumah sakit, untung saja ada mobil saudaraku yang lain yang bisa membawa ayahku.

Setelah sampai rumah sakit dokter mengatakan “Kenapa pasien ini sewaktu sakit tidak di kasih makan?? anda tau perutnya sudah mau busuk,, lihatlah gigi pasien ini sudah busuk,,” ujar dokter.

Aku tidak bisa berkata apa-apa,, hanya air mata yang bisa aku keluarkan, aku 3 hari tidak masuk sekolah karena menjaga ayahku yang sedang kritis.

Aku menjaga ayahku di temani kaka perempunku,, tapi kakaku yang 3 lagi tidak hadir, mereka hanya mengantarkan saja waktu itu.

Setelah tidak ada harapan lagi ayahku aku bawa pulang,, setelah sampai rumah ayah meninggal, aku pun tak tau harus apa, keesokan harinya waktunya ayahku dimakamkan, setelah pemakaman aku bingung harus bagaimana. Aku hanya terdiam di rumah, untung ada teman-temanku yang datang menghiburku.

Ke esokan harinya aku tidak makan karena tidak ada kaka atau sodara yang memberiku makan atau uang sepeserpun, untung ada tetanggaku yang sangat baik yang memberiku makan dan uang bekal ke sekolah.

Setiap hari banyak tamu yang datang menangis karena melihat nasibku,, banyak yang mengajakku tinggal bersama mereka tapi aku tidak mau.

Aku di ajak ibuku tinggal bersamanya tapi aku tanggung sekolah, karena sekarang aku sudah kelas 3 SMP, tidak bisa pindah. Setiap hari aku di beri makan dan uang oleh tetanggaku, dan akupun sering di kasih uang oleh guru sekolahku.

Aku hanya bisa bersabar, lalu ibuku menjemputku ke Bandung,, aku di paksa ibuku untuk duluan ke Tasik karena ibu masih harus mengemasi baju ayah untuk di amalkan,, tapi dengar dari temanku kakaku membuat ibu menangis.

Kakakku mengambil barang berharga milik ayah dan ibuku dengan cara yang tidak layak,, baju ayah yang sudah di bereskan di banting-banting dan membentak ibuku.

Aku tak habis pikir selama ini yang aku anggap kaka adalah orang yang hanya menginginkan harta saja. Mereka gila dunia padahal aku dan ibuku tidak menginginkan sepeserpun, walaupun hak ibuku paling besar tapi ibuku tidak menginginkannya.

Demikian cerita curhat ini, pesan aku untuk kakak-kakakku,, suatu saat pasti kalian pun akan mengerti dengan perasaan kami dan akan membutuhkan kami, tapi aku dan ibuku tidak ada benci dan dendam sedikitpun kepada kalian.

Karena Kebodohan Sendiri, Akhirnya Aku Hidup Merana

cerita janda muda hamil

Panggil saja namaku Sri, mulanya aku adalah seorang janda tanpa anak. Aku masih muda dan cantik sehingga meski berstatus janda aku masih laku di kalangan para pria. Aku lahir dari keluarga biasa saja, sebutlah buat makan saja kita harus bekerja keras. Itulah yang membuatku fokus mencari uang dan tidak terlalu menanggapi godaan para pria yang selalu datang kepadaku.

cerita janda muda hamilSetahun lebih aku hidup menjanda, aku kenal seorang lelaki, dia sudah menikah dan punya anak dua.

Awalnya hubungan kita hanya sebatas teman biasa, gak ada perasaan sama sekali diantara kami.

Hubungan kami sangat baik, saling menghormati satu sama lain, tapi lama kelamaan sikap dia kepadaku menjadi sangat hangat, baik dan bisa dikatakan benih-benih cinta mulai tumbuh dengan semakin seringnya kami bertemu.

Oya, ini adalah kali pertama aku menjalin hubungan dengan suami orang. Lama kita menjalin hubungan, semua baik baik saja dan tidak pernah ada kata berantem atau bagaimana, semuanya terasa indah, dan tentu saja hubungan kita sudah sangat jauh.

Tapi aku pikir usia ku makin lama makin bertambah dan tidak mungkin aku menjalin hubungan seperti ini terus tanpa ada kejelasan.

Saat ini usiaku sudah sudah 27 tahun dan aku ingin punya anak sebelum berusia 30 tahun. Tapi pacarku ini belum siap menikah, dan itu yang membuat aku tidak sabar dan suka mengeluh.

Singkat cerita pacarku pulang ke tempat istrinya di daerah Jawa sana, komunikasi kami sedikit berkurang dan sedih rasanya. Ada rasa takut kehilangan, takut dia tidak kembali lagi, padahal aku sudah iklas kalaupun menjadi istri ke 2, asal hubungan kita jelas.

Disinilah kebodohanku di mulai, aku kesal dan mungkin juga karena aku kangen, aku mengambil keputusan minta di temani seorang teman pria, dia sudah menikah juga, kita berteman walaupun aku tau (sebut saja namanya Rudhi) dia mencintaiku sudah sejak lama tapi tak pernah aku tanggapi, karna aku sangat mencintai kekasihku Mr.A (nama samaran).

Baca juga cerita menarik lainnya:

Malam itu aku meminta Rudhi menemaniku ke tempat diskotik di daerah Bandung. Itu adalah pertama dan terakhir kalinya aku masuk ke tempat seperti itu, dan Rudhi yang sudah mencintaiku sejak lama dengan senang hati menerima ajakanku.

Tadinya aku cuma berniat main sebentar saja untuk hilangin rasa kesalku, dan pulang dini hari, tapi ceritanya tidak seperti itu.

Di tempat diskotik aku di kasih minuman dan terbawa suasana. Akupun menikmati semua minuman itu tanpa tau takaran minum memabokkan itu segimana, selama aku masih bisa minum Rhudi terus memesannya untukku, dan ahirnya aku tau mabuk itu rasanya bagaimana. Lemas sampai ga kuat jalan, tapi aku masih ingat, aku gak lupa diri.

Akhirnya kita pulang, tapi kita pulang ke hotel bukan pulang ke kota asal kami. Dan disitulah Rudhi dengan leluasa menjiarahi tubuhku, berulang-ulang, sampe dia kecapean sendiri, disitu aku merasa benar-benar sudah berkhianat kepada kekasihku. Bodoh sekali rasanya aku bercinta dengan suami orang yang kekasih pun bukan.

Sebulan lebih aku tidak bertemu Rudhi lagi, dan tiga bulan lamanya aku tak bertemu kekasihku, Mr.A. Dan benar saja hasil malam itu, aku telambat datang bulan dan hasilnya positif, aku hamil.

Aku senang bisa hamil, aku tidak menyesal mau punya anak, tapi yang aku sesalkan kenapa anak Rudhi bukan anak kekasihku.

Rudhi tau dan dia tidak keberatan menikahiku tanpa sepengetahuan istrinya, disitu aku masih beruntung, tapi bagaimana dengan kekasihku? tak lama mr. A menemuiku, dan kuberanikan diri menceritakan semua penyesalanku yang sudah menghianatinya, dia sangat kecewa tapi dia tidak kasar, dia masih menghormatiku walaupun aku telah menyakitinya. Malam itu kita berpisah baik-baik walaupun berat rasanya.

Di usia kehamilan yang beranjak 3 bulan akhirnya Rudhi menikahiku, aku berusaha mencintainya dan menghormatinya, walaupun dia ternyata orang yang kurang bertanggung jawab dalam hidup berrumah tangga, aku masih harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhanku.

Dan makin lama bersamaya aku makin tau tabiat suamiku, ternyata dia menjalin hubungan dengan beberapa perempuan, yang muda sampe yang sudah berumur. Awalnya aku masih bisa menahan rasa marah ini, tapi makin lama suamiku makin kurang ajar.

Sekarang usia kehamilanku beranjak 9 bulan, menjelang persalinan suamiku malah jarang pulang dan kurang memberi nafkah buat kebutuhanku, mau ga mau di usia kehamilanku yang sudah tua aku masih kerja, lelah memang tapi mau bagaimana, aku bukan tipe orang yang tega menyusahkan orang tua.

Kalo perasaan ku cape, aku sering ingat kekasihku, yang selalu membuat aku senang, cuma aku yang kurang bersabar, sekarang aku cuma menunggu buah hatiku lahir, dan kedepannya pasti aku mau berusaha lagi tanpa harus mikirin perilaku suamiku, aku ga mau mikirin itu nanti,, aku yakin aku pasti bisa berusaha lebih buat anakku nanti.

Bodohnya Aku yang Terlalu Menuruti Hawa Nafsu

cerita hawa nafsu

Sebut saja namaku Tata, aku berusia 17 tahun. Diusiaku yang masih sangat muda ini aku sudah kehilangan kegadisanku. Kegadisanku hilang saat aku masih duduk dikelas 2 SMP, waktu itu aku melakukannya dengan pacarku, sebut saja namanya Abin.

cerita hawa nafsu
Bodohnya aku menuruti hawa nafsu

Begitu sering aku melakukannya dengan Abin, seolah-olah aku ketagihan dan kujadikan s3ks sebagai kebutuhan.

Sampai akhirnya aku putus, namun aku tidak merasa putus asa dan takut karena banyak teman-temanku yang juga bernasib sama sepertiku.

Mungkin aku sudah salah bergaul dan tidak menghiraukan nasehat orang tua sehingga terjerembab ke dalam dunia kelam ini.

Sahabat-sahabatku sama saja denganku. Hidup kami terlalu indah untuk sekedar sedikit saja mendengar petuah orang-orang tua.

Mungkin aku terlalu muda dan terlalu cepat mengenal kata cinta. Mungkin akulah yang dimaksud oleh para pakar pendidikan tentang generasi instan atau generasi karbit.

Aku akui, di usiaku yang masih belasan tahun ini, aku sudah memiliki setumpuk pengalaman hidup tak menyenangkan. Seks, cinta, narkoba, dugem dan berbagai nafsu duniawi lainnya adalah teman akrabku.

Entah kemana perginya nasehat dan larangan orang tuaku. Ajaran agama yang diajarkan saat aku masih kecil sepertinya tidak mampu mengerem keinginanku untuk terus bermaksiat.

Aku tak tahu lagi berapa banyak laki-laki yang telah menikmati tubuhku. Aku sama sekali tidak keberatan toh aku menikmatinya juga.  Ya kini aku suka melakukan hubungan dengan lelaki mana saja yang aku cintai.

Apakah para lelaki itu memanfaatkanku? tidak juga, sebab aku pun menikmati segala pemberian mereka. Aku tak pernah kekurangan apapun, semuanya sudah disiapkan oleh mereka, dari Hp sampai uang saku bulanan. Tak ada masalah materi yang perlu kurisaukan.

Baca juga: Aku berdosa mencintai kakak ipar sendiri

Aku bersukur memiliki tubuh yang bagus dan wajah yang cantik. Ini modalku menggaet banyak lelaki jatuh kepelukanku. Aku memang masih mengutamakan cinta, tapi lambat laun aku semakin bingung dengan makna cinta itu. Haruskah cinta diakhiri dengan hal terlarang?

Aku memang tak peduli dengan siapa aku berhubungan, bahkan dengan bosku sendiri pun aku layani. Sudah tiga kali kami check in di sebuah hotel yang tak jauh dari tempat tinggalku.

Aku mencintainya, walaupun aku dibayar setelah bercinta dengannya namun sesungguhnya aku ikhlas memberikan itu untuknya.

Aku jatuh cinta kepada bosku tapi dia telah memiliki istri dan anak. Namun bodohnya aku, tetap saja aku mau jika dia mengajakku berhubungan. Apakah yang kurasakan ini cinta atau hanya hawa nafsu semata?

Aku bingung, apa yang harus aku lakukan? Aku merasa sangat berdosa.

Kekasihku Memilih Pria yang Lebih Mapan

cerita cinta putus karena harta

Harapanku menikah dengan Sari hancur setelah Sari lebih memilih harta daripada cintaku. Begitulah kisah cinta yang mesti kujalani. Sekarang aku telah mendapatkan pekerjaan yang bagus, sayang Sari telah menikah dengan pria lain.  

cerita cinta putus karena harta

Sebelum cerita cinta ini saya tulis, perkenalkan nama saya Agus (24 tahun), saat ini saya bekerja sebagai seorang pengajar di salah satu sekolah menengah kejuruan negeri di salah satu kota di Jawa Timur. Saat ini saya juga berstatus sebagai mahasiswa pascasarjana di kota yang sama.

Sekitar pertengahan tahun 2009 yang lalu, saya memiliki hubungan istimewa dengan seorang teman bernama Sari. Saat itu saya sudah tahu bahwa Sari sudah memiliki kekasih bernama Rahmad.

Rahmad adalah salah seorang teman kuliah saya yang mendapat beasiswa dari kantornya. Awalnya, Sari mengaku telah putus dengan Rahmad. Hal itu yang membuat saya merasa bebas dan jatuh cinta padanya. Akirnya saya memberanikan diri menyatakan perasaan saya kepadanya.

Saat itu Sari mengatakan kalau saya terlalu cepat dan dia butuh waktu. Dalam beberapa kesempatan hubungan kami makin dekat dan kami makin romantis, bahkan ciuman adalah makanan sehari-hari buat kami.

Namun di saat kami sedang romantis-romantisnya, Sari mengaku kalau dia masih berhubungan dengan Rahmad. Saya merasa hancur dan berniat meninggalkannya, namun Sari mengatakan dia tidak mau kehilangan saya sehingga kami tetap menjalani hubungan itu. Namun seiring berjalannya waktu hubungan kami nampaknya tidak pernah menuju kepada sesuatu yang serius.

Baca juga cerita cinta lainnya:

Saya sangat menyayangi Sari, selama kuliah saya selalu mengantar jemput dia kemanapun dia mau. Saya juga menemaninya mengerjakan tugas-tugas kuliahnya, membantunya menulis skripsinya bahkan nemaninya mencari pekerjaan setelah dia lulus kuliah S1.

Akhirnya pada akhir tahun 2011, Sari putus dengan Rahmad dan hal itu membuat saya semakin serius padanya. Tapi dia bilang mau fokus kerja dulu, dan meminta saya yang pada saat itu hanya bekerja sebagai tentor les privat rumah untuk mencari pekerjaan yang lebih layak.

Sebenarnya dari segi penghasilan gaji saya lebih besar dari Sari, namun tetap saja dimata dia, saya belum punya nilai plus. Tapi terus memberi saya harapan bisa menikah dengannya, dia memberi waktu 2 tahun untuk mencari pekerjaan yang bagus.

Suatu hari pada pertengahan Juni 2012, Sari berubah, dia membatalkan niat menikah karena saya sama sekali tidak punya nilai plus dengan pekerjaan saya saat itu. 

Sejak saat itu saya berusaha lebih giat lagi mendapatkan kerja formal dan akhirnya menjadi pengajar di sebuah sekolah. Namun hal itu sepertinya tetap tidak berarti buat dia, karena ternyata selama ini dia telah menjalin kasih dengan beberapa cowok.

Dan yang paling menyakitkan dia berhubungan dengan seorang lelaki bernama Kuman. Kuman adalah teman sekelas Sari waktu SMA yang bekerja di pertambangan.

Akhirnya saya pun memutuskan mengakhiri hubungan dekat itu, dan berusaha merelakan mereka. Sejak itu pula kehidupan ekonomi saya menjadi sangat baik. Saya mendapat pekerjaan yang lebih baik dengan gaji yang lebih besar. Saya bahkan mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah S2 dengan jaminan pekerjaan yang lebih bagus lagi.

Ternyata hubungan Sari dan Kuman makin serius, mereka menikah pada akhir tahun 2013. Hal itupun tanpa mengundang saya. Satu hal yang tak pernah saya lupakan adalah Sari telah memberikan harapan kepada saya, walaupun dia tau saya bukan orang yang tepat bagi dirinya.

Dan beberapa minggu yang lalu dia mencoba menghubungi saya dan memberi kabar bahwa dia ikut suaminya ke luar pulau. Saya tidak tahu maksud dia menghubungi saya, yang jelas saya berusaha untuk tidak pernah melibatkan perasaan lagi dengannya walaupun sampai saat ini saya masih sangat mencintainya.

Sari, seorang wanita yang selama ini saya sayang dan agung-agungkan ternyata lebih memilih seorang pria berdasarkan mencoloknya harta dan bayang-bayang kemapanan saja.

Demikian cerita cinta yang kujalani bersama Sari. Terima kasih telah membaca curhat saya ini, maaf alurnya berantakan. Semoga Kuman tidak pernah mengecewakan Sari. Saya telah berusaha mencintai Sari pada tahap yang paling tinggi yaitu merelakannya.

Suamiku Insyaf Setelah 10 Tahun Aku Bersabar

cerita suami insyaf

Suami yang begitu kucintai selalu saja berselingkuh meski kami telah dikaruniai dua orang putri. Sepuluh tahun usia pernikahanku seperti sebuah zona latihan kesabaran bagiku. Berulang kali suamiku selingkuh dan berulang kali juga aku memberinya maaf.

cerita suami insyafAssalamu’alaikum para pembaca… Namaku Vira umur 40 tahun.  Aku ingin membagi sepenggal cerita keluarga yang kujalani bersama suamiku. Terimakasih kepada redaksi ceritacurhat.com yang telah memuat kisahku ini.

Aku sekarang seorang ibu dari 2 orang anak yang cantik-cantik berumur 9 tahun dan 2,5 tahun. Aku termasuk wanita yang telat menikah, itu mungkin karena aku terlalu asyik dengan pekerjaanku. Aku menikah ketika usiaku sudah menginjak 30 tahun, itupun setelah orang tua selalu mendesak aku untuk segera menikah.

Aku menemukan jodohku di UGD anak. Saat itu aku dan keluargaku lagi nungguin keponakanku yang lagi masuk UGD. Dan di saat yang bersamaan aku berkenalan dengan seorang lelaki yang lumayan ganteng yang juga sedang nungguin keponakannya di UGD yang sama.

Dari awal pertemuan itu dia atau sebut saja mas Andik berusaha untuk bisa mengenal aku. Singkat cerita Aku akhirnya tergoda juga dengan segala rayuan dan gombalan mas Andik yang membuat Aku mabuk kepayang.

Ditambah lagi para tetanggaku yang sering memuji ketampanan mas Andik. Mereka bilang aku pinter banget kalo cari pacar. Dan selama jalan sama mas Andik, aku rasa pikiranku selalu nyambung dengan dia sehingga aku ngerasa dialah jodohku.

Baca juga cerita keluarga lainnya:

Setelah 1 tahun pacaran, akhirnya kamipun menikah. Walaupun pernikahan kami kurang direstui sama papaku karena mas Andik belum punya pekerjaan tetap, tapi beliau dengan terpaksa merestui pernikahanku dengan mas Andik karena aku sangat mencintainya. Mungkin juga karena aku sempat mengancam ke ortuku kalo aku gak nikah sama mas Andik, aku gak akan nikah selamanya.

Di awal pernikahanku, aku memutuskan untuk mengontrak rumah sendiri. Supaya kami bisa hidup lebih mandiri dan tidak tergantung sama orang tua. Tapi disitulah… setelah menikah tak berapa lama, kira-kira 1 minggu usia pernikahanku, aku baru tahu kalo suamiku itu orangnya temperamen.

Kalau ada sesuatu yang tidak berkenan dihati dia selalalu marah-marah bahkan gelas atau piring bisa jadi sasaran kemarahannya. Aku jadi gak enak sama tetangga. Jadi aku harus mengalah supaya suasana gak tambah panas.

Sempat terpikir dalam benakku untuk minta cerai dan menyesal dengan pernikahan ini. Tapi aku malu pada orang-orang disekitarku apalagi pada orang tuaku yang kurang setuju aku menikah dengan mas Andik.

Setelah menikah 2 bulan lamanya, akhirnya aku hamil 1 bulan. Disitu kesabaranku mulai diuji terhadap ulah suamiku. Selain dia orangnya temperamen, ternyata suamiku itu juga terlilit hutang. Aku jadi bingung dan jadi kepikiran terus.

Singkat cerita, hampir tiap hari aku bertengkar dengan suamiku. Pernah sempat terlintas dibenakku untuk bunuh diri daja dan mencoba menggugurkan janin yang ada diperutku. Karena aku sempat shock dengan tingkah laku suamiku yang berubah 180° setelah kami menikah. Aku merasa dibohongi.

Beban pikiranku semakin bertambah karena perekonomian kami yang pas-pasan karena suami gak jelas kerja apa. Sehingga dengan segala masalah yang ada dan pikiran yang selalu stres tiap hari membuat janinku keguguran diusia 1 bulan lebih.

Beberapa bulan kemudian aku hamil lagi. Aku berusaha menjaga janinku itu dengan sangat hati-hati. Aku gak ingin keguguran lagi untuk kedua kalinya. Kujaga dia dengan sepenuh hati. Tapi lagi-lagi suamiku bikin ulah. Dia mencoba selingkuh dengan beberapa cewek yang masih single.

Ini semua dilakukan dengan perasaan tak bersalah. Perselingkuhan suamiku kutahu dari hpnya yang berisi SMS dari cewek-cewek yang gak jelas. Kucoba berusaha bersabar sampai anakku lahir sehat. Aku sangat bersyukur diberikan seorang gadis mungil yang cantik.

Dan kemudian kami memutuskan hidup bareng orangtua karena anakku gak ada yang momong kalo aku kembali kerja. Terpaksa aku hidup campur sama mertua. Kucoba beradaptasi dengan lingkungan keluarga suamiku.

Baca Juga:

Memang dimana-mana kalo ikut mertua pasti banyak gak cocoknya. Tapi aku tergolong orang yang cuek dan gak suka ngerumpik sama tetangga. Jadi jika mertua atau kakak suamiku gak suka sama aku dan cerita sama tetangga tentang aku, aku gak pernah ambil pusing karena hari-hariku sibuk bekerja dan jika di rumah aku sibuk dengan anakku yang lagi lucu-lucunya.

Diusia pernikahanku yang ke-3 tahun, suamiku selingkuh lagi dengan seorang gadis yang mirip Marshanda. Ini semua aku ketahui melalui SMS mesra di hpnya dan surat yang dikirim cewek itu ke rumah kakaknya yang akhirnya jatuh ditanganku.

Kesabaranku mulai dicoba lagi dan hampir membuat rumah tanggaku hancur. Aku dan anakku pergi kerumah orang tuaku karena sudah gak tahan dengan segala perlakuan suamiku karena dia juga sempat nampar aku gara-gara mbelain cewek itu.

Mertuaku juga lebih belain suamiku yang jelas-jelas suamiku salah besar dalam hal ini. Dengan perasaan hancur aku pulang ke rumah orang tuaku, dan mereka menerimaku dengan tangan terbuka. Hari-hari aku lalui dengan hati yang galau.

Seminggu, 2 minggu, dan 3 minggu kemudian suamiku baru menghubungi aku lewat telepon menanyakan keadaan anakku dan mengajak kami kembali ke rumahnya. Aku sempat bingung ambil keputusan. Disisi lain aku masih sayang sama suamiku dan masa depan anakku.

Kalo aku ambil keputusan cerai, aku takut anakku gak punya papa seperti anak-anak yang lain. Tapi disisi lain, aku masih sakit hati dengan ulah suamiku yang gak pernah berubah. Dan aku akhirnya mencoba memaafkan dan menerima suamiku kembali demi anakku.

Mungkin anda mengira aku bodoh mau menerima suamiku kembali. Dan orang tuaku juga gak mau ikut campur dengan segala keputusan yang aku ambil. Mereka selalu mendukung apa yang sudah jadi keputusanku. Asal aku berani menanggung resikonya.

Tiga tahun berlalu dengan begitu cepat dan aku merasa suamiku sudah berubah. Hatiku jadi agak tenang. Tapi itu semua tak berlangsung lama. Mungkin karena suamiku gak pernah sholat jadi dia mudah tergoda cewek lain yang dikenalnya dari temen bisnisnya.

Lagi-lagi HP adalah sarana utama dalam menjalin perselingkuhan. Ini kuketahui dari HP suamiku yang tiba-tiba bunyi di pagi hari, pas suami lagi mandi. Betapa terkejutnya aku membaca sms mesra yang menyebut suamiku dengan panggilan papa.

Ohhh…ya Allah kembali diri ini diuji agar selalalu ingat kepada-Mu. Kucoba hadapi ini semua dengan sabar. Hari-hari kulalui dengan menjadi detective. Tiap malam aku bergerilya mencari letak hp suamiku yang tak biasa disembunyikan. Ini jadi menambah rasa curiga dan rasa penasaran dihatiku.

Mungkin Allah memberikan petunjuk padaku, dimana suamiku menyembunyikan HPnya aku selalalu menemukannya. Lagi-lagi kutemukan kata mesra, kadang kata-kata mesum yang membuat hati ini tambah sakit. Dari situ aku simpen nomor tuh cewek dan aku menyuruh saudaraku yang cowok buat mancing dimana dan seperti apa cewek itu sebenarnya.

Dan sodaraku akhirnya berhasil mengantongi identitas tuh cewek. Kemudian aku bongkar cewek itu seperti apa pada suamiku. Hampir aja suamiku minggat demi cewek yang gak jelas itu. Dan Sekali lagi kuterima suamiku dengan tangan terbuka. Karena kuyakin suamiku selama ini selingkuh hanya melalui sms saja, gak lebih. Karena aku sudah memergoki duluan sebelum mereka mengenal lebih jauh.

Lima bulan kemudian aku hamil anak kedua. Dan 9 bulan kemudian lahirlah anak kedua cewek lagi. Ketika si kecil berumur 6 bulan, suami mulai berulah lagi. Kali ini kenapa tiba-tiba aku agak curiga dengan kepergian suamiku dengan alasan bisnis di malam hari.

Kucoba membuntutinya dari belakang. Baru kali ini aku melihat suamiku janjian sama cewek. Sakit banget hati ini, tapi aku coba tuk bertahan. Dan aku terus mengikuti mereka. Ingin rasanya aku jambak rambut tuh cewek. Belum sempat niatku terwujud tiba-tiba motor yang mereka kendarai menabrak gundukan galian di tengah jalan.

Dan mereka terpental sampai si cewek pingsan gak bisa bangun. Melihat kejadian itu, aku merasa Allah sudah membalas perbuatan mereka. Kemudian aku hampiri mereka dan kutinggal pergi begitu saja. Saat itu suamiku sempat melihatku.

Sampai rumah suamiku meminta maaf. Dan dia heran kenapa aku gak memarahinya. Aku jawab buat apa marah, toh Allah sudah memberikan balasannya.

Sejak saat itu suamiku mulai berubah. Dan dia jadi insyaf dan sudah mulai melakukan sholat 5 waktu. Terimakasih yaa Allah, akhirnya Engkau berikan rahmat-Mu pada kami. Dan Engkau telah berikan kenikmatan disaat usia pernikahan kami menginjak 10 tahun.

Semoga pengalamanku bisa jadi motivasi dalam hidup selanjutnya. Yang pasti jangan menyerah dan tetaplah berusaha untuk sabar. Demikian kisahku, semoga bermanfaat.