Cintaku Berujung Penyesalan

Cinta berujung penyesalan

Assalamualaikum, namaku Ima umurku sekarang 19 tahun. Aku pernah menjalin hubungan dengan pria yang usianya beda 6 tahun dariku. Hubungan yang aku sesali seumur hidup.

Cinta berujung penyesalan
Cinta berujung penyesalan

Saat bulan Agustus dia mendekatiku, awalnya pdkt dan ujungnya dia mengajak untuk komitmenan, saat itu aku belum memiliki rasa cinta karna kami hubungan ldr dan belum ketemuan.

Saat komitmenan dengan dia, aku sedang jalan dengan laki-laki lain, karena aku lelah hubungan ldr, apalagi dia baru akan pulang bulan Desember. Aku dengan dia sering putus nyambung.

Namun saat bulan Desember tiba, dia pulang ke Bandung dan dia menemuiku ke kosanku. Pada malam hari dari situ di kosan kami berduaan, kami ngobrol banyak.

Lalu saat itu aku mijitin bahu dia, dia balik memelukku dari belakang lalu mencium pipi, kening. Aku pun mulai tegang dan sedikit takut, dia semakin mendekat dan matanya pun langsung melihat ke bibirku.

Dan bodohnya aku pun terbawa hawa nafsu, aku pun rela di cium dia karena aku mulai penasaran gimana rasanya ciuman apakah itu tanda kasih sayang?

Dua hari setelah itu, dia pamit dan berkunjung ke kosan saya karena dia harus kembali pulang ke Bangka Belitung untuk bekerja.

Saat itu dia pun menciumku yang kedua kalinya, aku pun gatau kenapa langsung ngerespon mencium balik dia, sampai saat itu kami berciuman sangat lama bahkan sampai saling berpelukan.

Namun karena terdorong oleh hawa nafsu dia mulai meraba kemaluanku dan meraba payudaraku.

Akhir januari aku dan dia putus. Dia sudah mempunyai pacar lagi namun dari situlah penyesalan pun datang dalam diriku. Aku merasa tidak ada harga diri sudah disentuh dan dicium, dan aku pun ngerasa dia ga bertanggung jawab.

Bodohnya aku juga yang berani memberikan bibir dan kehormatan kepada dia.

Dari situ aku pun benar-benar menyesal, tidak bisa menjaga amanah dari orang tua, padahal aku dibesarkan dari orang tua yang kental dengan pendidikan agama.

Dari situ aku minta ampun kepada Allah, melaksanakan taubat nasuha dan diiringi dengan solat tasbih. Aku sangat bersyukur kepada Allah, aku telah dijauhkan dengan dia, Allah masih melindungiku, untung sampai hubungan intim tidak sampai aku alami.

Dari situ pelajaran dari masa lalu sangat memotivasiku agar lebih berhati hati dalam pacaran, dari situ pun aku mati rasa akan pacaran dan ingin bersungguh-sungguh untuk tidak pacaran.

Saya tidak ingin kejadian pahit dimasa lalu terulang lagi, saya tidak mau terjerumus dosa, dan saya tidak ingin mengecewakan orang tua dari situ saya mencari kesibukan yang bermanfaat.

Karena aku yakin dengan taubat Allah akan gantikan yang lebih baik dalam Al Qur’an surah An nur berkata laki-laki baik untuk wanita baik, sedangkan laki laki yang keji untuk wanita yang keji pula.

Nah dari situ dengan kita bersungguh sungguh memperbaiki diri berhijrah menjadi lebih baik yakinlah Allah akan gantikan sesuatu dengan keindahannya.

Terjerat Cinta Terlarang

terjerat cinta terlarang

Mohon maaf sebelumnya, silahkan saja bila pembaca ingin menghinaku, memang saya sudah merasa diri ini sudah tak pantas lagi disebut istri yang yang baik.

terjerat cinta terlarangKisah ini berawal dari pertemuanku dengan seorang pria sebut saja namanya Yd umur 28 tahun dan aku adalah HN seorang istri dengan anak 2 dan saat ini berumur 34 tahun.

Berawal saya pergi ke Jakarta untuk acara hajatan keluarga di daerah Kapuk di bulan Juli tahun 2017. Dari Jogja menggunakan mobil pribadi dengan penumpangnya saya, suami, ke 2 anak saya dan juga ke 2 orang tua saya.

Waktu itu dari Jogja hari jumat sore dan sampai di Jakarta sabtu pagi. Karena acara hajatannya hari Minggu dengan rencana Minggu sore langsung pulang ke Jogja karena senin suami kerja dan anak pertama saya sekolah dan anak kedua baru umur 4 tahun.

Setelah hajatan selesai kami sekeluarga berpamitan pulang ke Jogja tapi saat itu budhe saya minta agar saya tinggal sehari lagi untuk membantu pasca hajatan. Setelah berembug dengan suami dan kedua orang tua say, ssaya diijinkan dan dua anak saya ikut pulang.

Singkat cerita sampai hari selasa saya berada disana maka selasa sore saya pulang ke Jogja dengan menggunkan bis malam tujuan Jogja. Saya diantar sepupu saya ke terminal Pulo Gebang.

Berawal dari sini pukul 14.30 sis saya naiki mulai berangkat dengan posisi duduk saya di deretan no 2 paling belakang waktu itu sendiri. Di daerah Bekasi, bus berhenti untuk menaikkan penumpang dan kebetulan satu bangku dengan saya seorang lelaki berumur 28 Tahun.

Awalnya sih tidak ada percakapan tapi dia mulai membuka percakapan dengan memperkenalkan dia, namanya YD asal dari Jogja bekerja di pabrik di daerah Bekasi.

Saya juga memperkenalkan diri saya sama YD. Ketika bis berhenti di RM makan daerah Tol Cipali kita berdua makan satu meja dan bercerita kesana kemari menceritakan daerahnya masing-masing dan keluarga.

Selesai makan bis kembali jalan, tidak tahu jam berapa di tengah perjalanan dia menyentuh tanganku dan dia mencoba memelukku, saya juga tidak mengerti kenapa saya diam saja karena waktu itu saya berpikiran masa iya dia mau berbuat tidak senonoh dengan seorang ibu bersuami dengan 2 anak.

Tapi YD melakukan itu tangan kanannya memegang pa**** dan tangan yang kirinya memegang tangan kiriku untuk dituntun memegang kemaluannya.

Saya kaget tapi jujur saya sedikit menikmatinya mungkin faktor AC yang dingin. Kami pun berbuat yang terlarang dalam bis malam itu.

Sampai saya mencapai kenikmatan dan YD juga mencapai kenikmatan, bahkan sepanjang malam kita hampir tidak tidur sampai Jogja dan saya juga tidak terhitung mencapai klimaksnya juga berkali kali sedangkan YD mencampai klimaknya sampai 4 kali.

Sampai terminal Giwangan pukul 03.30 kita bertukar Nomor HP. Kita berpisah di Terminal Giwangan dan Suami saya sudah setia menunggu kedatanganku.

Selama dirumah saya mengalami kebingungan antara rasa menghianati suami dan rasa menikmati kejadian itu. Setelah dua hari tidak ada kontak dengan YD ternyata YD telpon kalo hari Sabtu akan kembali ke Bekasi dan meminta untuk bertemu kembali.

Saat itulah perasaan saya mulai bingung lagi antara mau dan tidak. Dan akhirnya Sabtu pagi saya janjian dengan dia di terminal Giwangan. Saya menggunkan motor dan membawa 2 helm karena mengikuti isyaratnya YD.

Baca juga:

Jam 8 saya ke Giwangan langsung disambut YD. Jadwal YD naik Bis jam 16.00 memang sengaja mengambil jadwal bis paling sore. Kita berdua langsung pergi waktu itu saya hanya membonceng gak tau mau dibawa kemana.

Ternyata saya dibawa ke kost temannya di daerah Keparakan. Kayaknya sudah janjian dengan temannya karena begitu kami datang temannya langsung pergi, katanya sampai malam dan mempersilahkan kami istirahat di kamar kostnya.

Dan hari itu sabtu dari jam 8 sampai jam 15.00 kita berdua hanya di dalam kamar kos temannya. Dan kita telah melakukan perbuatan yang terlarang.

Dan saya sebagai wanita juga menikmati itu semua karena baru saat itu saya berhubungan badan hingga berkali kali dalam satu hari dan YD juga tidak henti hentinya untuk merangsang saya, berbeda saat dengan suami yang hanya mampu beberapa menit dan sudah tidak berlanjut lagi.

Sebagai seorang Istri saya mengakui saya salah dan dosa, tetapi sebagai mahluk hidup saya membutuhkan ini semua. Sampai saat ini saya belum bertemu lagi dengan YD, ya memang YD bekerja di Bekasi.

Maafkan aku suamiku…. harus bagaimana lagi kalau sudah seperti ini.

Hidupku Hancur Karena Judi Togel Online

Hidup hancur karena judi online

Hallo kawan .. Perkenalkan nama saya Yuan, Saya baru berusia 22 tahun dan bekerja sebagai pelaut.

Disini saya mau curhat tentang kehidupan saya. Semoga bisa menjadi contoh agar teman-teman disini tidak seperti saya. Baiklah akan saya ceritakan.

Hidup hancur karena judi online
Hidup hancur karena judi online

Dulu saya seseorang yang sangat ceria bahkan pintar bergaul dan banyak teman saya. Namun semua harus berakhir saat saya berusia 16 tahun.

Awalnya saya hanya kenal balap motor (roadrace) tapi seiring berjalannya waktu dan usia, saya memutuskan berhenti hidup dijalanan. Dan mamasuki Salah satu SMK yang ada di kota Tuban, Jawa Timur.

Sebelumnya saya bersekolah di salah satu SMP yang ada di Blora sebab rumah saya ada di Blora, Jawa Tengah. Ketika saya sudah pindah di Tuban saya kost, dan disanalah awal mula saya mengenal judi togel online dan poker.

Saya kenal dengan teman baru dia sangat aktif/pasif bermain Togel. Awalnya saya cuma penasaran dan bisa saya tahan. Tak lama kemudian dan seiring waktu yang berjalan saya akhirnya saya ikut-ikutan terjerumus masuk dalam dunia perjudian.

Awalnya saya menang terus. Hingga saya lupa dengan waktu yang sangat berharga. Sebab waktuku selalu ku habiskan hanya untuk meramal rumus togel.

Angka demi angka aku satukan seperti menyatukan sebuah kaca yg sudah hancur berkeping-keping.

Pertama saya dikasih menang terus. Dan hanya kalah sedikit. Mungkin itu jeratan untuk saya agar terus memasang nomor. Namun pada akhirnya jeratan itu sedikit demi sedikit mulai menjerat.

Saya mengalami kekalahan terus menerus sacara beruntun. Uang buat bayar SPP, bayar kost, uang jajan bulanan habis seketika.

Akhirnya saya menyerah, saya mengurung diri di kamar dan cenderung berdiam diri. Saya menyalahkan Tuhan dan diri saya yg bodoh! Akhirnya saya berhenti bermain judi togel. Tapi sikap saya masih cenderung diam dan hanya berbicara seperlunya.

Kemudian setelah saya lulus. Saya sempat menganggur dulu di rumah (ngalor-ngidul klontrang-klantrung ora jelas). Namun saya sudah berhenti bermain judi online.

Waktu terus berlalu. Saya pun mencoba melamar disebuah Perusahaan Pelayaran yang ada di Surabaya dengan berkas-berkas yang saya dapatkan setelah saya menuntut ilmu selama 3 tahun di salah satu SMK yg ada di Tuban.

Akhirnya saya diterima dan tanggal 1 Juli 2015 saya mulai bekerja. Namun lagi-lagi saya berkenalan dengan seseorang yang sangat gemar bermain judi togel.

Pertama saya ngobrol/berbincang biasa dan akhirnya topik yang diobrolkan adalah togel online lagi. Dalam hati saya sudah tidak mau kenal lagi dengan yang namanya togel, tapi ternyata pedoman saya goyah, hingga dalam hati selalu berkata seperti ini “Ayoo .. Udah saatnya bangkit, ini saatnya membalaskan kekalahanmu yang dulu.

Kenapa kamu masih diam.. apakah kamu tidak ingin membalaskan kekalahanmu yang dulu ???”

Saya sangat bingung waktu itu. Prinsip dan pedoman saya goyah bahkan rapuh. Akhirnya saya kembali lagi dalam dunia pertogelan dan kali ini saya deposit dengan nominal yg lebih besar tentunya. Sebab saya sudah dikuasai oleh nafsu dan amarah dendam.

Seperti biasa.. awal saya deposit sebesar 4.000.000 kemudian saya menang sebesar 33.000.000 an. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan.

Uang itu saya withdraw (penarikan dana) dan tidak saya belikan apa-apa. Kemudian saya dengan royal terus bermain tanpa memikirkan prinsip dan pedoman.

Terus dan terus.. Hingga akhirnya uang kemenangan yang tadi saya dapatkan, sedikit demi sedikit habis dan bahkan saya pun mulai menggila dalam bermain judi.

Uang gaji, premi, dll. Langsung saya depositkan dan habiskan seketika setelah saya terima di rekening! Dan Bodohnya saya itu berjalan terus hingga saat ini. Ada uang gaji, premi, dll. Total berkisar 120.000.000an raib/habis hanya untuk berjudi.

Dan hari ini Minggu, 24 November 2017 saya akan berhenti untuk seterusnya ! Saya tau saya salah. Berarti selama ini saya bekerja hanya menafkahi bandar judi. Sungguh begitu gobloknya diri saya ini.

Dan saya harap semoga teman-teman disini jangan sampai mengalami hal yang seperti saya. Hindari judi online, apalagi jika ada iming-iming bonus, semuanya itu hanya jebakan saja.

Terima kasih admin saya sekarang agak sedikit lega meskipun belum 100%. Tapi setidaknya ini sudah bisa membuat hati saya menjadi tenang !

Sifat Asli Suamiku Baru Kusadari Setelah Tujuh Tahun Hidup Bersama

Sifat asli suami jelek

Dahulu aku pernah mencintai seorang lelaki. Dia bukan orang berada. Tetapi kasih sayangnya luar biasa, hampir sama seperti kasih sayang orang tuaku.

Sifat asli suami Setelah dua tahun menjalani hubungan, aku pun tamat sekolah SMA, tepatnya sekitar tahun 2012. Saat itu juga aku mengetahui bahwa orang tuaku tak merestui hubungan kami.

Singkat cerita, aku pun diajak ibuku pulang ke desa tanpa sepengetahuan pacarku itu. Namun aku tak bisa membohongi perasaanku. Aku pun kembali ke kota dengan alasan mengambil ijazah, padahal aku pergi kerumahnya.

Namun lama kelamaan ibuku curiga dan lekas menyuruhku kembali pulang ke desa. Setelah selang beberapa minggu, rasa rinduku padanya tidak terbendung. Begitu juga dirinya. Akupun kembali ke kota dengan berbagai macam alasan.

Alhasil, aku ketahuan kalau selama ini aku berbohong. Kakak laki-laki ku marah besar dan mengancam akan melaporkan pacarku ke polisi. Aku ketakutan, jadi aku kembali lagi ke desa dan tidak boleh pergi kemanapun juga.

Selama di desa aku terus dipojokkan oleh keluargaku karna aku dianggap mencintai orang yang salah dan itu bertentangan dengan apa yang aku rasakan saat itu.

Akupun meminta dijemput oleh pacarku secara diam diam, namun tetap ketahuan jua. Tetapi aku berkeras dan pergi dengan pacarku itu hanya dengan memakai sesetel baju tidur tanpa membawa apapun.

Tetapi tidak sampai disitu. Sesampai dirumahnya, rupanya orang tuanya juga marah akan kelakuan kami berdua. Kami hanya berpelukan, percaya bahwa suatu saat kelak mereka akan mengerti perasaan kami.

Hari pun berganti, pagi itu aku terkejut saat ibuku datang ke rumah pacarku. Ibuku mengetahui dari orang lain. Dan akhirnya pacarku ikut pulang ke desa bersamaku dan ibuku. Dengan janji bahwa orangtuaku akan membenarkan hubungan kami dengan kata lain menikahkan kami.

Sesampai di rumahku, aku terkejut bahwa kenyataan bertentangan dengan apa yang dijanjikan. Malah pacarku dihina dan dicaci, begitu juga diriku. Aku dan pacarku menuntut agar kami dinikahkan.

Namun akhirnya janji itu tinggalah janji. Pacarku kembali ke kota dan aku tinggal di desa. Saat itu juga pacarku mengatakan bahwa hubungan kami takkan bisa menyatu dan kulihat keputus asaan di raut wajahnya.

Sejak saat itu diriku makin dipojokkan. Setiap hari tiap detik aku menjadi tersiksa batin. Sejak kecil aku selalu menderita batin, namun aku cuma memendam sendiri tanpa mencurahkannya kepada siapapun.

Derita batin itu tak lain adalah saat aku berbuat sedikit kesalahan, mulailah orang tua main tangan, kakak perempuan atau kakak lelakiku menyentuhkan benda ke tubuhku.

Saat aku tidak tau apapun dan aku disalahkan, maupun saat aku dinyatakan bersalah namun kesalahanku itu diperbanyak entah darimanapun datangnya. Setiap hari aku hanya dipojokkan terus menerus.

Aku berfikir mungkin setelah meninggalkan rumah dan memulai kehidupan dengan dia yang aku sayangi, begitu pula dia yang amat menyayangiku. Akupun lari dari rumah hanya dengan membawa baju yang terlekat di badan serta uang yang hanya pas untuk ongkos.

Akhirnya aku menikah secara wali hakim (nikah siri). Walau kehidupan kami susah dan kekurangan, tetapi kami tetap bersemangat menjalani semuanya.

Kami yakin kami bisa memulainya dari angka nol. Akupun hamil anak pertamaku. Saat usia kandunganku 2 bulan, suamiku mendapat pekerjaan sebagai teknisi.

Sejak saat itu kehidupan kami mulai sedikit demi sedikit berubah. Kami tidak lagi kekurangan, namun Juga tidak lebih. Melainkan cukup. Aku pun sudah bersyukur akan hal itu.

Namun… Saat aku mengandung anakku yang kedua, saat itu usia kandunganku sekitar 4 bulan, aku mendapati bahwa suamiku sangat dekat dengan akrab dengan teman perempuan sekantornya.

Saat itu kami belum memiliki kendaraan. Rupanya selama beberapa bulan terakhir ini dia diantar jemput oleh teman wanitanya itu, padahal suamiku bilang dia diantar pulang oleh teman lelakinya.

Saat itu pikiranku mulai kotor. Aku kotak katik hp nya, dan aku mendapati suamiku mengomentari status facebook wanita itu dengan mesra dan penuh perhatian.

Wanita itu pun membalas komentarnya dengan menawarkan pulang bareng dan mengatakan bahwa wanita itu masih dikantor saat itu kulihat waktunya sekitar pukul tujuh malam.

Ku buka aplikasi bbm suamiku. Kubaca chat grup kantornya, di chat grup itu aku mendapati wanita itu mengobrol di grup menggunakan hp suamiku. Ditambah lagi obrolan di grup itu adalah obrolan yang tidak senonoh.

Dan aku lihat foto suamiku tidur duduk dengan kepala terkelungkup di atas meja. Berarti betul memang wanita itu yang mengambil gambar suamiku itu.

Hp suamiku memakai kata sandi, jadi tidak mungkin wanita itu memakai hp suamiku secara diam diam. Pastinya suamiku yang memberi izin.

Aku baru sadar, obrolan itu hari minggu, Tepatnya saat libur. Aku ingin mengajak suamiku jalan-jalan. Namun dia menolak karna ingin kondangan dan dijemput oleh teman laki-laki sekantornya.

Segera ku buka sms, ku lihat di berita terkirim, dia mengirim pesan ke wanita itu “aku sudah di depan” saat itu aku terdiam. Berarti wanita itu yang menjemputnya untuk pergi kondangan.

Aku ingat, waktu hari minggu itu aku bertanya kapan pulang kondangannya? Suamiku jawab sore. Jadi aku menunggu alhasil dia pulang jam 9 malam dengan alasan mengantar bosnya ke bandara.

Sekejap aku sadar… Suamiku telah membohongiku… Dia bukan dijemput teman lelakinya, melainkan wanita itu, dia pulang malam bukan mengantar bos ke bandara, tetapi pulang kondangan dia nongkrong dikantor bersama teman-temannya, hingga malam.

Dia tak berpikir aku di rumah menunggu dia pulang. Hatiku hancur saat itu.

Kembali ku buka bbm, ku geser chatingan grup kantor itu keatas. Aku melihat ada foto wanita itu sedang menungging… Dan apa komentar suamiku dan temannya?? Aku tidak mau mengatakannya, aku malu. Yang jelas komentar itu sangat kotor dan tidak senonoh.

Alhasil aku emosi, kami pun bertengkar hebat. Masalah ini pun sampai ke kantor dan aku pun dipanggil oleh bosnya. Bosnya bilang wanita itu diperintahkan oleh menager nya untuk mengantar jemput suamiku.

Dan antara mereka tak ada hubungan. Dan suamiku minta maaf dan berjanji tak akan mendekatinya lagi. Aku pun percaya akan hal itu.

Aku melahirkan anak keduaku, saat itu umur anakku belum 40hari, malam itu aku meminjam hpnya karena ingin mengirim lagu dan foto. Namun aku tak sengaja membuka folder.

Seketika aku terkejut, di folder itu terdapat foto paha wanita itu sedang mengangkang dan memakai rok pendek. Ya Tuhan. Berarti selama ini dia hanya janji palsu belaka kepada ku. Ternyata dia masih saja mendekati wanita itu.

Dia tidak bisa bekerja secara profesional. Saat aku bertanya, dia menjawab foto itu ingin dimasukkannya ke grup bbm kantor. Itu berarti suamiku masih mengobrol kotor tentang wanita itu.

Dia menjawab dia hanya melakukan itu sekedar hiburan semata, cuma sekedar bermain main saja. Dan dia menganggap itu hal sepele. Tapi bagiku??? Hal itu membuat hatiku hancur kembali…

Kami kembali bertengkar hebat dan aku minta dicerai. Tapi dia kembali minta maaf dan berjanji kembali. Aku pun luluh dan kembali memaafkannya. Tetapi Allah begitu adil padaku. Aku kembali mendapatinya melakukan hal yang sama. Saat itu aku lelah dan putus asa, dan aku merelakan apapun yang terjadi.

Suamiku pun kembali meyakinkan aku… Tetapi percuma aku sudah tidak percaya lagi. Kata maaf dan kata janji tidak akan kudengarkan lagi. Dan setelah itu sekali lagi aku mendapati suamiku berbuat hal yang sama. Aku sudah tidak kuat lagi… Aku tidak sanggup lagi.

Aku tidak ingin lagi menjalin hungungan ini. Aku pun mengajak suamiku menemui orang tuaku untuk menyelesaikan masalah ini. Namun semua orang beranggapan sama. Hal itu hal sepele. Cuma anggapan ku yang berbeda. Ibuku berkata maafkan suamimu. Dan ibuku berkata bahwa aku harus ‘menahan rasa’ aku mengerti akan arti perkataan itu. Aku yang memilih suamiku. Jadi aku harus menjalani semua ini.

Kutarik sebuah kesimpulan. Yang dilakukan suamiku itu bukanlah kesalahan, bukan juga kekhilafan. Melainkan itu adalah sifat dan kebiasaannya, dan itu mustahil untuk dirubah. Suamiku akrab dan dekat dengan wanita lain memang sebagai hiburan semata tanpa hubungan apapun.

Entah ini salahku atau bukan. Yang jelas aku baru mengetahui sifat aslinya setelah hal ini terjadi, yaitu pada saat 7 tahun sudah kami bersama.

Saat ini posisiku terjepit. Disini aku tidak tahan lagi menjalin hubungan ini, rasa cinta dihati ini telah pudar sepudar pudarnya, di sisi lain ibuku menangis karena tidak sanggup melihat anaknya bercerai, di sisi lain juga anakku masih kecil, satu 4 tahun, satu lagi 5 bulan.

Anakku belum mengerti akan perceraian. Di sisi lain juga suamiku menuntut ku mengubah sifatku yang seperti ini. Tapi aku tidaklah bisa.

Sekarang… Yang bisa kulakukan hanya mencoba menerima apapun yang akan terjadi kelak… Aku akan berusaha untuk tidak marah kepada suamiku lagi… Aku berusaha memendam sendiri tanpa mencurahkan kepada siapapun… Demi anakku orang tuaku.

Dan lagi… Tersiksa batin akan kembali kurasakan. Memendam sendiri kesedihan, namun kali ini akan ku rasakan seumur hidupku. Aku meminta ketegaran dan kesabaran kepada-Nya. Agar aku bisa melewati hari esok demi anakku. Tersenyum manis pada dunia untuk menutupi segala kesedihan yang aku pendam. Dan menunjukkan bahwa aku bahagia.

Suami Tidak Mengakui Anak Keduanya

Suami tidak mengakui anak kandungnya

Kadang aku merasa hidup tak adil padaku, pada anakku, dan pada adik-adikku. Sungguh aku benci pada laki-laki yang hanya mau enaknya saja dan tidak mau bertanggung jawab seperti suami aku.

Suami tidak mengakui anak kandungnya
Suami tidak mengakui anak kandungnya

Namaku Tami berusia 24 tahun, rumah tanggaku sudah hancur bahkan sebelum aku menikah. Aku menikah karena anakku sudah lahir duluan, untunglah suamiku mau bertanggung jawab.

Setelah menikah, satu persatu kebohongan suami terungkap, hingga adiknya yang wanita juga harus merasakan apa yang aku rasakan. Akan tetapi dia tidak ada yang menikahi, hingga akhirnya anaknya lahir, aku dan suami mengambilnya sebagai anak.

Tetapi penerimaan aku terhadap anak adiknya tidak lantas membuat hidup kami bahagia, ada saja aku menemukan bukti perselingkuhan suamiku, dan ibunya tetap saja membela anaknya itu.

Hingga aku putuskan untuk kembali kepada Ayahku bersama anak kandungku. Berbulan-bulan kami tidak memberi kabar dan dia pun tidak pernah mencari kami..

Hingga Ayah wafat, aku pun mengabarinya. Dia pun datang dan kami rujuk, tapi ini awal dari kehancuranku berikutnya.

Aku masih punya adik 3 orang, mereka sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain aku, tapi suamiku tidak mau menerima mereka. Jadi aku putuskan lebih memilih adik-adikku,, dan dia pun tak pernah datang lagi ke rumahku.

Namun saat itu aku sedang hamil dan iya pun tau. Tidak sedikit pun aku menerima uang darinya. Sampai akhirnya aku harus mengemis bersama anakku yang berusia 2 tahun dan adik-adikku dalam kondisi hamil.

Namun apa yang terjadi setelah anakku lahir dan dia melihatnya. Dia katakan itu anak hasil aku berselingkuh. Tanpa bukti mereka sekeluarga menganggap aku selingkuh padahal kenyataan yang aku terima justru sebaliknya, suamiku memiliki anak dengan wanita lain.

Apa salahku terhadap mereka. Aku putuskan anakku yang pertama kuserahkan kepadanya agar dia bertanggung jawab pada anakku. Sementara anakku yang kedua yang masih merah aku serahkan kepada orang yang selalu membantuku. Lalu aku hidup bersama adik-adikku.

Jatuh Ke Lubang yang Sama

Tidak lama setelah aku memberikan anakku,, aku berkenalan dengan laki-laki yang usianya 46 tahun, sangat jauh dari usiaku saat itu. Tapi aku nyaman dan dia tahu semua tentang aku dan mau menerimaku dan adik-adikku.

Satu tahun berlalu hubungan kami semakin jauh, hingga kami berhubungan intim. Tapi aku terhentak seakan tidak percaya, dia yang selama ini mengaku duda ternyata masih memiliki istri.

Tapi dia tidak mau lepas dariku sampai saat ini, tapi belakangan ini aku menemukan bukti bahwa dia punya wanita lain lagi. Kurang ajarnya sewaktu aku tanyakan, dia malah memberiku olesan yang dia ambil dari duburnya.

Sungguh aku benci sekali pada laki-laki, yang hanya mau kenikmatan sesaat tanpa pernah memikirkan perasaan wanita yang tulus menyayanginya.

Kepada pembaca ceritacurhat.com, aku mohon bantuannya apa yang harus aku lakukan dan bagaimana sebaiknya aku bersikap. Hidup ini rasanya sungguh tak adil.

Boss-ku Menghindar Setelah Aku Hamil 3 Bulan

Hamil 3 bulan boss menghindar

Namaku Sari. April 2016 yang lalu takdir kelam hidupku dimulai. Awal mula cerita ini terjadi adalah karena kebodohan dan kepolosanku sendiri. Aku begitu mempercayai boss ku sendiri di kantor hingga akhirnya aku berbadan dua.

Hamil 3 bulan boss menghindarAku bekerja di salah satu perusahaan BUMN. Di tempat kerja, aku adalah pegawai termuda. Tapi meski tidak berpengalaman, aku cukup bisa diandalkan oleh pimpinan hingga aku kadang disebut anak kesayangan bos oleh rekan kerja yang lain.

Suatu hari aku harus lembur berdua bersama bosku. Karena rumahku jauh dari kantor dan aku harus masuk pagi besoknya, akhirnya jam 2 pagi bosku mengajakku istirahat sebentar ke kostnya. Alhasil kami khilaf.

Sejak saat itu hubungan kami semakin dekat. Dia selalu melindungiku, menjagaku, dan memperhatikanku. Kami sering membicarakan tentang masa depan kalau kami menikah. Hingga akhirnya kami memutuskan tinggal bersama.

Aku tau posisi dia sudah beristri. Hanya Karena aku menemukan sosok ayah dari dirinya, aku jadi mencintainya setengah mati.

Sampai akhirnya istrinya tiba-tiba datang dari kota aslinya ke kota kami. Kami galau, kami bingung harus gimana. Akhirnya kami pisah rumah tapi tetap dia sesekali mengunjungi kostku.

Baca juga: 

Hari demi hari kami lewati seperti biasa. Walaupun nggak bisa selalu menikmati senyumnya setiap saat. Walaupun nggak bisa selalu memeluknya. Tapi aku bersyukur dia masih selalu terlihat didepan mataku.

Hingga akhirnya bulan Juni aku menyadari sesuatu, beberapa bulan aku tidak datang bulan. Segera aku cek dan hasilnya 2 strip. Betapa stressnya aku.

Aku cerita sama salah satu teman kerjaku, dia shock dan menanyakan siapa ayahnya, aku spontan bilang kalau itu Boss kami. Kami sama-sama terdiam.

Dia memaksaku untuk bicara sama si Bossku ini. Tapi aku terlalu pengecut, aku terlalu takut untuk berbicara. Dia ingin membantu tapi posisi dia adalah bawahan Bossku, dan itu nggak mungkin terjadi.

Akhirnya aku beranikan diri cerita dengannya. Dia shock, kaget, dan sedikit nggak percaya. Dia menjauhi saya, betapa hancurnya saya. Mau dibawa kemana anak ini.

Saya memutuskan untuk pulang ke kota saya (kota S). Ketika saya sudah tiba di kota saya. Dia menelepon saya. Panjang lebar kami berbicara lewat telpon. Yang pada intinya dia menjelaskan pada saya bahwa dia tidak menjauh, dia hanya membutuhkan waktu untuk sendiri.

Dia memohon saya untuk kembali ke kota kami (kota B). Dia sedang mengusahakan untuk memulangkan istrinya ke kota asalnya. Dia ingin berusaha adil kepada saya dan istrinya. Karena bagaimanapun saya telah mengandung darah dagingnya.

Sekian yang mampu saya ceritakan. Sekarang sedang hamil 14 Minggu dan sedang dalam perjalanan menuju kota B.

Jujur.. Aku Tak Bahagia Menikah Dengan Suamiku

Tidak bahagia menikah dengan suami

Hidup terkadang dirasa tak adil ketika kita melihat ke atas, namun hidup terasa beruntung jika kita melihat ke bawah, begitu pula yang aku alami selama ini. Andai alur hidup ini bisa ku putar kembali dan ku ulang sesuai keinginanku yang sekarang, mungkin aku tak akan menyesali semuanya, tapi nasib berkata lain, seperti kata pepatah “siapa yang menuai, dialah yang akan memetik hasilnya nanti”.

Tidak bahagia menikah dengan suami
Tidak bahagia menikah dengan suami

Aku adalah seorang wanita berumur 23 tahun, menikah di usia yang cukup muda 3 tahun yang lalu dan sudah memiliki satu anak berumur 2 tahun.

Aku tak menyesali akan kehadiran seorang anak di hidupku, karena bagiku berkat anakku lah hidupku menjadi berarti, dan aku sangat menyayangi anakku melebihi diriku sendiri.

Kesedihanku bermula saat suamiku tak mempercayai bahwa anak yang aku kandung adalah hasil dari buah cinta kami, dan aku berjuang untuk mempertahankannya.

Tak sampai disitu, sebelum menikah pun, saudara suami selalu menceritakan mantan pacar suamiku kepadaku, seolah-olah diri ini merasa dibanding-bandingkan.

Sedih bercampur amarah itu semakin menjadi ketika ingat waktu pacaran, suamiku pernah menceritakan kenangan manis dan buruknya bersama mantan kekasihnya, terlebih lagi jika ku ingat bahwa suamiku pernah melakukan hubungan int1m dengan mantannya itu. Dan dia menceritakan itu semua dengan senang hati tanpa memikirkan perasaanku.

Begitu juga dengan keluarga suami yang masih terus membicarakan mantan suamiku itu, hati istri mana yang tak sakit mendengarnya ?

Sungguh sulit menjadi pribadi yang ikhlas, namun sangat mudah selalu mencoba untuk kuat dan bertahan. Sampai detik ini masalah selalu bermunculan, dan aku selalu mengungkit masa lalunya setiap kali bertengkar.

Kemarahanku semakin memuncak disaat harus tinggal dengan mertua dalam kondisi hamil dan statusku sebagai mahasiswa semester akhir kutinggalkan sejenak, aku mengambil cuti, karena jarak tempat kerja suami dan kampusku jauh.

Hampir setahun tinggal dengan mertua dalam kondisi hamil hingga melahirkan, tak ada kebahagiaan yang ku rasa sedikitpun, aku merasa teraniaya dan disakiti, dikala setiap waktu ibu mertuaku menyuruhku melakukan semua pekerjaan yang belum pernah kulakukan sebelumnya.

Aku kadang merasa menyesal menikah dengan suamiku. Aku berasal dari latar belakang keluarga yang cukup baik secara ekonomi dan dipandang baik dikalangan masyarakat.

Orangtua dan saudaraku terkenal dengan pendidikannya yang tinggi dan pekerjaan yang baik, berbanding terbalik dengan kehidupan keluarga suamiku.

Bukan maksud membandingkan, tapi sekarang baru aku mengerti bahwasanya apa yang dikatakan orangtua itu selalu benar, “carilah calon pendamping hidup yang bibit bebet dan bobotnya bagus, dan kamu akan bahagia”.

Aku menyesal tak menuruti perkataan orangtuaku, dan sekarang risiko yang kuhadapi adalah sikap dan tingkah suamiku kepadaku yang selalu menyakiti hati.

Aku berdiam diri, padahal diri ini tak suka berdiam diri, terkadang aku sering mencoba meluapkan kemarahanku, aku merasa enggan ketika diajak suamiku berhubungan b4dan, apakah itu tanda-tanda tak bahagianya seorang istri? Dan aku menjawab “IYA” dari hati nurani paling dalam.

Hidup Baru Bersama Hemodialisa

Hidup Baru Bersama Hemodialisa

Alhamdulilah…. Setelah dirawat selama 10 hari di Rumah Sakit PGI Cikini berkat dikabulkannya do’a dari teman-teman dan melakukan beberapa kali proses hemodialisa-HD (cuci darah), kini aku segar bugar dan bisa lagi aktif menjalankan tugas rutin di kantor.

Hidup Baru Bersama Hemodialisa
Hidup Baru Bersama Hemodialisa

Subhanalloh… Aku senang sekali makanya kutulis postingan ini, untuk menyampaikan berita baik pada rekan-rekan semua, bahwa jika Allah SWT sudah berkehendak walaupun ada gangguan penyakit yang dianggap berat, insyaallah bisa menjadi lebih baik jika kita berusaha dan berdoa.

Awalnya pada tahun 2011 ketika dokter mengatakan bahwa saat itu creatinineku yang ada dalam darah sudah mencapai 2.7. Yang berarti bahwa sudah ada sedikit gangguan pada fungsi ginjalku.

Jadi aku disarankan untuk berhati-hati dan menjaga agar hanya memakan makanan yang sehat, dan menghindari komsumsi suplemen makanan atau vitamin. Karena makan tersebut hanya membebani kerja ginjal.

Lima tahun berlalu, apa yang disampaikan dokter kurang kuperhatikan sehingga pada bulan Februari 2016, aku merasakan tubuh lemas tak bertenaga, nggak nafsu makan, mual, sering batuk, pusing, cegukan, jalan kaki hanya 100 meter saja nafasku tersengal-sengal, dada terasa sesak, badan dingin sekali padahal di ruangan yang tidak ber- AC.

Sehingga akhirnya pada hari Rabu tanggal 10 Feberuari 2016 pagi, aku merasa capek dan letih sehabis memarkirkan motorku di halaman kantor. Badan lemas sekali kemudian aku berjalan ke poliklinik BI Kebun Sirih dan minta tolong ke tenaga medis yang ada saat itu.

Setelah ditangani dokter dan memeriksa kondisi serta darahku, dokter berkesimpulan bahwa aku harus dirujuk ke rumah sakit untuk dirawat, karena creatinine pada darahku mencapai angka 14, yang berarti sudah dalam kondisi berbahaya.

Aku pasrah pada keputusan dokter, kalau itu memang jalan terbaik untuk kesehatanku aku menurut saja, lalu aku diusung ambulan YKKBI ke RS PGI Cikini-Jakarta.

Setiba di rumah sakit, setelah dicek kembali kondisiku kemudian aku dioperasi untuk memasang doble lumen, alat bantu yang terhubung dengan aliran darah dibahu sebelah kanan.

Alat ini dipasang untuk sementara saja kurang lebih dipakai hanya tiga bulan, setelah tiga bulan tugasnya akan diganti dengan Cimino. Yaitu alat penyatuan pembuluh darah arteri dengan pembuluh darah vena, di pergelangan tangan kiriku.

Alat ini merupakan akses permanen untuk HD, tangan kiriku pun nggak boleh banyak dipergunakan untuk membawa beban, jadi aku harus menjaganya dengan hati-hati, baik di rumah maupun dimana saja berada. Oh my God… Penyakit ini sebelumnya tak pernah terlintas di benakku.

Malam harinya aku menjalankan hemodialisa-HD yang pertama kali, yaitu darah dalam tubuhku ditransfer ke mesin dialysis. Mesin ini yang akan menyaring limbah ataupun racun yang selama ini telah membuatku mengalami hal yang mengganggu kesehatan.

Darah disaring oleh mesin tersebut dan dikembalikan lagi kedalam tubuh, waktu pelaksanaannya kira-kira empat jam. Prinsipnya darah yang kotor dikeluarkan dan dimasukkan lagi ke tubuh jika sudah bersih, yang dikerjakan secara bertahap, tetes demi tetes hingga tidak bersisa kotorannya.

Jika dalam keadaan normal sebetulnya prsoses ini dilakukan oleh ginjal, namun karena fungsi ginjalku menurun tak sesuai lagi dengan rancangan yang Tuhan ciptakan, maka mesin HD yang menggantikan pekerjaan ini.

Selain itu aku harus menjalani diet ketat, minum secukupnya nggak boleh berlebihan maksimal hanya 600 ml sehari atau sebotol air mineral yang kecil. Makanan yang harus dihindari adalah kacang-kacangan termasuk tahu tempe, susu, keju, sayur-sayuran, pete, jengkol, ketan, buah-buahan.

Seminggu dua kali setiap hari Selasa dan Jum’at dalam beberapa jam aku harus terkurung dalam ruangan yang serba putih, diiringi irama detak-detak jarum jam dinding yang terpasang di dinding.

Didampingi istriku serta ditemani oleh perawat yang selalu siap membantu setiap waktu, kehidupanku tergantung pada mensin HD. Hemapo (erythropoetin) adalah obat injeksi agar hemoglobin darahku normal menjadi sahabat karibku sekarang.

Jadwal HD harus kupatuhi benar-benar, sebab mesin itulah yang dapat menjaga kondisi tubuhku tetap fit dan stabil. Makanan pun harus kuperhatikan kualitasnya, sebab dari asupan makan dengan protein tinggi kadar albumin didalam darah terkendali.

Kalau minum sudah pasti dibatasi sesuai anjuran dokter guna mencegah overload atau penumpukan cairan di tubuh, terutama di paru-paru yang bisa menimbulkan sesak nafas.

Yang sangat membahagiakan bahwa selama HD ini berlangsung, biaya yang dikeluarkan sangat tinggi namun BI telah memberi jaminan akan menanggung seluruh biaya yang timbul.

Aku hanya akan melalui hari-hari baru dengan derita sakit yang orang lain tak perlu mengetahuinya, walau kadang tulang-tulangku terasa ngilu mengganggu terutama saat menjelang tidur.

Jika sudah menjelang subuh aku harus memaksakan diri untuk segera bangun bersyukur pada Allah SWT, serta harus mempersiapkan diri untuk berangkat kerja.

Rasa tidak nyaman dalam tubuhku dapat kuatasi dengan selalu berusaha untuk tidak mengeluh, aku belajar memahami kondisi tubuhku dan perubahan-perubahan yang terjadi sehingga tidak selalu memerlukan pengobatan dari dokter kecuali terpaksa.

Satu atau dua minggu pertama merupakan tahap proses penyesuaian dalam diriku, begitu juga terhadap interaksi dengan lingkungan di kantor. Kadang aku merasa rendah diri karena menderita sakit ini, walaupun hal tersebut dapat kututupi seakan-akan selalu terlihat tegar di hadapan orang lain.

Sebab orang lain melihat dari luar secara fisik kelihatannya aku baik-baik saja, mungkin teman-teman yang belum tahu penyakitku, mereka tidak percaya kalau aku adalah seorang pasien yang hidup dengan menjalani cuci darah.

Aku tidak ingin ada orang yang merasa iba, aku ingin mereka memandangku biasa saja, sehingga memberikan keleluasan bagiku untuk berinteraksi.

Dalam kondisi seperti ini aku nggak akan menyerah, harus harus tetap masuk untuk bekerja, aku harus tetap berkarya. Aku sadar bahwa gagal ginjal bukan akhir dari segalanya, proses HD ini bukan untuk menyembuhkan dan mengobati ginjalku yang berkurang fungsinya, tapi hanya untuk memperpanjang hidup.

Cuci darah ini dilakukan untuk memberi harapan padaku agar mempunyai semangat dan melakukan aktivitas. Saat ini proses HD kujalani dua kali dalam seminggu, walau dalam kondisi yang seperti ini aku tetap optimis dapat melaksanakan tugas rutin di kantor dengan baik, aku harus terus semangat, tegar dan tawakal agar semua yang menjadi beban dan tanggungjawabku dalam hidup ini tercapai.

Terjerumus Dosa

Karena cinta aku terjerumus dosa

Namanya juga cinta monyet, cuma tahu indahnya dan enaknya, belum mengenal tanggung jawab apalagi komitmen. Begitulah yang aku alami saat berpacaran dulu hingga akhirnya aku terjerumus dosa besar.

Karena cinta aku terjerumus dosa
Karena cinta aku terjerumus dosa

Sebut aja namaku Ana dan pacarku Ren. Kami pacaran sejak kelas 2 SMP. Awalnya kami pacaran baik-baik saja dan hanya buat penyemangat belajar.

Aku tergolong murid yang pintar, sering kali aku mengikuti lomba berbagai mata pelajaran dan sempat juara di tingkat provinsi.

Di kelas juga aku selalu mendapat peringkat pertama. Sayang semua prestasi itu harus aku lupakan karena aku terjerumus dalam dosa yang berawal dari nikmatnya cinta.

Baca juga: Kekasihku Berkhianat Setelah Kuserahkan Semuanya

Singkat cerita, hubungan kami telah terjalin 1 tahun dan kami sering putus nyambung. Pada suatu malam pacarku ngajak berhubungan intim dan aku mau saja. Dan hubungan ini sering kami lakukan hingga pada tahun ketiga kami berpacaran, waktu itu aku kelas 2 SMA, aku hamil.

Pusing bercampur malu karena di sekolah aku dikenal siswa berprestasi. Sampai hamil 9 bulan tak ada yang tahu termasuk orang tua dan sahabat, juga guruku.

Aku pintar menyembunyikan dan terlintas di benakku setelah aku lahiran, anakku akan kukasih sama orang lain jadi aku tak di DO dari sekolahan. Tapi sialnya pas lahiran di rumah orang yang mau meminta anakku, banyak orang berdatangan.

Informasi aku melahirkan anak di luar nikah bocor. Segera saja kasus itu menjadi buah bibir dimana-mana. Tapi anehnya setelah lahiran pacarku tidak pernah muncul. Keluargaku sempat membawa pengacara namun hasilnya nihil.

Aku hanya dinikah siri dan setelah itu pacarku dan keluarganya sama sekali tidak bertanggung jawab. Aku memutuskan untuk membesarkan anakku dengan sabar walau malu sekalipun.

Tak hanya itu aku juga melanjutkan sekolah terbuka. Ya akibat hamil aku putus sekolah dan harus menyelesaikan pendidikanku di sekolah terbuka. Aku juga membuka warung. Di warung itulah aku bertemu dengan seorang pria yang tulus mencintaiku.

Saat ini anakku sudah berumur 3 tahun, besar, sehat, pintar, dan lucu walaupun sama sekali tanpa tanggung jawab dari seorang lelaki bejat. Lelaki bejat itu meninggalkanku dan anakku karena dia dan orang tuanya yang kaya gengsi dengan keadaan keluargaku yang miskin.

Dan Alhamdulilah juga sekarang saya juga sudah menikah dengan pria tadi yang tulus mencintai aku juga anakku. Alhamdulilah aku tetap mendapat ijazah SMA walau dari sekolah terbuka.

Mantan Kekasih Jadi Ayah Tiri

Kekasih adalah ayah tiriku

Tidak banyak orang yang mengalami kisah hidup seperti yang aku alami. Bagaimana tidak, kekasih yang kucintai harus aku panggil Ayah setelah dia menikah dengan Ibuku. 

Kekasih adalah ayah tiriku

Namaku Ratna Sapitri tapi panggilanku sehari-hari adalah Dewi. Ayahku sudah meninggal sejak aku masih kecil, sehingga praktis yang merawatku adalah Ibuku seorang diri.

Dulu sebelum aku menikah dengan bapaknya anak-anakku, aku memiliki seorang kekasih yang begitu aku cintai tapi sayang perjalanan cinta kami tak sampai ke pelaminan karena saat itu usiaku masih terlalu dini dan belum siap untuk menikah.

Akhirnya kami pun terpisah, aku pergi ke Jakarta untuk bekerja dan dia aku tinggalkan tanpa satu kata pesan apapun juga.

Dua tahun berlalu aku tak pernah bertemu dan tak sedikit pun kabar ku berikan padanya.

Pada satu hari aku mendapat telepon dari kampung bahwa aku harus pulang. Tanpa ada curiga, aku pulang dan ketika sampai di rumah, aku tak melihat sosok ibuku.

Aku bertanya, paman di mana mamah ko gak ada di rumah, di mana dia sekarang?

Tapi pamanku hanya diam membisu, tiba-tiba bibiku mengajak aku pergi ke satu rumah, rumah itu sudah tidak asing lagi buat aku. Ya itu rumah kekasihku yang selama 2 tahun ini aku tinggalkan.

Aku terkejut ketika aku menatap kedua sosok manusia yang paling aku cintai tengah berbincang dan duduk bermesraan. Air mataku mulai mengalir deras ketika bibiku berkata bahwa mereka telah menikah.

Ya Tuhan mengapa harus dia yang kau cintai? Mengapa harus mamahku yang dia pilih?

Sejak saat itu hidupku bener-bener larut dalam keterpurukan. Keh1dup4n m4lam jadi tempat pelarianku, aku tak perduli orang bilang apa karena mereka tidak mengerti apa yang aku rasakan saat itu. Hanya kesedihan dan benci yang berkecamuk di pikiranku.

Sampai suatu hari aku mendengar kata-kata cinta dari seorang lelaki yang biasa nemenin aku di klub, dia mau mengeluarkan aku dari dunia kelam itu.

1, 2, 3 bulan berlalu akhirnya aku naik ke pelaminan bersama pria itu meskipun dalam hatiku tak ada cinta tapi aku harus hidup bersamanya karna aku telah mengandung anaknya.

Tapi hanya kegelisahan yang kurasakan dalam kehidupan rumah tanggaku. Sepertinya aku belum bisa memaafkan mamahku. Setiap kali ada masalah dengan suami, aku selalu menyebut-nyebut nama mamahku dan menuduh suamiku sama saja dengan kekasih pertamaku.

Ya Allah hanya engkau yang tahu berdosakah aku kepada Ibuku? Karna aku ga bisa menghapus rasa kesalku padanya, meskipun itu telah berlalu, meskipun aku telah memiliki kehidupan baru bersama suamiku.

Sahabat ceritacurhat.com demikian kisah nyata yang kualami. Mohon masukannya.