Kubiarkan Istriku Dekat Dengan Mantan Pacarnya

Istri selingkuh dengan mantan pacar

Aku mengenalnya ketika dia sudah duduk di bangku kelas 3 SMK. Aku tertarik kepada penampilannya, tertarik kepada kecantikannya, dan… aku langsung ngebet ingin selalu dekat dengannya.

Istri selingkuh dengan mantan pacar
Istri selingkuh dengan mantan pacar

Namanya Rara, saat aku mengungkapkan rasa itu, dia ternyata membalas dengan perasaan yang hampir sama. Dia siap menjadi pacarku.

Namun, beberapa hari setelah kami resmi pacaran, dia mengaku bahwa dia sudah tidak perawan lagi. Menurutnya dia sudah melakukan hubungan intim dengan pacarnya ketika dia masih duduk di kelas 3 SMP.

Tentu aku kecewa dengan kenyataan itu, terlebih lagi lelaki yang menggarap keperawanannya adalah orang yang selama ini agak kusepelekan.

Ironisnya, aku seperti tak bisa jauh dari Rara, dan lebih memilih untuk melanjutkan hubungan. Bahkan keesokan harinya, sepulang dia dari sekolah, kami bertemu di rumah kenalanku yang tinggal sebatangkara.

Wanita paro baya itu mengerti hasrat kami, dan merelakan tempat tidurnya kami tempati untuk bercumbu, sementara dia sendiri menonton tv di ruang tamu.

Rara mengaku sudah lama tidak melakukan hubungan dengan mantan pacarnya, tetapi saat penetrasi aku merasakan bahwa liang senggama Rara sudah tidak ketat.

Mungkin aku sudah mabuk kepayang kepada gadis itu, dan kenyataan itu pun tidak membuatku mundur. Bahkan ketika suatu malam Hilman, mantan pacar Rara menemuiku, dan mengatakan bahwa gadisku itu binal, justru aku membelanya.

Banyak yang dikatakan Hilman tentang kebinalan Rara ketika itu, tetapi tidak menggoyahkan pendirianku. Pada waktu yang hampir bersamaan Rara menelponku minta agar dia tetap bertahan demi keamanan dan kenyamanannya.

Menurut Rara mantan pacarnya itu masih menginginkan dia kembali kepadanya, tetapi Rara ogah kembali karena lelaki itu punya sifat temperamental.

Aku kasihan kepada Rara yang menurut pengakuannya sering disakiti oleh H, dan ingin terbebas dari gangguannya. Lagi-lagi aku mengalah demi Rara.

Alhasil, semua usaha Hilman untuk memisahkan kami gagal, bahkan aku dan Rara menikah sirri saat Rara masih sekolah, sekitar 3 bulan setelah kami pacaran.

Dengan adanya ikatan pernikahan itu aku merasa bertanggungjawab penuh atas Rara. Hilman tahu kami menikah sirri, dan seyogyanya bisa saja dia melaporkan pernikahan kami itu ke sekolah Rara.

Tetapi dia ternyata berjiwa besar. Dia tidak melakukan hal-hal yang bisa merugikan Rara, bahkan dia datang menemui kami untuk memberi ucapan selamat kepada kami.

Saya merasa memang Hilman masih belum bisa melupakan Rara. Dia kerap mengunjungi kami, dan kerap pula mengingatkan Rara bahwa dia beruntung menikah denganku.

Awalnya aku risi juga, tetapi lama-kelamaan aku bisa menerima kehadirannya. Baru setelah aku harus merantau untuk bekerja, Hilman tidak lagi datang ke rumah.

Kadang aku iba terhadap lelaki itu, tetapi kerap aku cemburu kepadanya. Suatu ketika aku menelpon Hilman. Dengan antusias dia melayani obrolanku.

Dia pun menjawab polos ketika aku menanyakan kemesraan masa lalunya dengan Rara. Menurutnya dia sudah berkali-kali selama 3 tahun itu melakukan hubungan intim dengan Rara.

Menurutnya Rara selalu ‘semangat’ di tempat tidur, dan juga gampang jatuh cinta. Itu yang membuat Hilman sering cek-cok dengan Rara, karena dia sering cemburu dengan keluwesan Rara bergaul.

Dari cerita itu aku berkesimpulan bahwa Hilman lebih jujur dalam pengakuannya, sedang Rara mengaku hanya pernah dua kali tidur dengannya, yang terakhir sekitar dua tahun lalu.

Baca juga:

Ketidakjujuran Rara dapat kubuktikan setelah 10 bulan kami berjauhan, aku merasakan liang senggamanya begitu ketat mencekam.

Dugaanku, kalau setelah ‘dianggurkan’ selama 10 bulan liang senggama itu begitu ketat, mana mungkin setelah dianggurkan selama dua tahun justru longgar.

Tiga bulan kami berkumpul, lalu 9 hingga 10 bulan kami harus berpisah demi mencari nafkah. Demikian ritme kehidupan kami.

Hampir empat tahun menikah, kami pun dikaruniai seorang anak. Inilah babak baru yang harus kami syukuri. Tetapi ada hal lain yang juga mengisi hati dan pikiran kami.

Ketika putri kami berusia delapan bulan, istriku menelponku mengatakan bahwa ada orang iseng yang menyebar issu. Orang itu menyebarkan berita bahwa istriku selingkuh dengan adik tetanggaku.

Adik tetangga itu baru beberapa bulan berada di kota kami untuk mencari pekerjaan. Kehadiran pemuda tampan itu menjadi petaka bagi lingkungan kami.

Beberapa minggu setelah tersebar berita perselingkuhannya dengan istriku, dia ketangkap basah sedang menggarap istri tetangga kami.

Dia sempat dipukuli massa, dan diusir dari lingkungan kami. Istriku tidak mengakui pernah selingkuh dengan lelaki bernama Ag itu, bahkan dia marah kalau aku sekedar menanyakannya.

Meski aku sudah mempersiapkan hati untuk tetap kalem dan diam, tetapi aku sering mencari info dari berbgai sumber. Termasuk dari adik iparku sendiri.

Iparku yang remaja lelaki itu keceplosan mengatakan bahwa sekarang Rara dan Ag sudah tidak ada hubungan lagi. Terakhir kali dia melihat kakaknya dibonceng Ag sekitar 3 bulan yang lalu, di suatu tempat.

Aku semakin penasaran, dan sering meminta agar Rara mengaku bila sudah pernah selingkuh. Tetapi dia tetap mengelak dengan sengit. Namun aku sendiri yakin sudah terjadi perselingkuhan, karena semakin banyak indikasi yang kutemukan.

Ada beberapa orang yang secara tidak langsung mengatakan Rara pernah dekat dengan Ag. Bahkan ada yang pernah melihat Rara berboncengan dengan Ag.

Tubuh Rara merapat ke punggung Ag sedang kedua tangannya melingkar erat di pinggang Ag. Mana mungkin kemesraan seperti itu hanya karena alasan yang lain?

Selama ini aku hanya meminta pengakuan Rara yang sampai kini keukeuh tidak mengaku. Namun beberapa tahun kemudian aku bertemu dengan Ag di suatu tempat jauh dari lingkungan kami.

Aku berusaha bersikap seramah mungkin dengannya. Aku traktir dia makan-minum di suatu tempat bergengsi yang nyaman untuk ngobrol. Ketika obrolan sudah berlangsung intim, mulai aku mengorek pengakuan Ag.

“Siapa saja sih mas yang tahu hubungan mas Ag dengan Rara? Aku hanya ingin tahu supaya gak salah sikap di depan mereka.”

Lama tak ada jawaban. Sulitkah menyangkal dengan mengatakan tidak pernah ada hubungan khusus dengan Rara istriku?

“Kenapa gak pergi jauh dari rumah kalau memang mas Ag dan Rara pengen?”

“Aku khilaf, Mas. Aku sering melihat istri mas menyusui di teras rumah mbakku. Lama-lama aku tergoda, Mas…”

“Berapa lama mas Ag berhubungn dengan Rara?”

“Lupa, mas.”

“Lima bulan? Enam bulan?”

“Kayaknya gak sampai, Mas. Tiga bulanan ada.”

“Ada yang bilang hampir tiap hari mas Ag ketemu Rara di rumah mbak Wat?”

“Ya nggak, Mas. Tapi aku sendiri lupa berapa kali, Mas.”

“Rara ngaku sudah sering kali ngelakuin di kamar Yan (putri mbak Wat)…”

“Ya, tapi gak tiap hari, Mas.”

Pengakuan Ag dan kesaksian sejumlah orang itu  malah membuatku bingung. Aku takut istriku ngambek kalau aku terus mendesaknya.

Untungnya perasaan yang menggelayutiku tak mengganggu urusan kebutuhan ranjang kami. Kami tetap ‘semangat’ dan mesra.

Bahkan ada kalanya aku semakin bernafsu ketika membayangkan tubuh istriku pernah dicumbu oleh lelaki lain, dan liang senggama istriku pernah dijelajah senjata lelaki lain.

Dan aku sangat senang bila istriku mau bercerita sedikit saja mengenai perlakuan romantis Hilman kepadanya dan reaksi spontan yang diberikannya.

Sayangnya aku tak terpikir untuk merekam pembicaraan antara aku dengan Ag agar bisa digunakan untuk mengorek pengakuan Rara.

Aku ingin suatu ketika mengkonfrontir Ag dengan Rara. Tetapi keinginan itu sampai kini belum terlaksana. Cukuplah aku tahu bahwa Rara masih ‘doyan’.

Menurut orang memihakku, mungkin dengan Hilman pun masih selingkuh. Dia pernah mendapat info Rara makan di suatu resto bersama Hilman, tanpa membawa putri kami.

Masalahnya, aku tidak ingin menceraikan Rara. Tetapi haruskah aku membiarkannya terus berselingkuh?

Sakitnya Mencintai Suami Orang

Jatuh cinta dengan suami orang

Perkenalkan sebut saja aku ES dan dia IR. Tak pernah terlintas dalam pikiranku untuk jatuh cinta dengan suami orang, tapi inilah jalan hidup yang aku jalani.

Jatuh cinta dengan suami orang
Jatuh cinta dengan suami orang

Awalnya aku tak mengenal IR dan tidak tau bagaimana cerita kehidupan dia yang sebenarnya sampai pada suatu hari kami sering berselisihan jalan sewaktu berangkat kerja.

Dalam hati selalu bertanya ini cowok kerja dimana, pada saat itu aku belum mengetahui kalau ternyata kami satu lokasi kerja.

Tiba pada waktunya dia datang ke kantor aku untuk meminta surat berobat untuk istri dan anak-anaknya. Disitu aku masih biasa saja hanya dalam hati berkata, “oh ternyata cowok ini sudah beristri dan mempunyai 2 orang anak”.

Hari terus berlalu sampai pada bulan agustus 2014 saat itu aku mengcover pekerjaan teman aku yang lagi cuti melahirkan.

Pada saat itu tepatnya di hari sabtu aku membagi gaji karyawan dan ternyata dia masuk ke dalam group karyawan yang gaji nya aku bagi pada hari itu.

Disitulah awal perkenalan kami, dengan lancang dia berani memegang tangan aku dengan sengaja dan pada saat itu aku sangat marah karena dia telah lancang.

Waktu terus berlalu hingga sampai di bulan Januari tahun 2015 aku diberi tugas oleh Bos di tempat aku bekerja bahwasanya aku harus membuat SK untuk perpindahan kerjaan karyawan disitu.

Aku sangat terkejut bahwa dia bakal menjadi satu departemen dengan aku yang mana awalnya dia hanya menjadi seorang operator alat berat hingga di rubah menjadi Driver pribadi Bos tempat aku bekerja.

Waktu pun berjalan begitu cepat, tak disangka seiring berjalannya waktu, aku semakin dekat dengan dia karena dia selalu mengantarkan aku kemana aku dinas.

Hingga pada tanggal 03 oktober 2015 terjadi masalah dengan dia dan hampir saja dia di keluarkan dari perusahaan karena masalah itu.

Alhamdulillah dia masih diberi kesempatan untuk bekerja kembali dan aku pun merasakan ada yang ngeganjel hati aku.

Hati aku berkata lain, rasa cinta mulai tumbuh dan tepat di hari ulang tahun dia yg ke 34 tahun, dia memgungkapkan perasaannya kepadaku, dengan hati senang aku menerimanya karena aku juga sudah mulai mencintainya,

Waktu terus berjalan dan hubungan kami pun tetap berjalan walaupun saat itu aku sudah mengetahui bahwa dia sudah beristri dan mempunyai anak.

Hingga pada tanggal 12 februari 2016 aku di datangi oleh istrinya, karena istrinya telah mengetahui hubungan kami dan disitu aku berbohong, aku bilang tidak menjalin hubungan apa-apa dengan suaminya, aku menutupi semuanya karena aku tak ingin kehilangan dia.

Walaupun hubungan kami sudah diketahui oleh istrinya, namun kami tetap menjalni hubungan yang terlarang sampai hubungan kami jauh tepat di bulan agustus 2016 aku positif hamil 6 minggu.

Ya aku hamil dari hasil hubungan terlarang aku dengan dia ,”betapa bodohnya aku” memang pada saat itu kami sama-sama belum menginkan kehadiran anak itu sampai akhirnya aku mengambil keputusan untuk membunuh darah daging aku sendiri.

Bodohnya aku aku masih saja melanjutkan hubungan yang terlarang walaupun sudah banyak yang menasehati aku untuk menjauhi dia tetapi aku tetap tidak mendengarkan nasehat mereka, karena rasa sayang aku terhadap dia, makanya aku mengabaikan orang disekeliling aku.

Berulang kali kami ketahuan oleh istrinya namun kami masih saja tetap melangkah lebih jauh sampai pada akhirnya di bulan juli 2017 aku hamil lagi dari dia.

Pada kehamilan aku yang kedua, dia tak menginkan lagi anak itu dia memaksa aku untuk menjatuhkan janin itu namun aku tetap bertahan untuk tidak membunuh anak aku lagi.

Waktu berjalan hingga usia kandungan aku sudah mencapai 16 minggu, disitu dia pun sudah mulai berubah dia mulai menjahui aku dia tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan aku.

Karena rasa sayang dan cinta aku yang begitu besar kepadanya, yang ada di dalam fikiran aku saat itu aku hanya ingin tetap bersamanya walaupun aku harus bisa menerima kehilangan anak aku.

Betapa bodohnya aku berusaha semampu aku untuk melakukan dosa besar, tepat pada tanggal 01 oktober 2017 aku mengalami keguguran akibat dari obat-obatan yang aku konsumsi.

Sungguh sangat luar biasa sakitnya, aku konsumsi obat selama 12 jam pada saat itu aku sudah sangat berputus asa karena belum ada tanda bahwa janin itu akan jatuh.

Namun pada jam 9 malam aku sudah mulai kontraksi, sakit tak kunjung hilang hingga pada pukul 03.00 wib aku keguguran.

Disitu sudah kupasrahkan hidup aku karena aku sudah tak sanggup merasakan sakitnya. Aku mengalami pendarahan yang begitu hebat, 2 jam aku tak bisa bangkit dari kamar mandi karena darah yang aku keluarkan begitu banyak, pagi harinya aku sudah tak tahu apa yang terjadi.

Kini status aku dengan IR masih seperti itu, tak ada kejelasan sama sekali. Tapi yang pasti aku sudah dua kali menggugurkan kandungan karenanya.

Oh Tuhan maafkan aku yang telah berdosa ini. Semoga aku bisa keluar dari persoalan ini. Aminn.

Aku Tak Pernah Dicintai Suamiku

Sembilan tahun usia pernikahan kami dan saat ini aku dikarunia 3 putri. Saat ini usiaku 31 dan suami 30 tahun. Awal pernikahan aku kira dia mencintaiku karena dia begitu lembut kepadaku, tapi semakin lama usia pernikahan kami semakin tercium bau-bau tak sedap.

Suami tidak mencintai akuSuatu malam dia manggil sebuah nama di tidur lelapnya, ketika dia terbangun kutanyakan siapa yg dia panggil-panggil malam itu. Dia pun menutupi dan menjawab bukan siapa-siapa.

Aku pun berharap dia bukan siapa-siapa. Tapi kenyataan berkata lain saat dia mengungkap kebenaran itu. Wanita itu adalah dia yang selama ini mengisi hatinya dari jaman dia sekolah sampai saat ini.

Dan yang bikin nyesek itu dia mengatakan kalau wanita itu tak bisa tergantikan oleh siapapun, cintanya cuma buat wanita itu sekalipun status dia suamiku, dan diapun tak bisa mencintai saya sekalipun aku ibu dari anak-anaknya.

Dia itu suami yang sangat menyayangi anak-anaknya tapi tidak denganku, aku berusaha ikhlas menerima kenyataan ini. Sekalipun dia tak pernah mencintaiku tapi aku sangat mencintai dia.

Kuhabiskan waktuku untuk mengurus kebutuhan suamiku dan anak-anakku dengan harapan rasa cinta itu tumbuh perlahan karena kebiasaan bersama, tapi tidak dengan suamiku dia tetep gak bisa mencintaiku. Cinta memang ga bisa dipaksakan ya sudahlah aku terima keadaan ini.

Baca juga: Mantan Pacar Ingin Kembali Setelah Aku Menikah

Hingga suatu hari saat aku dan anak-anak menetap di kampung halamannya, dia memutuskan untuk kos sendiri di kota. Waktunya pun dia habiskan bersama wanita penghibur di tempat karaoke.

Seperti ada petir yang menyambar di hatiku ketika terungkap suamiku selalu mengunjungi tempat lokalisasi terbesar di kota itu. Kembali aku menenangkan diriku sendiri demi anak-anak.

Aku semakin gak kuat dengan keadaan ini hingga akhirnya aku jatuh sakit dan masuk rumah sakit karena pembengkakan hati,,, Ya Allah cobaan apalagi, saat aku sakit pun dia terus kasar dan menyakiti hatiku dengan kata-kata yang gak enak di dengar.

Ya Allah kuatkan aku. Aku memang istri yang tergolong cerewet, aku selalu berani kalau dia kasar sama aku. Pernikahan kami bagaikan gelas yang sudah retak, kami sering bertengkar karena banyak hal.

Tiap kali aku ngomong pasti selalu salah dan bikin kemarahan dia,, tubuh ini seakan sudah kebal dengan pukulannya, hati ini sudah kebal dengan makiannya.

Aku sudah tidak kuat dan aku ingin pisah dengannya,,, dalam hati Tuhan maafkan aku. Dia ga mau menceraikan saya dengan alasan anak-anak. Ya sudah aku harus kembali menerimanya.

Tahun 2017 dia dipertemukan dengan wanita yang dia cintai selama ini,,, selalu berkirim pesan di messenger, selalu kirim foto dan hal yg menyakitkan ketika aku ingin tau dia malah marah dan aku jadi korban keganasannya.

Ya Allah aku harus gimana selanjutnya, dia mencintai teman sekolahnya dan tak bisa mencintai aku.

Aku Rela Jadi Istri Kedua Ataupun Kesepuluh Asalkan Bersamanya

Rela jadi istri kedua

Aku tak pernah punya niat menjadi istri kedua, apalagi sampai merusak rumah tangga orang lain. Tetapi menjadi istri pertama dari pria tak bertanggung jawab jauh lebih menyakitkan. Suami keduaku, aku rela jadi istrinya yang kedua atau bahkan yang kesepuluh asalkan bersamanya.

Rela jadi istri kedua
Rela jadi istri kedua

Aku adalah seorang ibu dengan seorang putri dari suami pertama. Aku menikah ketika berumur 20 tahun karena terpaksa mengikuti kehendak orang tua yang sudah malu dan geram dengan kelakuan dan kenakalanku.

Bagaimana tidak, kelas 1 SMA aku sudah tidur dengan pacarku yang akhirnya jadi suami pertamaku dan itu kulakukan di kamarku sendiri, sampai akhirnya kami ketahuan oleh orang tuaku.

Akhirnya sesudah lulus SMA aku resmi menikah. Sebulan dua bulan kehidupan rumah tanggaku baik-baik saja, namanya juga pengantin baru. Tapi beberapa bulan kemudian, banyak sekali perbedaan antara aku dan suamiku.

Suamiku orang yang sangat pemalas dan tidak mau bekerja. Selain itu, perhatian dan kasih sayangnya pun tak pernah ia tunjukkan. Hingga aku hamil dan melahirkan pun tetap saja seperti itu.

Dari sejak hamil aku terbiasa bekerja sendiri karna suamiku tak pernah mau menolong, dan kalau sudah bicara tentang uang, pertengkaran pun selalu terjadi.

Baca juga: 

Sepuluh tahun aku lalui hidup yang seperti itu, apapun pedihnya selalu kutahan karena tak ingin rumah tanggaku hancur. Aku selalu mencoba bersabar dan bersabar walaupun kadang muak dengan kelakuan suamiku yang tak pernah berubah.

Tapi ternyata keteguhanku luluh juga ketika aku berkenalan dengan seorang laki-laki beristri dengan tiga anak. Awalnya kami berteman kemudian bersahabat. Aku sering curhat dengannya dan sesekali meminjam uang untuk membayar hutangku.

Orangnya asyik dan nyambung diajak ngobrol. Dari sering curhat dan cocok satu sama lain, akhirnya terjadilah hubungan yang seharusnya tak boleh terjadi. Aku berstatus istri orang dan dia berstatus suami orang. Tapi kami seperti tak peduli karena sudah yakin dengan hati masing-masing dan saling mencintai.

Pernah sekali dia bertanya padaku apakah mau jadi yang kedua. Dengan mantapnya aku menjawab ” ya”. Dia dan suamiku sangat jauh berbeda, semua yang kuimpikan dari suamiku ada padanya.

Perhatian dan kasih sayang yang tulus darinya membuatku menjadi seorang wanita yang sangat bahagia. Dua tahun berlalu akhirnya suamiku tau juga, dia akhirnya pergi dari rumah.

Kesempatan ini tak kusia-siakan sedikit pun, karena dari dulu aku ingin pergi darinya tapi tak pernah ada kesempatan. Saat suamiku ingin kembali lagi aku menolaknya, walaupun dia telah menyesali semua kesalahannya aku tetap menolaknya.

Rasa cinta dan sayangku untuknya telah lama hilang, memudar seiring waktu. Bagiku kesempatan itu hanya sekali, kalau aku masih menerimanya maka selamanya aku takkan bisa lepas darinya. Untuk apa mempertahankan kalau akhirnya hanya akan saling menyakiti lagi.

Setelah setahun akhirnya perceraianku selesai, dan selama itu aku selalu didampingi olehnya. Dengan pertimbangan yang sangat matang dan keyakinan yang kuat, habis masa iddah ku akhirnya aku nikah siri dengannya karena sampai sekarang istrinya tak tau.

Kami sangat bahagia karena berbeda dengan pernikahan sebelumnya, sebelum menikah kami saling meyakinkan diri dan sangat banyak pertimbangan sampai akhirnya memutuskan menikah. Karena disini kami merasa saling mencintai dan dicintai.

Mungkin ini yang dinamakan cinta sejati. Aku rela jadi istri yang kedua ataupun kesepuluh asalkan bersamanya. Walaupun banyak halangan dan cobaan selalu kami hadapi berdua dengan senyuman ataupun tangisan.

Maafkan aku maduku, kalau suatu saat kau tau entah apa yang akan terjadi. Tapi suamimu pun tak ingin meninggalkanku dan takut kehilanganku. Jadi aku bisa apa? karena aku pun begitu. Maafkan aku.

Cinta Tak Lekang Oleh Waktu

Cinta tak lekang waktu

Berkenalan dengan Masin membuatku jatuh hati meski saat itu aku berstatus tunangan orang. Dan meski ketika aku sudah menikah nama Masin masih melekat dan selalu muncul di dalam mimpiku. Bagaimana mengakhiri kisah cinta tak sampai ini?

Cinta tak lekang waktuSaat suamiku memutuskan untuk melamarku, bahagia sekali hati ini. Pertunangan kami pun berlangsung tapi karna tugas, kami harus menjalani hubungan pertunangan jarak jauh. Tak terasa setelah berjalan dua tahun, konflik batin pun aku alami.

Namaku Septia, sedangkan tunanganku yang kini menjadi suamiku bernama Tama. Karna hubungan cinta kami kami jarak jauh, aku selalu merasa kesepian dan ketika hari pernikahanku semakin dekat, aku tergoda dengan sosok laki laki yang begitu baik dan dewasa, sebut saja namanya Masin.

Pertemuan kami terjadi alami dan tak disengaja. Yang berawal dari perkenalan di sosmed hingga akhirnya kami sepakat bertemu..

Tatapan mata Masin, dan perhatiannya, membuat aku lupa bahwasanya diriku sudah bertunangan. Aku tergila-gila hingga lupa akan statusku saat itu. Kami pun memutuskan untuk menjalin hubungan.

Saat saya dan Masin menjalin hubungan, awalnya saya merasa ini godaan karna akan menikah, tetapi itu salah, semakin hari cintaku kepada Masin semakin besar dan semakin dalam. Hingga aku melupakan cintaku kepada Tama. Nama Masin ternyata melekat kuat di hatiku.

Tapi apalah daya meski cinta kami sebesar dunia, kami pun memutuskan mengakhiri hubungan itu, karna kami merasa tidak mungkin bersatu dengan statusku, apalagi hari pernikahanku semakin dekat. Hancur dan sakit rasanya waktu itu, pertemuan terakhir di malam itu seperti meruntuhkan lagit.

Dan akhirnya pun saya menikah dengan mas Tama. Saya merasa berdosa waktu itu karna hati ini masih terbagi. Nama Masin masih tersimpan di hatiku yang terdalam. Hingga sekarang.

Kejadian itu 6 tahun silam, dan kini usia pernikahan saya dan mas Tama sudah menginjak 5 tahub. Selama 5 tahun ini kadang saya masih kabar kabar sama Masin, lewat sosmed. Merasa berdosa itu pasti karna aku seorang istri. Tapi aku tidak kuasa menahan hati ini selalu ingin tahu gimana kabar Masin? sehatkah dia? Dengan siapa dia?

Dan 5 hari yang lalu, ada orang mengirim foto pertunangan Masin kepadaku. Seperti tersambar petir, lemas badan ini, kejadian itu mengingatkan aku akan malam dimana pertemuan terakhir kami 6 tahun silam. Tapi aku tau diri aku siapa?

Meski seperti ini sakitnya, aku iklas, aku bahagia untuk itu. Aku tidak boleh egois, dia pun berhak untuk jatuh cinta lagi. Aku merestui. Cinta tidak berarti memiliki.

Itulah gejolak hatiku, aku merasa berdosa kepada suamiku atas perasaan ini. Tapi aku tidak bisa juga menghapus nama Masin . Aku ingin melupakan masa lalu itu. Bagaimana cara melupakannya.?

Ada orang bilang cinta tak lekang oleh waktu, mungkin ini yang, terjadi kepadaku. Semoga dengan aku menulis ini terungkap semua isi di hatiku yang tidak ada orang yang tau. TERIMA KASIH.

Mantan Pacar Ingin Kembali Setelah Aku Menikah

Mantan pacar ingin kembali

Saya wanita 26 tahun, baru setahun saya menikah mantan pacar tiba-tiba muncul dan bilang masih sayang. Aku yang memang masih sayang kepadanya jadi bingung.

Mantan pacar ingin kembali
Mantan pacar ingin kembali

Dulu tahun 2006 saat saya masih SMA saya kenal dengan seorang laki-laki di angkot, dia begitu tampan dan bagiku itu kenalan yang romantis. singkat cerita kami saling kenal dan menjalin hubungan.

Setelah 2 tahun kami menjalin hubungan, dia tamat sekolah dan memutuskan untuk kerja di daerah yang berbeda. Walau berat tapi aku mengizinkan tanpa berpikir buruk padanya.

Setahun kemudian aku lulus sekolah, dia berharap aku kuliah satu daerah dengannya tapi apa daya aku dapat mahasiswa undangan di kotaku.

Dia sedikit kecewa tapi kami tetap berhubungan hingga satu tahun aku kuliah dia menghubungiku dan mengatakan lebih baik kami jalani hidup masing-masing karena alasan aku jauh nanti aku pengen kayak teman-teman lain yang sering ketemu dengan cowoknya.

Aku sangat sangat sedih dan aku tau dia juga sedih mengatakan itu. Tapi akhirnya aku terima keputusannya, dia mengatakan kalau jodoh pasti bertemu.

Setelah kami pisah, tiap kali dia pulang pasti tetap menemuiku. Tingkahnya yang tidak berubah membuat aku tetap sayang padanya.

Sampai 6 tahun aku sudah tidak berhubungan lagi, dia tetap berkunjung ke rumahku tapi saat itu aku sudah punya kekasih lagi, aku tidak tau dia sudah punya yang baru atau tidak.

Karena aku sudah ada yang baru tapi jauh di lubuk hati aku masih sayang padanya, aku tanyakan padanya, dia anggap aku sebagai apa dalam hidupnya.

Tapi jawabannya sungguh membuatku sakit. Dia anggap aku sebagai adek gak lebih. Aku gak tau apa artinya yang aku tau artinya dia tidak anggap aku apa-apa.

Karena aku gak paham aku tanya lagi maksud anggap adek apa jawabannya, ya sebagai adek bang gak lebih makanya sekarang abang jarang menghubungi, takut nanti aku berharap lagi padanya.

Kalau gitu aku paham maksudnya, aku bilang ya sudah aku mengerti aku cuma ingin tau biar aku bisa melangkah.

Aku berpikir aku wanita yang egois tapi aku juga gak tau dengan hatiku. Aku sayang dengan kekasihku yang sekarang tapi aku lebih sayang pada kekasihku yang dulu. Apa karena kami gak ada kata putus atau bagaimana aku gak mengerti.

Karena penjelasan dia begitu aku pikir ya sudah mungkin aku yang kebaperan anggap dia masih sayang aku. Karena kekasihku sekarang mengatakan niat baiknya.

Singkat cerita tahun 2015 kemarin aku resmi menjadi istrinya, dia sangat baik padaku dan aku jadi tambah sayang padanya. Hari ku lalui dengan baik tapi saat aku mulai pudar akan bayangan mantanku dulu dia hadir dengan sejuta tanya.

Dia baru mengatakan dia menyayangiku, dia mengatakan adek karna gak mungkinkan jadi kak. Dia mengatakan aku tega meninggalkannya. Gak paham dengan keadaan kenapa masih menyakan anggap apa. Udah jelas abang selalu datang ke rumah masih juga tanyakan itu.

Jujur sekarang hatiku jadi memikirkannya, memori yang dulu hadir lagi. Ada apa denganku, padahal baru satu tahun aku dengan suami berumah tangga, aku sangat sayang suamiku tapi aku gak bisa pungkiri rasa ku terhadapnya.

Aku bingung dan terjebak dengan rasaku sendiri. Aku harus bagaimana?

Ternyata Dia Lebih Mencintai Sahabatku

cinta dia yang dulu

Dia adalah tetanggaku, rumah kami berseberangan atau lebih tepatnya rumah kami berhadapan. Karena jarak rumah yang sangat dekat membuat aku sering bersamanya. Karena seringnya kami bersama rasa istimewa pun tumbuh di hatiku.

Dia mencintai sahabatku

Namun apa yang kurasakan ini mungkin akan hilang untuk selamanya, itu karena aku tak ingin mengganggu kehidupannya.

Aku tau dia sangat mencintai temanku. Bahkan dia selalu datang padaku hanya untuk menanyakan temanku itu.

Dengan penuh ketulusan aku membantunya untuk mengenal temanku lebih jauh. Dan ternyata dia mengungkapkan perasaannya pada temanku.

Walaupun sakit rasanya menerima kenyataan tapi demi dia aku rela. Mereka pun berpacaran dan hubungan mereka diketahui oleh orang tua mereka masing-masing.

Tak ada alasan lagi bagiku untuk tetap di dekatnya. Perlahan aku pun menjauh darinya. Yang dulu aku sering sms dan nelpon dia kini tak lagi. Bahkan aku pun enggan untuk bertandang ke rumahnya.

Hari ini hari libur sekolah semester dua. Aku memutuskan untuk berlibur di rumah nenekku. Disini aku banyak melamun, aku sangat ingin bertemu dia. Tapi aku sadar aku harus melepaskannya.

Aku tertidur karena lelah seharian di perjalanan. Sedang asiknya tidur aku dibangunkan adikku dia bilang hp ku berbunyi. Ternyata ada sms, aku kaget. Bukan karena pesannya tapi karena nama pengirim yang tertera disitu.

Baca juga: Mengapa Cinta Tak Harus Memiliki?

Aku menangis, dia menanyakan keadaanku, dia sering menghubungiku. Tapi selalu tak ada respon dariku, aku sadar dia sangat ingin aku kembali bersamanya tapi aku tak bisa.

Empat tahun aku memperlakukannya dengan cuek. Kini menegur dia pun menjadi hal yang sangat canggung untuk aku lakukan. Tapi dia selalu berusaha untuk bisa berada di dekatku tapi semakin aku didekatinya maka aku semakin menjauh.

Kini dia tak lagi berusaha mendekatiku, yang ada dia malah semakin menjauhiku. Bahkan dia juga sudah tak mau lagi mendengar namaku dan semua tentangku.

Dan kini baru aku tau seperti apa rasanya dicuekin, sakit. Tapi mau gimana lagi karma sudah berlaku. Kini aku selalu ingat dia yang dulu yang selalu perhatian padaku bukan dia yang sekarang membenciku

Aku merasa kehilangan tanpa pernah memiliki, untuk pembaca, jangan kecewakan hati orang yang kamu sayangi jika kamu tidak ingin kecewa akan sikapnya.

Maaf sebelumnya, cerita yang saya buat ini tidak menampilkan nama dan tempat karna saya malu bila orang sekitar saya membacanya terlebih lagi saya tak ingin bila dia mengetahuinya.

Mantan Kekasih Suami Ingin Merebut Kebahagiaanku

Sebelum menikah denganku, suamiku pernah berpacaran dengan wanita lain. Wanita itu kini menjadi seperti duri dalam rumah tanggaku. Dia menuduhku sebagai perempuan yang merebut kekasihnya dan sekarang bertekad merebut suamiku.

Mantan Kekasih Suami Ingin Merebut KebahagiaankuNamaku Agnes, aku tinggal bersama orang tuaku di sebuah kota yang sangat jauh dari kampung halamanku. Di kota ini, aku berjumpa dengan seseorang lelaki soleh, sebut saja namanya Fahri.

Dia sangat baik dan perhatian padaku. Kedekatan kami pun diketahui oleh orang tuaku, dan orang tua sepertinya menyetujui hubunganku dengannya.

Akhir cerita, aku dan Fahri pun jadian. Tapi entah kenapa, tiap kali bersama, hp nya selalu saja berbunyi, pertanda ada sms masuk. Tapi aku sama sekali tidak curiga, karena ku pikir mungkin saja itu sms dari teman kantornya.

Saat itu, aku sedang berkencan dengannya di pantai, dia ingin menelpon orang tua nya yang berada di Jawa. Karena ingin memperkenalkanku. Akhirnya aku pun berbicara dengan orang tua nya melalui hp.

Selesai menelpon, ada sms yang masuk di hp nya, sms itu berbunyi “cinta udah selesai pengajiannya?” hatiku hancur saat membaca sms itu, lalu ku coba bertanya pada Dia, tapi dia hanya menjawab temannya salah kirim sms. Lalu akupun mengambil no hp yang sms itu.

Akhirnya kita pun pulang ke rumah. Sesampai dirumah aku menghubungi nomor yang sms kekasihku tadi, ternyata perempuan, dia bilang bahwa dia adalah kekasihnya Fahri. Mereka sudah pacaran 1 tahun lebih, sedangkan aku dan Fahri baru menjalani hubungan 4 bulan.

Aku tak kuat atas semua ini, akhirnya aku meminta putus pada Fahri, tapi Fahri memohon padaku untuk tidak memutuskannya karena Fahri sangat menyayangiku. Fahri bilang sudah lama putus dengan perempuan itu, artinya perempuan itu hanyalah mantan kekasih Fahri.

Tetapi Fenapa Fahri masih saja berkomunikasi dengan mantan kekasihnya itu. Setelah menjelaskan semuanya padaku, akhirnya aku memaafkan Fahri. Dan aku meminta pada Fahri untuk mempertemukanku dengan perempuan itu.

Esok hari, Fahri membawa mantan kekasihnya itu ke rumahku, karena aku yang memintanya. Aku dan perempuan itu sedikit berbincang, aku berbicara baik-baik padanya. Bahwa aku dan fahri saling mencintai.

Lalu perempuan itu (sebut saja namanya Nurul) menjawab, sudah berapa lamakah kalian menjalin hubungan, lalu ku menjawab 4 bulan, Nurul kembali berbicara, berarti Fahri membohongiku, aku tidak mengerti maksud Nurul berbicara seperti itu, tapi aku tak melanjutkan pembicaraan Nurul.

Karena aku ingin Nurul tidak mengganggu hubungan kami, akhirnya Nurul pulang ke kosnya sambil menangis, lalu Nurul mengirim sms ke aku, yang bunyinya “gara-gara kamu aku dan Fahri putus”, tapi aku tak menghiraukannya.

Aku dan Fahri pun saling ganti kartu, agar Nurul tidak mengganggu hubungan kami. Ternyata banyak orang yang tidak menyukai hubungan kami, sebab Nurul berbicara kepada orang-orang tentang kejelekan kami, padahal Nurul hanya ingin menjatuhkan nama kami. Aku tahu Nurul ingin merebut Fahri kembali.

Sekarang aku dan Fahri sudah menikah, tapi tapi Nurul tetap saja mengganggu kami, dia tidak ingin berhenti merebut suamiku karena menurutnya akulah yang merampas Fahri dari tangannya.

Aku bingung apa yang harus aku lakukan sekarang?

Kekasihku, Menjadi Suami Orang Lain

Kekasihku menikah dengan orang lain

Aku mencintai dia, dia mencintai aku. Tapi hubungan ini sulit dipersatukan. Sekarang dia sudah menjadi suami orang lain tapi kami tetap saling berhubungan dan mencintai. Aku tak tahu harus bagaimana, sampai kapan begini dan harus apa?

Aku mencintai kekasihku
Aku mencintai kekasihku

Terima kasih untuk team ceritacurhat.com yang sudah memberikan wadah bagi kami yang tidak bisa menceritakan masalah kami kepada orang lain tapi membutuhkan tempat untuk mengeluarkan unek-unek.

Aku, menjalin cinta yang tidak akan pernah bisa kulupakan dengan kekasihku, Bara. Kami bertemu di tempat kerja yang sama. Perkenalannya hanya sebentar tapi cinta begitu saja.

Aku sering ke kost-nya sepulang kerja. hubungan kami jadi terlampau jauh. Aku pun semakin mencintainya. Dia pun semakin sering menjaga dan memperhatikanku. Setiap hari kami selalu bersama entah hanya sekedar makan, atau mengantarku pulang. Begitu indah rasanya bersama dengannya.

Baca juga: 

Suatu hari seorang teman dari Belanda datang kembali ke Jakarta dan ingin sekali menemuiku. Aku ceritakan pada Bara tentang pertemanan kami dan permasalahan yang pernah hadir di antara aku dan dia.

Bara, meyakini dirinya bahwa aku pernah mencintainya. Maksudku untuk jujur dan terbuka berujung pada pertengkaran hebat yang tidak bisa kuterima.

Aku dengan pendapatku, bahwa berteman bisa dengan siapa saja dan tidak mungkin bagiku tiba-tiba menjauh dari teman lamaku ini. Sementara dia tidak bisa menerima pendapatku.

Dan kami juga memiliki perbedaan agama dan suku tidak mungkin kami bisa menikah, sehingga semakin menguatkanku untuk meninggalkan dia. Sungguh saat itu sedih sekali.

Tidak kusangka ia pun sedih sekali. Menangis ia di depanku. Hatiku sungguh berat, aku membatalkan janjiku dengan teman Belandaku. Aku menghubungi Bara untuk meminta maaf dan mengatakan tidak jadi menemui temanku itu.

Dalam beberapa hari, temanku kembali menghubungiku, memintaku untuk menemuinya walau hanya sebentar. Aku sungguh bingung saat itu. Karna tidak tega. Lalu, aku membicarakannya dengan Bara.

Aku memintanya untuk pergi bersamaku menemaniku bertemu dengannya sebentar saja. Tak kusangka, Bara mengiyakan.

Lalu, kami bertemu di salah satu mall dekat kantor kami. Saat itu aku sudah bisa melihat temanku dari kejauhan, dan Bara sepertinya mengetahuinya. Bara mencoba mencium pipiku entah apa maksudnya.

Namun kuelakan, karna malu apabila diketahui temanku tersebut kalau aku sudah punya kekasih. Mereka berkenalan. Lalu, Bara izin untuk Sholat. Aku dan temanku pergi mencari restoran untuk kami makan malam.

Setelah kami memesan makanan kucoba hubungi Bara. HP nya tidak aktif aku panik tapi berusaha tenang. Kucoba hubungi terus beberapa kali. Tanpa sepengetahuan temanku.

Kukatakan padanya Bara kembali ke kantor untuk bekerja. Lalu setelah 2 jam beasama aku pamit pulang. Kujumpai motornya sudah tidak ada di kantor. Aku naik taxi pulang dengan panik.

Keesokannya kudatangi tempatnya sungguh aku sedih sekali. Aku memohon maaf padanya. Menangis di depannya. Aku bersujud memohon agar dia tidak meninggalkanku karena aku sungguh mencintainya.

Bara mengangkat tubuhku dan bilang sudah tidak apa. Lalu kami bercinta sampai malam.

Tujuh hari sudah sejak peristiwa itu. Hariku sungguh dibuatnya bahagia. Ia membelikanku banyak hal, memperlakukanku dengan sangat baik. Pagi-pagi kuhubungi dia tapi tidak diangkat dia tidak masuk kerja. Ada apa? kemana? kepala ku sungguh kosong.

Berpisah Meski Mencintai

Ternyata, dia sudah pulang ke kampungnya untuk melamar seorang gadis pilihan ibunya karna ia terlampau sakit hati dengan sikapku. Aku ketahui itu setelah hp nya kembali aktif dan ia menghubungiku untuk menyudahi hubungan kami. Hancur sekali hatiku saat itu. Aku hanya bisa menangis dan memohon jangan tinggalkan aku.

Beberapa hari ia baru menghubungiku menanyakan cintaku padanya. bahwa ia tidak bisa melupakanku. Lama kami bertelepon. Di saat itu kami saling berjanji untuk saling membahagiakan dan memanfaatkan waktu sampai hari pernikahannya tiba.

Tujuh bulan kami selalu bersama, banyak pertengkaran tapi kami saling cinta. Semakin sering kulihat airmatanya. Hari itu pun tiba, orangtuanya sudah memaksakan dirinya untuk pulang mempersiapkan segalanya.

Aku benar-benar putus asa. Tidak tahu berbuat apa. Aku hanya menangis dan menangis mengantarnya pergi ku katakan berkali kali bahwa aku sangat mencintainya.

Ia berjanji akan kembali untuk ku, ia berjanji akan bertanggung jawab untuk hidupku dan membahagiakanku, kami berjanji akan cinta sampai mati kami. Aku hanya bisa menangis dan memohon kepadanya jangan pergi.

Sebulan kemudian aku pindah kerja, sungguh sangat tidak kuat mengingat semua kenangan di kantor tersebut bersamanya, dan juga berita tentangnya sudah tersebar.

Bara benar kembali, dengan cincin di jari manisnya. Ia memelukku menanyakan kangenku padanya. Sungguh perasaan yang sangat menenangkan. Tapi dicampur sedih saat itu. Aku hanya bisa menangis.

Ia tinggal mengontrak bersama istrinya di kotaku ini. Setiap hari kami bertemu membuat kami larut kembali dalam asmara kami.

Tapi cemburu tidak pernah hilang dari kepalaku membayangkan ia bercinta dengan istrinya seperti yang ia lakukan padaku, berkali-kali kami memutuskan hubungan namun selalu kembali bersama.

Ia mencintaiku aku sungguh mencintainya tapi kami sadar selain karna ia sudah menikah, perbedaan kami tidak bisa menyatukan.

Setiap kali kami bertengkar karna cemburuku atau karna rasa kasihanku terhadap istrinya yang tidak tahu apa-apa, ia hanya bisa mengatakan kepadaku untuk menikah yang aku tau dia berat sekali mengatakan itu. Karna hanya ingin aku untuknya. Aku juga tidak bisa mencintai orang lain walaupun sudah kucoba.

Sampai sekarang kami masih berhubungan, tidak tahu harus bagaimana, sampai kapan seperti ini. Harus apa?

Aku Kehilangan Tanpa Pernah Memiliki

Cerita cinta aku kehilangan tanpa pernah memiliki

Mungkin kisahku ini tak akan sebagus para penulis lain yang sering membagi kisahnya di situs ini. Kisah yang aku alami agak rumit, bahkan aku bingung dari mana harus memulai.

Aku kehilangan tanpa pernah memiliki

Aku adalah seorang laki-laki k0nyol yang jatuh cinta tapi tak tahu bagaimana cara mengungkapkannya, tak tahu bagaimana cara mendapatkannya, bahkan aku tak tahu mengapa rasa itu tumbuh tanpa aku sadari.

Gadis itu bernama Jihan, siswi baru di sekolahku. Dia mengubah hidupku. Mengajarkanku apa artinya cinta tanpa kebersamaan.

Sejak dia hadir di kelas, aku tak merasakan apapun ketika di sekelilingku mengelu-elukannya karena k3cantikan wajahnya.

Selang beberapa bulan aku dan dia mulai berteman, tak jarang dia memintaku mengomentari foto hasil huntingnya. Kami memiliki hobi yang sama, mengagumi keindahan alam dan mengabadikannya.

Aku merasa nyaman dengannya.. Sangat.. Sangat nyaman.

Dari semua siswa laki-laki di kelas, mungkin hanya aku yang paling dekat dengannya. Dia sering meminta bantuanku dan aku senang membantunya. Bahkan ketika teman-temanku menyebut aku b4bunya.

Aku tak masalah dengan semua itu, Selama dia senang apapun akan aku lakukan.

Mungkin dari sinilah rasa itu bermula. Rasa dimana aku mulai takut tak bisa melihat wajahnya.

Hubungan kami memang hanya sebatas teman, tapi ternyata hal itu menyulut cemburu di hati pacarku. Entah gosip apa yang beredar hingga dia tidak mnyukai Jihan dan menyuruhku menjauhinya.

Kabar itu sampai ke telinganya, tanpa aku menjauh, dia telah menghindari aku terlebih dahulu. Sikapnya dingin.. Tanpa sepatah kata di kelas pada hari itu.

Aku tak tahu akan begini jadinya. Aku merasa sangat bersalah padanya, karena aku dia dibenci.

Semenjak itu, aku kian merasa jauh darinya, Aku bahkan tak berani menatapnya. Aku hanya sesekali meliriknya sekedar melihat raut apa yang ada di wajahnya.

Dulu kami beberapa kali chatting di jejaring Facebook. Sekedar membahas foto hasil huntingnya atau menertawakan fotoku yang disebutnya lucu.

Sebuah hal k0nyol yang sering membuatku tersenyum di dalam lamunan. Kini semuanya berlalu, bahkan Akun Facebook ku pun sudah tidak berteman dengannya.

Ya, semuanya dilakukan oleh pacarku. Dia memblokir akun Jihan dari pertemananku.

Hari kian berlalu, setelah ulangan semester selesai barulah aku tahu, Jihan akan kembali pindah sekolah. Entah apa yang pertama kali aku rasakan ketika aku mengetahui hal itu.

Sedih, kecewa. Sejak saat itu aku sudah tak bisa mengingkarinya, Tentang perasaanku.

Jika ternyata aku mencintainya melebihi pacarku. Bukannya aku ingin membagi cinta atau tak setia, Aku hanya merasa nyaman dengannya. Melihat dia tersenyum ceria tanpa dia tau perasaanku yang sebenarnya, Kebahagiaannya, mungkin itulah impianku.

Tahun ajaran baru, dimana aku bukan lagi anak kelas satu.. Tanpa dia disini bagai kebahagiaan yang pergi. Aku sering merindukannya

Berharap dan berfikir apakah dia baik-baik saja disana.  Dia pergi dengan menyisakan kenangan di hatiku. Dia satu-satunya wanita yang benar-benar membuat nyaman hatiku. Bukan cinta biasa. Aku ingin memiliki perasaan ini dengan atau tanpa dia disini.

Aku sadar siapa aku. Harta dan wajahku terlalu terbatas untuk gadis sesempurna dia. Tetapi setidaknya rasa ini mampu kubanggakan karena kesuciannya. Tak tahu sampai mana aku mampu bertahan. Setidaknya aku sudah mencoba dan berdoa agar suatu saat kita bertemu tanpa sengaja

Jika benar dia jodohku mungkin aku akan menjadi laki-laki pertama yang mendapatkan bahagia melalui bidadari dunia.

Seberapa tak pantasnya aku untuknya, Setidaknya aku pernah tahu bahwa aku adalah orang yang paling menyayanginya di muka bumi. Hingga saat ini.

Setahun sudah dia pergi dan cintaku tak terkikis meskipun tanpa melihatnya

Jihan.. kau adalah sumber inspirasi dalam hidupku. Tak perduli betapa sakitnya aku. Yang kutahu aku mencintaimu
Bukan karena k3cantikan atau kekayaanmu. Tapi karena hatiku nyaman ketika aku melihatmu

Ini adalah rasa terindah dalam hidupku, Aku tak tahu kemana mencurahnya agar aku tak terlalu gelisah memendamnya. Mereka tak akan mengerti tentang aku

Untuk teman-teman yang sudi membaca cerita ini, jika kalian memiliki seseorang yang membuat kalian merasa tenang dan nyaman, alangkah baiknya jika kalian mengungkapkannya..

Jangan pernah bayangkan apa dan bagaimana akhirnya karena mengungkapkan perasaan kalian padanya itu sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan bahwa kalian menyayanginya.

Tanpa harus memilikinya. Dan tanpa harus bersamanya.

Kalian tetap bisa melindungi dan mengitarinya dengan doa kalian kepada yang Maha kuasa. Ingatlah, waktu tak akan menunggu

Terima kasih