Suamiku Sakit-Sakitan

Cerita suami sakit

Aku dulu menikah saat usia masih sangat muda. Aku kira menikah muda itu enak ternyata tidak, menikah muda adalah kesalahan besar yang harus aku jalani. Aku punya suami yang sabar dan penurut dan juga menyayangi aku sepenuh hati. Tapi aku tidak suka dengan kelakuannya yang tidak bisa menghargai setiap pendapat dan usahaku.

Cerita cerai suami sakit
Suami sakit-sakitan

Aku selalu di remehkan. Padahal setiap dia bekerja hasilnya pun tak tentu. Aku berusaha untuk membantunya agar segala kebutuhan tercukupi dan ternyata diamlah yang ku dapat, bukannya dorongan dan motivasi agar aku lebih giat membantu dia mencari nafkah.

Aku tahu jika hanya mengharapkan hasil jerih payahnya dia saja, tidak akan mungkin bisa mencukupi segala kebutuhan keluarga kami, itulah sebabnya aku pun bekerja untuk membantu keuangan keluarga.

Dalam seminggu suamiku kerja tidak menentu karena penyakitnya kadang tiba-tiba kambuh. Begitu yang dialami sampai 3 tahun lamanya.

Aku mencoba bertahan dan bertahan, tapi pada kenyataannya penyakitnya semakin menjadi-jadi. Dia mengidap penyakit yang mengerikan dan membuat semua orang resah jika mengetahuinya.

Suamiku punya penyakit epilepsi/ ayan. Banyak tetangga dan orang-orang menyebut penyakit itu tidak bisa disembuhkan. Sebenarnya aku sangat sayang sama suamiku.

Walau pada kenyataannya suami sering sekali meremehkanku, mengancamku dan paling menyakitkan dia sering bilang akan meninggalkanku padahal kami sudah di karuniai 1 anak laki laki.

Baca juga:

Suatu hari ada sebuah kejadian yang membuat kami bertengkar hebat, dan dia meninggalkanku pergi ke rumah orang tuanya. Aku pun membiarkannya, karna aku tau dia gak akan betah tinggal bersama orang tuanya. Tapi pada kenyataannya, orang tuaku malah menyuruhku untuk menanyakan kapan dia mau menceraikan aku.

Aku jadi bingung, sejujurnya orang tuaku lah yang selama ini merawat suamiku ketika penyakit epilepsinya kambuh. Karena aku bingung dan tak pernah tau kapan penyakit itu kambuh.

Tapi aku bersi keras untuk mencoba memperbaiki rumah tanggaku dan kami pun memutuskan untuk hidup mandiri.

Aku dan suami akhirnya hidup dikontrakan. Waktu itu, di sepertiga malam tepatnya pukul 11.00 wib saat kami sedang terlelap tidur.

Aku kaget mendengar sebuah jeritan yang membuatku terbangun dari tidur. Ternyata penyakit epilesi suamiku kambuh, penyakit yang selama ini dikeluhkan orang tuaku.

Namun aku masih berfikir positif. Aku mencoba membawanya ke dokter dan di sarankan untuk meminum obat secara rutin. Namun pada kenyataanya semua usahaku diremehkan suamiku, obat yang disarankan dokter tak diminumnya. Aku tak bisa apa-apa selain hanya diam.

Sampai sebulan kemudian penyakit itu kambuh lagi. Aku pun sangat takut dan tak banyak bicara aku menelpon mertua untuk merawat suamiku. Dua hari lamanya berpisah dengan suami dan akhirnya aku memutuskan untuk bercerai.

Mendengar permintaanku itu, suamiku menolak, alasannya dia mau memperbaiki semua kesalahannya, tapi aku tak percaya dengan semua janjinya itu.

Aku tetap bersi keras untuk bercerai. Sampai-sampai anakku di culiknya. Tapi aku tau itu hanya sebuah pancingan. Jadi aku mengajukan gugatan dan dua minggu kemudian dia mendatangiku karna tidak terima karna aku mengajukan gugatan cerai di pengadilan. Sampai-sampai anakku dijadikan alat untuk mengancamku.

Aku dan orang tuaku hanya bisa berdo’a. Begitu sakit rasanya hati ini mengenalnya, begitu sakit hidup bersamanya, mau pisah pun harus merasakan sakit.

Segala tindakan dia lakukan termasuk mengancam akan membunuh anakku. Sekitar 1,5 bulan gugatanku akhirnya dikabulkan ketua hakim. Dan kami pun resmi bercerai.

Entah apa yang terjadi tiba-tiba anakku dikembalikan ke pelukanku namun dia meminta harta hasil kerjanya denganku. Orang tuaku pun menyarankan untuk memberikannya saja, aku sendiri tidak keberatan yang penting anakku bisa kembali kepadaku.

Demikian, semoga cerita ini bisa bermanfaat, dan kepada pembaca ceritacurhat.com semoga bisa belajar dari pengalamanku, jangan menikah muda dan yang paling penting pilihlah calon suami atau istri yang mempunyai sikap terbuka dalam segala hal dan juga jujur agar bisa mendapatkan keluarga yang kita impikan.

Antara Cinta Dan Nafsu

Antara cinta dan nafsu

Cinta dan nafsu memang kadang membingungkan, kita menyebutnya cinta tapi selalu saja rindu dengan belaian dan kecupannya. Bukankah cinta tak perlu itu semua? Sejujurnya aku pun sama dengan mereka yang bingung antara cinta dan nafsu, setidaknya demikian kisah yang akan kuceritakan ini.

Antara cinta dan nafsu
Antara cinta dan nafsu

Terimakasih kepada redaksi ceritacurhat.com yang telah bersedia menerbitkan ceritaku ini. Rasanya senang sekali bisa menemukan situs curhatan seperti, jadi bisa menuliskan kegundahan yang aku rasakan.

Pengalaman yang ingin kuceritakan ini belum lama terjadi, mungkin sekitar 6 bulan yang lalu. Saat itu aku tengah menjalin hubungan dengan seorang pria, hubungan itu berawal dari status pertemanan biasa saja.

Dan dari pertemanan itu muncul chemistry diantara kami yang membuat kami cepat akrab. Tapi meski demikian, diantara kami tidak pernah terjalin status hubungan berpacaran. Bisa dikatakan hubungan kami adalah tanpa status atau istilah kerennya teman tapi mesra.

Aku menjalin hubungan dengannya karena aku baru saja putus dengan pacarku. Berkenalan dengannya tiga hari setelah aku putus dengan pacar yang kini menjadi mantanku. Kami berkenalan lalu saling dekat, kami menjadi akrab dan saling berbagi. Kami pun sering jalan keluar.

Karena kedua orang tuaku sibuk dan aku pun sedang dalam masa galau, aku pun menerima setiap ajakan dia untuk keluar jalan bersama dengan senang hati. Kami keluar layaknya pasangan pada umumnya. Kami menikmati dunia kami tanpa memperdulikan apapun yang orang lain katakan. Aku sendiri juga tidak tahu apakah ini termasuk cinta atau pelampiasan?

Baca juga:

Karena semakin lama kami semakin dekat, kami pun semakin berani melangkah jauh meski tanpa status hubungan apapun. Saat itu dirumahku sedang kosong, kami baru saja menghabiskan waktu malam minggu. Karena rumahku termasuk kawasan komplek, otomatis suasana rumah pun sepi.

Aku dan dia duduk berdua di ruang tamu setelah kami lelah berjalan-jalan. Aku pun juga tidak tega untuk mengusirnya. Saat itu aku menyandarkan kepalaku ke bahunya dan tanpa kami dapat cegah atau kontrol, secara perlahan kepalanya semakin dekat hingga bibir kami saling bertemu.

Lama kami berciuman hingga kami tidak tahu bahwa waktu telah lama berlalu. Karena waktu telah menunjukkan pukul 11 malam, aku memintanya untuk pulang. Ternyata ciuman serta pelukan itu tidak hanya berhenti sampai disitu saja. Kami melakukannya kembali di tempat-tempat lain dan tidak hanya di rumah kami saja. Semakin lama, semakin sering. Sepertinya aku mulai terjerat di antara cinta dan nafsu.

Cinta ataukah Nafsu?

Namun lama kelamaan aku jadi berfikir dan tidak tahu juga mengapa aku melakukan hal itu? Apakah ini cinta? Ataukah hanya sekedar nafsu? Saat dengan mantanku, aku bahkan tidak pernah melakukan hal itu hingga akhirnya dia memutuskanku karena dia mengira bahwa aku wanita polos dan tak sejalan dengannya. Tapi mengapa aku bisa begini?

Hubungan kami hampir berjalan 2 bulan. Rasanya waktu berlalu begitu cepat. Namun lama-lama aku jadi bosan dengannya. Aku bosan berciuman tanpa rasa dengannya. Awalnya memang ciuman itu berasa seperti terdapat suatu getaran yang membuat kami ketagihan. Tapi lama-kelamaan semuanya seperti membosankan.

Mungkin begitulah nafsu, dia membosankan dan layu. Tidak seperti cinta yang selalu membahagiakan.

Beberapa hari kemudian aku mendapat kabar bahwa aku tukang perusak hubungan orang. Tentu saja aku tidak terima tuduhan itu. Aku tidak tahu menahu apa pun tentang hal itu. Otomatis aku bertanya-tanya. Hingga akhirnya aku mngetahui bahwa dia telah memiliki pacar.

Mereka memang sedang break dalam hubungan yang sedang mereka jalani karena pacarnya sedang magang di suatu kantor. Aku yang tahu hal itu pun kaget dan memutuskan hubunganku dengannya.

Entah apakah keputuskanku itu benar atau tidak. Aku meninggalkan dia begitu saja. Aku tidak memberikan kabar apapun padanya. Karena menurutku, hubungan kami memang tidak pantas untuk dilanjutkan. Dia katakan cinta, namun bagiku semua hanyalah sebatas nafsu belaka. Aku tidak mau terombang ambing berada di antara cinta dan nafsu.

Demikian kisahku, aku beruntung karena tidak terlibat terlalu dalam dengannya, apalagi sampai berhubungan intim. Entah apa jadinya aku jika sampai menyerahkan kehormatanku kepadanya. Ada baiknya, pengalamanku ini dijadikan pelajaran bagi teman-teman terutama kaum wanita supaya lebih berhati-hati antara cinta dan nafsu.

Istri Selingkuh di Facebook Saat Aku Kerja di Luar Kota

Istri selingkuh dengan brondong

Sebenarnya jujur saya merasa malu menceritakan kisah perselingkuhan istri saya ini. Tapi mudah-mudahan cerita ini menginspirasi para suami untuk lebih hati-hati menjaga istrinya dan kalau bisa jangan kerja di luar kota sehingga berpisah cukup lama. Istri selingkuh di facebook saat suami sedang bekerja tentu sangat menyakitkan.

Istri selingkuh di facebook saat aku bekerja di luar kota
Istri selingkuh di facebook

Saya dan istri sudah menjalin rumah tangga kurang lebih 10 tahun lamanya. Sekarang kami mempunyai anak 2 orang, dan rasa-rasanya keluarga kami cukup bahagia dan tidak ada masalah berat yang tidak bisa kami selesaikan dengan baik-baik.

Saya bekerja di salah satu perusahaan yang menjual jasa di bidang alat berat (equipment) sehingga saya sering di tugaskan bos ke luar kota. Karena tugas kantor itu kadang dalam satu bulan saya tidak pulang ke rumah.

Tapi meskipun jarak kami berjauhan, istri tetap sabar menanti saya pulang. Begitulah yang kami jalani selama 10 tahun usia pernikahan kami.

Lagi pula kalau sedang dinas luar maka gaji saya tentu lebih banyak dan itu sudah lebih dari cukup untuk biaya anak dan istri yang saya tinggal.

Tahun 2012 anak saya masuk sekolah taman kanak kanak, jarak dari rumah ke sekolahnya sekitar 500 meter, dan anak saya sangat menyukai sekolah itu. Mulai dari pendaftaran sampai masalah transportasi istri saya yang atur karena status saya yang masih dinas luar kota.

Awal Mula Istri Selingkuh di Facebook

Sekitar jam 7 pagi saya sudah siap di depan camp menunggu bus karyawan menuju tempat kerja. Tiba tiba handphone saya berbunyi ternyata dari istri saya.

Waktu itu dia katakan, pak? mau beli smartphone yang bisa facebookan jadi bisa ketemu teman-teman lama di internet. Trus saya jawab, kamukan gak bisa internet? ya bisa lah pak kalau cuma main facebook atau update status saja, lagian dari pada bengong di rumah, kan bosan juga ujarnya.

Baca juga:

Permintaan istri saya turuti, lagian istri bisa mengisi waktu luangnya dengan bermain facebook. Tapi ternyata urusan beli smartphone dan main facebook ini akhirnya menjadi awal selingkuh istri saya. Yang biasa dia telpon saya sekedar nanya kabar atau apa saya sudah makan.. lambat laun berkurang.

Bahkan kalau saya telpon dia ingin cepat-cepat hp nya diputus. Biasa nya dia tanya saya kapan pulang, kalau dalam satu bulan gak pernah balik rumah. Tapi sekarang? tidak lagi, mungkin dia sibuk berchating ria dengan teman-teman facebooknya dan melupakan saya.

Saya merasa curiga dan ingin tau apa yang terjadi. Jelang satu minggu perasaan saya tambah tidak enak apalagi mendengar telpon dari anak saya, katanya dia jatuh, entah jatuh dari mana saya tidak tau, yang jelas istri saya menutup-nutupi kejadian itu.

Mulai Curiga

Hari itu juga saya telpon bos untuk pulang, alasan ada kepentingan mendadak. Saya sangat berterimakasih karena permintaan saya dipenuhi.

Saya langsung berangkat dari lokasi kerja ke bandara Sepinggan, kebetulan waktu itu saya dinas luar di Kaltim, kurang dari satu satu jam mengudara pesat landas dan langsung transit menuju Pekanbaru.

Sampai di Pekanbaru saya langsung naik taksi. Sekitar satu jam di perjalanan akhirnya saya tiba, saya sengaja turun dari taksi jauh dari rumah untuk memberi kejutan untuk anakku. Setelah sampai di depan rumah waktu itu pintu tak di tutup ternyata cuma anak saya saat itu yang ada di rumah.

Anakku langsung merangkulku dan bercerita tentang sekolahnya. Trus saya bertanya, mama mana? katanya pergi keluar, bentar lagi datang pah, kata anakku.

Sekitar jam 7 malam, istri saya datang naik honda berdua dengan laki-laki lain, tampangnya masih muda. Saya taksir mungkin dia baru satu atau dua tahun tamat SMA.

Mereka masuk ke rumah dan istri saya terkejut melihat saya duduk di kursi. Istri saya bertanya pah., pulang kok gak kasi tau? saya jawab aja ada urusan mendadak besok mau jumpa bos.

Waktu itu saya lihat dari penampilan istriku sangat jauh berbeda, sudah seperti anak gadis, kakipun sudah di kasih gelang.

Trus istriku kenalkan laki-laki tadi, dia katanya adik tetangga sebelah kebetulan satu marga sama saya. Istriku bilang dia baru kerja. Tak lama berbincang-bincang, laki-laki itu pamit. Istriku cerita banyak tentang dia.

Sekitar jam 11 malam kedua anakku sudah tidur. Saya ingin melepas kerinduan pada istri, saya cium bibir dan raba payudaranya, tapi dia tiba tiba mengelak dan beralasan ke kamar mandi.

Tertangkap Basah dengan Teman Facebook

Ada sekitar seperempat jam baru istriku keluar kamar mandi dan datang ke kamar. Saya pura pura tidur dan dia sepertinya sengaja memastikan saya sudah tidur.

Tiba-tiba pintu kamar dibuka dan istriku pindah ke ruang tamu, tanpa dia tahu saya intai dia dari pintu kamar, sepertinya dia sedang menulis sms.

Tiba-tiba dia balik ke kamar, saya langsung berbaring, ternyata dia cuma mengunci kamar dari luar, artinya dia mengunciku di dalam kamar sendirian. Kuintip dari celah pintu sepertinya dia sedang menelpon seseorang.

Sekitar setengah jam kemudian, saya mendengar dia membuka pintu dan menutupnya kembali, ternyata laki-laki tadi. Saya coba menahan emosi dan melihat apa yang akan mereka perbuat.

Mereka duduk berdampingan di meja, kemudian istri saya mencium bibir pemuda itu, dia buka baju pemuda itu dan mencium, menjilat dada pemuda itu. Ingin rasa nya saya tangkap basah mereka saat itu juga.

Mereka saling berciuman dan istriku semakin gelap mata. Di ruang tamuku, di atas kursi sofaku mereka bercinta. Saya tak perlu menceritakan detail bagaimana mereka berhubungan tapi saya sungguh berang menyaksikan perselingkuhan istriku di depan mata kepalaku sendiri.

Brondong yang katanya adik tetangga itu ternyata salah seorang pria yang dikenalnya melalui facebook. Ternyata saat saya sedang bekerja di luar kota istri selingkuh di facebook dengan seorang brondong.

Sekarang kami sudah bercerai, istriku memohon maaf sampai menghiba-hiba kepadaku tapi tak kupedulikan. Kedua anak saya ambil dan pelihara sendiri, saya tak mau mereka dekat dengan ibunya apalagi sampai mengikuti tabiatnya, naudzu billah.

Akhir kata saya ucapkan terimakasih kepada redaksi ceritacurhat.com yang sudah menerbitkan tulisan ini, dan kepada pembaca agar lebih berhati-hati meninggalkan istri apalagi jika sampai main facebook dan berkenalan dengan pria lain di dunia maya.

Menderita Karena Suami

cerita keluarga sedih

Namaku Nur, pernikahan yang aku jalani selama 20 tahun lebih adalah pernikahan yang penuh dilema dan menyedihkan. Setelah menyiksaku sedemikian rupa, suamiku menikah lagi dengan perempuan lain. Dengan menulis cerita sedih dalam rumah tanggaku ini aku berharap semoga bisa menjadi pembelajaran dan diambil hikmahnya oleh para pembaca ceritacurhat.com

Kisah sedih keluarga
Kisah sedih hidup berumahtangga

Aku menikah dengan suami tahun 1992, kami dikaruniai anak 3 orang, yang pertama lahir tahun 1994, kedua lahir tahun 2000 dan ketiga lahir tahun 2004.

Setamat SMA aku mengajar di Taman Kanak-Kanak dan sore hari aku mengajar di TPQ. Aku mempunyai banyak teman, baik teman guru TK atau pun teman guru mengaji.

Guru mengaji disebut ustadz dan ustadza. Ada seorang ustadz bernama Hajir mengutarakan cintanya kepadaku, tapi aku tolak karena aku belum berfikir untuk pacaran.

Ungkapan cinta itu disampakan 3x, tapi tetap aku tolak, bahkan yang terakhir penolakanku sangat kasar yaitu dengan membaca surat cintanya di depan para ustadz dan ustadza dengan nada dan intonasi menghina.

Tentu saja Hajir malu. Keesokan harinya Hajir tidak hadir mengajar di TPQ. Anehnya, tujuh hari kemudian aku merasa kangen kepada Hajir.

Setiap hari aku mencari-cari Hajir. Akhirnya setelah 2 minggu aku menjemput Hajir di rumahnya. Aku merasa sedih dan seperti orang gila jika tidak ketemu dengan Hajir. Setiap hari aku selalu menjemput Hajir ke rumahnya.

Sejak itu, sadar atau tidak aku selalu menghambakan diri pada Hajir. Tanpa sepengetahuan orang tuaku, setiap minggu aku ke rumah Hajir, di rumah Hajir aku melaksanakan semua perintahnya, aku disuruh menyetrika bajunya, aku disuruh melayaninya sebagai pemuas nafsunya.

Setiap saat dia ingin berhubungan sex dia selalu mengajak aku ke rumahnya. Anehnya sekalipun aku tidak pernah menolak perintahnya.

Menikah Dengan Hajir

Karena aku terlalu sering ke rumah Hajir, orang tuaku jadi marah padaku, aku bisa pahami kesedihan mereka. Akhirnya orang tua melarangku berhubungan dengan Hajir.

Tapi semakin aku dilarang semakin sering juga aku diajak Hajir pulang ke rumahnya dan semakin sering pula kami melakukan hubungan suami istri.

Dengan kondisi demikian akhirnya orang tuaku menyetujui hubungan kami. Aku dan Hajir akhirnya menikah tanggal 23 September 1992. Dari pernikahan itu kami dikaruniai anak 3 orang. Awal rumah tangga kami berjalan biasa saja.

Seperti yang sudah-sudah aku selalu diperintah olehnya tapi cerita sedih yang kujalani semakin menyakitkan ketika usia pernikahan kami masuk tahun kedua.

Di awal pernikahan aku seperti orang yang tidak punya daya, karena tenagaku habis melayani sex Hajir. Semalam tak terhitung berapa kali dia menyetubuhi aku, bahkan pagi hari akan berangkat mengajar dia menghendaki hubungan sex.

Jika aku menolak dia marah dan mengatakan bahwa surga haram untuk aku karena aku telah menolak suami mengajak bersetubuh. Dia juga berkata jika aku istri sholihah pasti akan patuh padanya, sesuai dengan ajaran dalam Al-quran.

Suamiku selalu berdalih agama dan Al-quran untuk menekan aku. Segalanya berdasarkan Al-quran. Karena aku ingin menjadi maratus sholihah (wanita yang selalu patuh pada suami dan Al-quran) maka aku patuhi semua perintah suamiku termasuk setiap malam wajib memijti seluruh badannya dengan pijat lulur sampai dia tertidur dan menyabun punggungnya jika dia mandi. Ah, beginilah cerita sedih rumah tangga seorang istri.

Baca juga:

Tahun 1994 lahirlah anak pertama. Dengan hadirnya seorang anak aku diberi uang belanja 10.000 per minggu dengan segala kebutuhan keluarga aku, untung kami masih tinggal bersama orang tuaku jadi semua bisa teratasi.

Tahun demi tahun terus berjalan, tahun 2000 lahirlah anak kedua. Dengan adanya anak kedua uang belanjaku menjadi 20.000 per minggu. Aku sangat bingung mengatur uang untuk kebutuhan rumah tangga sebab honorku sebagai guru TK juga hanya 15.000 perbulan.

Akhirnya aku mencari penghasilan sebagai tukang kredit keliling bekerja pada Bu Lurah yang waktu itu sebagai ketua yayasan TK tempat aku mengajar.

Semakin hari sikap suamiku semakin semena-mena padaku. Setiap minggu selalu saja pergi, tidak pernah ada waktu untuk keluarga. Suatu hari suamiku pulang dengan seorang wanita bernama Arin. Wanita itu lebih muda dariku, dia memanggil suamiku dengan sebutan om dan memanggil aku tante.

Arin bercerita padaku bahwa mereka dari Lamongan dan selama perjalanan bonceng suamiku berpelukan erat karena dalam mengendarai sepeda sangat kencang.

Waktu itu anak keduaku berusia 7 bulan. Aku terlalu memikirkan sikap suamiku sehingga tubuhku sangat kurus berat badanku hanya 35 kg. Suatu hari ada lomba cerita bergambar, aku ikut dan aku mendapat juara harapan 3 mendapat hadiah uang 100.000.

Uang itu aku gunakan daftar D-2 di STIPI Khotijah Mojosari. Empat bulan kemudian guru TK mendapat tunjangan dari pemerintah 75.000 perbulan, uang itu aku gunakan untuk membayar SPP.

Tahun 2003 aku tamat D-2, aku daftar guru bantu dan aku diterima. Dengan ekonomi yang mulai membaik karena gaji guru bantu 460.000 perbulan, aku mulai berusaha mempengaruhi suami agar menjadi lebih sayang pada keluarga.

Pikirku dengan aku hamil suamiku akan sayang padaku dan anak-anak. Maka aku hentikan KB. Aku mempunyai 2 alasan untuk tidak KB. Satu, karena suamiku jarang menggauli aku sebagai seorang istri, kedua mungkin jika aku hamil suamiku jadi sayang dan perhatian padaku.

Suami Menikah Lagi

Cerita rumah tangga ku semakin menyedihkan ketika anak ketiga kami lahir tahun 2014. Ternyata kelakuan suamiku tidak berubah, bahkan ada kabar burung suamiku punya istri lagi yakni janda Mbringin Mojorejo kecamatan Pungging, wanita itu bernama Sutatik. Berita itu tidak aku percaya karena Sutatik sudah seperti saudara denganku.

Awalnya aku memang dikenalkan suamiku dengan Tatik. Sampe-sampe waktu aku punya hajad menghitan anak pertamaku Tatik yang membalikan baju aku untuk trima tamu, bahkan aku sempat membeli baju kembar dengan Tatik. Aku benar-benar tidak menyadari kalau dijadikan boneka mainan.

Dalam kegalauan itu, aku menyibukkan diri kuliah ambil S-1 PGSD di UT. Aku mendapat beasiswa 3 juta per semester sehingga tidak mengeluarkan biaya dari kantong. Tahun 2006 suamiku sama sekali tidak mau menyentuh tubuhku. Sebagai wanita normal kadang aku sangat inginkan hubungan sex.

Setiap kali aku meminta suamiku selalu jawab capek atau bersedia jika aku mau disodomi dulu. Aku tidak berfikir panjang karena aku sangat menginginkan sex.

Walaupun sakit aku gak peduli yang penting kebutuhan batinku terpenuhi. Dua tahun berlalu aku selalu disodomi dulu sebelum memenuhi hasratku, akhirnya aku sakit pada duburku, suamiku tidak mau tahu pengobatanku.

Baca juga:

Tahun 2008 dengan ijazah D-2 aku diterima menjadi CPNS karena data base. Jadi aku menjadi PNS sama sekali tidak ada faktor suap tapi suami meminjam uang kepada seorang tetangga sebesar 15 juta katanya untuk membiayai aku masuk PNS padahal tidak sama sekali. Suamiku benar-benar bajingan.

Suatu hari saudara ipar Tatik datang ke rumah mengatakan bahwa ibu mertuanya punya hajad aku disuruh ke sana. Aku datang ke rumah Tatik Mbringin Mojorejo, sampai di sana ternyata tidak ada acara apa-apa, Tatik tidak ada di rumah yang menemui aku adalah kakak Tatik yang bernama Mbak Dah dan keluarga tatik yang lain.

Mereka menceritakan tentang hubungan suamiku dengan Tatik. Mereka seolah-olah minta pertanggungjawaban suamiku terhadap aku agar suamiku menikahi Tatik.

Dengan perasaan yang tidak karuan dan sakit di dada aku jawab “Monggo jenengan nikahaken rayat kulo kale Tatik tapi keken nalak kulo riyin, sebab selama niki masjir mboten nate ngurusi keluarga, mboten nate mbanjani.”

Kelakuan suami menjadi cerita dalam keluarga dan aku dipaksa menyetujui pernikahan suamiku, aku merasa menjadi terdakwa di keluarga suami.

Orang tua Tatik menjawab “aku gak niat ureh-ureh, aku niat noto?” langsung aku jawab “monggo jenengan nikahaken, jenengan tata Tatik yugo jenengan tapi kulo sanes yugo, jenengan mboten berhak noto kulo” kejadian ini 17 Pebruari 2008.

Kemudian aku pulang, selang beberapa jam suamiku pulang dan marah-marah padaku. Aku ditampar dan dicaci maki katanya aku wanita gak punya aturan, aku istri gak patuh pada suami.

Berkali-kali aku ditampar, aku hanya diam dan menangis. Keesokan harinya tepatnya tanggal 18 Pebruari 2008 suamiku berkata “karena pean sudah melabrak Tatik dan membuat malu maka harus mempertanggungjawabkannya, aku akan nikahi Tatik pean harus memberi izin,” aku menjawab silahkan tapi ceraikan aku dulu atau pilih aku atau Tatik.

Minta Cerai

Aku beri waktu antara 4 bulan sampai 4 tahun untuk ambil keputusan. Waktu 4 tahun sudah berlalu tapi suamiku tetap tidak ambil keputusan, dia hanya marah, menampar wajahku dan selalu pulang pagi. Tidak pernah mau tahu kebutuhan hidup dan biaya pendidikan anak-anak.

Jika aku minta uang dia jawab nek pean ngizini aku nikah lagi aku bakal sayang pada keluarga kalau gak ngizini maka ya jalani saja hidup seperti ini, Aku pikir omongan suamiku hanya ancaman ternyata tidak. Tahun 2013 aku baru benar-benar sadar bahwa tidak ada gunanya aku terus bertahan.

Akhirnya aku beranikan diri untuk minta cerai pada suamiku. Dia marah, menampar aku sambil tangannya mlintir tanganku hingga gelangku patah dan menyebabkan luka pada pergelangan tanganku.

Waktu itu dia berkata “aku gak bakal menceraikan kamu dan jika kamu menggugat cerai aku akan membuat hidupmu lebih sengsara,” dia kemudian mendorong aku hingga jatuh.

Dari sikapnya yang demikian aku gak berani macam-macam. Akhirnya dengan diam-diam aku membeli perumahan, aku tidak peduli dengan status yang penting aku bisa lepas dari suamiku.

Sejak lebaran kemarin aku sudah menempati perumahan yang aku beli. Sekarang aku dengar suamiku juga sudah keluar dari rumah pemberian orang tuaku itu. Entah dia tinggal dimana sekarang.

Mudah mudahan ini jalan terbaik yang aku ambil. Rekan pembaca doakan aku mampu menjalani liku liku hidup ini. Dalam agama walau aku dan suamiku belum bercerai tapi kami sudah di haramkan begitu pula tuntunan dalam al quran.

Aku ingin penyelesaian yang terbaik karena aku tidak mau anakku terlalu terluka oleh masalah orang tuanya. quran dan hadis selalu menuntun kita, kita berfikir positif dengan segala macam ujian.

Para pembaca yang budiman terutama para ibu, beginilah cerita sedih rumah tangga yang saya jalani sekarang, saya berharap hanya saya yang mengalami nasib ini. Setelah membaca sekilas cerita saya, para pembaca bisa mengambil hikmahnya.

Menikah Siri Dengan Suami Orang

Mencintai suami orang lain

Cerita sedih yang kujalani begitu memilukan. Berharap hidup bahagia aku menikah siri dengan suami orang, kutinggalkan orangtuaku demi pria yang kucintai itu. Tapi apa lacur,, setelah hamil suamiku malah meninggalkanku begitu saja. Dia kembali ke istri pertamanya.

Cerita sedih setelah menikah siri dengan suami orang
Cerita sedih setelah menikah siri dengan suami orang

Cerita menyedihkan ini dimulai ketika aku pindah ke tempat kerja yang baru. Hari-hari kujalani seperti biasa hingga ada seorang teman kantorku yang mengajakku dinner. Dia sudah berkeluarga. Awalnya aku tak mau, tapi kata teman-teman kantor tidak apa-apa karna hanya makan malam.

Entah mengapa sejak itu aku jatuh cinta padanya walau aku tahu dia sudah berkeluarga. Anak istrinya jauh di pulau seberang. Dia pun tergila-gila padaku sampai memutuskan ingin menikahiku. Tetapi keluarga besarnya sangat tidak setuju. Aku diteror dengan telpon dan sms yang berisi makian, sumpah, dan cacian yang amat sangat kotor dari keluarganya. Sampai orangtuaku pun dibawa-bawa.. sedih rasanya.

Hubungan kami pun sudah sangat jauh. Akhirnya kami memutuskan untuk menikah secara agama tanpa diketahui oleh keluarganya maupun keluargaku. Dia memang sudah berbulan-bulan tidak pulang ke kampungnya. Aku berpikir cerita sedih hidupku mungkin akan segera berakhir, nyatanya tidak.

Baca juga cerita menarik lainnya:

Oya, kami berbeda agama. Setelah menikah aku memilih mengikuti agamanya. Aku saat itu sadar telah menjadi istri kedua tetapi aku belum sadar betapa menyakitkannya posisi tersebut. Dia menjanjikan akan menceraikan istrinya dan menikahiku secara hukum.

Kami sangat bahagia dan sangat sulit untuk dipisahkan. Hingga suatu hari aku hamil. Aku sempat panik dan berpikir untuk menggugurkannya. Awalnya dia setuju. Tapi lama-kelamaan aku merasa berat melakukannya karena tahu itu dosa besar dan janin itu adalah buah cintaku dengan dia.

Hingga akhirnya orangtua mengetahui kabar kehamilanku, mereka marah besar dan menyumpahiku. Aku sangat mencintai orangtuaku tapi aku tidak mau ribut dengan mereka, akhirnya aku putuskan keluar dari rumah dan tinggal kost-kostan. Sedih rasanya di dalam hati meninggalkan mereka.

Saat lebaran suamiku memutuskan pulang ke kampungnya dan memberitahu kalau dia sudah menikah lagi dan aku tengah hamil. Keluarganyan marah besar, hingga akhirnya suamiku dipukuli habis-habisan oleh ayahnya sampai masuk ruang ICU selama 3 hari. Dia dikurung di rumah dan tidak boleh kembali ke tempat kerjanya.

Aku bingung, sedih dan juga resah karena tengah hamil tua. Apa yang harus kulakukan dengan janin tanpa ada suamiku. tapi syukurlah, suatu hari suamiku berhasil kabur dari rumah orangtuanya. Akhirnya kami bertemu kembali dan menikah secara hukum dengan alamat fiktif. Semua kami lakukan demi janin yang sedang kukandung agar dia memiliki akta kelahiran yang sah.

Suamiku Berubah

Awalnya semua berjalan baik dan bahagia hingga anak kami lahir, tapi lama kelamaan kami sering bertengkar. Beginilah mungkin derita menjadi istri kedua. Aku menagih janjinya yang katanya akan menceraikan istri pertamanya sebelum anak kami lahir, tapi dia mangkir. Dia bahkan semakin sering berbohong dan menyakitiku. Cerita sedih yang kujalani menjelma menjadi malapetaka.

Suatu hari suamiku mendapat pekerjaan di luar propinsi. Dia bilang akan memboyongku bersamanya ke tempatnya yang baru, tapi dia tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Aku cari dan telpon kemana-mana mencari kabar beritanya. Akhirnya aku tahu dia pulang ke kampungnya dan berkumpul lagi dengan anak istrinya.

Dia hanya bilang tidak mau hidup denganku lagi. Aku tanyakan soal anak kami, dia bilang tidak perduli. Aku minta dibantu uang kontrakan yang sebentar lagi habis, dia juga tidak mau perduli itu. Hancur hatiku. Bagaimana aku membesarkan anakku sedangkan aku tidak punya pekerjaan dan tidak ada keluarga untuk dimintai tolong.

Sudah aku tinggalkan semuanya untuk dia, tapi dia malah meninggalkanku. Sekarang aku hidup hanya berdua dengan anakku tanpa status pernikahan yang jelas, hanya menggantung. Demikian sekelumit cerita sedih hidupku saat ini, aku mohon bantuan kawan-kawan pembaca ceritacurhat.com, apa yang harus aku lakukan sekarang?