Suamiku ‘Nakal’ Berkali-Kali

Suamiku nakal berkali-kali

Tak kusangka tak kuduga, entah dosa apa aku ini hingga suamiku tega menyakiti aku bertubi tubi dengan kasus yang sama.

Suamiku nakal berkali-kali
Suamiku nakal berkali-kali

Perkenalkan, aku Cintya, aku karyawan swasta di sebuah dealer mobil, suamiku Ditya juga bekerja pada bidang yang sama namun beda perusahaan. Kami menikah tahun 2011 yang lalu, keluarga kami bahagia, kami hidup sederhana, bahkan sesederhana mungkin yang kami bisa.

Dulu sebelum aku bekerja disini, aku hanyalah marketing pinjaman dan perumahan, dan pada saat kami menikah, hanya akulah yang bekerja, dirasa kurang ya memang kurang, tapi kami sangat mampu menikmati apa yang kami miliki.

Dua tahun pernikahan kami berjalan, alhamdulillah telah dikaruniai seorang putri cantik, syaqi, putri tercantik kami, bahagianya kami memilikinya, hari-hari kami lalui dengan penuh tawa, hingga petaka itu datang.

Suamiku diterima disebuah perusahaan bergengsi, dimana ia mendapatkan upah yang lumayan. Petaka itu mulai muncul, suamiku mulai aneh, setiap harinya lebih sering ia pulang malam, menyapaku pun jarang.

Mulai Curiga dengan Suamiku

Aku tipe istri yang sangat perasa, entah kenapa firasatku mengatakan ia telah mendustai pernikahan kami. Diam-diam aku cek blackbery suamiku, entah terlalu rapi atau mungkin memang suamiku sudah terlampau pandai, aku hanya ingin berprasangka baik, kuletakkan handphonenya, kulanjutkan hariku seperti biasanya.

Sampai pada saat itu hari anniversary kami yang ke 3, kami sekeluarga memutuskan untuk pergi ke wisata di daerah kami, hanya sekedar untuk makan malam. Aku, suami, anak dan mertuaku, kami memesan tempat duduk yang paling ujung.

Saat itu kami foto bersama, kujadikan foto itu sebagai display picture di bbm suamiku, dengan cepat ada kontak yang merespon, menanyakan itu “itu anak kamu?” karena dandanan si cewek itu begitu norak, firasatku sangat-sangat buruk, kubalas “iya istri dan anak aku”.

Dan wanita itu mulai memaki suamiku sedemikian rupa, hingga kata-kata kasar dikirimkan ke suamiku, aku berusaha tenang, aku berusaha tidak terjadi apa-apa, aku hanya diam, memeluk putri kecilku, kusembunyikan air mataku dalam pelukan Syaqi.

Suamiku menaruh curiga, dimintanya handphone miliknya, kuserahkan dengan lemas. Sampai di rumah kami tak bertegur sapa, aku memilih tidur dan tidak membahas, keesokan harinya di sela-sela waktu kerja, aku sudah tidak kuat untuk diam, ku tegur suamiku perlahan.

Reaksinya lain dari yang ku kira, ia malah marah marah sejadi-jadinya, kutanya perlahan, akhirnya ia mereda, ia mengakui, cewek itu adalah pemandu karaoke di sebuah karaoke keluarga, hatiku makin sakit, jijik rasanya kulihat suamiku, ia tega menduakan aku dengan seorang pemandu karaoke di puncak kejayaannya, ia lupa dengan siapa ia berjuang memakmurkan hidup, jahat, kajam, dusta.

Bertengkar

Rasanya tidak terima, kucari tau siapa wanita itu, ke tempat kerja bahkan aku kunjungi, meskipun aku harus mengorbankan sejumlah uang yang lumayan hanya untuk bisa bertemu dengannya.

Kuklarifikasi semuanya yang terjadi, cewek itu meminta maaf, dan berjanji tidak mengganggu hubungan kami lagi. Sampai dirumah niatku hanya untuk konfirmasi apa yang sebenarnya terjadi, suamiku murka, ia banting semua barang yang ada di kamar kami.

Kuselamatkan putri kecilku dulu, baru aku menghadapinya, dengan tenang dan tersenyum, aku berusaha tampak tenang, karena suamiku tipe orang yang tidak mau melihat air mata, kalau aku menangis, ia akan lebih murka, dengan senyum aku peluk suamiku, aku bisikkan ke telinganya, “hentikan semua ini pah, aku memaafkanmu,” dia langsung bersimpuh di hadapanku memohon ampun, akhirnya kututup semua masalah itu, kubuka lembaran baru, semoga suamiku sadar.

Selang beberapa minggu, suamiku kembali aneh, kutemukan sisa percakapan whats up dengan temanku sendiri, teman baikku, ya Tuhan, rasanya aku ingin menampar suamiku sendiri, aku muak atas semua perilakunya, namun atas dasar anak, aku kembali memaafkannya, aku berusaha tegar dan tabah, aku meminta temanku mundur dari kehidupanku dan suamiku.

Tegar, tabah dan kuatnya istri, harus aku kesampingkan, sampai akhirnya selang beberapa minggu setelah itu aku temukan lagi percakapan via “bbm” dari handphone suamiku, kali ini dengan adik dari teman baikku yang sebelumnya telah kuminta mundur dari kehidupan kami.

Aku marah, aku tidak bisa menerima, namun suamiku lebih marah lagi karna ia tidak merasa salah, pertengkaran hebat terjadi, pecahan kaca dimana-mana, bahkan meja tamu yang terbuat dari kayu jati pun dibalikkan di depan mataku, aku takut, begitu juga dengan putriku.

Aku sudah tak mampu menahan airmata dan kesakitan, kugendong putriku, kuajak kembali kerumah orang tuaku. Di pangkuan mama, aku menangis sejadi-jadinya, aku memutuskan untuk meminta cerai saja.

Mamaku orang yang paling tidak terima dengan kejadian yang menimpaku itu, ketika suami kerumah kami, mama meminta kami bercerai dan suamiku jangan pernah menemui aku lagi. Kata mama, suamiku memangis dan memohon untuk tidak berpisah, tapi mamaku sudah bulat keputusannya.

Maaf

Hari itu, tanggal 29 November 2013, tepat 28 bulan usia pernikahan kami, suamiku mengirim pesan via bbm kepadaku, intinya ia meminta maaf, kepadaku, kepada putri kecilku, ia meminta kami kembali kerumah, tak kuhiraukan semua bbm itu.

Namun suamiku pantang menyerah, ia terus terusan menghubungiku, kekuatanku melemah ketika Syaqi sakit, badannya demam tinggi, ia mengigau memanggil papanya “papa, papa, papa” batinku teriris, disatu sisi aku masih trauma dengan kejadian yang lalu, disisi lain aku gak tega memisahkan anak dari bapaknya, dan kuberanikan diri untuk menghubungi suamiku itu, kukabarkan Syaqi sakit.

Suamiku langsung panik dan datang menjemputku meskipun segenap keluargaku memasang badan melarangnya bertemu aku dan Syaqi tapi entah dengan jurus apa ia mampu menemuiku.

Lagi lagi dan lagi demi anak, aku luluh lantak dihadapan suamiku, kembali ia bersimpuh memohon maaf atas kesalahannya, mengakui semua perbuatannya yang amat sangat menyakitkan, ia cium keningku dan cium anakku, ia memohon ampun dan maad juga kepada Syaqi yang masih tergeletak lemah, hebatnya Syaqi anakku, ia mungkin mengerti apa yang telah terjadi pada mama papanya, ia tersenyum dan sangat bahagia, bertiga di kamar kami menangis, aku hanya berharap semua akan baik baik saja nantinya.

Kutemui orangtua ku, kujelaskan semuanya, namun hanya mamaku yang menerima permintaan maaf suamiku, tidak dengan kakak kakakku, sampai saat ini mereka masih memusuhi suamiku.

Setelah pertengkaran hebat itu, kini hubungan kami mulai membaik. Kumaafkan suamiku yang tukang selingkuh, dia pun mulai berubah, mulai menata kehidupan rumah tangga kami lagi, Alhamdulillah semua sekarang menjadi lebih baik, suamiku tidak pernah mengasari aku lagi, ia selalu pulang tepat waktu, memanjakan kami berdua, aku dan Syaqi, rasanya mulut dan hatiku tak pernah berhenti bersyukur, Terimakasih Alloh.

Susahnya Memaafkan Istri yang Selingkuh

Aku maafkan istri selingkuh

Memaafkan istri selingkuh adalah salah satu cobaan maha berat yang pernah aku jalani. Meski mulut mengatakan maaf tapi hati tak bisa bohong dan selalu mengingat pengkhianatan itu.

Sebelas tahun sudah aku membina rumah tangga bersama orang yang sangat aku cintai dan aku sayangi, pahit manis suka duka kehidupan telah kami lalui bersama, sampai kami dikaruniai dua orang anak yang pertama laki-laki 10 tahun dan yang ke dua perempuan 4 tahun.

Aku maafkan istri selingkuh
Aku maafkan istri selingkuh

Sekian lama aku mencari nafkah dengan membanting tulang demi untuk membahagiakan orang yang kusayangi yakni anak-anak dan istriku. Keberhasilan selalu aku dapatkan,, dan hasil dari jerih payahk̽u kuserahkan semua pada istriku karna aku sangat percaya dia pandai menghemat dan menyimpan uang!!! dan uang tersebut digunakannya untuk hal-hal yang positif.

Aku bangga sama dia, sampai suatu hari, kami ingin memiliki sebuah rumah yang lebih layak untuk ditempati, dan dengan kompromi dan atas persetujuan kami berdua, aku memutuskan untuk pergi bekerja di negeri orang untuk menambah pemasukan kami, aku bekerja di sebuah pertambangan emas.

Sekian bulan aku berjuang untuk mencari hasil yang memuaskan, rintangan dan cobaan serta penderitaan aku hadapi dengan tegar dengan penuh keyakinan dan selama itu aku selalu menjaga kesetiaan dan kesucian pernikahan kami.

Tapi sekian lamanya aku berjuang kesuksesan belum juga aku dapatkan,, begitu pula semakin lama tingkah laku istriku semakin berubah,, dia sering ke cafe untuk menghilangkan rasa sepinya selama kutinggalkan, sering kunasehati lewat sms atau telpon tapi dia tak mau dengar kata-kataku,, dia sering berbohong mengakui keberadaannya saat itu. Aku merasa takut jika istri selingkuh selama aku dirantau tak bisa memantaunya langsung.

Dari jauh aku hanya bisa menahan rasa sakit,, cemburu, kesal, marah kadang sering kali tak tertahankan!! Tapi aku tetep bersabar dan berharap bisa segera pulang tapi hasil yang kudapat belum sesuai dengan cita-cita kami untuk membeli rumah baru.

Aku pulang setelah masa kerjaku mencapai satu tahun dua bulan. Saat kepulanganku yang pertama begitu banyak aku temukan perubahan sikap pada istriku. Aku dapati dia sedang telponan sama laki-laki lain,,, tapi dia mengaku bahwa laki-laki itu adalah teman baiknya,, dan aku percaya mendengar pengakuannya karna aku tak memiliki satu bukti apa pun.

Istri Selingkuh Saat Aku Merantau

Dengan penuh keraguan terhadap istriku, aku berangkat lagi ke tempat kerjaku untuk mencari harapan karna aku punya keyakinan aku akan berhasi dan sukses akan kudapat. Selama kutinggalkan kurasakan perobahan yang lebih baik pada istriku

Aku pun percaya sama dia,, setelah 4 bulan aku pergi dengan membawa hasil yang lumayan dan kami pun memutus kan untuk membeli rumah tapi mesti inden memesan rumah yang belum jadi.

Tapi selama kepulanganku itu,, masih kutemukan kejanggalan dalam sikap istriku terhadap aku,,, tapi aku tak bisa berbuat banyak karna aku gak punya bukti apapun. Dengan berat hati aku melangkah lagi pergi kerja karna aku merasa belum bisa mendapatkan apa yang aku inginkan dan kami cita-cita kan.

Hasil kerja kukirimkan semua ke istriku untuk membangun rumah yang kami ingin kan. Dan sampai rumah itu jadi beserta isinya udah dibeli,, aku pun pulang untuk tinggal di rumah baru bersama istri dan anak-anakku,,,

Tapi sesampainya di sana,, kecurigaan bahwa istriku selingkuh terbukti.

Malam pertama aku tidur sama istriku di rumah mertuaku dan bangun tidur aku dapati sms dari seseorang yang nomor hp nya tak dikenal (tanpa nama) yang isi nya!! (Percuma kau meniduri orang yang sama sekali tidak menyayangimu,, nanti jika kau pergi istrimu mencari laki-laki lain!!! Haram hukum nya meniduri perempuan dengan keterpaksaan)!!!

Aku pun menunjukkan sms itu pada istriku dan dia membacanya, dia bilang, “ah itu mah paling cuman orang yang tak suka dan ingin menghancurkan rumah tangga kita”!! Dengan penuh keraguan aku coba untuk mempercayai omongan istriku.

Setelah satu minggu aku pulang kami pun memindahi rumah baru kami bersama-sama,,, kami merasa senang karna apa yang kami ingin kan telah kami dapatkan,,, tapi sms dari orang itu selalu ada,,, tapi aku tak begitu memperdulikannya sebab aku sibuk mengemasi rumah baru kami.

Setelah dua hari kami tinggal di rumah baru kami,, aku di telpon oleh lelaki itu, dengan alasan dia ingin minta maaf padaku karna dia telah meniduri istriku, pembicaraan kami di telpon berhasil kurekam untuk bukti jikalau suatu saat diperlukan.

Rasanya sungguh sakit tapi aku tetap berusaha berpikir jernih. Aku tak bisa menerima kenyataan bahwa istri selingkuh saat aku sedang mencari uang di negeri orang.

Setelah selesai nelpon aku langsung nelpon istriku yang sedang belanja untuk persiapan lebaran dan menyuruhnya untuk cepat-cepat pulang,, Sesampainya istriku di rumah tak banyak basa-basi lagi aku langsung menanyakan tentang pria itu tapi dia menyangkal dan tak mau mengakui perbuatannya itu sampai aku tunjukan dan kuputarkan rekaman pembicaraan kami di telpon tadi baru dia mengakuinya dan istriku bersujud di kakiku,, aku hanya bisa menagis menahan rasa mendengar pengakuan istriku.

Betapa hancurnya hatiku saat itu!! Aku tak tau apa yang harus aku lakukan saking kesal ingin rasanya aku membunuh istriku sementara aku sangat sedih melihat kedua anakku yang masih kecil-kecil dan masih sangat membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya,,, dan aku tidak melakukan nya.

Aku lebih memilih untuk memaafkannya,, dengan syarat dia harus mau bertaubat pada ALLAH SWT dan mau merubah semua tingkah lakunya yang buruk!!! Ah dunia rasanya menjadi gelap mengetahui istri selingkuh dan aku tak bisa berbuat apa-apa.

Tapi ternyata dibalik kata maaf ada luka yang begitu mendalam dan sangat sulit untuk disembuhkan,, sampai akhir nya,, aku pergi lagi ke tempat kerjaku dan tak banyak yang dapat aku lakukan di sana selain keterpurukanku dalam hati yang ada rasa sakit yang tak pernah bisa hilang.

Dalam keterpurukanku aku kerjakan perintah ALLAH shalat lima waktu, dan slalu berdo’a agar aku diberi kesabaran dan kekuatan dalam menhadapi masalah ini,,, dalam do’a aku juga selalu minta pengampunan kepada ALLAH SWT untuk istriku yang telah selingkuh dan melakukan dosa besar dengan berzinah,,, dan sampai saat ini aku hanya bisa berdoa untuk itu dan itu!!!

Sampai saat ini rasa sakit ku belum hilang,, walau dalam hatiku udah berusaha untuk memaafkannya dengan setulus hati,, luka ini cuman bisa di sembuhkan setelah aku yakin bawa istriku benar-benar bertaubat dan dia menjadi istri yang shalehah seperti yang aku inginkan.

Aku hanya bisa berdo’a dan berdo’a semoga ALLAH SWT membukakan pintu hati istri ku yg telah lama tetutup oleh syetan dan materi آمِيّنْ… آمِيّنْ… يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن

24 oktober2013

Dalam keterpurukanku, aku berusaha untuk bangkit dan lupakan semua yang telah terjadi,, tapi ternyata tak bisa,, entah sampai kapan luka ini akan sembuh, bayangan istri selingkuh dengan pria lain terus menghantuiku, aku hanya bisa pasrah dan berdo’a biarlah waktu yang akan menjawabnya.

Rabu 02 november 2013

Ternyata suatu hubungan pernikahan jika telah ternodai oleh perselingkuhan tak seindah dulu saat hubungan itu masih suci ibarat kain putih yang terkena noda,, terasa tak nyaman mengenakannya… tak seperti dulu saat kain itu masih putih tanpa noda!! Akankah rasa cinta itu bisa menghilangkan noda yang telah mengotori sucinya pernikahan ini??

Selasa 22 januari

Hari demi hari aku jalani kehidupan ini dengan penuh kesabaran demi cita-cita di masa depan hanya satu yang tak dapat aku lupakan dari semua pengorbanan dalam perjuangan hidupku,,, yaitu saat hati ini tersakiti.. Bagiku mudah memaafkan kesalahan istri selingkuh tapi entah mengapa luka yang kuderita begitu terasa sakit dan tak kunjung sembuh juga…? Akan kah luka ini kubawa sampai mati..?

Aku sangat mencintai istriku.. Bahkan sampai saat ini pn aku masih mencintainya. Tak pernah sekali pun aku mengkhianatinya… Memang kuakui aku pernah menjalin hubungan dengan banyak wanita di dunia maya.. Tapi itu hanya sebatas di dumay saja.

Dan niatku hanya untuk menghibur dan untuk mengobati rasa sakit hati atas apa yang telah dilakukan isteriku terhadapku. Tapi ternyata semua itu tak bisa mengobatinya… Dan sekarang aku putus kan untuk tidak memiliki wanita lain selain istri ku, agar aku bisa lebih menyayangi dan memaafkannya dengan setulus hati walaupn terkadang datang rasa sakit hati itu.

Aku selalu berharap agar aku bisa memaafkannya walau pun tak mungkin bagiku bisa melupakan sakit hati ini. Luka bisa saja sembuh tapi luka itu akan tetap membekas dan tak kan bisa hilang. Istri selingkuh adalah salah satu cobaan maha berat yang pernah aku alami.

ALHAMDULILLAH sekarang istriku sudah jauh berubah lebih baik semoga kesabaran dan penderitaanku selama ini bisa merubah sifat istriku untuk lebih baik lagi dan semoga apa yang aku lakukan menjadi ladang amal buatku dan membawa barokah buat semuanya, Aamiin.. Inilah kisahku kutulis dalam diary hp ku dan kusalin di sini…terimakasih.. Wassalam.