Terjerumus Dosa

Karena cinta aku terjerumus dosa

Namanya juga cinta monyet, cuma tahu indahnya dan enaknya, belum mengenal tanggung jawab apalagi komitmen. Begitulah yang aku alami saat berpacaran dulu hingga akhirnya aku terjerumus dosa besar.

Karena cinta aku terjerumus dosa
Karena cinta aku terjerumus dosa

Sebut aja namaku Ana dan pacarku Ren. Kami pacaran sejak kelas 2 SMP. Awalnya kami pacaran baik-baik saja dan hanya buat penyemangat belajar.

Aku tergolong murid yang pintar, sering kali aku mengikuti lomba berbagai mata pelajaran dan sempat juara di tingkat provinsi.

Di kelas juga aku selalu mendapat peringkat pertama. Sayang semua prestasi itu harus aku lupakan karena aku terjerumus dalam dosa yang berawal dari nikmatnya cinta.

Baca juga: Kekasihku Berkhianat Setelah Kuserahkan Semuanya

Singkat cerita, hubungan kami telah terjalin 1 tahun dan kami sering putus nyambung. Pada suatu malam pacarku ngajak berhubungan intim dan aku mau saja. Dan hubungan ini sering kami lakukan hingga pada tahun ketiga kami berpacaran, waktu itu aku kelas 2 SMA, aku hamil.

Pusing bercampur malu karena di sekolah aku dikenal siswa berprestasi. Sampai hamil 9 bulan tak ada yang tahu termasuk orang tua dan sahabat, juga guruku.

Aku pintar menyembunyikan dan terlintas di benakku setelah aku lahiran, anakku akan kukasih sama orang lain jadi aku tak di DO dari sekolahan. Tapi sialnya pas lahiran di rumah orang yang mau meminta anakku, banyak orang berdatangan.

Informasi aku melahirkan anak di luar nikah bocor. Segera saja kasus itu menjadi buah bibir dimana-mana. Tapi anehnya setelah lahiran pacarku tidak pernah muncul. Keluargaku sempat membawa pengacara namun hasilnya nihil.

Aku hanya dinikah siri dan setelah itu pacarku dan keluarganya sama sekali tidak bertanggung jawab. Aku memutuskan untuk membesarkan anakku dengan sabar walau malu sekalipun.

Tak hanya itu aku juga melanjutkan sekolah terbuka. Ya akibat hamil aku putus sekolah dan harus menyelesaikan pendidikanku di sekolah terbuka. Aku juga membuka warung. Di warung itulah aku bertemu dengan seorang pria yang tulus mencintaiku.

Saat ini anakku sudah berumur 3 tahun, besar, sehat, pintar, dan lucu walaupun sama sekali tanpa tanggung jawab dari seorang lelaki bejat. Lelaki bejat itu meninggalkanku dan anakku karena dia dan orang tuanya yang kaya gengsi dengan keadaan keluargaku yang miskin.

Dan Alhamdulilah juga sekarang saya juga sudah menikah dengan pria tadi yang tulus mencintai aku juga anakku. Alhamdulilah aku tetap mendapat ijazah SMA walau dari sekolah terbuka.

Aku Kehilangan Tanpa Pernah Memiliki

Cerita cinta aku kehilangan tanpa pernah memiliki

Mungkin kisahku ini tak akan sebagus para penulis lain yang sering membagi kisahnya di situs ini. Kisah yang aku alami agak rumit, bahkan aku bingung dari mana harus memulai.

Aku kehilangan tanpa pernah memiliki

Aku adalah seorang laki-laki k0nyol yang jatuh cinta tapi tak tahu bagaimana cara mengungkapkannya, tak tahu bagaimana cara mendapatkannya, bahkan aku tak tahu mengapa rasa itu tumbuh tanpa aku sadari.

Gadis itu bernama Jihan, siswi baru di sekolahku. Dia mengubah hidupku. Mengajarkanku apa artinya cinta tanpa kebersamaan.

Sejak dia hadir di kelas, aku tak merasakan apapun ketika di sekelilingku mengelu-elukannya karena k3cantikan wajahnya.

Selang beberapa bulan aku dan dia mulai berteman, tak jarang dia memintaku mengomentari foto hasil huntingnya. Kami memiliki hobi yang sama, mengagumi keindahan alam dan mengabadikannya.

Aku merasa nyaman dengannya.. Sangat.. Sangat nyaman.

Dari semua siswa laki-laki di kelas, mungkin hanya aku yang paling dekat dengannya. Dia sering meminta bantuanku dan aku senang membantunya. Bahkan ketika teman-temanku menyebut aku b4bunya.

Aku tak masalah dengan semua itu, Selama dia senang apapun akan aku lakukan.

Mungkin dari sinilah rasa itu bermula. Rasa dimana aku mulai takut tak bisa melihat wajahnya.

Hubungan kami memang hanya sebatas teman, tapi ternyata hal itu menyulut cemburu di hati pacarku. Entah gosip apa yang beredar hingga dia tidak mnyukai Jihan dan menyuruhku menjauhinya.

Kabar itu sampai ke telinganya, tanpa aku menjauh, dia telah menghindari aku terlebih dahulu. Sikapnya dingin.. Tanpa sepatah kata di kelas pada hari itu.

Aku tak tahu akan begini jadinya. Aku merasa sangat bersalah padanya, karena aku dia dibenci.

Semenjak itu, aku kian merasa jauh darinya, Aku bahkan tak berani menatapnya. Aku hanya sesekali meliriknya sekedar melihat raut apa yang ada di wajahnya.

Dulu kami beberapa kali chatting di jejaring Facebook. Sekedar membahas foto hasil huntingnya atau menertawakan fotoku yang disebutnya lucu.

Sebuah hal k0nyol yang sering membuatku tersenyum di dalam lamunan. Kini semuanya berlalu, bahkan Akun Facebook ku pun sudah tidak berteman dengannya.

Ya, semuanya dilakukan oleh pacarku. Dia memblokir akun Jihan dari pertemananku.

Hari kian berlalu, setelah ulangan semester selesai barulah aku tahu, Jihan akan kembali pindah sekolah. Entah apa yang pertama kali aku rasakan ketika aku mengetahui hal itu.

Sedih, kecewa. Sejak saat itu aku sudah tak bisa mengingkarinya, Tentang perasaanku.

Jika ternyata aku mencintainya melebihi pacarku. Bukannya aku ingin membagi cinta atau tak setia, Aku hanya merasa nyaman dengannya. Melihat dia tersenyum ceria tanpa dia tau perasaanku yang sebenarnya, Kebahagiaannya, mungkin itulah impianku.

Tahun ajaran baru, dimana aku bukan lagi anak kelas satu.. Tanpa dia disini bagai kebahagiaan yang pergi. Aku sering merindukannya

Berharap dan berfikir apakah dia baik-baik saja disana.  Dia pergi dengan menyisakan kenangan di hatiku. Dia satu-satunya wanita yang benar-benar membuat nyaman hatiku. Bukan cinta biasa. Aku ingin memiliki perasaan ini dengan atau tanpa dia disini.

Aku sadar siapa aku. Harta dan wajahku terlalu terbatas untuk gadis sesempurna dia. Tetapi setidaknya rasa ini mampu kubanggakan karena kesuciannya. Tak tahu sampai mana aku mampu bertahan. Setidaknya aku sudah mencoba dan berdoa agar suatu saat kita bertemu tanpa sengaja

Jika benar dia jodohku mungkin aku akan menjadi laki-laki pertama yang mendapatkan bahagia melalui bidadari dunia.

Seberapa tak pantasnya aku untuknya, Setidaknya aku pernah tahu bahwa aku adalah orang yang paling menyayanginya di muka bumi. Hingga saat ini.

Setahun sudah dia pergi dan cintaku tak terkikis meskipun tanpa melihatnya

Jihan.. kau adalah sumber inspirasi dalam hidupku. Tak perduli betapa sakitnya aku. Yang kutahu aku mencintaimu
Bukan karena k3cantikan atau kekayaanmu. Tapi karena hatiku nyaman ketika aku melihatmu

Ini adalah rasa terindah dalam hidupku, Aku tak tahu kemana mencurahnya agar aku tak terlalu gelisah memendamnya. Mereka tak akan mengerti tentang aku

Untuk teman-teman yang sudi membaca cerita ini, jika kalian memiliki seseorang yang membuat kalian merasa tenang dan nyaman, alangkah baiknya jika kalian mengungkapkannya..

Jangan pernah bayangkan apa dan bagaimana akhirnya karena mengungkapkan perasaan kalian padanya itu sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan bahwa kalian menyayanginya.

Tanpa harus memilikinya. Dan tanpa harus bersamanya.

Kalian tetap bisa melindungi dan mengitarinya dengan doa kalian kepada yang Maha kuasa. Ingatlah, waktu tak akan menunggu

Terima kasih

Orang Tua Tidak Merestui Hubunganku

Kekasih non muslim

Orang tua terutama Ibu melarangku berhubungan dengan kekasihku dengan alasan dia bukan Islam. Baginya memiliki menantu br3ngsek masih lebih baik daripada menantu yang tidak seagama. Tapi kemana lagi aku mencari laki-laki sebaik dia?

Orang tua terutama Ibu melarangku berpacaran
Orang tua terutama Ibu melarangku berpacaran

Aku adalah seorang wanita single parent beranak dua. Suamiku meninggalkan aku begitu saja ketika aku sedang mengandung anak keduaku.

Suamiku pergi tanpa kabar dan juga tidak memberi nafkah sedikitpun untuk anak kami yang pertama.

Aku betul-betul benci dengan suami yang meninggalkan kami tanpa tanggung jawab.

Akhirnya anak keduaku lahir sehat dan cantik. Alhamdulillah persalinan aku di permudah oleh ALLAH SWT. Anakku yang pertama kutitipkan sama ibu sedangkan anak yang kedua aku bawa bekerja.

Kini usia bayiku menginjak 5 bulan. Di sini aku berkenalan dengan seorang pria, sebut saja namanya IF. Dari kenalan sama dia, dia begitu sangat sayang sama bayiku. Dia anggap seperti anak kandungnya sendiri.

Setiap hari dia datang ke tempat kerjaku hanya untuk main sama bayiku. Dia tidak pernah keberatan walaupun kadang kutitipkan seharian sama dia.

Dia sangat telaten mengurus bayiku, sampe bikin aku terharu. Dia sangat baik sama aku, di saat aku lagi kebingungan untuk mengurus surat cerai. Dia juga yang bantu aku buat ngurusin cerai aku ke pengadilan. Dia selalu ada buat aku di saat aku butuh dia. Waktu tenaga pikiran semua dia berikan padaku semampu dia.

Kami jalani hubungan kami begitu saja. Aku dan bayiku sangat nyaman kalau sedang bersama dia. Dia sangat lembut jujur dan setia. Aku baru kali ini ketemu cowok sebaik dia.

Tidak Direstui

Tiga bulan setelah kami pacaran. Aku ajak dia ke rumah untuk bertemu orang tuaku. Tapi ibuku tidak begitu suka sama dia karena dia bukan muslim.

Ibuku pun bilang sama dia kalau dia mau pacaran sama aku harus jadi mualaf dulu. Dia sebenarnya tidak keberatan untuk mualaf tapi dengan catatan tunggu sampai dia bener-bener siap dan tanpa paksaan. Semakin dipaksa semakin dia tidak mau.

Orang tuaku tidak mau terima. Mereka tetap memaksakan kemauan mereka dengan alasan malu sama omongan tetangga kalau aku berhubungan sama orang yang beda agama. Akhirnya kami di paksa untuk berpisah.

Ibuku lebih suka aku berhubungan sama orang br3ngsek sekalipun asal dia muslim. Itu yang aku tidak bisa terima. Ibuku tidak bisa terima sebaik apapun dia kalo dia bukan Islam dia tidak mau terima. Alasannya cuma satu malu sama tetangga.

Kami pun jalanin hubungan secara backstreet dan sampe akhirnya orang tua ku tau kalau aku masih berhubungan sama dia. Ibu sangat marah dan murka sama aku. Akupun di paksa ibu untuk keluar dari pekerjaan dan pulang ke rumah agar tidak bisa ketemu dia.

Aku pun menuruti kemauan ibu. Aku di rumah 2 bulan. Sampai akhirnya pacarku mengajak aku bertemu sama orang tuanya. Orang tua dia jauh di Batam. Dia bilang ke aku kalau aku tidak mau ikut dia tidak akan kembali lagi ke kotaku dan hubungan kita berakhir.

Aku sangat bingung. Aku ikut apa harus mengikhlaskan dia. Aku tidak siap kehilangan dia tapi aku tidak mungkin dapat ijin dari orang tua ku buat ikut dia.

Akhirnya aku terpaksa berbohong sama ibu agar bisa ikut dia pergi. Aku beralasan mau ke rumah teman di Jakarta selama 1 minggu. Ibuku pun dengan berat hati mengijinkan. Aku sangat senang bisa keluar dari rumah dan ketemu dia lagi.

Seminggu aku disana ibu pun telpon aku kapan pulang. Dia mulai curiga dengan kebohonganku. Akhirnya pun dia tahu kalau aku ikut IF k erumah dia di Batam. Ibuku sangat sangat murka dan aku tidak berani mengaktifkan hp ku.

Keluarga IF sangat welcome sama aku dan bayiku. Mereka sangat baik walaupun kami beda ras suku dan agama. Mereka pun bujuk aku sama IF untuk tinggal di sana saja.

Bingung Memilih

Tiga minggu aku disana akhirnya kami balik lagi ke kota ku. Aku sangat takut dan pasrah apapun yang akan ibu lakukan kepadaku. Dengan rasa takut aku beranikan diri untuk pulang ke rumah dan akupun bertemu ibu.

Ibu begitu marah sampai tidak sudi lagi memandangku. Dia merasa di khianati dan di permalukan semalu-malunya karna aku ikut IF ke Batam.

Ibu bilang dia tidak bisa lagi memaafkan aku. Dia mengganggap aku murtad, anak durhaka tidak takut sama dosa. Dia bilang aku sudah membuang kotoran ke muka dia, dia sangat malu sama tetangga dan saudara.

Ibuku sangat benci sama aku dan tidak mau berbicara bahkan bertatap mukapun tidak sudi. Saking bencinya ibu sama aku, kakak-kakak dan adikku pun di larang berbicara sama aku.

Beberapa hari diam akhirnya emosi ibu meledak, dia teriak histeris sambil memaki-maki aku. Aku di paksa bubar sama IF dan harus bener-bener bubar.

Akupun memberitahu IF soal kemarahan ibu. Dia pun mengajak aku pergi dari rumah untuk kembali ke Batam. Dia mau tanggung jawab penuh atas aku dan anak-anakku.

Dia pun akan cari cara buat kita nikah nanti. Aku sangat kebingungan, di satu sisi IF sudah sangat baik sama aku dan anak-anakku. Dia sangat tanggung jawab melebihi ayah kandung anak-anakku.

Dan yang paling penting dia mau terima semua kekurangan aku dan semua perbedaan kita. Dia juga tidak masalahkan agamaku. Di mana lagi aku cari orang seperti dia. Keluarganya pun mau terima aku.

Aku bingung harus nurutin ibu dan cuma bisa pasrah di rumah tanpa melakukan apapun sambil nunggu barangkali ada yang mau ngelamar aku.

Aku tidak bisa pasrah dengan keadaan tanpa memikirkan masa depan anak-anakku. Mereka butuh biaya yang besar atau aku harus kabur demi masa depan anak-anakku.

Apa yang harus aku lakukan sekarang?

Ya ALLAH aku bingung harus pilih orang tua atau kekasihku.

Mohon teman-teman membaca yang membaca kisahku ini bisa membantu, apa yang sebaiknya aku lakukan.

Mantan Kekasih Jadi Ayah Tiri

Kekasih adalah ayah tiriku

Tidak banyak orang yang mengalami kisah hidup seperti yang aku alami. Bagaimana tidak, kekasih yang kucintai harus aku panggil Ayah setelah dia menikah dengan Ibuku. 

Kekasih adalah ayah tiriku

Namaku Ratna Sapitri tapi panggilanku sehari-hari adalah Dewi. Ayahku sudah meninggal sejak aku masih kecil, sehingga praktis yang merawatku adalah Ibuku seorang diri.

Dulu sebelum aku menikah dengan bapaknya anak-anakku, aku memiliki seorang kekasih yang begitu aku cintai tapi sayang perjalanan cinta kami tak sampai ke pelaminan karena saat itu usiaku masih terlalu dini dan belum siap untuk menikah.

Akhirnya kami pun terpisah, aku pergi ke Jakarta untuk bekerja dan dia aku tinggalkan tanpa satu kata pesan apapun juga.

Dua tahun berlalu aku tak pernah bertemu dan tak sedikit pun kabar ku berikan padanya.

Pada satu hari aku mendapat telepon dari kampung bahwa aku harus pulang. Tanpa ada curiga, aku pulang dan ketika sampai di rumah, aku tak melihat sosok ibuku.

Aku bertanya, paman di mana mamah ko gak ada di rumah, di mana dia sekarang?

Tapi pamanku hanya diam membisu, tiba-tiba bibiku mengajak aku pergi ke satu rumah, rumah itu sudah tidak asing lagi buat aku. Ya itu rumah kekasihku yang selama 2 tahun ini aku tinggalkan.

Aku terkejut ketika aku menatap kedua sosok manusia yang paling aku cintai tengah berbincang dan duduk bermesraan. Air mataku mulai mengalir deras ketika bibiku berkata bahwa mereka telah menikah.

Ya Tuhan mengapa harus dia yang kau cintai? Mengapa harus mamahku yang dia pilih?

Sejak saat itu hidupku bener-bener larut dalam keterpurukan. Keh1dup4n m4lam jadi tempat pelarianku, aku tak perduli orang bilang apa karena mereka tidak mengerti apa yang aku rasakan saat itu. Hanya kesedihan dan benci yang berkecamuk di pikiranku.

Sampai suatu hari aku mendengar kata-kata cinta dari seorang lelaki yang biasa nemenin aku di klub, dia mau mengeluarkan aku dari dunia kelam itu.

1, 2, 3 bulan berlalu akhirnya aku naik ke pelaminan bersama pria itu meskipun dalam hatiku tak ada cinta tapi aku harus hidup bersamanya karna aku telah mengandung anaknya.

Tapi hanya kegelisahan yang kurasakan dalam kehidupan rumah tanggaku. Sepertinya aku belum bisa memaafkan mamahku. Setiap kali ada masalah dengan suami, aku selalu menyebut-nyebut nama mamahku dan menuduh suamiku sama saja dengan kekasih pertamaku.

Ya Allah hanya engkau yang tahu berdosakah aku kepada Ibuku? Karna aku ga bisa menghapus rasa kesalku padanya, meskipun itu telah berlalu, meskipun aku telah memiliki kehidupan baru bersama suamiku.

Sahabat ceritacurhat.com demikian kisah nyata yang kualami. Mohon masukannya.

Demi Anak Tersayang Aku Terlilit Hutang

Bermaksud menjadikan anak artis terkenal aku nekat membayar kesana kemari agar anakku mendapat peran. Tapi apa lacur,, uang habis, hutang menumpuk dan anakku harus menanggung malu diejek sebagai artis gagal.

Demi anak aku terlilit hutang
Demi anak aku terlilit hutang

Aku adalah seorang ibu yang sangat menyayangi anakku, apapun aku korbankan demi kebahagiaannya.

Kisah ini terjadi karena keinginan dan obsesi untuk menjadikan anakku seorang artis terkenal.

Menurutku menjadi artis adalah profesi yang membanggakan dan dapat mengangkat derajat keluarga dan tentu saja masa depan cerah.

Pada awalnya aku bertemu dengan beberapa orang yang mengaku orang film. Mereka bilang bisa membantu mewujudkan mimpi aku dan anakku.

Baca juga:

Tanpa berpikir panjang dan menghitung risiko, aku mau saja memenuhi permintaan mereka membayar uang yang katanya akan digunakan untuk mengurus keperluan anakku di dunia entertaint.

Aku temui mereka, aku menginvestasikan uang yang tidak sedikit dengan harapan setelah anakku mendapat peran seperti yang mereka janjikan, uangku bisa kembali.

Sayang, semua hanya janji manis saja. Jangankan jadi artis terkenal, mendapat panggilan untuk audiens saja tidak pernah. Sungguh rasanya ingin mengamuk dan melapor mereka ke polisi.

Sekarang uang habis, anakku pun stres, kecewa dan malu karena tidak pernah shooting. Anakku bahkan diejek teman-teman dan tetangga sebagai artis gagal.

Sungguh malang nasibku, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah tertipu 4 kali, anak pun harus menanggung beban mental.

Padahal uang yang aku gunakan bukan sepenuhnya uang pribadiku, melainkan pinjam dari saudara, dari bank dan rentenir. Semuanya habis tanpa hasil.

Aku terlilit hutang, aku merasa menjadi orang yang bodoh karena jatuh ke lubang yang sama berkali-kali. Hidupku tidak tenang, gelisah, karena dihantui penyesalan dan rasa bersalah.

Sampai sekarang urusan pembayaran hutang tidak mampu aku selesaikan. Aku selalu berdoa kepada ALLAH SWT semoga dibalik cobaan ini ada hikmah dan rencana yang indah untuk aku dan anakku. AMIN