Pacar Minta Putus Setelah Kuserahkan Segalanya

cerita putus cinta

Setelah berpacaran cukup lama aku nekat menyerahkan kehormatanku kepada LF, aku pikir dia akan bertanggung jawab dan akan menikahiku kelak setelah kami lulus kuliah. Tapi apa lacur, hanya beberapa bulan setelah kejadian itu, dia berubah dan mulai mengambil jarak dariku hingga akhirnya dia minta putus.

Pacar Minta Putus Cinta Setelah Kuserahkan SegalanyaBerawal dari sebuah hari di bulan Juli 2012, pada saat itu aku berusia 19 tahun dan berstatus mahasiswi semester 4 Fakultas Kedokteran di salah satu perguruan tinggi swasta di Jogja.

Teman dekatku TY memperkenalkan aku dengan seorang lelaki berinisial LF yang berusia 20 tahun yang berstatus mahasiswa Hubungan Internasional semester 4 namun di perguruan tinggi swasta yang berbeda denganku.

LF sudah memiliki usaha sendiri, yaitu memiliki rental mobil dan EO. Sejak perkenalan dan pertemuan saat itu aku dan LF sering berkomunikasi dan sampai akhirnya kami berstatus pacaran.

Tiga hari menjalani hubungan, LF mengajak aku untuk pergi ke sebuah kota S yang hanya berjarak 4 jam dari Jogja dimana kami menuntut ilmu untuk liburan.

Resmi Berpacaran

Setibanya di kota S (salah satu kabupaten di Jawa Timur), LF hanya mengambil 1 kamar penginapan. Aku sedikit kaget, tapi setelah aku liat kamarnya lumayan besar dan ada ruang tamunya, aku fikir tidak ada masalah karena salah satu diantara kami bisa tidur di ruang tamu.

Tapi saat malam tiba, LF mengajak aku untuk satu ranjang tapi berbatas. Tidak ada kecurigaan dibenakku saat itu karena orang tua kita sudah saling mengetahui bahwa aku dan LF sudah berpacaran jadi aku berfikir tidak akan ada kejadian yang tidak kita inginkan.

Tapi semakin larut malam LF mulai berani berbuat sesuatu padaku, dia memang tidak memasukkannya padaku, tapi dia hanya meminta aku membantunya sambil mengajari aku or4l.

Baca juga cerita menarik lainnya:

LF rutin mengunjungiku ke kostan, hari ke 7 kami pacaran, LF datang ke kostku dari siang hingga malam hari, hingga LF membuka semua pakaianku dengan iming-iming LF dan aku bertunangan pada saat kami berdua menjalani skripsi.

Aku bersedia karena janjinya yang seperti itu dan dengan tidak rela aku sudah tak berpakaian, aku pun juga membuka semua pakaian yang dia kenakan.

Kami saling memandang dengan tubuh yang tidak berpakaian sehelaipun. Aku tahu ini salah tapi aku juga tidak sanggup menolak permintaan LF.

Siang itu kami hampir saja melakukannya, aku deg-degan sambil mengingatkan dia untuk tidak memasukkannya, namun lagi-lagi dia meminta aku untuk membantunya.

Hari ke 10 aku dan LF berstatus pacaran, aku pulang ke daerah asalku di kota J, salah satu kota di Sumatera, dan LF pulang ke daerah asalnya di kota B, salah satu kabupaten di Jawa Tengah.

Selama 1 bulan kami menjalani hubungan pacaran jarak jauh atau LDR. Hubungan kami semakin hari semakin mesra, sampai suatu hari LF mengirimkan aku SMS yang berisi mengulangi permintaan mengajakku, “bertunangan disaat skripsi”, orang tuaku tahu akan itu, karena orang tuaku membaca isi SMS yang LF kirimkan padaku, orang tuaku hanya berkata, “silahkan, tapi kuliahnya jangan keteteran”.

Jujur aku sangat senang sekali, ditambah sore harinya LF mengganti display picture BBM dengan memakai foto kami berdua 2 foto yang diedit menjadi 1 foto bersebelahan (aku memakai jas praktikum FK yang putih pada umumnya dan LF memakai baku kemeja yang dilapisi jas kerja berwarna hitam), rasa bahagia yang aku rasakan saat itu seakan dunia milikku.

Terjatuh

Beberapa hari sebelum aku pulang kembali ke Jogja, aku mendatangi rumah sepupuku bernama RI yang rumahnya tidak jauh dari rumahku, kebetulan sepupuku RI juga mahasiswi di Jogja tapi berbeda perguruan tinggi denganku.

Pada saat aku numpang ke toilet kamar RI sepupuku, aku terjatuh di toilet, aku merasakan sakit sekali disekitar pinggul dan kemaluanku.

Aku langsung memeriksa apa yang terjadi padaku, setelah aku periksa ternyata selaput daraku sobek hingga berdarah, aku takut sekali rasanya, takut karena tidak akan ada yang mau menikahi aku, karena sampai saat ini yang aku tahu dan yang selalu diceritakan mamaku hanyalah “keperawanan itu penting dan akan dipertanyakan oleh suami kelak jika ternyata tidak sesuai harapan”.

Jujur aku takut sekali. Aku takut jika LF minta putus cinta karena hal ini. Ingin aku periksakan ke dokter di kotaku, tapi aku ragu karena mindset orang di daerahku masih terbilang kolot dan masih beranggapan kalau perempuan memeriksakan diri ke dokter kandungan itu pasti sudah melakukan sesuatu atau sedang hamil.

Pada saat itu aku menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada LF, tapi aku berbohong pada LF tentang aku memeriksakan diri ke dokter ditemani oleh mamaku, padahal aku tidak memeriksakannya ke dokter.

Pada saat LF mendengar ceritaku yang sebenarnya plus berbohong ke dokter, LF percaya dan menenangkan hatiku. Aku sedikit lega mendengarnya, kemudian LF bilang “Jika kamu mau mengambil perjakaku, aku gapapa”. Spontan aku senang mendengar perkataannya karena aku berfikir dia bisa menerimaku apa adanya.

Tanggal 4 september 2012 aku pulang ke Jogja untuk kembali ke rutinitasku sebagai mahasiswi yang sedang menuntut ilmu, aku dijemput oleh LF di airport Jogja, aku senang sekali bisa bertemu dan memeluk lelaki yang aku cintai itu.

Keesokan harinya, 5 september 2012 aku pergi ke sebuah mall ternama di Jogja dengan sepupuku RI.

RI termasuk orang yang sangat ramah dan mudah akrab dengan orang yang baru dikenal. Karena keramahan RI, hari itu aku dan RI bertemu dengan orang asing yang mengaku berkewarganegaraan Malaysia.

Aku dan RI tidak melihat ada yang mencurigakan dari orang asing tersebut, yang pada akhirnya aku dan RI terhipnotis dan kehilangan uang tunai 8 juta rupiah, cincin berlian putih, 2 kalung yang berliontin batu dimensi asli, handphone Blackberry dakota yang pada saat itu harganya masih 6 jutaan keatas.

Jika ditotalkan dengan uang, mungkin kerugianku mencapai puluhan juta rupiah. Pada saat aku tersadar, aku menangis histeris di TKP, tapi apa dayaku, pelaku nya sudah lama meninggalkan TKP.

Segera aku menghubungi LF dengan handphone nokia senterku yang tersisa padaku, dengan panik LF segera menemuiku di TKP, aku ingin melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib, namun mamaku dan LF melarang, dengan alasan, “Sudah sulit menemukan orang yang bersindikat seperti itu, diambil hikmahnya saja”.

Kehormatanku Kuserahkan Padanya

Dua minggu berlalu, disinilah awal mula mala petakaku dimulai, LF selalu rutin mengunjungi aku ke kostanku yang berjarak 30 menit dari tempat tinggalnya, aku lupa tepatnya hari apa, karena pada hari itu aku dan LF mengulang kejadian yang sama seperti hari ketujuh pacaran, kami tanpa sehelai pakaianpun.

Lagi-lagi LF memancing nafsuku, tanpa sadar aku yang memulai dan menaiki LF sampai aku menjerit kesakitan sendiri dan LF hanya menganga merasakan sempitnya yang ia tembus, mungkin dia juga merasakan sakit yang sama sepertiku.

Baca juga:

Tak ada gerakan setelah itu, karena sama-sama merasakan sakit yang membuat kurang nyaman, akhirnya aku dan LF tersadar dengan apa yang barusan terjadi.

LF pun memutuskan untuk tidak melanjutkan nafsu kami yang menggebu-gebu dengan alasan tidak memakai pengaman (kondom) karena takut keluar di dalam, rasanya memang tidak nyaman kalau nafsu tidak terselesaikan, tapi itulah yang kami rasakan berdua, selaput daraku memang tidak berdarah lagi, itu yang membuat aku benar-benar semakin takut jika LF memandangku rendah dan minta putus.

Keesokan harinya, LF datang lagi ke kostanku melampiaskan birahinya padaku setelah memakai pengaman, aku masih merasakan sakit, tapi tidak sesakit kemarin, aku hampir menjerit lagi namun mulutku ditutupi oleh tangannya.

Tanpa aku sadari air mataku mengalir di pipiku dan jatuh ke bantal tempat kepalaku bertumpu, LF tidak menghiraukan air mataku yang mengalir tapi malah semakin menjadi-jadi melepaskan birahinya hingga terselesaikan.

Semenjak hari itu, LF setiap minggu rutin melakukannya padaku selama 4 bulan berturut-turut kecuali disaat aku menstruasi, kadang di kamar kostanku, kadang juga di hotel.

Semenjak aku terbiasa melakukan setiap minggu berturut-turut, aku seperti kecanduan bermain dengan LF, jujur setiap melakukan hal itu kami tidak pernah merasakan puas, entah aku yang belum tahu caranya menikmati ataukah memang kami melakukannya atas dasar terbiasa? entahlah.

Keluarga

Aku mulai dekat dengan orang tua LF dan abang kandung LF yang biasa aku panggil mas DD serta pacarnya mbak RA, karena orang tua LF sangat baik dan kelihatan welcome padaku, hingga aku juga memanggil orang tua LF sama seperti anak-anaknya, yaitu ibu dan bapak.

Setiap ibu bapak ke kota Y, aku selalu ditelpon ibu untuk datang makan bersama dan pergi menemani ibu berbelanja, tentunya ada RA juga, aku merasakan punya keluarga baru disini, aku bahagia semuanya baik-baik saja, aku sangat bahagia mengenal dan menjadi bagian dari mereka.

21 januari 2013, mas DD ke kotaku dan menginap di rumahku serta dipinjamkan mobil oleh papaku, mas DD ke Sumatera bukan tanpa tujuan melainkan mendapat tugas dari dosennya untuk mengambil contoh bebatuan yang kebetulan didaerahku, ya mas DD kuliah jurusan Geologi.

Pada 26 januari 2013, LF mengajak aku untuk menginap di hotel karena keesokan paginya aku harus pulang ke rumahku di kota J karena perkuliahanku saat itu sedang libur semesteran selama 1 minggu.

Sore itu LF sangat melampiaskan birahinya lagi padaku, dan LF sangat memanjakan aku, tidak seperti biasanya, dia cium dan peluk aku setelah berhubungan intim, yang biasanya tidak pernah dia lakukan.

Malam harinya mamaku menelpon aku untuk meminta kepada mas DD untuk masih dirumah karena kebetulan mama dan papaku sangat sayang dan menginginkan anak laki-laki, mamaku sangat sayang pada LF dan mas DD, karena pada saat itu aku sedang bersama LF, maka LF segera menghubungi kakaknya itu untuk bertahan beberapa hari lagi dirumah, tapi kenyataannya memang tidak bisa karena dosen kampusnya sudah membelikan tiket untuk pulang ke Jogja.

Aku tidak bisa memaksa lagi, namun aku mendengar kekecewaan yang dirasakan mamaku saat itu. Aku dan LF tidak bisa membantu mamaku.

Pada malam itu LF tidak meminta melakukan untuk memenuhi nafsu kita lagi, dia hanya terus memeluk tubuhku dari belakang hingga kami berdua tertidur dan hingga pagi datang menghampiri kami.

Aku bergegas mandi dan bersiap-siap untuk ke airport, lagi-lagi LF manja sekali padaku seakan kami tidak akan seperti ini lagi. Semenjak saat itu aku dan LF tidak pernah berhubungan intim lagi, namun semenjak aku balik ke Jogja lagi, sikap LF berubah kepadaku, entah ada angin apa, entah apa yang terjadi padanya.

25 juli 2013, aku menemui LF di kostannya yang pada saat itu ada ibu dan bapak, yang kebetulan tanggal 2 agustusnya LF akan berangkat exchange ke Incheon, Korea selatan.

Waktu itu bulan puasa, aku sudah libur semesteran lagi dan liburan hari raya, beberapa minggu yang lalu aku dan LF janjian agar aku pulang kerumahku pada tanggal 2 agustus jam 8 pagi juga, tujuannya agar bisa sama-sama merayakan first anyversarry aku dan LF pada tanggal 1 agustusnya, dan pada tanggal 2 agustus flight jam 8 pagi bisa sama-sama ketemu di airport kota Y ini.

Kita udah sepakat final, dan aku sudah memesan tiket untuk pulang, tapi apa yang kudapat lagi hari itu, spontan aku kaget mendengar ibu bilang kalau tanggal 2 agustus itu LF flight jam 12 siang.

Aku kecewa dan langsung menanyakan hal ini pada LF, dan LF mengiyakan. Aku sempat protes padanya, karena dia mengingkari janjinya.

Dan didepan orang tuanya dia membentak aku dengan mata melotot seperti ingin menerkamku. Aku syok, menangis dan langsung pulang saat itu juga dengan suasana hati marah, sedih, kecewa dan ingin kumaki-maki dia.

Kulajukan mobilku dengan kecepatan tinggi, hingga aku tidak melihat ada mobil petugas yang sedang memperbaiki lampu jalanan, aku syok melihat mobil petugas itu dan langsung menginjakkan kakiku pada pedal rem sedalam-dalamnya, beruntungnya aku dibelakang mobilku tidak ada kendaraan lain, hanya aku dan mobil disebelahku dengan arah yang sama, bemper depan mobilku sudah menyentuh cornblok merah yang dipasang untuk rambu jalan itu, bersyukurnya aku masih diberi kesempatan untuk tetap melanjutkan nafas dan hidupku didunia nyata.

Tangisku semakin menjadi-jadi dengan kejadian itu, tanpa menghubungi LF tentunya. Sesampainya aku di kostan, aku langsung menuju kamar dan mengambil hardcopy tiket pesawatku dan kukendarai kembali mobilku ke arah airport untuk reschedule kepulanganku, aku sengaja mempercepat kepulanganku menjadi 28 Juli 2013. Rasanya aku sudah banyak mengorbankan diri dan apa yang aku punya hanya untuknya.

Keesokan harinya, pukul 4 sore dia tiba-tiba berdiri didepan kamar kostku untuk menjemputku bersama orang tuanya, aku masih menghargai ibu dan bapak, setelah aku berganti pakaian, LF memelukku dari belakang, menangis dan meminta maaf padaku tentang kejadian kemarin, aku memaafkannya dengan segenap cintaku padanya. 27 juli 2013, LF kembali mengajakku untuk menginap di homestay yang tak jauh dari kostnya, tak kalah bagus seperti hotel kamarnya, kembali dia meminta maaf dan menangis padaku karena aku mempercepat kepulanganku.

Kami memang 1 kamar, 1 ranjang, tapi kami tidak melakukan hubungan intim seperti dulu lagi, dia hanya mencium kening, pipi, bibir dan kembali memelukku erat. Ada rasa penyesalan yang terasa dibatinku dengan mempercepat kepulanganku dengan tidak mengantarkan dan melihat dia juga berangkat ke Incheon. Tapi apa daya, aku hanya bisa berdoa dia diberikan keselamatan selama perjalanan dan studinya.

Mulai Berubah

Tibalah pada tanggal 2 agustus 2013, hari dimana orang yang kucinta berangkat meninggalkan tanah air untuk studi di negara orang selama 3 minggu lamanya. Menyesal tentu pasti karena tidak ada disaat keberangkatannya.

Perbedaaan waktu antara Incheon dan Indonesia hanya 2 jam. Selama di Incheon, LF semakin sulit aku hubungi, aku telpon via skype pun tidak dijawab, aku mengirimkan pesan di facebook juga tidak dibalas, aku kirim chat ke BBM juga hanya sekali sehari dibalas.

Sampai pada aku mengirimkan chat yang berisikan, “jangan telat makan ya nang, aku kangen sama kamu, kamu kenapa sulit sekali aku hubungi, bahkan aku telpon via skype tidak pernah diangkat”, mungkin saat itu dia sedang kesulitan atau sedang sibuk, sehingga balasan chatnya hanya “kamu gak tau aku disini kenapa, aku sekarang lagi tersesat dan kamu gak bisa bantu kan?”, membaca balasan pesan singkat di BBM itu hatiku sangat hancur. Sebegitu terganggunya dia sampai memarahiku seperti itu?

25 agustus 2013, LF pulang ke Indonesia, aku bahagia sekali, sampai aku balik lagi ke Jogja hanya untuk menjemputnya di airport, tapi apa yang kudapat? LF tidak turun di Jogja, melainkan turun di Semarang dan langsung pulang kerumahnya tanpa memberiku kabar terlebih dahulu, aku kecewa.

Empat hari aku menunggu dia di Jogja, akhirnya dia pulang ke Jogja dan menemuiku, tapi apa yang terjadi padanya, dia seperti bukan LF yang kukenal, bahkan saat ketemu dan sekian jam bersama dia tidak menyapaku sama sekali. Aku masih bisa terima mungkin masih jetlag. Aku kecewa lagi, hingga lusanya aku memilih untuk kembali ke rumahku di Sumatera.

Berbulan-bulan berlalu hingga sampailah pada titik jenuh kami berdua, sabtu 9 November 2013, LF mengajak aku ke sebuah tempat makan seperti cafe yang bernuansa gubuk dan kolam, perasaanku sangat tidak karuan, karena LF tidak pernah seperti ini padaku, pukul 9 malaman.

LF berbicara serius padaku, kalimatnya panjang sekali, aku terpaku pada pertengahan kalimatnya yang menerangkan bahwa hubungan kami hanya sampai disini, LF meminta putus padaku dengan alasan yang ibunya inginkan kalau LF menikah dengan orang Jawa juga.

Aku mencoba untuk mempertahankan hubunganku dengan LF, jujur aku tidak bisa menerima keputusan yang sepihak itu, hingga di perjalanan pulang aku terus memperjuangkan dan memohon pada LF untuk tetap bertahan.

Tapi apa yang kudapat hanyalah kalimat, “sudah cukup, aku hanya diberi 2 pilihan oleh orang tuaku, memilih ibu bapak utuh dengan memutuskan hubungan denganku atau memilih aku dengan konsekuensi ibu dan bapak berpisah”.

Tentu sulit bagi siapa saja untuk menerima dan diberi pilihan seperti itu, aku hanya bisa teriak dan menangis histeris didalam mobil, bagaimana aku bisa menerima keputusan yang sulit ini, sedangkan kehormatanku sudah aku berikan untuk LF seorang.

Aku mencintainya, aku menyayanginya namun apa yang aku terima? sebaliknya.

Malam itu juga, pukul 11 malam lebih, aku menelpon ibu LF dengan harapan ibu mengerti perasaan dan kondisiku yang memang sudah tidak memungkinkan untuk berpisah.

Rasanya aku menjelaskan dengan sangat baik, tapi ibu tidak mengerti apa yang aku maksudkan, ibu hanya bilang, “jodoh, rejeki, anak dan maut itu hanya Allah yang tau”, aku mengerti maksud ibu, tapi aku mau ibu mengerti perasaanku yang sekarang sudah “bekas” anak kebanggaannya itu dan sudah tidak mudah bagiku untuk menerima keputusan LF yang kuceritakan diatas tadi.

Putus Cinta

Demi apapun, tidak terbesit sedikit pun di pikiranku untuk menyakiti hati ibu yang aku sayangi, ibu yang sudah aku anggap ibu keduaku, aku hanya minta ibu mengerti keadaanku karena aku dan ibu sama-sama perempuan.

Tapi ibu LF tetap tidak mengerti yang aku maksudkan, hingga akhirnya aku harus berkata terus terang kepada ibu bahwa kehormatanku sudah kuberikan pada anaknya. Tapi beliau menganggap ceritaku ini seperti aku menginjak-injak harga dirinya.

Aku harus apa lagi? semenjak malam itu ibu tidak pernah menghubungiku sama sekali hingga februari akhir, dan bahkan bapak mendelete contact bbmku.

Keesokan harinya 10 November 2013, jam 7 pagi LF datang ke kostku lagi dengan alasan ibu menghubungi dia sambil memaki-maki LF, saat itu LF sangat marah padaku.

Aku masih bermohon-mohon pada LF untuk mempertahankan hubungan kami, tapi LF tetap tidak mau, hingga LF menceritakan alasan dia memutuskan hubungan kami yang sebenarnya, dia bilang aku tidak bisa memuaskan hasrat lelakinya dia, dan yang lebih menyakitkan hatiku, dia bilang tidak bisa cinta padaku setelah 1,5 tahun kami menjalin hubungan ini.

Aku marah dengan situasi dan keadaan ini, tapi aku masih sangat mencintainya, masih sangat sulit untuk kehilangannya dan hingga 8 oktober 2014 kami masih bersama namun tidak dalam hati yang bersatu, status pun tidak diperjelaskan oleh LF.

Menggantung, apakah kami sudah putus cinta atau masih resmi berpacaran? aku tak tahu. Aku tidak merasakan LF yang dulu aku kenal. Tanggal 9 Oktober kemarin dia lagi-lagi meminta hubungan kami untuk berteman saja dan melupakan segala apa yang pernah terjadi namun dia belum menutup diri untuk kembali bersamaku.

Aku tak tahu harus berbuat apa sekarang. Tidak mungkin aku minta putus cinta darinya karena telah kuserahkan kehormatanku kepadanya, dan aku pun masih sangat mencintainya.

Aku Dicampakkan Selingkuhanku

Dicampakkan selingkuhan

Aku sudah memiliki istri dan tiga orang anak. Meski demikian hidupku masih labil dan mudah tergoda rayuan perempuan lain. Akhirnya aku terbujuk dan cerita perselingkuhan antara aku dan perempuan itu pun terjadi. Tapi setelah harta dan pekerjaanku berantakan, perempuan itu malah mencampakkanku. Sekarang aku ingin kembali ke istri tapi istriku pun menolakku. 

Akibat perselingkuhan, Aku dicampakkan selingkuhanku
Dicampakkan selingkuhan

Usia yang masih muda membuatku energik dan memiliki beberapa pekerjaan. Selain bekerja di sebuah perusahaan swasta, aku juga memiliki usaha kecil-kecilan di rumah.

Dan di waktu senggang aku bekerja sebagai penyiar di sebuah radio di kawasan Jabodetabek.

Usai rutinitasku bekerja seperti biasa aku pulang dan disambut anak dan istriku, setelah sholat magrib aku pun kembali berpamitan pada istri dan anakku untuk pergi bekerja sampingan sebagai penyiar radio.

Rutinitasku berjalan normal dan menyenangkan, penggemarku saat siaran cukup banyak dari mulai dewasa, hingga anak ABG dari wanita hingga pria, semuanya menyatakan suaraku berwibawa, bagus, lembut dan menyenangkan saat berinteraksi ditelepon bila reques lagu atau saat acara curahan hati.

Terbujuk

Diantara mereka ada satu nama sebut saja NY, sosok wanita cantik dambaan semua pria yang melihatnya, parasnya cantik dengan kerling mata yang membuat semua laki laki terkagum-kagum dan mabuk oleh kecantikannya.

Belakangan ini dia sangat intens menghubungi aku saat siaran ataupun diluar acara siaranku, dia selalu menyanjung bakat dan kebaikan prilaku serta keramahan, kelembutan tutur kataku.

Singkat cerita suatu hari aku iseng mengajaknya pergi kesebuah karaoke, disana aku pun bersikap wajar saja, tiba tiba dia mengatakan padaku tidak hanya ingin mengenalku sebagai penyiar dan penggemar tapi ingin lebih dari itu.

Tentu aku tak percaya mana ada wanita secantik dia naksir pada pria macam aku yang penampilan serta harta yang tak mumpuni untuk sosok wanita cantik sosialita seperti dia.

Baca juga:

Lalu dia membuktikan ucapannya dengan menciumku dan memeluk saat aku menyanyikan lagu, tak hanya disitu diapun mengajakku ke sebuah hotel.

Bibir kami saling berpagut, nafas menderu disela tubuh kami saling berhimpit, pakaianku dan pakaiannya kini tak lagi melekat, disana kami melakukan hal yang sama sekali belum pernah aku lakukan dengan wanita manapun selain istriku sendiri.

Dia begitu mahir memuaskanku hasrat lelakiku yang selama ini boleh dikatakan tak pernah aku dapatkan dari istriku meski aku sudah punya 3 anak.

Dia memenuhi semua fantasi sex ku yang tak pernah aku dapatkan dari wanita manapun. Entah sudah berapa kali kami melakukan perbuatan bejat itu.

Perselingkuhan yang kujalani tentu saja butuh modal yang tidak sedikit hingga aku harus bekerja extra keras untuk mendapatkan uang lebih.

Aku bahkan berani korupsi di kantor dan meminjam uang teman atau atasanku bahkan seorang rentenirpun aku datangi untuk meminjam uang demi kebutuhan biaya selingkuhku. Aku sudah dibuat buta oleh perempuan itu.

Hal ini membuat perusahaan tempat kerjaku jengah dan membuat atasanku marah besar ketika rekan perusahaannya menagih hutangku ke kantor.

Tentu saja aku harus menerima konsekuensi dipecat dari pekerjaan karna perusahaan merasa malu salah satu karyawannya berhutang besar tanpa instruksi pimpinan.

Perselingkuhan Terbongkar

Aku menarik nafas panjang dan hampir pingsan manakala usaha sampinganku menjual produk daur ulang pun digondol anak buahku sendiri Sebagai penyiar pun aku mengundurkan diri. Aku pulang dengan lusuh dan kuyu. Sesaat sampai dirumah istriku terisak sambil memegang hp.

Ya Allah kartu hapeku diambil istriku dan dia tengah mengobrol dengan selingkuhanku. Dia terisak karna tak sanggup lagi berkata kata karna dia sudah tau semua cerita dari wanita cantiku yang kuanggap surga duniaku itu. Istriku marah dan tak ingin lagi kujamah selamanya.

Aku kesepian hingga satu tahun lebih tanpa perhatian seorang wanita. Hingga suatu hari, aku mencari kesempatan kedua untuk menemui si cantik. Aku kumpulkan kekuatan untuk menemuinya kembali, namun sayang dia sudah punya pacar baru meski statusnya sendiri masih istri orang.

Aku pun undur diri sambil mengatakan padanya jangan hadir kembali dalam hidupku, terimakasih sudah membahagiakanku.

Waktu berjalan, tiba-tiba suatu hari dia menghubungiku dan ingin bertemu denganku, aku menolaknya karna tak sudi wanita yang aku cintai bersama lelaki lain apalagi dia bukan suaminya.

Tapi, satu waktu hatiku luluh menerimanya kembali, namun kondisiku tak sekuat dulu lagi yang setiap kali aku bisa bermesraan bersamanya.

Dia mengumpat, menghardik mencaci maki bahkan berani menghinaku dengan kata kata yang sangat menyakitkanku seperti tolol dan goblok.

Kembali ke Anak Istri

Ya Allah ternyata aku selama ini telah dimabukkan dengan wajah dan keindahan tubuh wanita dan belakangan aku tau dia masih bersama laki laki itu jika ia tak mendapatkan uang atau kesenangan dariku. Setiap kali aku katakan kangen padanya dia selalu keluarkan syarat padaku untuk memberinya uang.

Jika aku tak punya uang dia memarahiku dengan kalimat yang sangat menyakiti hatiku. “Heh aku gak mau ya hidup susah, enak saja kamu kangen sama aku tapi kebutuhanku tak mampu kau penuhi”.

Setelah itu aku berusaha keras membangun kembali usahaku, bekerja keras demi meraih uang dan harta sebenyak banyaknya.

Tapi bukan untuk dia,, aku kejar harta, aku kuatkan iman, aku taatkan hatiku untuk memuja Tuhanku kembali. Aku ingin menebus kesalahanku dengan hidup berkecukupan agar anak dan istriku tersenyum kembali setelah sekian lama menderita karena keteledoranku selama ini.

Selamat tinggal wanita cantikku yang telah merubah hidupku, aku ambil hikmah dari semua kejadian ini, meski takkan aku dapat melupakanmu selamanya.

Anakku, istriku terimalah aku sebagai orang yang terbangun dari mimpi yang menipu, aku tak perlu cinta siapapun, aku hanya perlu cinta Allah kepadaku.

Hingga kini istriku tak sudi lagi kujamah sebagai istri sahku. Dia masih ingat kata-kata wanita cantikku yang dulu pernah ngobrol dengannya. tak apa, mungkin ini adalah hukuman untukku.

Aku Marah, Namun Masih Sangat Mencintainya

Cerita cinta marah

Aku Dino, seorang pemuda biasa, yang memiliki mimpi yang luar biasa. Bisa dibilang, tidak ada yang spesial dari cerita yang akan kubagikan, sebab akupun hanya seorang pemuda biasa, yang pernah jatuh cinta, dan merasa telah bertemu dengan cinta terakhir yang Tuhan berikan untukku.

Cerita cinta marah
Aku Marah, Namun Masih Sangat Mencintainya

Aku masih ingat, kapan pertama kalinya aku mulai jatuh cinta dengan Liana. Saat itu kami masih duduk di bangku akhir sekolah menengah pertama di Kota Y.

Delapan bulan lamanya aku berusaha untuk mendekatinya, dan harus ku akui, itu adalah waktu terlama yang kubutuhkan, untuk bisa menaklukan hati wanita.

Cinta monyet itu terus bertahan selama hampir 2 tahun lamanya. Berulang kali kami putus, karena aku tertangkap berselingkuh.

Namun berulang kali juga kami memutuskan untuk kembali bersama, dan melanjutkan perjalanan cinta monyet itu.

Semuanya berubah, sejak tahun 2011 lalu. Sejak umur 14 tahun, kakakku telah mendidikku untuk bisa hidup mandiri, dan “berdiri dikakiku sendiri”. Sebab, dengan latar belakang seorang anak “koruptor”, segala kemungkinan terburuk bisa saja terjadi, katanya.

Dan benar saja, segala usaha yang telah kubangun bersama kakakku itu, akhirnya hancur bersama dengan bangkrutnya orang tuaku di akhir tahun 2010 lalu.

Tahun itu, aku hampir kehilangan semuanya, teman, perusahaan, gaya hidup. Namun Liana, satu-satunya orang yang bukan keluargaku, yang masih bertahan, dan selalu ada untukku.

Saat itulah aku benar-benar tersadar, jika aku beruntung memiliki Liana. Dia menjadi salah satu alasan bagiku, untuk terus bertahan, dan tidak tenggelam dalam penyesalan atas bangkrutnya keluargaku.

Baca juga:

Singkatnya, sejak tahun 2011 itu, aku benar-benar mengabdikan hidupku, hanya untuk bisa membuat Liana dan keluargaku bahagia. Aku berusaha bangkit, dan kembali mengejar masa depanku.

Aku benar-benar menjadikan Liana, sebagai tujuan hidupku, agar aku bisa membuatnya bangga kepadaku, meskipun mungkin tidak ada satupun yang bisa dibanggakan dariku.

Aku tahu, mungkin terdengar terlalu naif, jika menjadikan seseorang, sebagai alasan dan tujuan hidup. Namun saat itu, aku melihat ia begitu tulus mencintaiku, dan menerima setiap kekuranganku.

Dua tahun lamanya, hubungan kami terus berjalan. Perlahan aku mulai kembali bangkit, dan menata kembali masa depanku yang sempat hancur.

Jarak yang Memisahkan

Hingga pada akhir tahun 2012 lalu, aku memutuskan untuk fokus membantu kakakku mengelola perusahaannya yang sedang mengalami permasalahan yang sangat serius di kota P. Dan artinya, untuk sementara waktu, ada jarak yang akan memisahkan aku dengan Liana.

Sebelum keberangkatanku itu, aku telah berdiskusi, dan meminta izin Liana, agar hubungan kami tetap baik-baik saja, meskipun berada di 2 kota berbeda. Lagipula, setiap 2 minggu sekali, aku akan datang menemuinya dan juga orang tuaku di kota Y. Akhirnya Liana setuju, dan akupun berangkat.

Dua minggu pertama kepergianku, hubungan kami masih baik-baik saja. Hanya beberapa cekcok kecil, yang sudah biasa terjadi dalam hubungan kami, sempat mengganggu komunikasi kami.

Semua masih berjalan normal, sampai pada bulan ke 3 kepergianku, intensitas masalah yang kami ributkan mulai bertambah, dan semakin membesar, namun selalu berhasil mereda, setelah aku datang menemuinya di kota Y.

Dalam bulan itu, kami mulai lebih sering bertengkar, karena ia merasa jika aku berubah, sulit dihubungi, mulai tidak punya waktu untuknya dan tidak lagi perhatian padanya.

Padahal aku kerap menceritakan kepadanya, bagaimana kondisiku di kota P, dan kondisi perusahaan yang cukup kacau, hingga memaksaku untuk setiap hari pulang pergi ke kota 5, dan terkadang harus terbang ke kota J. Sebab, saat itu aku benar – benar menjadi ujung tombak pergerakan perusahaan itu.

Namun, Liana tak mau mengerti, dan mulai menuduhku berselingkuh lagi, dengan alasan aku pernah punya cerita berselingkuh di masa lalu. Aku terus berusaha meredam kecurigaannya itu, tetapi akhirnya aku gagal, dan kamipun berpisah.

Putus Cinta

Sebenarnya, aku tidak ingin hubungan kami berakhir, sebab aku benar-benar mencintai Liana. Dan tidak pernah sekalipun aku menghianati Liana, selama 2 tahun hubungan kami berjalan.

Aku benar-benar mengabdikan hatiku untuk Liana. Aku terpaksa menyetujui permintaannya untuk berpisah, karena aku marah, kecewa, dan tersinggung.

Aku marah, karena Liana terus menuduhku berhianat, padahal ia tau, apa yang tengah kulakukan di kota P saat itu, adalah untuk membantu kakakku yang tengah terjerat permasalahan serius, dengan nyawa sebagai taruhannya.

Ia tahu, jika tujuanku pergi ke kota itu, adalah untuk membantu kakakku, yang selama ini telah begitu berperan besar dalam hidupku, dan menata masa depan yang nantinya juga akan ia nikmati.

Aku kecewa, karena Liana tidak menyadari, jika aku hanya ingin menjadi yang terbaik, baginya, dan juga keluargaku. Aku kecewa, saat semua jerih payahku untuk membahagiakannya, justru berbalas tuduhan berhianat.

Aku benar-benar tersinggung, saat aku tau, jika dalam beberapa minggu terakhir, Liana telah memiliki hubungan yang cukup dekat, dengan salah satu teman kampusnya, yang ia perkenalkan sebagai sahabat.

Dan aku mengetahui jika Liana memiliki perasaan lebih kepada laki-laki itu, dari salah satu sahabatnya, saat aku masih menjalin hubungan dengannya, dan saat aku tengah berjuang untuk bisa bertahan hidup, ditengah-tengah maut yang hampir menjadi sahabatku setiap harinya.

Semua kemarahan, kekecewaan, dan perasaan tersinggung yang kurasakan saat itulah, yang akhirnya membuatku memutuskan untuk melepaskan liana.

Sebab dimataku, jika Liana benar-benar mencintaiku seperti aku mencintainya, ia tidak akan membuatku memilih satu diantara keluarga dan masa depanku, atau tetap bersama dia.

Baca juga:

Sekarang, 1 tahun lamanya aku berusaha memendam dalam-dalam bayangan wajahnya, dan perasaan cintaku yang harus kuakui, masih terasa begitu besar untuknya. Aku bahkan masih terus bertanya-tanya, apa yang membuat hubungan yang begitu kubanggakan itu bisa berakhir.

Sebab rasanya, tidak ada yang salah dengan hubungan kami, sebelum jarak dan keadaan memaksa kami untuk tidak lagi berada dalam satu kota, dan membuat liana berubah sikap, hingga ia tega menukarku dengan laki – laki yang baru saja hadir dalam hidupnya.

Aku bahkan masih kerap memimpikan Liana, berharap suatu hari nanti ia sadar, jika aku masih menunggunya, dan aku masih sangat mencintainya.

Aku terus berharap, jika suatu saat nanti ia akan kembali, ia akan mencariku, dan menyadari jika tidak ada satupun nama yang bisa menggantikan tempatnya di hatiku.

Sebab jika hari itu tiba, maka akan kupastikan, bukan hanya kedua tangan ini yang terbuka untuknya, namun seluruh hidup yang kumiliki, akan selalu terbuka menyambutnya kembali.