Ingin Balas Dendam Akhirnya Aku yang Terjerat

cerita cinta balas dendam

Berawal ingin membalas dendam, akhirnya aku yang terjerat, Namaku putra, cerita cinta yang kujalani ini berawal dari tempatku bekerja di sebuah perusahaan elektronik di Sumatra. Di sanalah tempat aku pertama kali berkenalan dan akhirnya memadu kasih dengan sosok wanita pujaanku.

cerita cinta balas dendamAwal bekerja di sana rasanya seperti biasa saja dan cenderung membosankan, sampai akhirnya aku berkenalan dengan seorang wanita berjilbab dan berparas cantik yang mampu membuatku semangat untuk ke kantor.

Namanya Lina, wajah yang cantik dan terkesan cuek membuatku semakin penasaran ingin kenal lebih jauh. Suatu hari aku beranikan diri untuk berkenalan dengannya, dia langsung memberi respon yang positif hingga aku menjadi lebih yakin untuk mendekatinya.

Tidak lama.. akhirnya kami resmi berstatus pacaran. Awal berpacaran dia sungguh perhatian dan aku pun sangat menyayanginya. Aku merasa menjadi lelaki paling beruntung bisa mendapatkan Lina.

Tapi rasa itu akhirnya berubah saat aku tau Lina selingkuh. Meski dia sudah meminta maaf dan telah memutuskan hubungannya dengan kekasihnya itu, tapi rasaku telah berubah, aku tak ingin lagi melanjutkan hubungan kami, dan akhirnya kami pun resmi berpisah.

Cerita cinta bersama Lina berakhir sudah, aku merasa sangat pupus, rasa sakit hatiku tak bisa kubendung, kecewa, marah, menyesal, semuanya bercampur aduk, dan akhirnya aku memutuskan untuk membalas dendam. Di saat itu di kantor ada seorang karyawan baru yang bisa di bilang jauh lebih cantik dari Lina tapi sayang kami berbeda agama.

Namanya Rosa, dia seorang wanita perantau juga, sama sepertiku, Rosa adalah tipe orang yang ramah dan pintar bergaul, hampir semua orang di perusahaanku sangat senang dengan sifatnya. Baru bekerja beberapa hari aku langsung memberanikan diri untuk berkenalan dengannya, aku juga berhasil mendapatkan nomor handponenya.

Aku mulai mendekati Rosa dan seminggu kemudian aku langsung nekat mengutarakan isi hatiku kepadanya. Aku tak ingin keduluan orang lain, apalagi memang pada saat itu banyak teman-temanku di kantor yang berusaha mendekatinya, bahkan atasanku pun ingin mendekatinya.

Dan akhirnya aku pun mengutarakan isi hatiku lewat sms karna aku belum cukup mental untuk berhadapan langsung dengannya. “Gak mau ahkk nembak beraninya lewat sms, kalau berani ngomong langsung la,” jawab sms Rosa. Dan keesokan harinya aku pun memberanikan diri untuk menemuinya dan bicara langsung dengannya, awalnya aku ragu, aku berfikir dia tidak akan mau denganku.

Baca juga cerita cinta lainnya:

Tapi pikiranku salah, ternyata dia juga punya perasaan yang sama denganku, dan akhirnya kami pun resmi berpacaran. Dendamku pada Lina akhirnya terbalaskan. Lina keluar dari perusahaan karna tidak tahan melihat hubunganku dengan Rosa, terkadang aku melihat Lina tersipu malu melihat aku mengantar Rosa pulang bekerja. Dulu aku memang selalu mengantar Lina pulang bekerja sebelum dia ketahuan selingkuh.

Kisahku belum usai.

Meskipun merasa puas telah membuat Lina cemburu, rasa sayangku kepada Rosa rasanya semakin tebal, meskipun aku sadar kami tak mungkin bersama karna kami berbeda agama. Aku tak bisa membohongi rasa ini, aku sangat menyayanginya, dia begitu perhatian denganku.

Pernah aku berfikir untuk pindah agama agar aku bisa selamanya bersama dia tapi aku tersadar itu tak kan mungkin kulakukan, karna orang tuaku adalah seorang yang sangat ta’at pada agama, pasti mereka akan sangat marah kepadaku jika melakukan hal itu. Aku juga tak ingin mengecewakan orang tuaku karna aku sangat menyayangi mereka.

Kami berpacaran selama 1 tahun, waktu-waktu bersama Rosa mungkin adalah waktu yang paling bahagia dalam hidupku. Dia tahu bagaimana cara memanjakan aku, dia tau cara membahagiakan aku, dia tau cara untuk membuat aku tersenyum, dia selalu ada waktu untukku, aku sangat menyayanginya.

Dia selalu memberi nasehat padaku, dia selalu memberi semangat, aku di saat aku merasa malas, dialah hal terindah yang pernah aku miliki. Hingga akhirnya orang tuanya tau dia berpacaran denganku. Dan seperti yang kutebak, orang tuanya tidak menyuaiku karena agama yang kuanut.

Dan akhirnya orang tuanya memintanya pulang, sepertinya orang tua Rosa takut terjadi hal-hal yang tidak bisa mereka bayangkan. Aku frustasi mendengar kabar itu tapi tak bisa berbuat apa-apa, aku tak ingin melarangnya, karna fikirku orang tuanya lebih tau mana yang terbaik buat anaknya.

Dia berjanji padaku hanya sementara dia pulang dan akan menemuiku lagi di sini di saat hari ulang tahunku nanti. Aku ikut mengantarkannya, dia menangis di bahuku, dan dia memelukku, aku tak bisa menahan air mataku, hingga tak tersadar air mataku menetes dengan sendirinya.

Masih kuingat kata kata terakhirnya saat memeluk ku, JANGAN NAKAL SAAT KITA JAUH YA, aku coba untuk tersenyum tapi apa lah daya air mataku terjatuh dengan sendirinya, dan dia pun pergi. Kata orang cerita cinta memang selalu berakhir duka, sepertinya itulah yang sedang kurasakan.

Dan takdir memang berkata lain, Rosa tidak kembali dengan alasan yang sangat bisa kumengerti. Dan akhirnya kami pun memutuskan berpisah. telah 3 tahun lebih kami berpisah dan selama itu kami tak ada kabar satu sama lain. Pernah aku sekali menghubunginya dan kami bercerita panjang lebar, dia bilang sudah punya penggantiku yang baru.

Aku pun jujur mengatakan sudah punya kekasih baru tapi jujur aku belum bisa melupakannya, aku selalu memikirkannya. Entah aku pun sudah kebingungan bagaimana cara untukku bisa melupakannya, kini aku menyerah dan akan kubiarkan saja kenangan ini sampai nanti sampaiku lelah, sampai ku tak bisa untuk mengingat namaku sendiri, dan aku yakin dia mempunyai rasa yang sama sepertiku.

Aku selalu berharap semoga Tuhan mempersatukan kami lagi nanti.

Suami Tidak Romantis Aku Selingkuh Berkali-Kali

Selingkuh berkali-kali karena suami tidak romantis

Rasa kesepian yang terus mendera karena suami yang tidak peduli dan tidak romantis membuatku mulai mencari banyak teman di facebook. Akhirnya aku terjatuh dan mulai selingkuh berkali-kali dengan beberapa pria yang kukenal di media sosial.

Selingkuh berkali-kali karena suami tidak romantis
Selingkuh berkali-kali karena suami tidak romantis

Sepuluh tahun lalu aku menikah dengan seorang duda tanpa anak. Mantan istrinya adalah temanku sewaktu SD, menurut kabar yang kuterima mereka bercerai karena istrinya selingkuh dengan pria lain.

Dalam hati aku mengutuk perbuatan istrinya yang tega mengkhianati lelaki sebaik dia. Atas dasar rasa kasihan dan memang aku yang saat itu sudah berniat ingin menikah, aku terima lamaran dia, kami pun akhirnya menikah.

Satu tahun dua tahun, kami melewati pernikahan dengan biasa-biasa saja, walaupun kami tak kunjung diberi keturunan.

Hingga usia pernikahan kami berumur 5 tahun, aku baru merasakan kesepian, apalagi ternyata aku tahu suamiku bukan orang yang romantis. Selama pernikahan kami nyaris tidak pernah jalan-jalan atau refreshing keluar, aku benar benar stress dibuatnya.

Hingga suatu ketika hpku tiba tiba mendapat sms dari orang yang tidak aku kenal. Lewat sms nyasar akhirnya aku berkenalan dan berteman lewat udara dengan orang tersebut, aku sering curhat ke dia, begitu juga sebaliknya.

Sampai suatu saat kita janjian bertemu, aku tertarik, dia begitu baik, aku yang selama ini kesepian dan nyaris tidak pernah mendapatkan sesuatu yang istimewa dari suami, merasakan suatu rasa nyaman dan bahagia jika dekat dia. Semakin lama kami semakin dekat, dan semakin dekat.

Pernah suatu ketika dia menghilang begitu saja dan tak bisa dihubungi. Tapi kemudian dia datang lagi dan kami kembali berhubungan erat.

Baca juga cerita selingkuh lainnya:

Hubunganku dengan dia sudah sangat jauh, bahkan sudah seperti suami istri, tapi kendati begitu sikap dan perhatianku terhadap suami tidak pernah berubah, aku malah merasa semakin ceria menjalani hari-hari.

Sampai suatu saat aku sadar, aku takut, dan aku berfikir, aku gak mungkin selamanya terikat dengan dia, dia masih lajang, dia punya masa depan, sedangkan aku sudah punya suami. Kami tidak mungkin melanjutkan hubungan ini secara serius.

Akhirnya aku memutuskan untuk menjauh dari dia, sampai akhirnya dia benar-benar menghilang, tapi justru disitulah awal kehancuranku, setelah dia pergi aku benar-benar merasa kesepian dan kehilangan.

Apalagi sikap suami yang tidak juga berubah, masih tidak peka atas kesepianku. Bahkan diajak berikhtiar agar kami cepat punya momongan pun dia tidak pernah mau.

Dari saat itu aku seperti orang yang benar-benar lupa diri, setiap aku merasa sepi, aku habiskan waktu dengan teman-teman baik di dunia nyata ataupun dunia maya, aku sering curhat tentang kesepianku dan tentang sikap suamiku, tapi ternyata penderitaanku malah dimanfaatkan oleh mereka.

Mereka semua pura-pura perhatian dan baik sama aku dan anehnya setiap aku jalan dengan mereka aku pasti mau saja diajak tidur sama mereka. Ah bodohnya diriku.

Hatiku menangis, apalagi kalau ingat apa yang kulakukan itu dosa besar. Iya aku memang tidak mengkhianati perasaanku, tapi aku sudah tidak bisa menjaga kehormatanku sebagai perempuan dan sebagai istri. Aku selingkuh berkali-kali dengan orang-orang yang tidak aku kenal sebelumnya.

Perasaan bersalah terus menghantui, berbagai ibadah aku coba lakukan, aku selalu berjanji dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi, kusibukkan hari-hariku dengan beribadah, dan aku memutuskan untuk berjilbab, aku sibukan diri dengan berbagai kegiatan kerohanian, aku ingin menebus dosa, aku ingin berubah.

Ingin rasanya aku tidak lagi berhubungan dengan handphone, dengan facebook supaya aku tidak lagi bertemu dengan laki laki jahat yang hanya ingin memanfaatkan kesepianku.

Tapi satu sisi aku juga sering merasakan kesepian yang teramat dalam, yang mendorongku untuk mencari teman baru walaupun untuk sekedar chatting.

Aku ingin lepas dari perbuatan kejiku, tapi suamiku tak juga mau berubah, saat aku jenuh dan aku merengek minta jalan, dia tidak pernah mengabulkannya. Aku benar-benar bingung, aku ingin jadi orang baik, aku ingin memperbaiki diri, aku ingin tobat, tapi sikap suamiku yang tak pernah berubah selalu memberiku peluang untuk membutuhkan orang lain.

Dan sekarang aku sedang berusaha untuk belajar ikhlas, menerima keadaan suamiku, dan berusaha menikmati kesepianku, aku beruntung Tuhan menyembunyikan aibku, aku percaya Tuhan masih menyayangiku. Tuhan masih mau melihat aku berubah.

Doakan aku mudah-mudahan aku bisa melewati masa-masa sepiku tanpa anak dan memiliki suami yang tidak peka, mudah-mudahan suamiku berubah, mudah-mudahan suatu saat dia mengerti bahwa aku kesepian dan aku butuh dukungan dia. Dan aku sangat menyayanginya.

Sepuluh tahun berusaha mempertahankan pernikahan, tanpa pertengkaran tanpa menuntut, tanpa membebani tanpa mengurangi kasih sayang dan perhatianku sama dia. Anggap saja dosaku adalah bentuk pengabdianku, bertahan meskipun dia tak bisa memberiku keturunan.

Aku sudah selingkuh berkali-kali dan mengkhianati kepercayaannya, aku berjanji akan terus bersamanya, mendampinginya, menghabiskan masa tua bersamanya, walaupun dia tak pernah memberi apa yang aku ingin.

Pergaulan Bebas Membuat Hidupku Semakin Hancur

cerita kehidupan malam

Aku menikah diusia yang sangat belia, yaitu 14 tahun. Aku menikah karena kehidupan malam dan pergaulan bebas yang kujalani dengan kekasihku. Akhirnya aku hamil saat aku masih kelas 2 SMP. Menikah diusia yang sangat muda dan harus membesarkan anak tentu bukan pekerjaan yang mudah.

cerita pergaulan bebas
cerita pergaulan bebas

Aku menikah hanya dua tahun dengan suamiku, selama dua tahun itu aku dan suami hanya bertengkar dan saling menyakiti. Keluargaku tidak harmonis, akhirnya aku dan suami bercerai.

Panggil saja aku Via, saat ini aku berusia 19 tahun. Aku masih muda dan tentu saja masih cantik, aku juga mempunyai banyak tatto ditubuhku.

Setelah bercerai, aku memutuskan bekerja di sebuah cafe karaoke. Dengan bermodalkan suara, aku bekerja dari sore hingga pagi.

Mabuk, jalan dengan om-om, pria beristri adalah aktifitas keseharianku. Aku sangat menikmati pergaulan bebas yang kujalani itu. Siang aku tidur dan malam aku senang-senang di ruang karaoke.

Sampai suatu hari dua tahun setelah aku kerja di dunia malam, aku kenal dengan seorang pria, sebut saja namanya Galang (33). Kami sangat nyambung dan sepertinya cocok di hati.

Aku dan Galang berkenalan pertama kali di dalam room karaoke. Waktu itu aku dipaksanya untuk menerima booking longtime, awalnya aku menolak karena selama aku kerja di klub malam, aku tidak pernah menerima bookingan dari siapapun.

Tapi karna saat itu aku memang sedang membutuhkan uang akhirnya aku menerima tawaran dia. Malam itu kami masuk ke dalam hotel, dan dia benar-benar menikmati pelayananku. Dan semua tidak berakhir begitu saja, hubungan yang awalnya hanya transaksi seks saja akhirnya berakhir dengan cinta.

Baca juga cerita menarik lainnya:

Aku dan Galang semakin dekat, dan suatu hari dia menyuruhku berhenti bekerja di klub malam itu. Galang membiayai semua keperluanku, aku bener-bener berharap agar bisa dinikahi, tapi harapan itu seakan sirna setelah aku tau dia mempunyai istri dengan 2 orang anak.

Tapi entah kenapa, aku tidak bisa meninggalkan dia. Dia berjanji akan menikahi aku, aku juga sudah pernah dipertemukan dengan istrinya, tapi istrinya begitu membenci aku, mungkin karena aku lebih muda dan modis dari dia.

Hari demi hari, aku memendam rasa sakit hati, hingga suatu hari tanpa sepengetahuan Galang, aku bekerja lagi di klub malam. Setiap hari aku pulang pagi, mabuk, dan jalan dengan laki-laki lain. Aku kembali ke pergaulan bebas yang sempat lama aku tinggalkan.

Rasa-rasanya aku sudah gak kuat dengan semua ini, sampai saat ini semua masih kusembunyikan dari dia, aku sangat menyayangi dia, tapi apa yang harus aku lakukan? Semakin hari aku semakin menjadi-jadi, menerima bokingan dari semua laki-laki yang haus akan sex. Aku benar-benar bingung dengan semua ini.

Ayah Ibu Bercerai Hidupku Sengsara

Cerita bercerai curahan hati anak tiri

Semenjak Ayah bercerai dengan Ibu, hidupku jadi sengsara. Entah mengapa alam semesta sepertinya kompak memperlakukanku tidak adil, dari Ibu tiri yang kerap menyiksaku sampai Oom sendiri yang hampir memperkosaku. Kisah ini adalah cerita curahan hati yang kupendam selama ini namun enggan kuceritakan.

Cerita bercerai curahan hati anak tiri

Nama saya April umur saya 19 tahun, saya ingin bercerita tentang kehidupan saya yang selama ini tidak pernah saya ceritakan ke orang lain, termasuk kepada orang tua saya.

Saya adalah anak dari istri ke 2 ayah, saat umur 6 bulan ayah dan ibuku pisah. Saya ikut dengan ayah dan sejak saat itu penderitaanku di mulai. Saya tinggal dengan ibu tiri, dan seperti cerita-cerita tentang ibu tiri lainnya, saya sering di aniaya kalau ayah pergi kerja.

Saya di pukul sampai lebam, badan saya diolesin getah daun talas yang gatal, air susu saya di campur dengan cabai. Sering banget saya mendapat perlakuan seperti itu sampai akhirnya ayah saya melihat sendiri perlakukan ibu tiri saya.

Ayah marah dan mau menceraikan ibu tiri saya, tapi karena bujukan paman akhirnya ayah menggambil keputusan saya di titipkan ke paman dan ayah pergi ke kampung ibu. Saya kira sejak hari itu penderitaan saya akan berakhir, tenyata tidak.

Baca juga cerita menarik lainnya:

Saya seperti kata pepatah lepas dari mulut harimau masuk mulut buaya. Tinggal di rumah paman saya di perlakukan seperti pembantu, setiap hari saya harus berkerja keras layaknya pembantu dan mereka adalah masjikan. Pamanku mempunyai 3 orang anak, 2 cowok dan 1 cewek. Anak mereka sangat manja dan semua pekerjaan rumah sayalah yang mengerjakannya.

Dalam hati saya berpikir mungkin ini balasan karna saya sudah dibesarkan di rumah Paman. Tapi perlakuan mereka tidak sampai disitu, setiap hari saya dipukulin walau cuman salah sedikit seperti ketiduran saat pulang sekolah. Mereka suami istri terus menerus memukuli sampai saya berlumuran darah.

Pengen ngadu ke ayah tapi ayah jauh, pengen ngadu ke ibu tapi dia gak tau di mana? dan lebih parahnya saya sering diperlakukan tidak seronoh oleh sepupu saya yang sudah dewasa. Saya sering di raba-raba padahal saya masih usia 8 tahun waktu itu.

Cerita ke paman dia tidak akan percaya malah saya di pukulin dikira saya berbohong. Lulus SD saya tinggal kembali dengan ayah bersama ibu tiri dan kedua saudara tiri saya. Perlakuan ibu tiri saya masih sama seperti dulu.

Ayah yang tidak tahan melihat saya di aniaya terus oleh ibu tiri akhirnya menitip saya ke keluarga ayah yang lain, sebut saja namanya Oom Imran, dia memiliki seorang putri yang seusia dengan saya. Hari demi hari saya lalui di rumah Oom Imran, hingga berjalan 2 tahun saya merasa sifat Oom Imran berubah.

Oom Imran sepertinya lebih sering memerhatikan saya dari pada anak dan istrinya dan hal itu yang membuat anak dan istrinya cemburu mereka berfikir saya dan Oom ada hubungan padahal tidak sama sekali. Sejak saat itu saya jaga jarak dengan Oom.

Pada malam hari tanggal 20 april 2009 saya tidur di depan tv bersama sepupu saya dan saat tengah malam tiba, saya merasa ada yang menggerayangi tubuh saya. Saya terbangun dan melihat Oom Imran sedang berusaha melepaskan baju dan celana saya.

Saya sontak berteriak, orang di rumah pun semuanya terbangun, dan bukannya mengaku Oom malah menuduh saya yang telah menggodanya. Saya pun hanya menangis, esok hari saya bercerita ke ayah, ayah pun memeluk saya dan berkata, “Maafin ayah karena telah memisahkan kamu dengan ibumu, semula ayah berharap kehidupan kamu akan lebih baik dari pada jika ikut ibu tapi ternyata ayah salah besar, justru karna ayah kamu lebih menderita”.

Saya pun hanya bisa menangis dan berdoa semoga cobaan ini segera berakhir. Amin.