Setelah 18 Tahun Istriku Baru Membuka Rahasianya

Rahasia istri

Baru-baru ini istriku membuka rahasia hidupnya yang tidak pernah kuketahui. Rahasia itu cukup mengguncang jiwaku sampai aku berniat berpisah darinya.

Rahasia istriku
Rahasia istriku

Perkenalkan namaku setyo, aku bekerja di salah satu instansi pemerintah. Aku memiliki 4 anak, 2 laki-laki dan 2 perempuan, yang pertama umur 17 tahun, kedua 11 tahun, ketiga 10 tahun, dan keempat baru 3 tahun.

Pernikahanku sudah berjalan 18 tahun. Baru-baru ini aku mengalami stres berat karena mengetahui rahasia yang sudah disimpan lama oleh istriku.

Waktu itu istriku mengatakan sejujur-jujurnya bahwa dia pernah melakukan hubungan badan dengan pacarnya sebanyak 3 kali, waktu itu dia masih duduk di kelas 3 SLTP dan pacarnya kelas 3 SLTA.

Entah apa alasan dia menceritakannya. Apakah dia ingin menguji cintaku? tapi yang pasti hatiku rasanya remuk mendengar kujujuran istriku itu.

Aku sama tidak mengira ternyata orang yang aku cintai dan aku sayangi tega berbuat begitu padaku. Mengapa tidak dari dulu dia jujur kepadaku? mengapa harus menunggu 18 tahun?

Waktu kutanya kenapa dia dulu mau melakukan itu dengan pacarnya. Seharusnya dia tahu hukum Agama kalau hubungan seperti itu berdosa dan hukuman dari Tuhan sangat besar.

Aku tidak habis pikir, apalagi saat itu istriku bersekolah di Madrasah, seharusnya dia lebih tahu tentang norma-norma agama, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh.

Dalam hati, aku masih bimbang dan ragu terhadap kejujuran-kejujurannya. Apalagi aku mengenal bekas pacarnya itu karena masih tetangga dan satu kampung.

Tentu saja aku sering bertemu dengannya. Rasanya marah bercampur malu jika bertemu muka dengan mantan pacar istriku itu.

Pembaca apa yang harus kuperbuat untuk menindak istri seperti itu?

Aku tahu dia masih memendam rasa dengan mantannya itu karena mereka pernah akrab kembali saat anakku yang keempat belum lahir. Waktu itu aku mendengar dia memanggil-manggil mantan pacarnya itu dengan sebutan sayang, kangmas.

Kalau perceraian aku masih memikirkan anak-anakku yang masih kecil.

Tapi kalau kutanya, dia selalu mengelak dan selalu menjawab bahwa dia hanya mencintai aku saja. Tapi itu setelah istriku kena vonis dokter bahwa dia kena penyakit diabet dan ginjal.

Apa ini hukuman dari Allah yang harus aku terima dalam keluargaku untuk menanggung dosa-dosa istriku? mohon tanggapan dan masukannya apa yang harus aku lakukan.

Risiko Menikah Dengan Suami Manja

Cerita risiko menikahi pria bungsu

Sesuai judul cerita, saya dan suami sudah menikah 5 tahun dan belum dikaruniai anak. Suami saya adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Meski demikian perbedaan umur kami 6 tahun, dia lebih tua dari saya. 

Risiko menikahi suami manja
Risiko menikahi suami manja

Suami saya, orang yang romantis, baik, dan pengertian. Tetapi kadang saya menganggap sikapnya itu berlebihan.

Suami saya merasa tidak sanggup untuk memiliki anak, katanya dan juga dari penilaian saya, karena dia takut ada “saingan” dalam hidupnya.

Saya maklum, setidaknya saat itu, tapi sekarang kami telah menikah 5 tahun, saya rasa keinginannya untuk tidak memiliki anak tidaklah wajar.

Semakin disabari, semakin tidak ada perubahan. Kalau ada satu masalah yang harus segera diputuskann, dia selalu melemparkan ke saya.

Dengan lemah lembut dia akan berkata, “terserah kamu saja, atur saja, apa saja, boleh saja, iya cinta.”

Awalnya saya mengira, mungkin karena ini hanya persoalan kecil, tetapi lama kelamaan, persoalan kecil saja tidak bisa dia tuntaskan, bagaimana dengan persoalan rumit?

Baca juga:

Hari libur saja, saya suruh dia main untuk bergaul dengan teman-teman kantornya, dia tidak mau, dengan alasan lebih memilih ingin dekat-dekat sama aku saja.

Kalau kemana-mana maunya aku temanin. Bahkan sampai nyetir mobil, motor pun saya, karena dia tidak bisa. Oh Tuhan. Pantasan saja dia dengan baiknya membelikan saya mobil atas nama saya. Rupanya ada udang dibalik nasi. Hahaa..

Suami Sulit Diandalkan

Ya Allah,, Saya tidak habis pikir, mau sampai kapan dia seperti ini. Usianya sudah mencapai 35 tahun (tahun 2016). Sudah gak lucu untuk manja-manjaan ibaratnya.

Walaupun dia berpendidikan tinggi dan pekerja keras tetapi kalau ada masalah di kantor atau ingin pindah kerja, tanya solusinya sama saya lagi.

Ini jelas beda dengan sharing antara suami istri, saya itu seperti ibu baginya. Saya sempat ingin pergi dari kehidupan dia, karena sepertinya saya hanya menghambat kedewasaannya.

Saya akan pergi selama dia bisa jadi lebih baik, tetapi tidak ada jaminan dia bakal membaik, saya malah merasa khawatir kalau dia kenal dengan wanita lain, yang ada dia akan dimanfaatkan.

Saya takut dan merasa bersalah, gagal dengan usaha dan pengorbanan saya selama ini.

Tetapi bagaimana pun saya butuh seseorang yang dapat saya andalkan yang bisa jadi panutan saya dan anak saya kelak.