Derita Istri Dibalik Kesuksesan Suami

Derita istri dibalik kesuksesan suami

Derita istri kadang tak terungkapkan, hanya berada di dalam sanubari bersama penyesalan. Sebut saja namaku Siska, aku seorang istri dan juga ibu bagi dua orang anak. Sebenarnya dulu aku wanita karir, tapi karena menikah aku keluar dari pekerjaanku dan mengikuti suamiku tinggal di sebuah desa. Kami memulai segalanya di sana, termasuk memulai penderitaanku sebagai istri…

Derita istri dibalik kesuksesan suami
Derita istri dibalik kesuksesan suami

Suamiku meniti karirnya sembari berwirausaha hingga akhirnya beliau berada di puncak kesuksesannya.

Semua seperti kawan, menyanjung dan menghormatinya. Jiwa sosialnya sangat tinggi hingga dia malah sering melupakan kepentingan pribadi.

Alhamdulilah setelah 5 tahun menikah, kami dianugerahi putri cantik, terasa sempurna kehidupan kami.

Saat itu aku merasa sangat bahagia dan beruntung telah memiliki keluarga yang bahagia. Sayangnya kebahagiaan itu harus berganti dengan derita dan penyesalan.

Saat itu suami memintaku untuk ikut serta dalam pilkades di desa kami. Aku tidak yakin akan kemampuanku apalagi anak-anak masih kecil, aku lebih ingin mengasuh saja, tapi suami tetap meyakinkan akan selalu mendukungku apapun hasilnya.

Akhirnya aku menjadi kepala desa, beban tanggungjawab sebagai sosok yang dituakan di desa, mau tidak mau mempengaruhi cara bersikapku. Awalnya suami enjoy saja, tapi lama kelamaan semua seperti sirna dan menjadi derita bagi kami.

Karena kesibukan masing-masing kami jarang bertemu dan bercanda bersama. Bahkan untuk melaksanakan kewajiban sebagai suami istripun terabaikan. Waktu bagaikan uang hingga sayang untuk disia-siakan. Hidup kami sungguh sangat menderita.

Baca juga cerita menarik lainnya:

Banyak godaan yang datang untuk sekedar mencari pelampiasan, sesama kades tentu mempunyai jaringan dan kepentingan yang luas.

Perasaan tidak bahagia dengan suami memang menyesakkan di dada, tapi untuk mengkhianatinya perlu pemikiran seribu kali. Alhamdulilah sampe detik ini aku masih bisa menjaga kesucian diri sebagai seorang istri.

Kedua anak kami tumbuh dengan kasih sayang yang timpang, mereka jarang bertemu dengan kedua orangtuanya secara bersamaan. Aku mulai merasa tidak bahagia dengan keadaan ini.

Secara ekonomi kami memang tercukupi, tapi rohani ini sering menangis. Derita istri dibalik kesuksesan suami membuat rumah tangga kami diambang kehancuran.

Penyesalan datang selalu di belakang, aku ingin kembali seperti dulu, menjadi ibu rumah tangga biasa yang merawat anak dan menunggu suami pulang kerja.

Tapi nasi sudah menjadi bubur, tugas dan kewajiban sebagai amanah dari masyarakat harus aku selesaikan hingga akhir masa jabatan.

Inilah derita istri yang aku rasakan, aku tuliskan cerita ini sebagai pembelajaran bagi wanita-wanita yang lebih mementingkan karier dibanding keluarga. Karena ternyata kebahagiaan seorang wanita berada di dalam keluarganya bukan keberhasilan karirnya.

Jangan mengambil keputusan yang tidak berasal dari hati. Karena di belakang nanti yang kau temui juga bukan kebahagiaan melainkan penyesalan dan derita.

Suami Kecanduan Poker, Hubungan Jadi Hambar

Suami kecanduan judi online poker

Saya tinggal di kota Yogyakarta, sehari-hari saya bekerja disebuah bank BUMN sedangkan suami saya baru berhenti bekerja dan sekarang kerjaanya hanya di rumah saja. Kami sudah menikah selama dua tahun dan belum dikaruniai anak walaupun saya sempat hamil dan keguguran karena kelelahan bekerja.

Suami kecanduan judi online poker
Suami kecanduan judi online poker

Setelah suami berhenti bekerja sekitar delapan bulan yang lalu, sekarang dia menganggur dan tinggal di rumah saja.

Kerjaannya setiap hari hanya bermain internet khususnya bermain poker dari situs facebook. Dan selama ini pula semua pengeluaran rumah tangga saya yang tanggung.

Sebenarnya hobinya bermain poker sudah lama dia tekuni jauh sebelum kami menikah.

Tapi setelah dia menganggur sekarang ini, rutinitasnya semakin menggila. Sehari semalam tiap detik menit selalu menghadap layar komputer untuk bermain poker.

Awalnya saya diamkan, akan tetapi lama kelamaan saya kesal sendiri, saya sudah cepat-cepat pulang kerja hanya untuk bertemu suami tercinta malah dia sibuk dengan pokernya, saya sangat kecewa. Dia mau beranjak dari kursinya itu hanya untuk makan, dan mandi saja.

Baca juga: Hutang Akibat Judi Online Menghancurkan Hidupku

Pernah suatu malam saya ingin sekali bercinta dengan suami, saya sudah menyiapkan diri dan mendekat di tempat suami yang sedang bermain poker, saya mencium perlahan tubuh suami saya, saat itu berbarengan dengan kalahnya permainan poker suami saya, dia langsung mendorong saya dan memaki saya dan saya yang tersungkur jatuh dilantai hanya memandang nanar wajah suami saya dengan tangisan.

Disaat kita melakukan hubungan suami istri pun kebiasaan dia mencium kening saya sudah tidak dilakukannya lagi semenjak kecanduannya terhadap permainan poker.

Siapa yang tak kesal, setelah selesai melakukan hubungan intim suami malah cepat-cepat beranjak dari tempat tidur dan melanjutkan permainan pokernya lagi.

Rasa kesal dan amarah saya selalu saya pendam, sebab suami saya orangnya tempramen. Harus dilawan dengan sikap sabar, ingin rasanya membiarkan PLN mematikan listrik agar dia berhenti bermain poker sehari saja.

Entah saya harus cerita ini dengan siapa, hanya di situs ceritacurhat.com ini saya berani bercerita. Apa yang harus saya lakukan. Gara-gara dia sibuk dengan pokernya kemesraan kita berkurang, hubungan suami-istri saja bisa dihitung jari dalam sebulan. Padahal sebelumnya kita rutin melakukannya setiap hari.

Yang paling saya jengkelkan saat dia mulai terobsesi dengan permainan poker yang taruhannya uang di rekening. Bisa dibilang permainan poker yang dimainkan suamiku itu adalah judi online di internet.

Suami saya yang belum bekerja lagi tentu meminta uangnya kepada saya, awalnya saya izinkan dia meminta sekitar satu juta untuk poker itu, dan alhasil dia kalah, pernah menang cuma sekali.

Saat uang dia habis dia meminta lagi kepada saya, saya pun enggan tapi dia malah marah-marah. Ya sudah sekitar 10 juta lebih dia habiskan untuk permainan poker itu dan alhasil tabungan saya menipis.

Saya tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menangis, saya takut dengan suami saya apalagi kalau dia marah bisa-bisa melayang tangannya kepada saya.

Apa yang harus saya lakukan, saya ingin suami bisa fokus mencari pekerjaan baru, bukannya mengurusi permainan poker itu terus menerus. Saya merindukan hidup kami yang dulu, yang mesra seperti saat pertama kami menikah.

Kecanduannya terhadap permainan poker merugikan anggaran rumah tangga yang saya cari dari keringat saya sendiri selama suami saya menganggur.

Saya berharap mendapat masukan dan solusi dari pembaca cerita ini, terutama bagaimana cara menghentikan kecanduan suami saya terhadap permainan poker?

Selingkuh dengan Teman Kantor Saat Suami Studi di Luar Negeri

Cerita selingkuh teman kantor

Tidak ada orang yang ingin selingkuh dari pasangannya apalagi jika pasangan itu baru saja menikah. Tapi apa yang aku alami ini mungkin bisa jadi pembelajaran bagi para pembaca situs ceritacurhat.com.

Cerita selingkuh teman kantor
Selingkuh dengan teman kantor

Dua bulan menikah, suamiku berangkat studi ke luar negeri. Rencananya saya langsung menyusul namun tertunda sampai empat belas bulan lamanya.

Dalam masa-masa itulah saya menjalin hubungan alias selingkuh dengan mas Y, seorang pegawai administrasi yang membantuku praktikum.

Apa yang saya alami ini telah saya rahasiakan sampai sekarang dan suami pun tidak tahu. Semula saya malu untuk mengingat dan mengakui cerita selingkuh yang kujalani itu.

Namun setelah tinggal di negara ini di mana orang lebih terbuka menceritakan perasaan dan pendapat, saya memberanikan diri bercurhat lewat situs ini.

Saya mengenal mas Y dua tahun yang lalu. Waktu itu saya baru lulus kuliah dan bekerja sebagai asisten dosen di perguruan tinggi ini. Hubungan kami yang hanya terbatas masalah kerja berubah menjadi sebuah perselingkuhan setelah suami saya berangkat ke luar negeri.

Meski masih berstatus pengantin baru suami harus segera ke luar negeri untuk melanjutkan studinya. Di luar negeri, suami saya karena kesibukannya sering lupa atau tertunda mengontak saya.

Dan selama empat belas bulan berpisah dia tidak pernah pulang sekalipun. Mungkin ini yang membuat saya semakin mudah tergoda untuk selingkuh dengan pria lain.

Baca juga cerita selingkuh lainnya:

Mas Y sebaliknya, dia selalu ada sewaktu saya membutuhkan. Membantu pekerjaan saya, dan kalau ada mahasiswa yang sulit diatur, dia yang mengatasi.

Pernah mobil saya rusak dan dia perbaiki. Juga digantikan oli dan lainnya. Sejak itu usai praktikum malam, kami sering berbincang sebelum pulang. Ramah orangnya dan pandai menenangkan hati orang.

Sejak itu Mas Y sering mencuri pandang ke saya. Herannya saya justru menyukainya, yang disadarinya juga. Dari mata turun ke hati, ini mungkin adalah awal perselingkuhan kami. Selain perhatian terhadap saya, saya juga ada rasa kasihan kepadanya.

Sembilan bulan sebelumnya istri mas Y nikah lagi dan bersama dua anaknya pindah ke kota lain. Namun saya selalu tekan perasaan ini. Mas Y adalah pribumi, sementara saya keturunan Chinese yang sudah bersuami. Suami saya juga orang keturunan.

Sepertinya kami sudah ditakdirkan untuk menjadi pasangan selingkuh. Suatu hari saya kecapaian dan sakit ringan setelah praktikum malam. Saya dibelikan makanan dan obat dan disetirkan pulang.

Setelah itu dia naik angkot ke kampus untuk mengambil motornya. Melihat perlakuannya itu, makin besar rasa sayangku kepadanya.

Waktu itu menjelang liburan besar, sekitar delapan bulan setelah suami saya berangkat ke luar negeri, saya harus mengoreksi banyak laporan yang nilainya harus masuk setelah hari raya.

Dua malam kami berdua kerja lembur. Saya kecapaian luar biasa dan diantar pulang seperti dulu. Saya merasa beruntung ada mas Y selalu setia menemaniku.

Awal Mula Selingkuh

Besok malamnya mas Y datang menjenguk, tempat kos sepi karena semua teman pulang kampung. Saya tidak sakit dan tidak lelah karena sudah istirahat seharian. Sambil berbincang kami menyantap minuman segar yang dia bawa. Saya amat suka dengan perhatiannya. Saya merasa berada di ambang perselingkuhan.

Entah bagaimana awalnya, kami mulai berpegangan tangan, dan tangannya yang hitam kasar mengelus lengan saya yang putih halus. Saya merasa ada desiran dan gejolak yang amat halus muncul di dalam hati, mungkin ini karena saya sudah lama tidak bertemu suami.

Malam itu untuk pertama kalinya saya berhubungan intim dengan laki-laki yang bukan suami saya. Malam itu saya resmi berselingkuh dengan teman kantor sendiri. Kami melakukannya, saya menangis meskipun juga menikmatinya.

Menyadari adanya air mata di wajahku, dia berhenti dan berbisik halus, menanyakan kondisiku. Saya tersenyum dan mengijinkannya meneruskannya sampai selesai. Saya juga menginginkannya dan juga bisa selesai.

Setelah selingkuhan itu pulang, saya menangis karena telah menipu suami saya. Saya mencuci bersih tubuh saya terutama di dalam tubuhku di mana mas Y meninggalkan benihnya, yang mana suami saya sendiri justru belum pernah karena kami tidak ingin mempunyai anak dulu.

Selama dua bulan pernikahan, suami selalu menggunakan pengaman saat berhubungan, kami memang telah sepakat untuk menunda memiliki anak.

Karena masih liburan, besoknya saya seharian saja di kos. Saya berjanji untuk tidak menemui mas Y lagi. Namun sewaktu dia datang membawa makan pagi, minta maaf, serta menanyakan perasaan saya, hati saya jadi luluh. Siang itu kami melakukan perbuatan dosa itu lagi.

Setelah mas Y pergi, saya kembali menangis sambil membersihkan diri dan minta ampun kepada Tuhan. Saya tidak ingin selingkuh Tuhan, tapi godaan itu begitu berat.

Tobat tinggallah tobat. Setelah kejadian siang itu, sebanyak dua kali Mas Y ke tempat saya, dan kami melakukannya lagi. Mas Y selalu dengan lembut menanyakan apa boleh selesai di dalam, yang herannya selalu saya perbolehkan.

Saya merasa amat rendah. Belum lagi mas Y amat menyukai dada saya, yang ini mestinya untuk anak-anak saya nantinya. Benar benar murah saya ini.

Setelah liburan selesai, kami kembali masuk kerja. Saya berusaha menghindar tapi tidak bisa, terlebih dengan perhatiannya yang amat sayang. Karena sekarang tempat kos ramai, mas Y tak pernah berkunjung ke tempat saya. Karena hati saya risau, saya mengambil libur.

Perkuliahan belum mulai, dan karena menjelang liburan besar kemarin saya kerja lembur. Saya tidak pulang ke tempat orangtua, tapi ke tempat tante saya.

Tante yang Bijak

Saya dekat sekali dengan tante saya karena sewaktu SMA saya sudah tinggal bersama beliau. Selama dua minggu saya curhat sambil menangis, telah jatuh hati dan selingkuh dengan pria lain dan telah melakukan perbuatan biadab itu sampai berkali kali.

Tante saya tidak marah, malah penuh pengertian. Beliau menanyakan satu pertanyaan yang menyadarkan diri saya: apa yang kamu harapkan dari pria itu untuk jangka yang panjang?

Tante saya juga amat baik berdoa dengan saya pagi dan malam. Terakhir datang, mas Y datang naik angkot, membawa pemberian yang katanya malu kalau dibawa ke kantor.

Ternyata satu setel pakaian tidur yang bagus. Suami saya sendiri belum pernah memberiku yang seperti ini. Saya tahu ini barang mahal, dan mas Y cuma pegawai rendahan.

Sore itu kami berhubungan lagi. Saya ijinkan dia menginap karena kasihan hari sudah gelap. Malamnya kami berhubungan entah sampai berapa kali. Paginya saya baru sadar ada pria yang bukan suami tidur di samping saya, dan saya belum sempat membasuh diri.

Saya segera lari ke kamar mandi, yang mestinya sudah tak ada gunanya lagi. Saya takut sekali kalau jadi. Namun ternyata doa kami berdua dikabulkan. Saya datang bulan yang kami sambut dengan kelegaan dan makin membulatkan tekad saya untuk berpisah dari mas Y.

Saya mengundurkan diri dengan alasan menyusul suami. Saya bohong. Benar saya pindah kota, tapi untuk tinggal dengan tante. Mas Y amat sedih dan saya merasa kasihan tapi hati saya bulat.

Barang pemberiannya saya kembalikan. Saya tinggal bersama tante selama sekitar setengah tahun untuk mempersiapkan bahasa Inggris dan keperluan surat keberangkatan.

Beliau selalu menyediakan diri dan berjanji menyimpan rahasia ini. Suami saya dinasehatinya untuk lebih perhatian ke saya yang segera dipatuhinya. Setelah semuanya beres, saya berangkat. Saat ini, suami saya sudah selesai dengan studinya dan bekerja di sebuah perusahaan swasta.

Kami beruntung di negara ini orang asing diijinkan bekerja secara penuh waktu. Saya menyadari kalau suami saya orang baik dan bertanggung jawab, meskipun kurang pandai menunjukkan perasaannya.

Saya tidak menyalahkan siapapun, termasuk diri saya sendiri, suami saya, maupun mas Y. Yang sudah terjadi biarlah berlalu. Semua orang pernah membuat kesalahan dan yang penting berani untuk melangkah ke depan. Jasa tante saya amatlah besar. Sampai sekarang kami sering kontak.

Saya sudah mulai studi saya dan amat menyukai bidang ini. Saya mempunyai rencana sendiri yang mana suami amat mendukung karir saya. Dan yang terpenting saya sudah bertekat untuk selalu setia kepada suami dan tidak lagi selingkuh.

Terluka Karena Cinta

Cerita terluka cinta

Panggil saja nama saya Putra, usia saya 23 tahun, pendiam, cuek, penyabar, itulah saya. Cerita cinta yang saya jalani meninggalkan luka mendalam di hati meninggalkan secuil dendam terhadap makhluk bernama wanita.

Cerita terluka cintaLangsung tanpa banyak basa basi, saya berkenalan dengannya pertama kali melalui jejaring sosial yang mungkin sudah umum yaitu facebook. Pertama melihat fotonya saya sudah tertarik dan mengajaknya berteman. Pucuk dicinta, kami akhirnya berteman dan saling tukar nomor telepon.

Awalnya saya tidak menyangka kalo bisa lebih dekat sama dia, panggil saja namanya bunda kece, biarpun gak kece, tapi itu salah satu panggilan sayang saya sama dia. Lanjut cerita, awalnya saya tidak berani bertemu dengannya soalnya waktu itu saya masih menganggur.

Dan suatu saat saya mendapat kerjaan di daerah Cikampek, bukan di PT  gede sih tapi gajinya cukup lumayan lah. Waktu itu bulan puasa, dan saya mencoba menghubungi dia dan menanyakan, apakah dia masih punya pacar atau belum, coz di awal perkenalan kami yang berjalan 2 tahun itu dia selalu punya pacar lalu putus dan trus begitu.

Dan selama 2 tahun itu juga kami tidak pernah bertemu, kami hanya berkomunikasi melalui facebook, seperlunya sebagai teman. Lanjut cerita di saat saya menanyakan kalo dia udah punya pacar atau belum, diapun menjawab kalo dia baru saja putus cinta dari pacar lamanya.

Waw… kesempatan emas ni..!!!!

Dan akhirnya saya memberanikan diri mengajaknya bertemu, dan diapun mau. Saat itu di H-3 saya pulang ke rumah, dan tanpa banyak mikir saya pun langsung melesat dengan menggunakan sepeda motor mio milik kakak saya.

Saya bergegas mendatangi rumahnya, dan lewat depan rumahnya. “Maklum saya kan pemalu jadi bukannya berhenti saya malah tancap gas. Tapi akhirya saya memutuskan untuk kembali dan memberanikan diri buat ketemu sama dia langsung. Kami akhirnya bertemu hari itu.

Gemetar panas dingin, itu yang saya rasain ketika duduk berhadapan di bangku depan rumahnya, dan seperti biasa mulut terkunci, tak banyak omong. Tapi akhirnya saya mencoba memberanikan diri mengajaknya keluar.

Singkat cerita akhirnya kita jadian, kami saling mencintai, dan dia satu-satunya wanita yang saya ajak ke rumah, maklum karena saya bukan anak orang kaya, rumah saya jelek jadi malu mengajak cewek jalan ke rumah. Akhirnya, akrablah dia sama semua keluargaku.

Tapi yang namanya hubungan pasti ada masalah, bukan hubungan namanya kalo gak ada berantem-beranteman, egois, dan ingin menang sendiri. Itulah dia tapi karena cinta aku pun sering mengalah.

Setahun hubungan kami dia mengajak berpisah. Saya merasa dia tidak punya pendirian, dan mudah terpengaruh temannya yang katanya saya di bilang manfaatin dia, tapi sumpah demi Allah sediki pun tidak ada pikiran seperti itu di benak saya.

Kamipun berpisah, tentu saja saya tidak bisa terima keadaan ini karena jujur saya begitu mencintainya sampai detik ini pun. Dan suatu ketika, saya dipindah kerja ke Jakarta dan tidak lupa saya terus mengemis memohon cinta dari dia. Tapi dia tetap tidak mau.

Akhirnya dia mempunyai pacar baru, meski demikian dia mengaku masih cinta dan sayang sama saya tapi gak mau kalo harus seperti dulu. Mungkin karena faktor materi, diakan orang kaya.

Dan selama 1 tahun ini saya merasa penderitaan yang begitu hebat karena cinta ini, move on pun tidak bisa, bahkan banyak banget cewe yang lebih dari dia tapi tidak bisa membuat hati ini berpindah haluan.

Beberapa minggu yang lalu dia menikah, sakitnya berasa banget, tapi di balik sakit ini ada rasa yang sangat besar. Kebencian, sayang, cinta semua jadi satu tapi perasaan itu tidak lama. Dan sekarang yang tertinggal hanyalah dendam dan rasa sakit.

Allah maha adil, jadi bersiaplah menerima balasan dari sang pencipta.

Ingin Menikah Tapi Pacarku Belum Siap

cerita menikah pacar

Namaku Asri (nama samaran), aku adalah anak perempuan satu-satunya dari 3 bersaudara, mungkin karena alasan itulah sehingga aku terlalu dikekang. Keinginanku selalu terhambat karna tidak mendapatkan izin dari orang tua.

cerita menikah pacarSeperti biasanya teman-teman seusiaku (20 thn) sudah mendapatkan izin dari orang tua mereka untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis atau biasa disebut dengan PACARAN, tapi itu yang tidak pernah aku rasakan, jadi yang aku lakukan adalah pacaran sembunyi-sembunyi dari orang tua.

Aku mulai pacaran sejak kelas 6 SD, yah seperti biasa pacaran hanya sekedar pacaran, kami putus karna kami melanjutkan sekolah yang berbeda, kemudian saat aku di bangku SMP aku juga sempat berpacaran dengan pacar temanku yang kebetulan berprofesi sebagai guru ngaji, tapi tidak lama hanya berjalan 1 tahun saja, hubungan kami kandas alasannya karna kami berjauhan (kebetulan pada tahun tersebut aku pindah rumah ke kota lain dan akan menetap disana).

Semenjak pindah akupun mulai hidup yang baru, saat itu aku belum mempunyai sepeda motor untuk berangkat kesekolah jadinya setiap pagi aku berangkat dengan angkot yang selalu berdesakan. Namun ternyata di angkot cintaku pun bersemi kepada laki-laki yang beda umur 3 tahun denganku, sebut saja M.

Singkat cerita kami semakin akrab dan akhirnya berpacaran, namun aku merasa hubungan kami selalu hambar, seperti tidak ada rasa cinta, tapi tetap ku pertahankan sampai bertahan 2 tahun. Kemudian kami putus tanpa sebab. Yah sejujurnya meski aku bercerita tentang pacar-pacarku, orang tuaku sama sekali tidak mengetahuinya, aku menyembunyikannya rapat-rapat dari mereka.

Kemudian selama aku menjalin hubungan dengan M aku sempat dekat dengan BW (yang sekarang menjadi pacarku). Kedekatan kami awalnya biasa saja, namun hari berganti hari, bulan berganti bulan kami sudah saling akrab, dan aku tau dia memiliki perasaan kepadaku.

Setelah 6 bulan kami menjalin hubungan yang kalo di istilahkan sih semacam PDKT, ternyata dia sangat pintar untuk membuat aku terkesima kepadanya, aku pun mulai ada rasa untuknya, dan tepat pada tanggal 07 februari 2010 kami resmi berpacaran. Awalnya aku kira dia laki-laki yang bisa aku bodoh-bodohi seperti mantan-mantan aku dulu. Saat aku pacaran dulu aku sering berselingkuh, dan sama BW juga rencananya aku mau selingkuh juga karena dia keliatan seperti anak yang bodoh.

Sebelum aku sempat selingkuh kami sempat bercakap-cakap ringan, entah kenapa aku bertanya pada BW kalo aku selingkuh gimana? Itu kejadian nya kalo gak salah hubungan kami berjalan 2 minggu. Dan jawaban dari BW menyadarkan aku bahwa selingkuh itu tidak ada gunanya dan tidak pernah ada kesenangan dalam perselingkuhan itu.

Hanya satu kalimat yang dia lontarkan yang membuat aku takut untuk kehilangannya, “kalo kamu selingkuh kita putus dan aku akan pergi dari kota ini (kebetulan dia adalah pendatang di kota tersebut), aku gak akan pernah mau kenal sama kamu lagi karna aku paling benci sama orang yang selingkuh”.

Hanya itu yang dia ucapkan, dan dari semenjak kejadian itu aku tidak pernah selingkuh sampai detik ini. Setelah kejadian itu semua anggapanku terhadapnya berubah 360 derajat. Yang awalnya ku kira dia anak bodoh yang bisa di bodoh-bodohi ternyata salah. Sekarang dalam berpacaran kami membuat sebuah komitmen, kemanapun kami pergi kami harus melapor, aku harus melapor ke dia dan diapun harus melapor kepadaku (ini yang aku inginkan sejak dulu, karna dari pertama aku pacaran sampe terakhir dengan M aku tidak pernah berkomitmen seperti ini, dan aku merasa senang karna kalo begitu aku merasa diperdulikan kemanapun aku pergi).

Tentang BW, keluargaku sudah lebih dulu mengetahuinya, bahkan sebelum kami pacaranpun keluargaku sudah mendengar kabar kalo aku sudah berpacaran dengan BW dan semua keluargaku tidak menyetujuinya karna alasan yang tidak bisa aku ceritakan. Namun aku tidak menanggapinya karna saat itu aku masih tidak mempunyai perasaan apapun terhadap BW jadi tidak ada bantahan dariku terhadap ketidak setujuan keluargaku.

Singkat cerita, hal yang paling aku sesali sampai kapanpun akhirnya terjadi juga. Saat itu usia hubungan kami berjalan 6 bulan, entah apa yang terbesit dalam pikiran kami sehingga kami berani melakukan hal bodoh itu. Saat itu rumah yang dia tinggali kosong dan kamipun berbuat hal yang tidak sepantasnya kami perbuat, setelah kejadian itu dia berjanji akan bertanggung jawab dan dia akan menikahiku di tahun 2020 nantinya.

Akupun hanya bisa menangis dan menyesali perbuatan kami, hal yang paling penting untuk masa depanku yang selama ini aku jaga dengan baik akhirnya kuserahkan kepada laki-laki yang sudah jelas keluarga ku tidak menyetujui nya. Sampai saat ini usia hubungan kami memasuki 5 tahun dan hal yang tidak sepantasnya itupun masih tetap berjalan kalo kami bertemu dirumahnya, kalo orang rumahnya keluar rumah untuk jalan-jalan. Disetiap kesempatan kami selalu melakukannya namun setelah melakukan nya kami menangis menyesali, kami berdua sepakat untuk tidak melakukan nya lagi tapi ternyata sangat sulit untuk meninggalkannya.

Rahasia ini hanya kami yang tau, sampai saat ini keluargaku tidak pernah tau akan hal itu dan keluargaku selalu menyuruhku untuk putus dengannya, namun aku bingung bagaimana caranya aku bisa putus sedangkan aku sudah pernah ditiduri oleh BW dan aku pun sudah pernah berjanji kepada BW bahwasanya aku gak akan pernah menikah dengan orang lain kalo buka sama BW, kalo gak sama BW ya aku gak akan pernah nikah seumur hidupku, karna aku akan menutupi rahasia ini sampai kapanpun kalo aku menikah dengan orang lain rahasia itu harus aku bongkar agar orang yang menikahiku itu tidak menyesal dan bisa terima aku apa adanya.

Dan sekarang BW sudah bekerja selama 3 tahun, namun sampai detik ini seribu rupiah pun belum ada uang simpanannya untuk bekal kami menikah, padahal sebelum dia mendapatkan pekerjaan dia bilang dia akan menyisihkan uang 200 ribu perbulan setiap dia gajian, aku percaya akan hal itu, namun ini sudah memasuki tahun ke 4 dia bekerja apakah aku harus bersabar menunggu? Ataukah aku hanya dibohongi? Karna bukti nyata tidak ada yang dia tunjukan kalo dia akan cepat-cepat melamar aku.

Tapi aku sudah di perkenalkan sama orang tuanya dan sama keluarganya semua menerimaku dengan baik, tidak seperti keluargaku yang tidak bisa menerimanya karna sesuatu hal. Aku merasa dia cocok untuk menjadi pendamping hidupku, dia pria yang bertanggung jawab (kepada keluarga dia sangat bertanggung jawab) dan dia juga baik aku pun tunduk kepadanya tidak pernah aku berani untuk melanggar apa yang sudah dibuat peraturan olehnya.

Namun sekarang aku selalu ragu akan keseriusannya, memang sih 2020 itu masih 6 tahun lagi tapi apakah mungkin aku akan menunggu selama itu? Sedangkan perbuatan dosa itu selalu saja kami lakukan. Kalo diliat dari situasi sebaiknya akhir tahun ini kami harus segera menikah agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.

Aku berkeingan sekali untuk menikah sekarang tapi BW tidak mau menikah sekarang karna berdalih masih sangat muda, dia mau menikmati masa mudanya. Aku bingung harus tetap menunggu BW meskipun aku tau pada akhirnya keluargaku tetap tidak menyetujuinya. Atau meninggalkannya dan aku hidup seorang diri.

Tekad ku serang aku tetap bertahan semampu kami bertahan dan akan aku berikan penjelasan sampai aku mendapatkan restu dari keluargaku untuk bisa dinikahi oleh BW. Karna aku merasa tidak akan pernah bahagia kalo bukan sama BW. Dan selama penantian izin tersebut aku harus banyak bersabar mendapat perlakuan keluargaku yang setiap hari mengintrogasiku kemanapun aku pergi, dan larangan yang selalu dikekang.