Selingkuhanku Ternyata Istri Sahabatku

cerita selingkuh istri sahabat

Aku sama sekali tidak pernah menduga kalau wanita yang saban hari kutemani chating dan telponan adalah istri sahabatku sendiri. Cerita selingkuh yang kujalani semakin membuatku merasa berdosa manakala mengingat hubunganku dengan wanita itu sudah sangat jauh. 

cerita selingkuh istri sahabat
cerita selingkuh dengan istri sahabat

Pada tahun 2010 yang lalu saya mendapat masalah di tempat kerja yang membuat saya akhirnya dimutasi ke pelosok kabupaten, tempatnya sangat jauh dan menjurus ke hutan. Waktu itu saya merasa menjadi orang terbuang.

Pada saat itu saya sudah berkeluarga dan baru saja dikarunia seorang anak, namun dikarenakan saya harus bekerja di pelosok desa yang berjarak 87 KM dari kabupaten kota membuat saya harus berpisah untuk sementara dengan anak dan istri

Hari demi hari saya jalani dengan mencari aktifitas lain di pelosok desa tersebut, dan saya sangat sering menelepon baik istri dan teman-teman saya dan saya juga sangat menggunakan Facebook, sehingga pada suatu hari saya berkenalan dengan seorang wanita di facebook.

Kami saling chat dan kemudian sering teleponan, dia mengaku bernama Zie dan masih sendiri. Dia bekerja di bidang kesehatan di sebuah Kabupaten yang berjarak 320 KM dari tempat saya bekerja.

Saya sangat terbuka dengannya, saya jujur mengatakan kepadanya bahwa saya telah menikah dan memiliki seorang anak, namun dia tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Waktu berlalu dan hubungan pertemanan kami berubah status menjadi pacaran walaupun kami belum pernah bertemu. Jika saya hendak kembali ke kota untuk bertemu Istri dan anak saya terlebih dahulu saya memberitahukan kepadanya bahwa saya akan bertemu istri, dan dengan rendah hati si dia tidak pernah menghubungi saya saat saya bersama keluarga saya.

Sampai suatu saat saya menelepon si dia dan betapa terkejutnya saya ketika mendengar yang mengangkat teleponnya tersebut adalah laki-laki yang mengaku sebagai suaminya. Saya sangat terkejut dan saya memutuskan untuk meminta maaf kepadanya via SMS setelah telpon ditutup.

Saat itu saya merasa kecewa, kenapa dia harus berbohong, beberapa hari kemudian Zie menelepon saya dan meminta maaf kepada saya. Dia mengaku bahwa dia memang telah berkeluarga, namun banyak permasalahan dalam keluarganya, namun saya tetep meminta si dia memperbaiki hubungan keluarganya dan tidak menghubungi saya lagi, nomor handphone saya langsung saya ganti dan pertemanan dengannya di facebook pun saya blokir.

Baca juga cerita selingkuh lainnya:

Setahun kemudian pada tahun 2011 saya mendapat permintaan pertemanan di facebook dengan nama yang hampir mirip dengan si dia, yang kemudian diakui olehnya bahwa dia memang Zie, dan kami kembali berkomunikasi, dan dia menceritakan kehidupan keluarganya yang katanya semakin “HAMBAR”.

Pada saat tersebut Zia hanya bercerita suaminya sering tidak ada di rumah dan sampai saat itu mereka belum dikaruniai buah hati, entah setan mana yang merasuk kepalaku padahal hubunganku dengan istriku sangat baik namun hanya jarang bertemu, sehingga saya memutuskan untuk bertemu dengan Zie di sebuah kota yang berjarak 330KM dari tempatnya dan 650KM dari tempat saya, memang sangat jauh, menempuh 8 jam perjalanan, tapi kami telah sepakat untuk bertemu disana.

Pada saat pagi hari H saya menjemput Zie di kabupaten lain dari tempatnya, itulah pertama kalinya kami bertemu. Tanpa banyak pembicaraan Zie langsung masuk kedalam mobil yang saya kendarai dan kami langsung menuju ke sebuah kota yang telah kami janjikan.

Kami sampai ke kota tersebut sekira pukul 20.00 wib, dan kami bersepakat untuk mencari penginapan, setelah makan malam saya bersama Zie langsung menuju ke kamar, dan di kamar tersebut saya langsung mandi.

Setelah saya mandi barulah Zie menuju kamar mandi, dan pada saat tersebut memang saya sempat berciuman dengannya, namun kami memutuskan untuk melanjutkan hal yang ada di otak kami setelah dia mandi.

Pada saat Zie selesai mandi kami melampiaskan nafsu kami, namun saya sudah duluan klimaks sebelum sempat “masuk”, mungkin karena kami kelelahan setelah 8 jam perjalanan, dan akhirnyapun kami pun tertidur.

Sekira pukul 02.00 wib saya terbangun karena mendengar ada panggilan di telephone milik Zie, tanpa sengaja saya melihat di layar handphone tersebut muncul sebuah foto yang sepertinya saya kenali, kemudian saya memperjelas foto tersebut yang ternyata benar bahwa foto tersebut adalah rekan kerja saya, satu angkatan, dan satu kesatuan, walaupun dia bekerja di daerah lain.

Laki-laki tersebut adalah kawan saya yang memang lama tak berjumpa dikarenakan kesibukan kami masing-masing. Saya bahkan tidak tahu bagaimana karir dan keluarganya. Jarak yang sangat jauh membuat kami sepertinya hilang komunikasi, hingga malam itu saya melihat fotonya di hp Zie.

Sungguh hati saya sangat merasa bersalah, saya memutuskan untuk tidak membangunkan Zie, kemudian saya dengan perlahan meninggalkan kamar tersebut.

Saya sempat meninggalkan sedikit bekal untuk Zie belanja dan biaya pulang dengan angkutan, dan saya menuju ke mobil dan langsung pulang ke daerah saya.

Sejak saat itu saya tidak tahu lagi bagaimana kabar Zie, saya mengganti nomor handphone dan menonaktifkan facebook saya, saya sangat merasa bersalah kepada suami Zie yang tidak lain adalah sahabat saya sendiri…… bingung.

Sejak saat itu saya tidak pernah lagi melayani jika ada orang yang mengajak saya untuk berpacaran, saya takut hal tersebut terulang lagi, sampai saat ini saya telah kembali ditugaskan di kota dan sampai saat ini Istri saya belum mengetahui hal tersebut.

Namun beberapa hari yang lalu yaitu pada bulan Maret 2014 saya melihat daftar Kontak BBM istri saya, saya menemukan kontak Zie di daftar BBM milik istri saya, rupanya mereka juga saling kenal.

Saya menulis cerita perselingkuhan ini dengan rasa sesal yang mendalam, pesan saya kepada sesama pria untuk lebih berhati-hati dalam bergaul terutama berkenalan dengan wanita di facebook, sebab godaannya sangatlah besar.

Dan sekali lagi maaf buat sahabat dan rekan kerjaku, teman aAngkatanku!! Bimbinglah istrimu sobat ke jalan yang baik, nafkahilah batinnya setiap waktu, sehingga dia sadar kamulah yang lebih baik, semangat.

Aku Gay yang Mempunyai Istri Setia

Cerita gay mempunyai istri

Bagi beberapa orang yang memiliki cerita gay seperti diriku, mejadi seperti ini bukanlah pilihan. Sejak lahir sampai besar aku sudah memiliki ketertarikan kepada pria. Bahkan di saat aku sudah mempunyai istri aku masih berhubungan dengan kekasihku sesama gay.

Cerita gay mempunyai istri
Cerita gay yang mempunyai istri

Sebut saja namaku Putra, sekarang aku berumur 31 tahun, aku tinggal dan dibesarkan di kota pelajar Yogyakarta.

Saat ini aku telah menikah hampir 1 tahun tapi belum dikaruniai anak. Jujur saja, aku menikah karena tuntutan keluarga, tuntutan lingkungan, dan tuntutan sosial.

Aku menikahi istriku bukan karena aku mencintainya meski aku akui istriku sangat baik dan setia kepadaku. Sebenarnya aku cukup beruntung bisa memilikinya.

Satu tahun menjalani pernikahan bersamanya membuatku selalu merasa bersalah. Sampai sekarang istrku tidak pernah mengetahui siapa diriku yang sebenarnya.

Aku beruntung dilahirkan dengan rupa yang menawan, sehingga banyak pria maupun wanita yang menyukaiku. Ya, aku adalah seorang gay, penyuka sesama jenis atau yang biasa orang sebut homoseks.

Aku sama sekali tidak bangga dengan predikat tapi aku juga tidak memiliki kemampuan menghindarinya. Bahkan meskipun statusku sekarang sudah menikah, aku masih berhubungan dengan kekasihku sesama gay.

Sudah cukup lama aku berhubungan dengannya, mungkin sekitar 5 tahun, jauh sebelum aku mengenal istriku. Cintaku kepadanya juga sangat besar, jauh lebih besar dari istriku sendiri.

Sampai saat ini aku masih belum bisa mencintai istriku, aku juga tidak bisa memberi nafkah batin kepada istriku dengan sepenuh hati. Semua aku lakukan dengan terpaksa, tak ada hati, semua terasa hambar.

Baca juga cerita gay lainnya:

Setiap malam aku merasa selalu tersiksa dengan beban ini, merasa menjadi suami yang tidak bertanggung jawab tetapi aku juga tidak kuasa untuk melepaskan pernikahan ini atau membuat pengakuan kepada istriku.

Aku tersiksa dengan perasaanku, aku tidak mau menjadi seperti ini, aku mau menjadi seperti suami-suami pada umumnya yang mencintai istrinya. Tapi kenapa aku tidak bisa? Kenapa usaha untuk mencintai istriku selalu gagal ?

Aku dilahirkan sudah menjadi homoseks seperti ini, aku tertarik pada pria sejak kecil bukan karena lingkungan atau masa lalu yang suram. Maafkan aku istriku, suamimu ini gay, suamimu ini menjalin hubungan dengan pria lain.

Akibat Salah Memilih Suami Hidupku Jadi Galau

cerita pernikahan tidak bahagia

Cerita pernikahan yang kujalani saat ini mungkin juga dialami oleh banyak wanita lain. Awalnya aku yang terlanjur sakit hati dengan cowok akhirnya tidak lagi mau serius berpacaran. Sampai mama mulai mendesakku menikah. Akhirnya aku menerima lamaran seorang pria yang baru saja kukenal. Hidupku tidak bahagia.

cerita pernikahan tidak bahagiaSebut saja namaku Serly, aku lahir dari keluarga yang cukup berada. Aku punya kepribadian tertutup, pendiam, tapi meski demikian banyak orang yang bilang wajahku cantik dan tubuhku bagus.

Aku tinggal di kecamatan, setelah tamat SMU aku lanjut kuliah di sebuah kota besar. Tadinya hidupku baik-baik saja di kota tersebut sampai kemudian aku kenal seorang cowok, sebut saja namanya Indra.

Dia nembak aku untuk jadi pacarnya dan aku terima, tapi ternyata Indra itu seorang bajingan, dia permainkan perasaan aku padahal aku sudah terlanjur cinta sama dia, akhirnya kami putus.

Setelah itu aku kenalan sama cowok lain, sebut saja Roby. Setelah pacaran beberapa lama ternyata dia juga bajingan, hatiku begitu sakit karena dipermainkan cowok-cowok. Sejak saat itu aku tidak mau lagi kenal cinta, buat aku cinta hanya untuk have fun saja dan dapat duit banyak dari cowok.

Inilah awal hancurnya hidupku. Aku berteman dengan seorang kawan di tempat kost, dari dia aku kenal rokok, dugem, dan bahkan aku sudah mulai mengenal free sex dengan cowok-cowok yang kukenal. Sejak saat itu hidupku berubah drastis, aku banyak kenal pria tajir, aku sering dapat duit dari mereka.

Yang aku pikirkan saat itu hanya senang-senang saja, sampai suatu hari aku jatuh hati dengan seorang pria beristri. Kami pacaran sembunyi-sembunyi, dia begitu perhatian sama aku. Tapi setelah tiga tahun pacaran kami putus karena aku merasa sudah tidak aman pacaran seperti itu.

Selain itu mamaku juga sudah mulai over protectiv, aku jadi tidak bebas keluar rumah. Mamaku selalu curiga dan tidak percaya sama aku. Umurku saat itu sudah 25 tahun dan mama mendesakku untuk segera menikah. Kata mama, aku boleh menikah dengan siapa aja yang mau sama aku yang penting kerja.

Baca juga cerita menarik lainnya:

Mamaku tidak berpikir panjang tentang pernikahan dan tidak selektif memilih calon suami untuk anaknya. Mamaku berpikir sempit kalo wanita sudah diatas 25 tahun belum nikah pasti susah dapat jodoh. Mamaku sering marahin aku karena belum nikah, akhirnya aku jadi terbebani dan ikut-ikutan tidak selektif memilih suami.

Aku dikenalkan paman sama seorang cowok, sebut saja namanya Ricky. Dia anak mantan pejabat di kotaku, aku baru kenal dia 2 hari dan mamaku sudah mendesakku segera menikah tanpa berpikir untuk kenalan dulu lebih jauh.

Satu bulan kami kenalan Ricky melamarku, tadinya aku pingin kenalan dulu sebelum memutuskan menikah tapi karena desakan mama bahwa umurku sudah 26 akhirnya aku menerima lamaran Ricky.

Ya Allah setelah menikah aku baru tahu kalau suamiku sakit lever, sebagai akibatnya dia tidak bisa making love. Suamiku juga kurang perhatian, egois, aku merasa tidak punya tempat sandaran biarpun punya suami. Suamiku tidak bisa diajak sharing, aku seperti hidup sendiri.

Sudah 4 tahun menikah aku tidak kunjung hamil. Mama selalu mendesak aku untuk berobat biar cepat hamil. Dalam hati aku berpikir bagaimana bisa hamil kalau suamiku tidak pernah menggauliku.

Beginilah hidupku sekarang yang harus aku jalani setiap hari. Mamaku dan saudara-saudaraku tidak ada yang tahu nasibku seperti ini. Mereka pikir aku pasti bahagia karena sudah menikah. Buat teman-teman aku sarankan agar lebih selektif dalam memilih pasangan hidup, jangan terlena dan menilai orang hanya dari luarnya saja.

Kisah Seorang Kakek

cerita seorang kakek

Selama menikah bertahun-tahun, istriku tidak pernah belajar hidup berumah tangga dan menghargai suami, sampai pernah istri melempar pisau daging kepadaku, beruntung aku cepat melewati pintu dan menutupnya sehingga pisau menancap di daun pintu yang posisi pisau persis setinggi badanku, kalau lambat dikit, wassalam.

cerita seorang kakekAku Rahmat, seorang kakek usia 60 tahun lebih, sudah punya seorang istri, 2 orang anak dan 5 cucu. Sungguh bahagia saat ini begitu kata kawan-kawanku. Aku sudah menikah selama 41 tahun tanpa ganti istri.

Cukup bersyukur bisa mendampingi keluargaku selama ini dengan utuh. Sekitar 41 tahun yang lalu aku menikahi seorang ABG berusia 19 tahun dan aku sendiri saat itu 25 tahun. Istriku berasal dari keluarga yang berkecukupan dan dia cukup dimanja oleh orang tuanya.

Setelah pernikahanku berumur 10 tahun, aku merasa ingin memiliki alat yang bisa mempercepat waktu sehingga aku mendadak bisa berumur 50 tahun dan istriku berumur 44 tahun, dengan harapan istriku bisa berubah tidak lagi manja dan semau gue.

Bagaimana tidak, selama 10 tahun menikah dia tetap tidak melayaniku dengan baik sebagai suami, untuk bikin minum saja dilakukan pembantu.

Seringkali aku merasa iri kepada kawan-kawanku yang dilayani oleh istrinya, kok istriku tidak seperti itu ya? Tapi aku sadar dan bisa terima karena Allah telah memberikan istri seperti itu.

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun kami lalui bahtera hidup. Pada saat umurku menginjak 50 tahun ternyata istriku yang berumur 44 tahun tidak pernah belajar tentang kehidupan rumah tangga, malah makin parah, sampai pernah istri melempar pisau daging kepadaku.

Beruntung aku cepat melewati pintu dan menutupnya sehingga pisau menancap di daun pintu yang posisi pisau persis setinggi badanku, kalau lambat dikit, wassalam. Tapi lagi-lagi aku sadar bahwa istriku adalah pemberian Allah.

Pada tahun 2003, saat itu umurku 55 tahun aku berkenalan dengan seorang wanita yang saat itu berumur 30 tahun, namanya A yang bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah karaoke di kota C.

Singkat cerita aku dan A menikah siri dengan segala komitmen yang tidak memberatkan aku dan A tidak minta aku menceraikan istriku ataupun mengikat waktuku. Rasa-rasanya aku hanya mencari alasan untuk pembenaran dengan menikah siri tersebut.

Pernikahan siriku hanya bertahan 6 tahun dan kemudian hidupku kembali seperti dulu bersama istri sahku. Aku kembali jenuh dan mengharapkan ada perubahan walaupun sedikit pada istriku dalam bersikap, bertutur kata dan sebagainya.

Tapi ternyata dugaanku salah, makin bertambahnya umur seseorang harusnya membuat dirinya makin bijak, lha ini malah tidak ada perubahan.

O iya, Sebelumnya pada tahun 2000 aku pernah divonis mengidap hipertensi. Salah satu pencegahannya adalah jangan sampai marah ataupun merasa tertekan kalo tidak mau kena stroke.

Jadi dirumah dari pada kena stroke lebih baik aku diam tidak meladeni kata-katanya yang masih saja sering menyakiti. Kapan aku mengalami ketenangan diusia senja ini? Sering kali untuk selingan aku membaca cerita 17+ di internet.

Kadang-kadang aku berpikir wah pengen punya pendamping lagi, namun setelah kuperhitungkan masak-masak hal tersebut tidak akan menyelesaikan masalahku dengan istriku malahan bisa menambah masalah baru, betul pembaca?

Saat ini aku memohon kepada Tuhan semoga masih diberi umur panjang sehingga bisa memperingati kawin emas dengan istriku, 9 tahun lagi.

Hidupku Sandiwaraku

hidupku sandiwaraku

Sebelum bercerita ijinkan aku memperkenalkan diri. Namaku Hesti T.M, sekarang usiaku menginjak 16 tahun dan duduk di bangku SMA di Tulungagung, Jatim. Aku lahir dari keluarga broken home, orang tuaku bercerai waktu aku masih kelas 5 SD.

Cerita curhat, hidupku sandiwaraku
hidupku sandiwaraku

Sejak orang tua bercerai aku ikut bersama ibu. Saat itu aku betul-betul merasa kehilangan sosok seorang ayah, terkadang aku kangen pelukan hangat seorang yang sangat berwibawa, pendek kata aku merasa sangat kesepian.

Cerita ini bermula ketika aku masih  duduk di bangku SMP. Saat itu di sekolah aku tidak memiliki prestasi apapun. Tubuhku juga terlalu gemuk dan membuatku tidak percaya diri dalam bergaul. Hal tersebut membuatku takut berkenalan dengan cowok.

Waktu itu aku punya teman cowok, dia sering bercerita tentang pacarnya yang cantik. Dia bahkan sering memperlihatkan foto-foto pacarnya itu. Aku lihat pacarnya memang cantik, namanya Dilla.

Dari situ tanpa sepengetahuan temanku itu, aku mulai menyimpan foto-foto Dilla. Awalnya aku hanya sekedar ingin mengaguminya saja dan tidak punya niat jahat sedikitpun. Tapi pada suatu hari, seorang teman memperkenalkanku dengan Facebook.

Aku betul-betul terpesona dengan facebook, aku merasa lebih percaya diri bergaul dan berkenalan dengan orang-orang melalui situs ini. Dan aku mulai mempunyai banyak teman, dari chating hingga tukeran nomor handphone.

Tapi aku malu memasang foto profil. Entah sudah berapa kali teman cowok di facebook meminta fotoku dan tidak pernah aku berikan. Aku takut, jika mereka tahu siapa aku yang sebenarnya mereka pasti akan pergi.

Baca juga cerita curhat lainnya:

Dari situlah niat jahat muncul di dalam hati. Aku mengirim foto Dilla kepada seorang teman facebook dan mengaku-aku sebagai dirinya. Melihat foto itu dia selalu memuji-muji aku cantik dan semakin rajin mengirim inbox atau mengajak chating.

Lalu aku memberanikan diri memasang foto Dilla menjadi foto profilku di Facebook. Dan sejak saat itu, semakin banyak cowok yang memujiku cantik dan meminta nomor hp untuk lebih kenal katanya. Dari situ aku merasa semakin banyak orang yang perhatian denganku.

Suatu hari aku mengenal seorang cowok yang sangat baik, dia mampu membuatku merasa nyaman, dan ternyata rumahnya tidak begitu jauh dari desaku. Aku mulai berbohong tentang riwayat hidupku, tujuanku untuk menarik simpatinya agar dia betul-betul menyukaiku.

Setelah lama berhubungan dengannya melalui chating, sms dan telponan akhirnya aku jujur dan memberitahu siapa aku sebenarnya. Bahwa semua foto yang dilihatnya itu adalah palsu. Awalnya aku takut tapi akhirnya lega karena dia bilang mau menerima aku apa adanya.

Akhirnya kami bertemu dan merajut cinta selama tiga tahun. Setelah tamat SMP aku lanjut sekolah di SMA yang tak jauh dari desaku. Hubunganku dengan pacarku putus nyambung dan aku mulai merasa kesepian lagi seperti dulu.

Sementara itu, aku juga mulai kehabisan stok foto Dilla, jadi aku membuat akun facebook baru yang aku beri nama Mayang. Sebagai foto profil, aku menggunakan foto seorang model asal Vietnam yang membuat mata semua lelaki terbelalak ingin mengenalku.

Di facebook palsu itu aku membuat sandiwara tentang riwayat hidupku. Aku bilang aku wanita karir,, yang pintar dan luas pergaulan. Aku menyukai facebook yang satu ini karena banyak sekali orang yang memberi komentar setiap aku membuat status atau mengupload foto.

Baca juga: Aku Merasa Hidup Ini Tidak Adil

Aku merasa banyak orang yang memberi perhatian kepadaku, meski aku tahu itu palsu tapi aku merasa sangat bahagia. Banyak sudah pria yang kujadikan pacar, yang kuberi janji manis tapi tak pernah bertemu muka di dunia nyata.

Suatu hari di malam yang hening aku merasa sangat bete.. aku sempatkan membalas inbox dari teman facebook, lalu ada seorang yang aku tawarkan untuk menelfon aku dan dia tidak menolak. Kami bicara sampai larut malam, mungkin dia merasa nyaman ngobrol dengan aku hingga akhirnya dia katakan cinta.

Dia selalu mengajak aku ketemu dan jalan bareng tapi aku tahu itu tidak akan terjadi karena semua ini hanya imajinsiku. Aku tak pernah nyata. Saat dia mengajakku keluar selalu banyak alasan hingga sampai 7 bulan lamanya aku belum juga bertemu dengannya.

Tapi cerita imajinasiku semakin tinggi, aku bercerita banyak masalah dalam keluargaku hingga aku harus pergi ke luar kota. Saat dia menelpon aku bilang aku gak bisa makan karna gak ada uang, lalu dia mengirimkan makanan. Awalnya aku menolak karena merasa tidak enak tapi waktu kiriman makanan datang dan Ibuku melihatnya dia hanya tersenyum manis yang membuat aku bahagia bisa membuat ibu senang.

Waktu terus berjalan, aku ingin membelikan sesuatu untuk ibu tapi karena aku masih sekolah dan belum kerja jadi aku tidak punya uang. Karena aku jahat aku bercerita pada orang yang baik tadi kalau aku mau balik ke jakarta dan bisa segera bertemu dengannya, tapi masalahnya aku gak punya uang karna tanggal gajian masih lama.

Karena dia tak sabar ingin ketemu aku akhirnya dia mentransfer ongkos untuk pulang. Dan uang itu aku berikan ke Ibu, aku lihat Ibu sangat senang. Aku semakin pandai berbohong, bukan hanya bohong ke teman facebook tapi juga bohong ke orang tua.

Ah jahatnya diriku. Pesanku buat orang yang pernah aku sakiti atau aku bohongi, maafin akuu ya…. buat ayahku yang ada di Lampung… akuu mintta maaf blum bsaa bahagiain kalian, cepat temui aku yaa…MAAF MAAF…MAAF.. MAAF.

Dilema Antara Isteri dan Orang Tua

Antara istri dan orang tua

Saya pria keturunan sunda (Garut) dan isteri saya Jawa. Dalam adat sunda seorang pria sunda kurang baik jika menikahi wanita keturunan Jawa. Agak kolot memang tapi orang tua dan keluarga selalu mewanti-wanti saya untuk menaati tradisi itu.

Cerita cinta antara istri dan orang tuaSaya yang terlanjur cinta kepada istri memberanikan diri melamarnya. Saya tahu orang tua saya kurang setuju meskipun pada akhirnya mereka merestui pernikahan kami. Sekarang setelah resmi menikah, saya dan istri tinggal menetap di Garut.

Sembilan bulan sudah saya menjalani bahtera rumah tangga, dan semuanya baik-baik saja. Kami hidup bahagia walaupun dengan penghasilan yang masih pas-pasan.

Namun disaat saya beranikan diri untuk memulai merintis usaha dengan hasil pinjaman dari bank, nasib kami pun mulai berubah.

Dihari saya menerima uang dari bank, hari itu juga keluarga isteri saya dari Jawa memberi kabar bahwa mertua laki-laki saya sakit.

Saya pun memutuskan untuk berangkat ke Jawa bersama istri membesuk bapak mertua. Sementara uang modal dari bank itu saya titipkan kepada orang tua saya.

Sebelum berangkat saya berpesan kepada istri kalau kita hanya akan tinggal satu minggu saja di sana. Namun keadaannya berubah, setelah sampai disana, isteri saya malah tidak mau kembali lagi pulang ke Garut, alasannya karena dia ingin merawat orangtuanya.

Baca juga cerita cinta menarik lainnya:

Saya pun bingung sementara saya meninggalkan hutang yang lumayan besar di Garut. Orang tua saya juga terus menghubungi saya menyuruh pulang dan melanjutkan usaha yang saya rintis.

Kebingungan saya bertambah karena saya tahu di kampung isteri saya ada mantan isteri pacar saya yang dulu merenggut keperawanan isteri saya. Tentu saya tidak ingin mengenalnya meskipun itu hanya untuk bertegur sapa.

Saya mencintai istri saya tapi saya juga perlu mengurus usaha saya di Garut. Apakah saya perlu bolak balik Garus ke kampung istri saya setiap minggu? Saya juga malu dengan orang tua saya yang dari awal memang tidak setuju saya menikah dengan istri saya.

Terimakasih kepada redaksi ceritacurhat.com yang telah memuat cerita ini.

Guruku… Kekasihku

Cerita cinta guru murid

Sejujurnya aku sama sekali tidak pernah berniat mengganggu rumah tangga Pak Perdi, guruku di sekolah. Tapi pertemuan demi pertemuan membuatku semakin dekat dan akhirnya jatuh cinta kepadanya, apalagi kami telah melakukan hubungan terlarang itu, membuatku semakin sulit melepasnya.

Cerita cinta guru murid
Cerita cinta guru murid

Perkenalkan, namaku Aurora, usiaku masih sangat muda 17 tahun. Aku anak kelas 3 SMU di Kalimantan Tengah. Aku tertarik untuk menuangkan kisahku disitus ceritacurhat.com ini karena cerita cinta yang kujalani tidak biasa.

Dulu aku mempunyai pacar sebut saja namanya Ari, dia kakak kelas ku semenjak aku kelas 2. Aku mencintainya namun seiring berjalannya waktu dia mengkhianatiku, dia menjalin hubungan asmara bersama teman sekelasnya, aku sakit hati dan akhirnya hubungan kami berakhir.

Selama itu aku jadi stres berat, badanku jadi kurus karena tidak makan, aku sering sakit, bahkan terkadang aku ingin bunuh diri. Saat itu aku bingung, aku merasa diriku kotor dan tak pantas hidup, karena selama aku pacaran dengannya aku sudah sering berciuman ataupun oral seks. Tapi jujur aku belum pernah melakukan hubungan badan karena saat itu kami masih belum berani melakukannya.

Aku bingung dengan beban pikiranku itu, aku ingin cerita kepada orangtua ku tapi itu tidak mungkin karena aku takut dimarahi, akhirnya kuputuskan untuk menceritakan masalahku itu pada guruku di sekolah.

Sebut saja dia pak Perdi, dia adalah guru yang nyaman diajak curhat, aku ceritakan semua masalahku itu kepadanya. Hari-hari aku semakin dekat dengan Pak Perdi, kedekatanku ini berubah menjadi perasaan cinta, saat itu Pak Perdi pulang dari kegiatan di luar kota, dia ingin memelukku dan aku pun mau, karena saat itu aku hanya berpikir wajar saja seorang guru ingin memeluk muridnya. Aku pun memeluk Pak Perdi di ruangannya.

Baca juga cerita cinta lainnya:

Dari pelukan ini lah Pak Perdi mengatakan bahwa dia menyayangiku. Suatu sore aku menerima sms dari Pak Perdi, dia mengatakan bahwa dia mencintaiku dan ingin menciumku, aku pun terkejut.

Pagi hari nya aku menemui Pak Perdi, saat itu aku diminta menjadi operator untuk mengatur musik saat upacara, jadi aku tak ikut upacara saat itu, aku bingung dengan tingkah pak Perdi yang aneh, dia sering keluar masuk ruangan tapi aku pura-pura tidak tahu dan menganggapnya biasa.

Pak Perdi mendekatiku dan menarikku lalu tiba-tiba mencium bibirku. Saat itu aku tidak berontak atau pun menolak, malah aku menerimanya. Aku juga bingung dengan perasaanku. Aku merasa telah jatuh cinta dengan guruku sendiri, aku tahu Pak Perdi sudah memiliki istri namun perasaanku tidak dapat dipungkiri lagi, akhirnya aku menjalin hubungan terlarang dengan Pak Perdi.

Semakin hari hubunganku dengannya semakin dekat, sampai akhirnya aku melakukan hubungan badan dengan Pak Perdi, aku semakin mencintainya aku tak peduli dia mempunyai istri karena bagiku aku sangat mencintainya. Aku berharap bisa bersamanya selamanya.

Setiap kami bertemu pasti kami melakukan hubungan intim. Aku mencintainya walaupun aku tahu aku sungguh berdosa dengan istrinya namun mau gimana lagi aku terlanjur mencintai Pak Perdi begitu pula sebaliknya Pak Perdi juga mencintaiku. Aku merasa aku sudah menjadi istri muda Pak Perdi.

Mohon bantuan teman-teman pembaca, apa yang harus aku lakukan? Aku bingung, haruskah aku meneruskan hubunganku dengan Pak Perdi entah sampai kapan?